Setiap orang tua tentu ingin melihat buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas. Namun, tidak semua anak melalui tahapan perkembangan dengan mulus. Terkadang, ada gangguan tumbuh kembang yang perlu dideteksi sedini mungkin. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk memberikan intervensi yang tepat. Berikut ini adalah beberapa tanda yang perlu Bunda dan Mama waspadai.
1. Keterlambatan Motorik Kasar
Motorik kasar melibatkan gerakan otot-otot besar seperti duduk, merangkak, berjalan, dan berlari. Jika si kecil belum mampu melakukan gerakan sesuai usianya, bisa jadi ada keterlambatan. Misalnya, bayi usia 6 bulan belum bisa tengkurap sendiri, atau anak usia 12 bulan belum bisa berdiri dengan bantuan. Segera konsultasikan ke dokter anak jika Bunda melihat tanda-tanda ini.
2. Keterlambatan Bicara dan Bahasa
Kemampuan bicara dan bahasa juga perlu dipantau. Pada usia 12 bulan, biasanya anak sudah bisa mengucapkan satu atau dua kata sederhana seperti 'mama' atau 'papa'. Jika pada usia 18 bulan anak belum bisa mengucapkan setidaknya 6 kata, atau pada usia 2 tahun belum bisa menggabungkan dua kata, sebaiknya waspada. Gangguan pendengaran juga bisa menjadi penyebab, jadi jangan ragu untuk memeriksakan telinga si kecil.
3. Kurangnya Respons Sosial
Anak yang sehat biasanya akan merespons senyuman, suara, atau ajakan bermain. Jika si kecil tampak tidak tertarik pada orang lain, tidak melakukan kontak mata, atau tidak meniru ekspresi wajah, ini bisa menjadi tanda gangguan perkembangan sosial. Terutama jika anak tidak menunjukkan minat pada anak seusianya atau lebih suka bermain sendiri, perlu diwaspadai kemungkinan gangguan spektrum autisme.
4. Perilaku yang Tidak Biasa
Perhatikan jika anak sering melakukan gerakan berulang seperti mengepak-ngepakkan tangan, bergoyang-goyang, atau memutar benda. Juga jika ia sangat sensitif terhadap suara, cahaya, atau sentuhan. Kebiasaan bermain yang monoton atau terpaku pada satu mainan tertentu juga bisa menjadi tanda. Bunda perlu peka terhadap perubahan perilaku yang drastis atau kemunduran kemampuan yang sudah dikuasai.
5. Gangguan Makan dan Pertumbuhan
Jika anak sulit makan, tidak mau mengunyah, atau hanya mau makanan tertentu, bisa jadi ada masalah sensorik atau medis. Pantau juga pertumbuhan berat badan dan tinggi badan. Jika grafik pertumbuhan stagnan atau menurun, segera konsultasikan ke dokter. Gangguan pertumbuhan bisa disebabkan oleh masalah nutrisi, metabolisme, atau penyakit kronis.
6. Keterlambatan Motorik Halus
Motorik halus melibatkan gerakan otot-otot kecil seperti memegang pensil, mengambil benda kecil, atau menulis. Jika anak usia 3 tahun belum bisa mencoret-coret, atau usia 4 tahun belum bisa menggambar lingkaran, ini perlu diwaspadai. Kesulitan dalam koordinasi mata-tangan juga bisa menjadi tanda gangguan perkembangan.
Kapan Harus ke Dokter?
Bunda tidak perlu panik jika anak sedikit terlambat dalam satu aspek, karena setiap anak memiliki ritme sendiri. Namun, jika ada beberapa tanda yang muncul atau kemunduran kemampuan, sebaiknya segera periksakan ke dokter anak. Deteksi dini sangat penting agar intervensi bisa dilakukan lebih awal. Dokter akan melakukan skrining tumbuh kembang dan merujuk ke spesialis jika diperlukan.
Ingat, Bunda, peran orang tua sangat besar dalam memantau tumbuh kembang anak. Jangan ragu untuk berkonsultasi jika ada kekhawatiran. Dengan deteksi dini, kita bisa memberikan dukungan terbaik bagi si kecil untuk tumbuh optimal. Semangat, ya, Bunda!
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.