Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Kisah Tasya Farasya Melawan Depresi dan Stigma Kesehatan Mental

Menjadi publik figur dengan kehidupan yang tampak sempurna ternyata tidak menjamin kebahagiaan. Tasya Farasya baru saja membuka suara tentang perjuangannya melawan depresi berat, gangguan kecemasan, dan serangan panik yang ia alami selama bertahun-tahun. Kisahnya menyentuh hati dan mengingatkan kita bahwa kesehatan mental adalah hal yang nyata, bahkan bagi mereka yang terlihat mapan.

Hestia Ramadhani
Hestia Ramadhani
Penulis NaraCerita
-07 Agustus 2026 -11:04:00 WIB
Ukuran teks
Kisah Tasya Farasya Melawan Depresi dan Stigma Kesehatan Mental

Selebgram dan ibu dua anak, Tasya Farasya, kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini, bukan karena konten kecantikan atau gaya hidup mewahnya, melainkan karena keberaniannya berbagi kisah pribadi yang selama ini ia pendam. Dalam sebuah unggahan video di Instagram pribadinya, Tasya mengaku telah menjalani hari-hari berat sebagai seorang ibu tunggal dan bergelut dengan masalah kesehatan mental yang serius.

Perjuangan yang Tak Terlihat

Tasya mengungkapkan bahwa ia telah didiagnosis mengalami depresi mayor selama empat tahun terakhir. Selain itu, ia juga hidup dengan PTSD (gangguan stres pasca-trauma), serangan panik, dan kecemasan yang kerap datang tanpa aba-aba. Ia bercerita bahwa proses perceraiannya yang berjalan hampir satu tahun terasa seperti mimpi buruk yang tak kunjung usai.

"Aku merasa seperti robot yang menjalani hidup tanpa benar-benar merasakannya. Banyak orang bilang, 'Tasya, take your time,' tapi sebenarnya tidak ada waktu untuk sekadar berhenti dan memproses semua ini," tuturnya dengan nada haru.

Kemewahan Bukan Segalanya

Di tengah kehidupan yang serba berkecukupan, Tasya justru mendapat banyak komentar yang meremehkan perjuangannya. Banyak netizen yang mengatakan, "Kamu kan kaya, masih bisa hidup mewah, ngapain stres?" Namun Tasya dengan tegas membantah anggapan tersebut.

"Uang memang bisa membeli banyak hal, tapi tidak bisa menyelesaikan semua masalah. Aku juga manusia biasa yang punya perasaan, punya beban hidup, dan kadang merasa sangat lelah secara mental. Kekayaan tidak membuatku kebal dari rasa sakit," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa menjadi seorang ibu tunggal bukanlah hal yang mudah, terlebih harus tetap terlihat ceria di depan kamera. "Setiap kali kalian melihat aku di video, mungkin aku terlihat lelah. Itu karena aku memang sering kelelahan secara berlebihan. Tapi aku tetap bersyukur karena dikelilingi orang-orang yang mendukungku," tambahnya.

Dukungan yang Menguatkan

Meski perjalanannya berat, Tasya merasa beruntung memiliki tim yang selalu ada, serta sang mama yang menjadi sahabat curhat dan pengasuh anak-anaknya. "Aku benar-benar bersyukur. Anak-anakku sangat sayang sama neneknya. Mereka selalu menjaga dan mendukungku setiap hari," ujarnya.

Ia juga berbagi kabar baik tentang insomnia yang selama ini menyiksanya. "Aku dulu sering begadang parah, tapi sekarang aku sudah bisa tidur 8-10 jam dengan bantuan obat. Setidaknya, tidur adalah salah satu kebahagiaan kecil yang aku syukuri," ceritanya.

Pesan untuk yang Merasa Sendirian

Ini adalah pertama kalinya Tasya membuat video sejujur ini. Ia mengaku sempat ragu untuk mengunggahnya, namun akhirnya memberanikan diri demi menyampaikan pesan penting.

"Kalau ada yang merasa relate dengan ceritaku, aku ingin kalian tahu bahwa kalian tidak sendirian. Kita sama-sama berjuang, dan tidak apa-apa untuk merasa lemah."

Kisah Tasya Farasya menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah isu serius yang tidak boleh diabaikan. Dukungan dari orang terdekat dan keberanian untuk berbicara adalah langkah awal menuju pemulihan. Semoga kisahnya menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli pada diri sendiri dan sesama.

Hestia Ramadhani
Hestia Ramadhani

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita