Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Kisah Mencekam Ibu yang Pura-pura Hamil demi Mencuri Bayi Orang Lain

Bayangkan seorang ibu nekat membunuh temannya sendiri demi mengambil bayinya yang belum lahir. Inilah kisah nyata Taylor Parker, seorang perempuan yang memalsukan kehamilan dan melakukan kejahatan mengerikan yang kini diangkat dalam film dokumenter Netflix.

Salsabila Wahyudi
Salsabila Wahyudi
Penulis NaraCerita
-29 Juni 2026 -11:01:00 WIB
Ukuran teks
Kisah Mencekam Ibu yang Pura-pura Hamil demi Mencuri Bayi Orang Lain

Film dokumenter Netflix berjudul Maternal Instinct baru-baru ini menggemparkan publik. Tayang pada 12 Juni 2026, film ini mengisahkan perempuan bernama Taylor Parker yang tidak hanya berpura-pura hamil, tetapi juga tega menghilangkan nyawa seorang ibu hamil demi mencuri bayinya. Kisah ini menjadi pengingat kelam tentang obsesi dan kebohongan yang berujung tragedi.

Awal Mula Kebohongan Taylor Parker

Kisah ini bermula pada tahun 2019 ketika Taylor menjalin hubungan dengan Wade Griffin. Tak lama setelah berpacaran, Taylor mengaku hamil anak kembar, namun mengalami keguguran akibat kecelakaan aneh. Setelah hubungan mulai renggang, Taylor kembali mengaku hamil pada awal 2020 dan mengklaim akan melahirkan di bulan September. Wade pun percaya karena Taylor sering menunjukkan gejala morning sickness dan menghabiskan waktu di kamar mandi.

Perut Taylor mulai membesar, dan ia memalsukan hasil USG dengan memesan gambar secara online. Wade yang tidak bisa menemani ke dokter karena pandemi COVID-19, semakin yakin dengan kehamilan itu. Ia bahkan membeli perlengkapan bayi dan memberi nama Clancy Gayle untuk bayi perempuan yang diakui Taylor.

Taylor juga mengadakan acara gender reveal. Namun, mantan temannya, McKenzie Bright, mulai curiga karena Taylor pernah mengaku tidak bisa hamil lagi setelah menjalani histerektomi pasca melahirkan dua anak sebelumnya.

Aksi Nekat Membunuh Teman

Untuk mempertahankan kebohongannya, Taylor melakukan hal yang tak terbayangkan. Ia membunuh temannya sendiri, Reagan Simmons-Hancock, yang saat itu sedang hamil 35 minggu. Pada awal Oktober 2020, Taylor menghabiskan waktu bersama Reagan, lalu dengan sadis menggunakan pisau bedah untuk mengeluarkan bayi dari kandungan Reagan. Taylor bahkan berbisik pada bayi itu, "Ucapkan selamat tinggal pada ibumu."

Setelah kejadian, Taylor pergi sambil membawa bayi yang sudah lemah dan pucat. Ia menelepon 911 dan mengaku baru melahirkan. Polisi yang menghentikan mobilnya karena ngebut menemukan bayi tersebut dan membawanya ke rumah sakit, namun nyawa bayi itu tak tertolong. Taylor sendiri dilarikan ke rumah sakit, namun dokter tidak menemukan bukti ia baru melahirkan.

Dalam interogasi, Taylor terus mengulangi, "Saya tidak membunuh siapa pun," dan mengaku bayi yang meninggal adalah anaknya. Namun, bukti menunjukkan sebaliknya.

Hukuman Mati dan Kebohongan Lain

Taylor divonis bersalah atas pembunuhan Reagan dan dijatuhi hukuman mati. Korban ditemukan dengan 15 luka tusukan dan 98 luka sayatan. Pada tahun 2025, pengadilan banding Texas menguatkan vonis tersebut. Taylor kini menjadi perempuan termuda di daftar terpidana mati Texas, meskipun tanggal eksekusinya belum ditetapkan.

Dokumen pengadilan mengungkap bahwa Taylor telah memalsukan beberapa kehamilan sebelumnya, termasuk kepada mantan suaminya, Hunter Parker, dan Wade. Pola kebohongannya terlihat jelas: ia selalu mengaku hamil saat hubungannya terancam. Bukti digital menunjukkan ia mencari "perut silikon kehamilan murah", "adopsi bayi baru lahir", dan "video operasi caesar".

Kisah Taylor Parker adalah pelajaran kelam tentang bahaya obsesi dan kebohongan yang tak terkendali. Sebagai ibu, kita harus selalu waspada dan peduli pada sesama, karena tragedi seperti ini bisa terjadi di sekitar kita.

Salsabila Wahyudi
Salsabila Wahyudi

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita