Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Cerita Ibu

5 Filosofi Parenting dari Berbagai Budaya Dunia yang Bisa Diadopsi

Dari Finlandia hingga Jepang, setiap budaya punya kearifan pengasuhan yang unik dan berharga.

Redaksi
Redaksi
Penulis NaraCerita
-08 Juni 2026 -09:00:00 WIB
Ukuran teks
5 Filosofi Parenting dari Berbagai Budaya Dunia yang Bisa Diadopsi

Cara mengasuh anak ternyata sangat berbeda di berbagai belahan dunia. Dan dari perbedaan itu, ada banyak hal yang bisa kita pelajari.

1. Finlandia: Bermain adalah Belajar
Di Finlandia, anak tidak masuk sekolah formal sampai usia 7 tahun. Sebelumnya, mereka belajar melalui bermain. Hasilnya? Finlandia konsisten masuk peringkat teratas pendidikan dunia.

2. Jepang: Amae dan Kemandirian
Amae adalah konsep ketergantungan yang sehat pada orang yang dicintai. Tapi di sisi lain, anak SD Jepang sudah pergi sekolah sendiri dengan transportasi umum. Keseimbangan antara kedekatan dan kemandirian.

3. Denmark: Hygge dalam Keluarga
Hygge (dibaca hoo-ga) adalah konsep kenyamanan dan kebersamaan yang hangat. Keluarga Denmark memprioritaskan waktu berkualitas bersama di rumah tanpa agenda.

4. Afrika: "It Takes a Village"
Dalam banyak budaya Afrika, pengasuhan adalah tanggung jawab komunitas. Anak dibesarkan tidak hanya oleh orang tua, tapi oleh seluruh kampung.

5. Indonesia: Gotong Royong Keluarga
Nilai kebersamaan dan saling membantu dalam keluarga besar adalah kekayaan budaya Indonesia yang semakin perlu dijaga di era individualisme ini.

Tag: Cerita Ibu
Redaksi
Redaksi

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita