Mengajak anak melakukan rutinitas harian seringkali menjadi medan pertempuran kecil. Mulai dari sikat gigi, mengerjakan PR, sampai tidur, semuanya bisa berujung pada adu argumen. Tapi, ternyata kuncinya ada pada pilihan kata yang kita gunakan, Bunda.
Mengubah Instruksi Menjadi Ajakan
Parikshit Jobanputra, seorang pakar parenting asal India, menekankan bahwa cara kita menyampaikan pesan sangat memengaruhi respons anak. Anak akan lebih mendengarkan saat mereka merasa dilibatkan, bukan diperintah. Alih-alih memberi komando, coba gunakan kalimat yang membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat mereka.
Kalimat Ajaib untuk Rutinitas Sehari-hari
Berikut adalah beberapa contoh kalimat yang bisa Bunda coba:
- Sikat gigi: "Saatnya membersihkan semua kuman di gigimu!" – Anak merasa seperti pahlawan yang sedang bertugas.
- Matikan TV: "Yuk, kita bersenang-senang bersama dan bermain sesuatu yang seru!" – Fokus anak beralih tanpa paksaan.
- Kerjakan PR: "Waktunya melatih otak. Mari kita kerjakan PR!" – PR terasa seperti tantangan seru, bukan beban.
- Berhenti bermain: "Mari kita istirahatkan tubuh agar bisa bermain lebih banyak lagi besok." – Anak paham batasan waktu tanpa merasa kehilangan.
- Merapikan mainan: "Yuk, kita kembalikan mainan ke tempatnya agar bisa dimainkan lagi nanti." – Ajakan ini membuat anak rela membereskan karena tahu mainannya tidak hilang selamanya.
- Tidur: "Saatnya kita rileks dan masuk ke dalam mimpi yang indah." – Waktu tidur jadi momen yang dinanti, bukan ditakuti.
- Jauhkan gadget: "Mari kita kembali ke aktivitas, bermain bersama, dan membuat kenangan indah." – Anak diajak beralih dengan janji kegiatan menyenangkan.
Mengapa Cara Ini Efektif?
Anak-anak, terutama balita dan prasekolah, lebih responsif terhadap bahasa yang positif dan imajinatif. Dengan menyusun ulang instruksi, Bunda tidak hanya menyampaikan apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa itu penting dan bagaimana hal itu bisa menyenangkan. Hasilnya? Anak lebih kooperatif, dan Bunda pun tidak perlu mengulang perintah berkali-kali.
Cobalah mulai dari satu rutinitas dulu, misalnya saat sikat gigi. Perhatikan perubahan reaksi si kecil. Selamat mencoba, Bunda!
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
