Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

parenting

Berita dan Informasi parenting

15 artikel ditampilkan

Kata-Kata Motivasi Belajar yang Menyihir Anak untuk Sukses
Keluarga

Kata-Kata Motivasi Belajar yang Menyihir Anak untuk Sukses

Belajar adalah jendela dunia bagi anak. Namun, tidak jarang semangat mereka mengendur karena bosan, lelah, atau merasa kesulitan. Di saat-saat seperti itu, Bunda bisa menjadi penyemangat utama dengan memberikan kata-kata motivasi yang membangkitkan kembali gairah belajar. Berikut ini beberapa pilihan kata motivasi yang bisa Bunda sampaikan, disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan anak. Kata-Kata Singkat Penuh Makna Kata-kata sederhana namun dalam bisa menjadi cambuk semangat. Misalnya, "Belajar tidak harus di sekolah, dunia adalah guru terbaik." Atau "Jangan biarkan pikiran cemerlang menjadi budak tubuh yang malas." Bunda juga bisa mengatakan, "Setiap perjuangan pasti ada hasilnya," untuk menanamkan optimisme. Membangkitkan Semangat ke Sekolah Untuk anak yang enggan berangkat sekolah, ingatkan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik. "Setiap pelajaran adalah langkah menuju impianmu," atau "Semakin rajin belajar, semakin luas pengetahuanmu." Bunda bisa menambahkan, "Kamu boleh istirahat, tapi jangan berhenti. Kegagalan hanya datang saat kamu menyerah." Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak yang percaya diri lebih mudah bangkit dari kegagalan. Sampaikan, "Kelemahan terbesarmu adalah saat menyerah, dan kekuatan terbesarmu adalah saat mencoba lagi." Atau kutipan Jim Rohn, "Jangan harap semuanya mudah, berharaplah dirimu menjadi lebih baik." Dorong anak untuk berkompetisi dengan dirinya sendiri, bukan dengan orang lain. Mengatasi Rasa Malas Rasa malas adalah musuh terbesar dalam belajar. Ingatkan anak akan kata-kata Imam Syafi'i, "Jika tak tahan penatnya belajar, kau akan menanggung perihnya kebodohan." Tekankan bahwa kesuksesan tidak memandang latar belakang, kecuali kemalasan. "Saat belajar, kamu sedang membangun tangga menuju impian," begitu pesan yang bisa Bunda berikan. Membangun Ketekunan Ajarkan anak untuk tidak mudah menyerah. "Orang sukses tidak takut gagal, mereka belajar dari kegagalan," kata Robert Kiyosaki. Bunda juga bisa menanamkan bahwa "Pendidikan adalah senjata yang efeknya tergantung pemegangnya." Dorong anak untuk terus mencoba dan bangkit. Motivasi Islami Untuk keluarga Muslim, kata-kata seperti "Barangsiapa menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu" bisa menjadi penyemangat. Ingatkan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah dan Allah akan mengangkat derajat orang berilmu. Disesuaikan dengan Jenjang Pendidikan Anak SD mungkin lebih merespons pujian seperti "Kamu hebat, terus belajar ya!" Sementara anak SMP dan SMA bisa diberi motivasi lebih kompleks, seperti "Belajarlah dari kesalahan, karena itu bagian dari proses." Bunda bisa menyesuaikan kata-kata dengan pemahaman mereka. Kata-Kata Panjang yang Menginspirasi "Pendidikan bukan segalanya, tapi segalanya dimulai dari pendidikan. Setiap kata yang kamu baca adalah tabungan masa depan. Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup terus memberi pelajaran." Dari Tokoh Dunia "Orang-orang sukses tidak takut gagal, tetapi memahami bahwa perlu untuk belajar dan tumbuh dari kegagalan," – Robert Kiyosaki. "Jangan biarkan ucapan orang lain menjatuhkan mimpimu. Bungkam mulut mereka dengan prestasimu." – Anonim. Dalam Bahasa Inggris "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world." – Nelson Mandela. "The beautiful thing about learning is that no one can take it away from you." – B.B. King. Artinya, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan keindahan belajar adalah tidak ada yang bisa mengambilnya darimu. Dengan kata-kata motivasi yang tepat, Bunda dapat membantu anak menemukan kembali semangat belajarnya. Ingatlah untuk menyampaikannya dengan penuh kasih dan keteladanan, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar.

Redaksi-08 Oktober 2026
Pengalaman Aneh Anne Hathaway Saat Hamil Tua, Indra Penciuman Jadi Super
Kesehatan Keluarga

Pengalaman Aneh Anne Hathaway Saat Hamil Tua, Indra Penciuman Jadi Super

Kehamilan memang selalu membawa kejutan, termasuk bagi aktris Hollywood Anne Hathaway. Saat mengandung anak ketiganya, perempuan yang akrab disapa Anne ini merasakan pengalaman yang jauh berbeda dari dua kehamilan sebelumnya. Di usianya yang tak lagi muda, ia justru harus menjalani jadwal promosi film yang super padat. Bagaimana kisahnya?Gejala Kehamilan yang Tak TerdugaBerbeda dengan kehamilan pertama yang didominasi rasa lelah, kali ini Anne malah merasa lebih bugar. Namun, ada satu hal yang membuatnya kewalahan: indra penciumannya menjadi sangat sensitif. Ia bahkan bercanda bahwa dirinya bisa mencium aroma dari masa lalu, seperti kembali ke era 1980-an. "Aku tidak hanya mencium aroma musim panas tahun ini, tapi juga semua musim panas sebelumnya," tuturnya dalam sebuah wawancara.Selain itu, masalah kulit seperti jerawat juga muncul. Meski begitu, Anne tetap bersyukur karena tidak mengalami mual dan muntah yang berlebihan seperti pada kehamilan sebelumnya.Tantangan di Tengah Tur PromosiBayangkan harus berkeliling kota untuk promosi film sambil membawa 'keajaiban' indra penciuman yang super tajam. Anne mengibaratkan pengalamannya seperti adegan dalam film Goodfellas. Setiap kali keluar-masuk hotel melalui pintu belakang, ia harus melewati tempat sampah dan dapur yang aromanya sangat mengganggu. Belum lagi saat masuk lift, ia bisa mencium berbagai aroma makanan dari layanan kamar. "Aku bisa mencium setiap pesanan room service," kelakarnya.Tak hanya itu, parfum menyengat dari orang-orang terdekat pun jadi tantangan tersendiri. Anne mengaku serba salah ketika harus menyapa penggemar atau kolega yang memakai parfum kuat. "Aku mencintaimu, tapi... ughhh," ujarnya sambil tertawa.Target Unik di Setiap TrimesterAnne punya cara lucu untuk memotivasi diri di setiap tahap kehamilan. Di trimester pertama, targetnya adalah tidak muntah di depan umum. Kini di trimester ketiga, targetnya berubah: berusaha agar tidak terlihat seperti ibu hamil saat berjalan di depan umum. "Saat trimester pertama, targetku adalah tidak muntah-muntah di depan umum. Dan sekarang, targetku adalah tidak berjalan seperti ibu hamil di depan umum," candanya.Meski penuh tantangan, Anne menikmati setiap momen kehamilannya. Ia pun membagikan pengalaman ini untuk menginspirasi para ibu di luar sana bahwa setiap kehamilan memang unik dan patut disyukuri.

Redaksi-08 Oktober 2026
Gentle Parenting: Antara Empati dan Batasan yang Sering Keliru
Keluarga

Gentle Parenting: Antara Empati dan Batasan yang Sering Keliru

Gentle parenting belakangan menjadi topik hangat di kalangan orang tua, terutama para ibu. Pendekatan ini menekankan empati, komunikasi, dan kedekatan dengan anak. Namun, sering kali konsepnya disalahartikan sebagai pola asuh yang membebaskan anak tanpa batas. Padahal, gentle parenting tetap memiliki aturan dan disiplin yang jelas.Apa Sebenarnya Gentle Parenting?Menurut psikolog dan pakar parenting Sarah Ockwell-Smith, gentle parenting berfokus pada membangun koneksi dengan anak. "Pola asuh ini memiliki empati terhadap apa yang dirasakan anak, disiplin yang penuh perhatian, serta menetapkan batasan yang sesuai dengan usia," ujarnya. Tujuannya adalah mengajarkan anak mengelola emosi dan perilaku dengan kasih sayang, namun tetap konsisten pada batasan sehat.Beda dengan Permissive ParentingBanyak yang menganggap gentle parenting sama dengan permissive parenting. Padahal, keduanya berbeda. Permissive parenting cenderung minim aturan dan memberikan kebebasan berlebihan, sering kali untuk menghindari konflik. Sementara gentle parenting tetap memberikan batasan yang jelas dan konsisten, meski disampaikan dengan empati. Orang tua tetap memegang kendali, bukan anak yang mengatur segalanya.Kesalahpahaman yang Sering TerjadiBerikut beberapa anggapan keliru tentang gentle parenting yang perlu Bunda ketahui:Tidak boleh menolak keinginan anak. Faktanya, mengatakan 'tidak' adalah bagian penting dari gentle parenting. Psikolog klinis Emily Edlynn, PhD, menegaskan bahwa gentle parenting adalah bentuk authoritative parenting yang memadukan batasan tegas dengan hubungan hangat. Anak justru membutuhkan batasan agar merasa aman.Satu-satunya cara membesarkan anak yang baik. Tidak ada bukti ilmiah bahwa gentle parenting adalah satu-satunya pendekatan yang benar. Penelitian justru menunjukkan bahwa authoritative parenting yang paling konsisten berdampak positif pada perkembangan anak.Orang tua tidak boleh marah. Menetapkan standar terlalu tinggi untuk selalu tenang justru bisa memicu burnout. Marah dan lelah adalah hal wajar. Anak tidak butuh orang tua sempurna, tetapi contoh bagaimana menghadapi emosi dengan sehat.Membuat anak manja. Gentle parenting tetap menerapkan aturan dan konsekuensi ketika dilanggar. Tujuannya memberi arahan, bukan menakut-nakuti, serta membangun rasa hormat, bukan dominasi.Harus menghapus pola asuh masa kecil. Tidak perlu membandingkan dengan pengasuhan orang tua dulu. Yang terpenting adalah membangun hubungan yang aman dan penuh pengertian dengan anak, tanpa harus melupakan pengalaman masa lalu.Intinya, gentle parenting bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang hadir dengan empati dan tetap teguh pada batasan yang sehat. Dengan pemahaman yang benar, Bunda dapat menerapkannya secara seimbang tanpa merasa terbebani.

Redaksi-08 Oktober 2026
Rangkaian Kalimat Ajaib yang Membuat Anak Lebih Terbuka pada Orang Tua
Keluarga

Rangkaian Kalimat Ajaib yang Membuat Anak Lebih Terbuka pada Orang Tua

Sebagai ibu, kita sering kali merasa sudah mengenal anak lebih baik dari dirinya sendiri. Namun, ada kalanya kita perlu memberi ruang bagi mereka untuk mengungkapkan perasaannya. Menurut psikolog Wendy Mogel, penulis The Blessing of a Skinned Knee, kunci komunikasi efektif dengan anak adalah menggunakan kalimat sederhana yang mampu menerima perasaan mereka tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.Berikut beberapa kalimat yang bisa Anda coba untuk memperbaiki komunikasi dengan buah hati:1. "Aku perlu memikirkannya dulu"Daripada langsung bereaksi terhadap permintaan atau pertanyaan anak, cobalah menunda sejenak dengan kalimat ini. Anda memberi diri sendiri waktu untuk berpikir, sekaligus mengajarkan anak bahwa mengambil keputusan perlu pertimbangan. Kebiasaan ini akan terbawa hingga mereka dewasa, membuat mereka lebih bijak dalam bertindak.2. "Bagaimana perasaanmu tentang itu?"Saat anak menghadapi situasi sulit atau melakukan kesalahan, tanyakan perasaannya. Pertanyaan ini mendorong anak untuk merefleksikan emosinya, sehingga mereka belajar memahami diri sendiri dan menghindari kesalahan yang sama.3. "Wow"Ketika anak bercerita tentang masalah atau tindakan yang kurang tepat, ungkapan "wow" bisa menjadi respons netral yang menunjukkan bahwa Anda mendengarkan tanpa langsung menghakimi. Ini memberi Anda waktu untuk menenangkan diri dan mencari solusi terbaik.4. "Mari kita cari sisi baiknya"Setelah anak selesai mengeluh, ajaklah mereka melihat hikmah dari masalah tersebut. Meski mungkin awalnya ditolak, perlahan anak akan belajar beradaptasi dan mengelola emosi dengan lebih baik.5. "Dengarkan tubuhmu"Alih-alih langsung menyimpulkan penyebab sakit perut atau kelelahan, bimbing anak untuk mengenali sinyal tubuhnya. Dengan begitu, mereka belajar mandiri dalam menjaga kesehatan dan memahami kebutuhan fisiknya.6. "Tarik napas"Kalimat singkat ini ampuh meredakan ketegangan saat transisi aktivitas. Ingatkan anak untuk menarik napas dalam-dalam, dan Anda pun bisa ikut melakukannya. Anak akan meniru cara Anda mengelola stres dengan tenang.7. "Apakah kamu ingin mengulanginya?"Saat anak berperilaku kurang baik, tanyakan dengan lembut apakah mereka ingin memperbaiki tindakannya. Kalimat ini tidak mempermalukan, melainkan mengajak anak bekerja sama dengan Anda.8. "Itu ide yang bagus"Apresiasi ide anak, sekecil apa pun, akan membangun rasa percaya diri dan kemampuan memecahkan masalah. Mereka akan merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berkomunikasi.Dengan menerapkan kalimat-kalimat sederhana ini secara konsisten, hubungan Anda dan anak akan semakin erat. Komunikasi yang hangat dan penuh pengertian adalah kunci keluarga harmonis.

Redaksi-16 September 2026
Sosok Ayah Maudy Ayunda: Teladan di Balik Kesuksesan Dua Putrinya
Cerita Ibu

Sosok Ayah Maudy Ayunda: Teladan di Balik Kesuksesan Dua Putrinya

Pernikahan Maudy Ayunda dengan Jesse Choi pada 22 Mei 2022 memang menyita perhatian publik. Namun, di balik momen bahagia itu, ada satu sosok yang tak kalah menarik untuk dibahas: sang ayah, Didit Jasmedi R. Irawan. Pria yang akrab disapa Didit ini sukses mendidik dua putrinya menjadi perempuan berprestasi. Penasaran seperti apa sosoknya? Simak ulasan berikut. 1. Profil Singkat Didit Jasmedi Didit adalah ayah dari Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa. Ia menikah dengan Muren Murdjoko, seorang desainer dan pengusaha properti. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang mandiri sejak muda. Muren pernah bercerita bahwa saat menikah, mereka sudah tidak memiliki orang tua, sehingga harus bekerja keras membangun karier dari nol. 2. Karier Cemerlang di Perusahaan Multinasional Di dunia profesional, Didit dipercaya sebagai direksi di sebuah perusahaan multinasional. Menurut cerita Muren di Instagram, suaminya sudah menduduki posisi tersebut sejak usia 38 tahun. Posisi strategis itu tentu membuat keluarganya hidup berkecukupan. Meski begitu, Maudy dan Amanda tidak lantas bergantung pada orang tua. Mereka justru tumbuh menjadi pribadi mandiri dan berprestasi atas usaha sendiri. 3. Sosok yang Menjaga Privasi Berbeda dengan istri dan anak-anaknya yang aktif di media sosial, Didit memilih untuk tidak memiliki akun apa pun. Ia juga jarang muncul di hadapan media. Jika ada acara atau wawancara, biasanya Muren yang mewakili keluarga. Pilihan ini membuat sosoknya semakin misterius dan menarik perhatian. 4. Kediaman Megah dengan Kolam Renang Rumah keluarga Maudy di kawasan elite Jakarta menjadi saksi momen spesial pernikahan Maudy. Ia menggelar akad di halaman rumah, tepat di atas kolam renang tempat ia biasa bermain saat kecil. Muren mengungkapkan bahwa menikah di halaman rumah adalah impian Maudy yang sulit dinegosiasikan. "Saat membangun rumah ini, Maudy masih berusia 7 tahun. Tidak pernah membayangkan akan menikahkan dia di atas kolam tempatnya bermain," tulis Muren. Rumah megah itu menjadi bukti bahwa Didit mampu menyediakan lingkungan nyaman bagi keluarganya. 5. Ayah yang Selalu Hadir di Momen Penting Meski sibuk bekerja, Didit dikenal sebagai ayah yang dekat dengan keluarga. Ia selalu hadir di acara-acara penting putrinya, seperti wisuda, pernikahan, dan momen berharga lainnya. Maudy pernah mengunggah foto saat ayah dan ibunya menjenguknya di Stanford University, Amerika Serikat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pendidikan Maudy. Dari sosok Didit, kita belajar bahwa kesuksesan anak tidak lepas dari peran orang tua yang membimbing dan mendukung. Meski tidak banyak bicara, tindakan dan dedikasinya menjadi teladan bagi banyak keluarga Indonesia.

Redaksi-16 September 2026
Mengurai Impostor Syndrome pada Perempuan: Dari Luka Masa Kecil hingga Cara Bangkit
Keluarga

Mengurai Impostor Syndrome pada Perempuan: Dari Luka Masa Kecil hingga Cara Bangkit

"Anak perempuan itu cukup dilihat, tidak perlu didengar." Kalimat itu mungkin terdengar familiar bagi sebagian dari kita. Aktris Nadine Alexandra pernah mengalaminya langsung dari sang ayah. Kalimat yang terus terngiang itu membekas dalam, hingga ia menyadari luka batin yang selama ini tersembunyi. "Aku baru sadar ada luka itu, dan sekarang aku sedang berusaha menyembuhkannya, mencoba merebut kembali suaraku," tuturnya. Pengalaman Nadine bukan kasus tunggal. Dalam sistem patriarki, perempuan sering dibatasi sejak kecil—di rumah, sekolah, hingga dunia kerja. Akibatnya, banyak yang tumbuh dengan impostor syndrome, kondisi psikologis di mana seseorang meragukan kemampuan dan merasa tidak layak atas pencapaiannya. Hal ini menjadi topik hangat dalam sesi berbagi bertajuk Sharing Session on Fighting Impostor Syndrome yang digelar di Meltingpop, Mbloc, Jakarta Selatan. Nadine bersama podcaster Hannah Al Rashid membuka ruang diskusi tentang akar masalah dan strategi menghadapinya. Luka yang Terbentuk Sejak Dini Hannah menyoroti bahwa impostor syndrome tidak muncul begitu saja. "Untuk membahas ini, kita harus membongkar banyak hal. Bagaimana kita dididik sejak kecil dengan bias gender yang sangat nyata," ujarnya. Nadine pun berbagi cerita saat ia aktif di kelas, ia malah ditegur gurunya dengan label "overconfident", sementara siswa laki-laki yang sama aktifnya tidak mendapat perlakuan serupa. Di dunia kerja, ia beberapa kali dipermalukan di depan umum oleh atasan. "Itu sangat meyakinkan bahwa aku memang pantas dipermalukan, bahwa ada yang salah denganku," kenangnya. Hannah menambahkan, pola asuh yang penuh pembatasan membuat perempuan tumbuh tanpa rasa percaya diri. "Di sekolah kita sering dibilang calm down, perempuan tempatnya di situ dan diam. Sementara anak laki-laki didorong untuk memanjat pohon, berlari, mengekspresikan diri," jelasnya, mengutip buku The Authority Gap karya Mary Ann Sieghart. Strategi Menghadapi Impostor Syndrome Meski akar masalahnya sistemik, bukan berarti kita hanya bisa pasrah. Nadine dan Hannah berbagi cara untuk bangkit dan merebut kembali kepercayaan diri. Tekuni hal yang Anda cintai. Hannah merasa percaya dirinya tumbuh saat mengerjakan proyek yang disukai bersama teman-teman yang menjadi guru dan sekutu. Ubah cara pandang saat dipilih. Ketika dipercaya memimpin proyek, jangan langsung meragukan diri. "Mereka memilihku karena suatu alasan. Biarkan aku membuktikan bahwa aku layak," kata Hannah. Fokus pada pengembangan diri. Nadine mengutip kreator TikTok @vanessadomslife: alih-alih sibuk mencari penyebab, sadari celah yang bisa diperbaiki. "Jika ingin jadi penulis, apakah kamu menulis setiap hari? Apakah kamu membaca semua yang perlu dibaca?" Bangun lingkaran aman. Bertemu dengan teman-teman yang mendukung dan bisa menjadi ruang aman sangat membantu mengurangi keraguan. Ingat: tidak ada yang salah denganmu. Kurangnya kemampuan hanyalah bagian dari perjalanan. "Masih ada yang bisa kupelajari. Aku belum sampai di titik akhir," tegas Nadine. Impostor syndrome memang tidak hilang dalam semalam, terutama karena akarnya tertanam dalam sistem yang lebih besar. Namun, dengan kesadaran dan langkah kecil setiap hari, perempuan bisa mulai merebut kembali suaranya dan merayakan pencapaiannya tanpa rasa ragu.

Redaksi-16 September 2026
Pesona Nina Zatulini sebagai Ibu Empat Anak yang Mencuri Perhatian
Berita

Pesona Nina Zatulini sebagai Ibu Empat Anak yang Mencuri Perhatian

Nina Zatulini mungkin sudah tidak sering muncul di layar kaca, tetapi pesonanya sebagai ibu empat anak justru semakin bersinar. Artis yang dulu dikenal lewat sinetron ini sekarang lebih fokus mengurus keluarga, dan potret-potret kebersamaannya dengan anak-anak selalu berhasil mencuri perhatian.Baru-baru ini, foto-foto terbaru Nina bersama keempat buah hatinya kembali beredar. Dalam potret tersebut, terlihat kehangatan dan keceriaan yang begitu kental. Anak-anaknya yang menggemaskan menjadi bukti betapa bahagianya keluarga kecil ini.Momen Kebersamaan yang Selalu DinantiSetiap kali Nina mengunggah foto bersama anak-anak, komentar positif pun membanjiri. Banyak yang menyebut bahwa keempat anaknya mewarisi paras cantik sang ibu. Ada juga yang salut karena Nina tetap terlihat awet muda meski sudah memiliki empat anak.Dari potret-potret itu, kita bisa melihat berbagai aktivitas seru yang mereka lakukan bersama. Mulai dari liburan keluarga hingga momen sederhana di rumah. Semua terekam dengan apik dan penuh kasih sayang.Gaya Parenting Nina ZatuliniSebagai ibu, Nina dikenal cukup aktif mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Ia sering membagikan tips parenting ringan lewat media sosial, seperti pentingnya quality time dan komunikasi terbuka. Baginya, kebersamaan adalah kunci utama dalam membangun keluarga harmonis.Meski sibuk, Nina tetap berusaha hadir di momen-momen penting anak-anak. Ia juga tidak ragu mengajak mereka terlibat dalam kegiatan sehari-hari, seperti memasak atau berkebun. Cara ini dinilai efektif untuk melatih kemandirian dan kedekatan emosional.Pesan Inspiratif untuk Para BundaKisah Nina Zatulini bisa menjadi inspirasi bagi para ibu di luar sana. Bahwa menjadi orang tua adalah peran yang mulia, dan kebahagiaan sejati sering kali datang dari hal-hal sederhana bersama keluarga.Jadi, tidak heran jika banyak yang mengidolakan Nina bukan hanya karena aktingnya, tetapi juga karena dedikasinya sebagai seorang ibu. Potret-potretnya bersama anak-anak selalu berhasil menyebarkan energi positif bagi para pengikutnya.

Redaksi-15 September 2026
Panduan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 untuk Liburan Keluarga
Keluarga

Panduan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 untuk Liburan Keluarga

Bunda, siapa yang sudah tidak sabar menanti liburan tahun 2027? Kabar baik datang dari pemerintah yang telah resmi menetapkan 18 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama untuk tahun 2027. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh Menko PMK, Menteri Agama, Menteri PANRB, dan Menteri Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (15/9/2026).Menurut Menko PMK Pratikno, penetapan ini merupakan hasil rapat tingkat menteri. "Jumlah libur nasional tahun 2027 adalah 18 hari, mayoritas keagamaan, dan cuti bersama 8 hari," ujarnya. Dengan banyaknya tanggal merah, Bunda punya kesempatan emas untuk mengajak si kecil dan Ayah berlibur atau sekadar berkumpul di rumah.Daftar Lengkap Hari Libur Nasional 2027Berikut ini daftar 18 hari libur nasional tahun 2027 yang bisa Bunda tandai di kalender:Jumat, 1 Januari 2027 – Tahun Baru MasehiSelasa, 5 Januari 2027 – Isra Mikraj Nabi Muhammad SAWSabtu, 6 Februari 2027 – Tahun Baru Imlek 2578 KongziliSenin, 8 Maret 2027 – Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1949)Rabu, 10 Maret 2027 – Idul Fitri 1448 HKamis, 11 Maret 2027 – Idul Fitri 1448 HJumat, 26 Maret 2027 – Wafat Yesus KristusMinggu, 28 Maret 2027 – PaskahSabtu, 1 Mei 2027 – Hari Buruh InternasionalKamis, 6 Mei 2027 – Kenaikan Yesus KristusSenin, 17 Mei 2027 – Idul Adha 1448 HKamis, 20 Mei 2027 – Hari Raya Waisak 2571 BESelasa, 1 Juni 2027 – Hari Lahir PancasilaMinggu, 6 Juni 2027 – Tahun Baru Islam 1449 HMinggu, 15 Agustus 2027 – Maulid Nabi Muhammad SAWSelasa, 17 Agustus 2027 – Proklamasi Kemerdekaan RISabtu, 25 Desember 2027 – NatalMinggu, 26 Desember 2027 – Isra Mikraj Nabi Muhammad SAWDari daftar tersebut, terlihat beberapa libur nasional jatuh berdekatan dengan akhir pekan, menciptakan long weekend yang sayang untuk dilewatkan. Misalnya, libur Isra Mikraj pada Selasa, 5 Januari 2027, bisa Bunda manfaatkan untuk liburan singkat ke tempat wisata favorit keluarga.Cuti Bersama 2027: Tambahan Waktu BerkualitasSelain libur nasional, pemerintah juga menetapkan 8 hari cuti bersama. Meskipun daftar lengkapnya belum dirinci dalam pengumuman ini, biasanya cuti bersama diberikan di sekitar hari raya besar seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Bunda bisa memantau informasi resmi selanjutnya untuk merencanakan cuti tambahan.Dengan total 26 hari libur (18 libur nasional + 8 cuti bersama), Bunda punya banyak kesempatan untuk mengatur waktu liburan keluarga. Entah itu mengunjungi nenek dan kakek di kampung halaman, mengajak anak-anak belajar sejarah di museum, atau sekadar piknik di taman kota, semuanya bisa direncanakan jauh hari.Jadi, mulai sekarang catat tanggal-tanggal penting tersebut, Bunda. Diskusikan dengan Ayah dan buah hati, lalu susun itinerary yang menyenangkan. Liburan tidak harus mahal, yang terpenting adalah kebersamaan dan kebahagiaan keluarga.

Redaksi-15 September 2026
Panduan Bijak Mendidik Anak Laki-Laki agar Terhindar dari Ideologi Incel
Keluarga

Panduan Bijak Mendidik Anak Laki-Laki agar Terhindar dari Ideologi Incel

Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah incel, singkatan dari involuntary celibate. Kelompok ini adalah komunitas daring yang merasa tertolak oleh perempuan dan kemudian menumbuhkan kebencian mendalam terhadap perempuan. Mereka menyalahkan perempuan atas segala kesulitan yang mereka alami, terutama dalam hal hubungan romantis.Gerakan ini semakin mendapat perhatian setelah serangkaian kasus kekerasan yang dilakukan oleh individu yang terpapar ideologi incel. Salah satunya adalah Elliot Rodger pada 2014, yang menewaskan enam orang sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Ia meninggalkan pesan balas dendam terhadap perempuan yang menolaknya. Setelah kejadian itu, namanya justru dianggap pahlawan oleh sebagian pengikut incel. Setahun kemudian, Alek Minassian, yang juga terinspirasi oleh Rodger, melakukan pembunuhan massal di Toronto dan menewaskan sepuluh orang.Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa incel bukan sekadar sikap benci terhadap perempuan. Ideologi ini bisa berujung pada femisida, pembunuhan terhadap perempuan karena gendernya. Yang lebih mencemaskan, internalisasi paham ini sering terjadi secara diam-diam pada anak dan remaja laki-laki melalui algoritma media sosial, seperti yang digambarkan dalam serial Adolescence.Lalu, bagaimana caranya agar anak laki-laki kita tidak terjebak dalam lingkaran incel? Berikut beberapa panduan yang bisa kita terapkan di rumah, seperti yang dibagikan oleh Tua Maratua dan Raya, orang tua yang juga penerima Fellowship Berbagi Beban dari Magdalene dan Wave for Equality.1. Hapus Bias Gender dalam KeseharianNorma maskulinitas yang kaku sering menjadi pintu masuk bagi incel untuk memengaruhi anak laki-laki. Masyarakat patriarkis menuntut laki-laki untuk selalu tangguh, tidak emosional, dominan, dan menghindari sifat feminin. Padahal, kepatuhan yang berlebihan pada norma ini bisa membahayakan kesehatan mental dan fisik laki-laki. Mereka jadi enggan meminta bantuan profesional saat menghadapi masalah emosional, dan malah mencari validasi di komunitas daring yang justru memperkuat norma beracun tersebut.Untuk mematahkan norma ini, Tua, seorang ayah, membebaskan anaknya untuk mengoleksi dan bermain boneka beruang. Menurutnya, bermain boneka bisa membantu anak meregulasi emosi, menjadi lebih tenang, dan melatih motorik halus. Sementara itu, Raya, seorang ibu tunggal, tidak pernah melarang anak laki-lakinya memilih pakaian berwarna pink jika anaknya merasa nyaman. Baginya, yang terpenting adalah anak merasa nyaman dengan pilihannya sendiri.2. Tanamkan Nilai Kesetaraan GenderKelompok incel meyakini bahwa perempuan tidak dapat dipercaya dan harus dikendalikan oleh laki-laki. Mereka bahkan memiliki visi untuk merampas hak-hak perempuan. Untuk menangkalnya, kita perlu mengajarkan nilai kesetaraan gender sejak dini.Tua memberikan contoh nyata dengan membagi tugas rumah tangga secara setara bersama istrinya. Ketika keduanya bekerja, sepulang kerja mereka berbagi peran. Misalnya, Tua menemani anak mengerjakan PR, lalu bergantian memasak dan mencuci. Anak pun melihat bahwa pekerjaan rumah tangga tidak terikat pada gender tertentu.Raya menambahkan bahwa anak adalah peniru ulung. Kita bisa menunjukkan kesetaraan di meja makan, misalnya dengan mendengarkan pendapat ibu sebelum mengambil keputusan keluarga. Dengan begitu, anak laki-laki belajar menghormati pendapat perempuan dan memahami bahwa keputusan diambil bersama-sama.3. Ciptakan Komunikasi Terbuka dan EmpatiAnak laki-laki perlu merasa aman untuk mengungkapkan perasaannya tanpa takut dianggap lemah. Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, termasuk tentang interaksi di media sosial. Jika mereka mengalami penolakan atau perundungan, bantu mereka memproses emosi dengan cara yang sehat. Ajarkan bahwa penolakan adalah bagian dari hidup dan tidak boleh dijadikan alasan untuk membenci orang lain.4. Batasi Paparan Konten Negatif di InternetAlgoritma media sosial bisa dengan cepat membawa anak ke konten-konten yang penuh kebencian. Awasi aktivitas daring mereka, gunakan fitur parental control, dan dampingi mereka saat mengakses internet. Diskusikan konten yang mereka tonton dan berikan pemahaman kritis tentang bahaya ideologi incel. Dengan begitu, anak lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh.Mendidik anak laki-laki agar terhindar dari ideologi incel memang bukan perkara mudah. Namun, dengan menghapus bias gender, menanamkan kesetaraan, membangun komunikasi terbuka, dan mengawasi dunia maya, kita bisa membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, empatik, dan menghargai sesama.

Redaksi-15 September 2026
Cara Jitu Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur, Tunas Cepat Muncul!
Keluarga

Cara Jitu Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur, Tunas Cepat Muncul!

Bunda, siapa di sini yang hobinya masak tapi sering menyisakan bawang merah setengah bagian? Jangan buru-buru dibuang, ya! Sisa bawang merah yang masih memiliki pangkal ternyata bisa kita tanam kembali di rumah. Nggak perlu alat mahal, cukup manfaatkan wadah bekas atau pot kecil di dapur. Penasaran bagaimana caranya? Simak panduan lengkapnya berikut ini. 1. Pilih Bawang Merah yang Masih Segar Kunci utama sukses menanam bawang merah adalah memilih bahan yang tepat. Pastikan bagian bawah bawang (pangkal) masih utuh dan tidak terpotong. Hindari bawang yang sudah dimasak atau busuk, karena tidak akan tumbuh. Bawang sisa yang ukurannya tidak beraturan pun tak masalah, asalkan pangkalnya masih ada. Jangan memotong terlalu dalam, sisakan sedikit bagian untuk tempat akar muncul. 2. Bersihkan Bawang dari Kotoran Sebelum ditanam, bersihkan kulit luar dan kotoran yang menempel. Cukup gunakan tangan atau air mengalir. Jika bawang baru diambil dari kulkas, biarkan sejenak di suhu ruang agar tidak terlalu lembap. Periksa juga apakah ada bagian yang lembek atau berbau tidak sedap. Kalau ada, sebaiknya jangan digunakan karena bisa menghambat pertumbuhan. 3. Gunakan Wadah Bekas dengan Drainase Baik Bunda tidak perlu membeli pot baru. Manfaatkan gelas plastik bekas, kaleng, atau wadah makanan yang sudah tidak terpakai. Pastikan bagian bawahnya diberi lubang agar air tidak menggenang. Isi dengan tanah subur, tapi jangan penuh-penuh. Sisakan ruang sekitar 2 cm dari permukaan wadah. Jika menanam beberapa bawang, beri jarak agar akar bisa berkembang. 4. Tanam dengan Posisi Pangkal di Bawah Letakkan bawang dengan bagian pangkal menghadap ke bawah, lalu benamkan ke dalam tanah. Jangan menimbun seluruh umbi, biarkan bagian atasnya tetap terlihat. Setelah itu, tekan tanah perlahan agar bawang tidak goyang. Kalau posisinya bergeser setelah disiram, rapikan kembali. Akar akan tumbuh ke bawah dan tunas akan muncul ke atas. 5. Siram Secukupnya, Jangan Berlebihan Penyiraman cukup dilakukan saat permukaan tanah mulai kering. Jangan menyiram setiap hari jika tanah masih basah. Air yang berlebihan justru membuat bawang membusuk sebelum sempat bertunas. Pastikan lubang drainase di wadah berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang. 6. Letakkan di Tempat yang Terkena Sinar Matahari Bawang merah butuh cahaya matahari untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun. Letakkan wadah di teras, jendela, atau halaman yang mendapat sinar pagi. Jika di lokasi pertama kurang cahaya, Bunda bisa memindahkannya ke tempat yang lebih terang. Hindari tempat yang terlalu lembap atau gelap. 7. Rawat dengan Sabar dan Nikmati Hasilnya Setelah beberapa hari, biasanya tunas hijau akan mulai muncul. Jangan panik jika belum terlihat dalam waktu singkat. Setiap bawang punya waktu tumbuh yang berbeda. Terus rawat dengan penyiraman teratur dan pastikan tidak ada hama yang mengganggu. Dalam beberapa minggu, Bunda sudah bisa memanen daun bawang segar untuk masakan. Menanam bawang merah dari sisa dapur bukan hanya menghemat pengeluaran, tapi juga bisa jadi kegiatan seru bersama si kecil. Selain mengenalkan anak pada dunia bercocok tanam, aktivitas ini juga melatih kesabaran dan tanggung jawab. Selamat mencoba, Bunda!

Redaksi-15 September 2026
Kisah Alya Rohali dan Suami Dampingi Anak di Maraton Sydney, Inspirasi Keluarga Harmonis
Keluarga

Kisah Alya Rohali dan Suami Dampingi Anak di Maraton Sydney, Inspirasi Keluarga Harmonis

Momen kebersamaan keluarga selebriti Alya Rohali baru-baru ini mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak, meski sang putri, Namira, sudah menikah, Alya dan suami tetap kompak mendampinginya saat mengikuti lomba maraton di Sydney, Australia. Dukungan tanpa syarat itu pun menuai pujian dari warganet.Dukungan Orang Tua Tak Kenal WaktuBagi banyak orang tua, melihat anak tumbuh dewasa dan berkeluarga adalah kebahagiaan tersendiri. Namun, bukan berarti peran mereka lantas berhenti. Alya Rohali dan suami membuktikan bahwa cinta dan dukungan kepada anak tidak akan pernah pudar, bahkan ketika sang anak sudah memiliki keluarga sendiri. Mereka rela terbang jauh ke Sydney hanya untuk menyaksikan Namira berlari di lintasan maraton.Dalam unggahan di media sosial, terlihat Alya dan suami berdiri di pinggir lintasan, memberikan semangat kepada Namira yang tengah berusaha menyelesaikan lomba. Wajah bangga dan bahagia terpancar jelas dari kedua orang tua itu. Momen ini pun menjadi bukti nyata bahwa keluarga adalah prioritas utama.Pelajaran Berharga untuk Keluarga IndonesiaKisah Alya Rohali ini bisa menjadi inspirasi bagi para Bunda dan keluarga di Indonesia. Ada beberapa nilai penting yang bisa kita ambil:Dukungan tanpa batas: Anak yang sudah menikah tetap membutuhkan kehadiran orang tua, terutama dalam momen-momen penting.Komunikasi dan kebersamaan: Meluangkan waktu untuk hadir di acara anak mempererat ikatan keluarga.Menjadi teladan: Orang tua yang suportif akan dicontoh anak dalam membangun keluarganya sendiri nanti.Kesehatan dan gaya hidup aktif: Maraton adalah olahraga yang bisa jadi sarana keluarga untuk hidup lebih sehat.Tidak hanya soal prestasi, kehadiran orang tua di momen seperti ini memberikan kekuatan mental bagi anak. Mereka merasa didukung dan dicintai, sehingga lebih percaya diri menghadapi tantangan.Maraton Sydney, Ajang KeluargaMaraton Sydney memang bukan sekadar lomba lari biasa. Acara ini sering dijadikan ajang berkumpul keluarga dan komunitas. Banyak peserta yang datang bersama orang terdekat, termasuk orang tua, pasangan, dan anak-anak. Suasana hangat dan sportif pun terasa sepanjang rute.Bagi Alya Rohali, momen ini mungkin menjadi cara untuk tetap aktif dan sehat sekaligus menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Ia dan suami tampak menikmati setiap detik, sesekali melambaikan tangan atau meneriakkan semangat.Tips untuk Bunda: Tetap Hadir di Momen Penting AnakTerinspirasi dari kisah ini, Bunda juga bisa lho menerapkan hal serupa dalam keluarga. Berikut beberapa tips sederhana:Catat tanggal-tanggal penting anak, seperti lomba, pertunjukan, atau acara keluarga.Jika tidak bisa hadir fisik, manfaatkan teknologi untuk memberi semangat lewat video call.Libatkan diri dalam hobi atau kegiatan anak, misalnya ikut berolahraga bersama.Beri apresiasi atas usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya.Jaga komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman berbagi cerita.Pada akhirnya, kebahagiaan keluarga bukanlah tentang seberapa besar materi yang diberikan, melainkan seberapa sering kita hadir dan mendukung satu sama lain. Seperti yang ditunjukkan Alya Rohali, cinta orang tua tidak pernah usai oleh waktu.

Redaksi-15 September 2026
Anak Artis Bersinar di Kejuaraan Taekwondo, dari Arsya hingga Cipung
Berita

Anak Artis Bersinar di Kejuaraan Taekwondo, dari Arsya hingga Cipung

Belakangan ini, dunia maya dihebohkan dengan pencapaian luar biasa dari anak-anak artis yang mengikuti kejuaraan taekwondo. Tidak hanya sekadar ikut serta, mereka berhasil keluar sebagai juara dan menyabet medali emas. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua mereka, sekaligus inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia. Beberapa nama yang menonjol antara lain Arsya, putra dari pasangan selebriti yang aktif membagikan momen tumbuh kembang anaknya di media sosial. Ada juga Cipung, anak dari pasangan artis yang tak kalah populer. Keduanya menunjukkan kemampuan taekwondo yang mumpuni, mulai dari tendangan hingga jurus yang memukau. Arsya dan Cipung Jadi Sorotan Arsya, yang dikenal sebagai anak dari artis senior, tampil percaya diri di atas matras. Gerakannya lincah dan penuh semangat, membuat penonton terpukau. Sementara Cipung, yang masih belia, juga berhasil memukau juri dengan teknik dasar taekwondo yang sudah dikuasainya. Keduanya berhasil meraih medali emas di kategori usia masing-masing. Tak hanya mereka, beberapa anak artis lain juga turut meramaikan kejuaraan ini. Ada yang baru pertama kali ikut serta, namun ada pula yang sudah berpengalaman. Semangat sportivitas dan keberanian mereka patut diacungi jempol. Manfaat Taekwondo untuk Anak Mengikutkan anak pada olahraga bela diri seperti taekwondo memang memiliki banyak manfaat. Selain melatih fisik agar lebih kuat dan lentur, taekwondo juga mengajarkan disiplin, rasa hormat, dan kepercayaan diri. Anak-anak belajar untuk fokus, mengendalikan emosi, dan bekerja keras mencapai tujuan. Bagi para orang tua, melihat anak-anak mereka berprestasi di bidang non-akademis tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Dukungan dan doa dari keluarga menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Daftar Anak Artis yang Ikut Kejuaraan Taekwondo Berikut beberapa anak artis yang turut serta dalam kejuaraan taekwondo dan berhasil meraih medali emas: Arsya Cipung Anak dari pasangan selebriti A Anak dari pasangan selebriti B Anak dari pasangan selebriti C Anak dari pasangan selebriti D Anak dari pasangan selebriti E Anak dari pasangan selebriti F Anak dari pasangan selebriti G Anak dari pasangan selebriti H Anak dari pasangan selebriti I Anak dari pasangan selebriti J Anak dari pasangan selebriti K Anak dari pasangan selebriti L Anak dari pasangan selebriti M Anak dari pasangan selebriti N Anak dari pasangan selebriti O Anak dari pasangan selebriti P Anak dari pasangan selebriti Q Anak dari pasangan selebriti R Itulah sederet anak artis yang berhasil mengharumkan nama keluarga di kejuaraan taekwondo. Semoga prestasi mereka dapat memotivasi anak-anak Indonesia lainnya untuk berani mencoba dan meraih mimpi.

Redaksi-14 September 2026
Perjalanan Tumbuh Kembang Bayi Prematur: Harapan dan Dukungan untuk Orang Tua
Keluarga

Perjalanan Tumbuh Kembang Bayi Prematur: Harapan dan Dukungan untuk Orang Tua

Momen kelahiran buah hati selalu menjadi sumber kebahagiaan. Namun, saat Si Kecil lahir prematur, kebahagiaan itu kerap bercampur dengan kecemasan. Apalagi jika ia harus menjalani perawatan intensif di ruang NICU. Sebagai orang tua, wajar jika Bunda dan Ayah merasa khawatir dan tak berdaya. Yang perlu diingat, setiap bayi memiliki kondisi dan kebutuhan yang unik, sehingga dukungan yang diberikan pun harus disesuaikan sejak awal untuk memastikan tumbuh kembangnya berjalan baik.Mengenal Kategori Bayi PrematurBayi prematur dikelompokkan berdasarkan usia kehamilan saat lahir. Ada yang lahir di usia kehamilan kurang dari 28 minggu (prematur ekstrem), 28 hingga 32 minggu (sangat prematur), dan 32 hingga 37 minggu (prematur sedang hingga akhir). Semakin dini kelahiran, semakin kompleks kebutuhan medis yang diperlukan. Oleh karena itu, pemantauan yang ketat dan dukungan medis yang intensif menjadi kunci utama.Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan RutinPemeriksaan kehamilan secara teratur bukan hanya sekadar formalitas. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memantau kondisi ibu dan janin, serta mendeteksi risiko yang mungkin terjadi. Jika ada indikasi bayi akan lahir prematur, tim medis bisa mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal, termasuk merencanakan proses persalinan dan perawatan setelah lahir. Persiapan yang matang ini tentu memberikan ketenangan tersendiri bagi orang tua.Perawatan Intensif dan Kolaborasi Tim MedisUntuk bayi prematur, perawatan di NICU sering kali menjadi langkah awal yang krusial. Di sini, bayi akan mendapatkan pemantauan dan dukungan medis yang menyeluruh. Dokter spesialis anak, perawat khusus, dan berbagai tenaga medis lainnya akan bekerja sama dalam tim multidisiplin. Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap kebutuhan bayi, mulai dari pernapasan, nutrisi, hingga perkembangan organ, tertangani dengan baik. Tidak hanya itu, dukungan fasilitas yang memadai juga sangat berperan penting.Dukungan untuk Orang TuaOrang tua juga membutuhkan perhatian dan informasi yang jelas selama masa-masa sulit ini. Tenaga medis seharusnya tidak hanya fokus pada bayi, tetapi juga melibatkan orang tua dalam setiap proses perawatan. Dengan memahami kondisi bayi, orang tua bisa tetap tenang dan berperan aktif dalam mendukung kesembuhan Si Kecil. Komunikasi yang baik antara dokter dan orang tua menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan mengurangi kecemasan.Harapan untuk Masa DepanKabar baiknya, dengan kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran, banyak bayi prematur yang mampu tumbuh sehat dan mengejar ketertinggalan perkembangan mereka. Kuncinya adalah perawatan yang tepat sejak awal, pemantauan tumbuh kembang yang berkelanjutan, serta dukungan penuh dari keluarga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak secara berkala untuk memastikan Si Kecil tumbuh optimal sesuai usianya.Setiap langkah kecil adalah kemenangan besar bagi bayi prematur. Dukungan dan cinta tanpa syarat dari orang tua adalah kekuatan terbesar mereka.

Redaksi-08 September 2026
Perceraian Bukan Akhir Segalanya: Audi Marissa dan Anthony Xie Kompak Jaga Anak
Keluarga

Perceraian Bukan Akhir Segalanya: Audi Marissa dan Anthony Xie Kompak Jaga Anak

Kabar perceraian memang selalu membawa duka, tapi di balik itu semua, ada pelajaran berharga tentang kedewasaan dan tanggung jawab. Audi Marissa dan Anthony Xie tengah menjalani proses perceraian, namun yang membuat publik kagum adalah kesepakatan mereka untuk tetap fokus pada pengasuhan anak. Kesepakatan Mengasuh Anak di Tengah Perceraian Menurut kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, pasangan ini sudah lama mendiskusikan pola pengasuhan anak sebelum gugatan cerai diajukan. Mereka sepakat bahwa meskipun hubungan rumah tangga tidak bisa dipertahankan, peran sebagai orang tua harus tetap berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan kedewasaan mereka dalam menyikapi situasi yang tidak mudah. "Mereka sudah membicarakan semuanya dengan baik-baik. Meskipun rumah tangga mereka tidak bisa berlanjut, mereka tetap fokus untuk parenting terhadap anaknya," ujar Rendi saat ditemui beberapa waktu lalu. Hak Asuh dan Akses Bertemu yang Tetap Terbuka Dalam kesepakatan tersebut, hak asuh anak berada di tangan Anthony Xie. Namun, bukan berarti Audi Marissa kehilangan akses untuk bertemu dan mengasuh anak mereka. Keduanya sepakat untuk tetap memberikan kasih sayang penuh kepada sang buah hati. Rendi menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang keberatan dengan keputusan ini karena semua sudah dibicarakan secara matang. "Mereka berdua paham betul bagaimana kesepakatannya. Jadi tidak ada yang kaget atau merasa dirugikan," tambahnya. Prioritas Utama: Kebahagiaan Anak Yang paling penting dalam perceraian ini adalah bagaimana anak tetap merasakan kehadiran kedua orang tuanya. Audi dan Anthony berusaha keras agar si kecil tidak merasa kehilangan sosok ayah atau ibunya. Mereka ingin anak tetap menjalani hidup seperti biasa, tanpa merasa ada yang berubah secara drastis. "Bagaimana caranya si anak tidak merasakan kehilangan ayah dan ibunya. Jadi meskipun bercerai, anak ini tetap merasakan hal yang sama seperti sebelum perceraian," pungkas Rendi. Kisah Audi dan Anthony ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya. Dengan komunikasi yang baik dan fokus pada kepentingan anak, perpisahan orang tua tidak harus meninggalkan luka yang dalam bagi buah hati. Justru, kedewasaan dalam mengelola konflik bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita.

Redaksi-03 September 2026
Sweety Max Protection: Pendamping Si Kecil untuk Eksplorasi Tanpa Batas
Keluarga

Sweety Max Protection: Pendamping Si Kecil untuk Eksplorasi Tanpa Batas

Sebagai orang tua, kita tentu ingin si kecil bebas bergerak dan bermain tanpa hambatan. Namun, kekhawatiran akan popok yang bocor atau membuat kulit lembap sering kali membuat kita membatasi gerak mereka. Sweety, merek popok yang sudah dipercaya selama 20 tahun di Indonesia, memahami kegelisahan ini. Lewat acara seru bertajuk 'Sweety Tandang Tanding' di IKEA, mereka memperkenalkan lini terbaru, Sweety Max Protection, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan para orang tua akan popok yang nyaman dan berdaya tampung tinggi. Mengapa Eksplorasi Penting untuk Tumbuh Kembang? Di usia 0-3 tahun, anak berada di masa emas pertumbuhan. Bergerak aktif dan bereksplorasi adalah stimulasi alami yang penting untuk perkembangan motorik dan kecerdasan mereka. Menurut Rosa Akhirunnisa, pakar tumbuh kembang anak, memastikan si kecil tetap kering dan nyaman saat beraktivitas menjadi faktor pendukung penting dalam proses eksplorasi. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO dan IDAI yang mendorong anak untuk aktif bergerak setiap hari. Serunya Area Bermain Interaktif Dalam acara 'Sweety Tandang Tanding', Sweety menyiapkan tiga area bermain yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak: First Move Playroom – untuk bayi usia 0-12 bulan, merangsang gerakan awal seperti merangkak. Life Skill Playroom – untuk balita 18-24 bulan, melatih keterampilan hidup sederhana. Space Explorer Playroom – untuk anak 24-36 bulan, mengajak mereka berpetualang dan berlari bebas. Di setiap area, anak-anak bebas merangkak, berlari, dan melompat, bahkan di atas sofa atau tempat tidur. Inilah momen pembuktian bahwa Sweety Max Protection mampu memberikan kebebasan bergerak tanpa khawatir bocor. Teknologi di Balik Sweety Max Protection Apa yang membuat Sweety Max Protection istimewa? Popok ini hadir dengan inovasi 6 Lapisan Super Absorbent Gel dan zona serap hijau yang mampu menyerap hingga 6 kali pipis. Hasilnya, kulit si kecil tetap 100% kering meski ia aktif sepanjang hari. Kelembutan permukaannya juga tetap dipertahankan, sehingga si kecil nyaman bergerak ke mana pun. Maggie Effendy, Associate Marketing Director Sweety Indonesia, menegaskan komitmen mereka untuk mendukung tumbuh kembang anak. “Kami percaya setiap momen bermain adalah bagian penting dari proses tumbuh kembang. Dengan Sweety Max Protection, kami ingin membantu orang tua memberikan perlindungan maksimal agar si kecil bisa bermain tanpa khawatir,” ujarnya. Pengalaman dari Para Orang Tua dan Selebriti Aktor Maxime Bouttier, yang turut hadir, mengaku semakin memahami pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak bermain. “Saya belajar bahwa pemilihan popok yang tepat itu krusial. Dengan popok yang nyaman, anak bisa bergerak bebas dan kita tidak perlu khawatir soal kebocoran,” tuturnya. Melalui acara ini, Sweety ingin mengajak para orang tua melihat bahwa setiap momen bermain adalah investasi berharga. Dengan dukungan popok yang tepat, si kecil bisa bebas mengeksplorasi dunia mereka, dan orang tua pun tenang. Jadi, tunggu apa lagi? Mari dukung si kecil bermain dan tumbuh optimal bersama Sweety Max Protection.

Redaksi-03 September 2026
NaraCerita