Mela Pujayanti baru saja merasakan salah satu momen paling berharga dalam hidupnya: lolos ke babak Final Audition D'Academy 8. Gadis 18 tahun asal Bandung ini tak bisa menyembunyikan perasaan campur aduk antara senang, bangga, dan sedikit gugup. Baginya, ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Bergabung di Grup 4, Mela sadar bahwa persaingan menuju babak berikutnya akan sangat ketat. Namun, daripada memikirkan lawan, ia memilih fokus pada persiapan dirinya sendiri. “Jujur-jujur ini tuh deg-degan, senang, kayak ah campur aduk deh. Intinya senang banget, insyaallah ya. Doain ya,” ujarnya dengan semangat.
Mental Jadi Modal Utama
Menurut Mela, setiap peserta memiliki karakter vokal yang unik. Ia percaya hasil akhir bergantung pada penampilan masing-masing dan selera dewan juri. “Aku nggak mandang semua bagus, cuma di setiap orang tuh punya karakter masing-masing. Jadi itu balik lagi ke rezeki dan selera juri,” jelasnya.
Selain terus berlatih vokal, Mela menempatkan kesiapan mental sebagai fondasi utama. “Tentunya mental ya itu nomor satu. Mental, suara, tentu aja udah itu sama kita berdoa sih jalur langit,” ungkapnya. Ia meyakini bahwa tanpa mental yang kuat, suara seindah apa pun tidak akan maksimal saat tampil.
Dukungan Keluarga Jadi Penyemangat
Mela mengaku bahwa dukungan keluarga di Bandung adalah sumber energi terbesarnya. Mereka selalu mendoakan dan memberi semangat dari jauh. “Ya intinya aku ya tetap harus belajar, mungkin di luaran sana rezeki aku gitu. Alhamdulillah pastinya senang, bersyukur banget bisa dikasih kesempatan yang emas ini,” katanya penuh haru.
Ia bertekad untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik di setiap penampilan. Apa pun hasilnya nanti, Mela sudah bersyukur bisa melangkah sejauh ini. Kini, ia hanya perlu fokus pada latihan dan menjaga kondisi mental agar tetap prima.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
