Belum lama ini, Usha Vance, istri Wakil Presiden AS yang sedang hamil 8 bulan, terlihat melakukan perjalanan internasional ke Swiss. Momen ini memicu pertanyaan: sebenarnya amankah terbang saat usia kehamilan sudah memasuki trimester akhir?
Pendapat Ahli soal Terbang saat Hamil 8 Bulan
Menurut CDC dan The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perjalanan udara sesekali umumnya aman untuk ibu hamil tanpa komplikasi obstetri atau medis. Namun, keduanya menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum bepergian, terutama di akhir kehamilan.
Sebagian besar maskapai penerbangan mengizinkan ibu hamil terbang hingga usia kehamilan 36 minggu, meski beberapa memerlukan surat keterangan dokter setelah 28 minggu, khususnya untuk penerbangan internasional atau jarak jauh.
Kenapa Usia 8 Bulan Dianggap Lebih Berisiko?
Trimester ketiga membawa risiko persalinan prematur yang lebih tinggi dibanding awal kehamilan. Selain itu, duduk lama di pesawat bisa menyebabkan pembengkakan, kelelahan, dan meningkatkan risiko penggumpalan darah (deep vein thrombosis/DVT). Meski risiko absolutnya rendah pada kehamilan sehat, tetap perlu kewaspadaan ekstra.
Tips Aman Terbang untuk Ibu Hamil Trimester Akhir
Biar perjalanan tetap nyaman dan aman, ikuti tips berikut:
- Konsultasi ke dokter sebelum berangkat dan minta surat keterangan medis jika diperlukan.
- Pilih kursi lorong agar mudah ke toilet dan bisa sering berdiri.
- Kenakan stoking kompresi untuk melancarkan sirkulasi darah.
- Gerakkan kaki dan pergelangan kaki secara teratur, serta berjalan-jalan di kabin setiap 30-45 menit.
- Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi karena kelembapan kabin rendah.
- Hindari makanan yang menyebabkan kembung seperti kacang-kacangan, kubis, brokoli, dan minuman berkarbonasi.
- Kencangkan sabuk pengaman di bawah perut dan tetap kencang selama penerbangan.
- Bawa camilan sehat seperti buah, biskuit gandum, atau selai kacang.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan udara di usia kehamilan 8 bulan tetap bisa aman dan menyenangkan. Yang terpenting, selalu dengarkan kondisi tubuh dan konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan bepergian.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
