Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Teman yang Menguras Energi? Waspadai 9 Tanda Ini

Pernah merasa lelah setelah bertemu teman? Atau malas membalas pesan dari seseorang yang dulu dekat? Mungkin Anda sedang berada dalam pertemanan yang tidak sehat. Yuk, kenali ciri-cirinya agar Anda bisa menjaga energi dan kesehatan mental.

Mutiara Salimah
Mutiara Salimah
Penulis NaraCerita
-28 Juli 2026 -23:03:00 WIB
Ukuran teks
Teman yang Menguras Energi? Waspadai 9 Tanda Ini

Setiap ibu pasti butuh teman, bukan hanya keluarga. Teman bisa jadi tempat berbagi, tertawa, dan saling menguatkan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang baik bisa memperpanjang umur dan menurunkan risiko depresi serta tekanan darah tinggi. Tapi, tidak semua pertemanan memberi dampak positif. Ada kalanya kita justru merasa terkuras, tidak nyaman, atau bahkan direndahkan. Itulah tanda pertemanan yang tidak sehat.

Apa Saja Ciri-Ciri Pertemanan yang Tidak Sehat?

Berikut beberapa tanda yang perlu Anda waspadai. Jika ini sering terjadi, mungkin sudah saatnya Anda menjauh untuk menjaga diri sendiri.

  • Menyebarkan rahasia Anda — Anda curhat soal masalah pribadi, tapi keesokan harinya semua orang tahu. Teman yang toksik tidak bisa dipercaya menjaga rahasia.
  • Selalu ada persaingan — Seolah Anda dan dia berlomba dalam segala hal. Padahal, teman seharusnya satu tim, bukan lawan.
  • Hanya ada saat senang — Ia datang saat butuh bantuan atau ingin bersenang-senang, tapi menghilang saat Anda kesulitan. Curhatnya panjang, tapi saat giliran Anda, ia cepat-cepat mengalihkan topik.
  • Suka merendahkan — Bercanda boleh, tapi kalau setiap interaksi membuat Anda merasa kecil atau bodoh, itu tidak sehat. Apalagi jika candaannya selalu menyakitkan.
  • Membuat Anda gelisah — Setiap kali akan bertemu, Anda merasa cemas atau tidak nyaman. Setelah berpisah, Anda justru lega. Itu pertanda jelas bahwa hubungan ini tidak memberi energi positif.
  • Suka membandingkan — “Rumahmu lebih kecil dari si A,” atau “Kenapa nggak berdandan seperti si B?” Teman baik tidak akan membuat Anda merasa kurang dibanding orang lain.
  • Mencoba mengubah Anda — Ia selalu mengkritik kepribadian atau pilihan Anda, dan mendorong Anda menjadi versi yang ia inginkan. Teman sejati menerima Anda apa adanya.
  • Minta maaf tidak tulus — Saat Anda marah, ia berkata “Maaf deh” dengan nada acuh, atau menambahkan “tapi…” yang defensif. Itu artinya ia tidak benar-benar peduli dengan perasaan Anda.
  • Anda malas melihat namanya di ponsel — Jika notifikasi dari teman justru membuat Anda enggan membuka pesan, itu tanda besar bahwa hubungan ini sudah tidak sehat.

Apa yang Harus Dilakukan?

Menyadari bahwa Anda berada dalam pertemanan tidak sehat adalah langkah pertama. Selanjutnya, Anda bisa mulai membatasi interaksi, atau jika perlu, menjauh sepenuhnya. Ingat, Anda berhak dikelilingi orang-orang yang membuat Anda merasa dihargai dan didukung. Jangan takut kehilangan teman yang justru menguras energi Anda. Kesehatan mental Anda jauh lebih berharga.

Semoga informasi ini membantu Anda lebih waspada dan bijak dalam memilih lingkaran pertemanan, ya, Bunda.

Mutiara Salimah
Mutiara Salimah

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita