Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Waspadai Hiperemesis Gravidarum, Bukan Sekadar Mual Biasa

Mual dan muntah saat hamil memang wajar, tapi kalau sampai menyebabkan penurunan drastis dan dehidrasi, itu namanya hiperemesis gravidarum (HG). Kondisi ini bukan hanya berat dijalani, tapi juga bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur dan preeklamsia.

Maya Handayani
Maya Handayani
Penulis NaraCerita
-04 Juli 2026 -19:01:00 WIB
Ukuran teks
Waspadai Hiperemesis Gravidarum, Bukan Sekadar Mual Biasa

Sekitar 70-80 persen ibu hamil mengalami morning sickness, namun ada kondisi yang jauh lebih parah: hiperemesis gravidarum (HG). HG bukan sekadar mual pagi biasa, melainkan muntah hebat yang bisa berlangsung sepanjang kehamilan. Akibatnya, ibu hamil sulit makan, minum, dan menyerap nutrisi penting seperti asam folat.

Apa Bedanya dengan Morning Sickness?

Morning sickness biasanya membaik setelah trimester pertama. Sebaliknya, HG bisa bertahan lebih lama dan menyebabkan penurunan berat badan lebih dari 5 persen. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), HG terjadi pada sekitar 3 persen kehamilan. Diagnosis ditegakkan saat ibu hamil kehilangan berat badan signifikan, mengalami dehidrasi, dan ditemukan ketosis dalam urine.

Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Penelitian terbaru dari Stanford Medicine yang menganalisis 2,5 juta kelahiran di California menemukan bahwa HG meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius. Ibu hamil dengan HG lebih rentan mengalami:

  • Kelahiran prematur
  • Anemia
  • Bayi dengan berat lahir rendah (kecil dari usia kehamilan)
  • Preeklamsia
  • Hipertensi gestasional
  • Abrupsio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya)

Penulis utama studi, Rebecca Gardner, menjelaskan bahwa rawat inap akibat HG menjadi penanda bahwa kehamilan tersebut berisiko tinggi terhadap berbagai komplikasi. Ia menekankan, "Hiperemesis gravidarum bukan hanya mual pagi yang parah, ini cukup parah hingga menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan yang signifikan."

Mengapa HG Bisa Berbahaya?

Para peneliti menduga kekurangan nutrisi menjadi penyebab utama. Muntah berulang membuat ibu hamil sulit mempertahankan asupan makanan dan cairan. Akibatnya, perkembangan plasenta terganggu, yang kemudian memicu preeklamsia dan gangguan pertumbuhan janin. Gardner menambahkan, "Kekurangan nutrisi dapat mengganggu perkembangan plasenta, yang menyebabkan risiko lebih tinggi untuk beberapa hasil seperti preeklamsia dan bayi yang lebih kecil dari yang diharapkan."

Bahkan, sekitar seperempat pasien HG kehilangan lebih dari 15 persen berat badan sebelum hamil. Padahal, berat badan ibu seharusnya bertambah selama kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami:

  • Muntah terus-menerus tanpa henti
  • Tidak mampu makan atau minum dalam jumlah cukup
  • Penurunan berat badan drastis
  • Merasa sangat lemas
  • Tanda dehidrasi: urine berwarna pekat dan jarang buang air kecil

Penanganan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Meski sering dianggap normal, HG bukan kondisi yang boleh diabaikan. Jika gejalanya berat, jangan ragu untuk mencari evaluasi medis dan perawatan yang tepat.

Maya Handayani
Maya Handayani

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita