Setiap orang pasti ingin hidupnya terus berkembang dan menjadi lebih baik. Namun, tanpa disadari, ada saja kebiasaan atau cara berpikir yang justru bikin kita susah bergerak maju. Hal-hal kecil ini bisa bikin kita stuck di situ-situ saja dan sulit banget buat berubah. Mengenali tanda-tandanya bisa jadi langkah awal yang bagus buat lepas dari kebiasaan yang menghambat itu.
1. Terlalu Sering Mengenang Masa Lalu yang Indah
Salah satu penghambat terbesar adalah ketika kita terus menjadikan kebahagiaan masa lalu sebagai patokan. Otak kita cenderung mengingat hal-hal yang familiar, dan kita jadi membandingkan segala sesuatu dengan momen indah itu. Ketika kenyataan nggak sesuai ekspektasi, kita langsung merasa gagal. Padahal, belum tentu kondisi yang sekarang lebih buruk, bisa jadi justru ada hal baik lain yang nggak kita sadari. Coba deh lebih menghargai apa yang kita punya sekarang, daripada terus-terusan meratapi masa lalu.
2. Menganggap Kesuksesan sebagai Garis Akhir
Banyak dari kita yang menganggap kesuksesan itu seperti titik finish yang harus dicapai. Kita terlalu fokus pada target dan lupa menikmati proses belajarnya. Padahal, kebahagiaan sejati justru ada di perjalanan, bukan di tujuan akhir. Menurut sebuah studi dalam Encyclopedia of Mental Health, kondisi ini berkaitan dengan hedonic adaptation, yaitu kecenderungan kita cepat bosan dengan hal-hal positif sehingga kebahagiaan berkurang seiring waktu. Jadi, nikmati saja setiap prosesnya, ya!
3. Bertindak karena Rasa Takut
Rasa takut sering kali muncul saat kita ingin melakukan sesuatu yang benar-benar kita sukai. Kita takut gagal, takut dihakimi, atau takut nggak cukup baik. Padahal, rasa takut itu sebenarnya alarm yang menunjukkan kalau hal tersebut penting bagi kita. Kalau kita nggak tertarik, kita nggak akan merasa takut. Jadi, jangan mundur hanya karena takut, tapi justru jadikan rasa takut itu sebagai bahan bakar untuk melangkah lebih berani.
4. Hobi Membuat Masalah yang Nggak Penting
Kadang kita tanpa sadar suka bikin drama atau masalah sendiri. Ini bisa jadi cara kita menghindari sesuatu yang bikin nggak nyaman, seperti ketidakpastian. Kita malah menciptakan hambatan sendiri supaya punya alasan untuk nggak keluar dari zona nyaman. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa pengalaman gagal di masa lalu bisa bikin kita merasa nggak punya kendali atas hidup, sehingga kita cenderung menghindari tantangan. Padahal, menghadapi masalah itu lebih baik daripada lari darinya.
5. Terlalu Kaku dengan Keyakinan Sendiri
Memegang teguh prinsip itu bagus, tapi kalau terlalu kaku, kita jadi sulit menerima hal baru. Padahal, perubahan itu datang dari pengalaman yang membuka wawasan kita. Kalau kita mau hidup berubah, kita perlu mau mengevaluasi keyakinan kita. Jangan cuma memaksakan pola pikir baru tanpa benar-benar memahaminya. Biarkan pengalaman nyata yang membentuk keyakinan kita, bukan sebaliknya.
6. Menganggap Masalah sebagai Musuh
Cara kita memandang masalah sangat memengaruhi kemampuan kita untuk berkembang. Kalau kita selalu melihat masalah sebagai penghalang, kita jadi gampang frustrasi dan kehilangan semangat. Sebuah studi dalam Journal of Research in Personality menemukan bahwa orang yang menganggap hambatan sebagai sesuatu yang sulit diatasi cenderung lebih mudah menyerah. Padahal, masalah itu justru bisa jadi pendorong kita untuk bertindak dan mencari solusi. Inilah yang disebut growth mindset, melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh.
7. Membiarkan Masa Lalu Menentukan Siapa Diri Kita
Pengalaman masa lalu memang membentuk kita, tapi bukan berarti kita harus terus terikat padanya. Kalau kita terus membiarkan masa lalu mendefinisikan siapa diri kita, kita akan sulit berkembang. Terutama kalau masa lalu itu penuh luka. Kita nggak harus melupakannya, tapi kita bisa menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup. Jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran, bukan beban yang menghalangi langkah ke depan.
8. Sibuk Mengubah Orang Lain
Kebiasaan mencoba mengubah orang lain juga bisa menghambat perkembangan diri kita sendiri. Ketika kita terlalu fokus pada kekurangan orang lain, kita jadi lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Mengutip dari American Psychological Association, berusaha mengendalikan atau mengubah situasi orang lain saat kita marah justru bikin kita semakin sulit mengelola emosi. Lebih baik fokus pada diri sendiri dan biarkan orang lain belajar dari pengalaman mereka.
Nah, itu dia beberapa tanda yang mungkin tanpa sadar bikin kita susah maju. Gimana, ada yang relate? Kalau iya, nggak apa-apa. Yang penting kita sekarang sudah sadar dan bisa mulai berbenah. Ingat, perubahan dimulai dari langkah kecil. Yuk, mulai lepas satu per satu kebiasaan yang menghambat itu!
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
