Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

hubungan sosial

Berita dan Informasi hubungan sosial

2 artikel ditampilkan

Cara Mengenali Sifat Kekanakan pada Orang Dewasa
Gaya Hidup

Cara Mengenali Sifat Kekanakan pada Orang Dewasa

Setiap orang tumbuh secara fisik seiring bertambahnya usia, tapi tidak semua memiliki kematangan emosional yang sepadan. Psikolog klinis Susan Heitler menjelaskan bahwa usia psikologis berbeda dengan usia fisik. Seseorang bisa berusia 30 tahun namun reaksi emosionalnya masih seperti anak-anak. Lantas, apa saja ciri kepribadian orang dewasa yang masih childish? Simak ulasan berikut.Mengalihkan KesalahanOrang dewasa yang matang biasanya mampu mengakui kesalahan dan belajar darinya. Sebaliknya, individu childish cenderung menyalahkan orang lain saat terjadi masalah. Mereka sulit merenungkan tindakan sendiri dan tidak mau menerima tanggung jawab. Akibatnya, orang di sekitarnya merasa frustrasi karena selalu menjadi kambing hitam.Suka Memulai Pertengkaran SepeleAnak-anak sering marah jika keinginannya tidak terpenuhi, dan itu wajar. Namun, pada orang dewasa, kebiasaan memulai pertengkaran karena hal remeh menunjukkan ketidakdewasaan. Mereka belum belajar menyelesaikan konflik dengan tenang dan lebih memilih drama. Jika kamu sering terlibat dalam pertengkaran yang tidak perlu, mungkin ada sisi childish yang perlu diperbaiki.Menghindari Tanggung JawabMenurut Verywell Health, orang yang berperilaku childish akan defensif saat konflik, menyangkal peran mereka, atau bahkan menghindari pembahasan sama sekali. Padahal, kedewasaan emosional terlihat dari kemampuan duduk bersama dan mendiskusikan masalah secara terbuka. Jika seseorang selalu lari dari tanggung jawab, itu tanda kematangan emosinya masih rendah.Membatalkan Rencana MendadakOrang dewasa yang childish sering tidak menghargai waktu orang lain. Mereka membatalkan janji di menit terakhir tanpa berpikir panjang, dan tidak menyadari dampaknya. Setelah beberapa kali, jangan heran jika mereka tidak lagi diundang. Manajemen waktu yang buruk adalah salah satu ciri ketidakdewasaan.Meniru Orang LainIndividualitas adalah kunci pertumbuhan pribadi. Namun, orang childish cenderung meniru gaya atau perilaku orang lain karena belum menemukan identitas diri. Mereka tidak memiliki kapasitas emosional untuk membentuk kepribadian sendiri, sehingga bergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan.Kurang EmpatiEmpati adalah kemampuan memahami perasaan orang lain. Orang dengan sifat childish sering menunjukkan empati yang rendah, baik karena faktor lingkungan maupun genetik. Mereka sulit merasakan apa yang dirasakan orang lain, sehingga terkesan egois dan tidak peduli.Menimbun Barang Tak BergunaKebiasaan menyimpan barang-barang lama karena alasan sentimental juga bisa menjadi tanda childish. Mereka sulit melepaskan benda meski sudah tidak berguna, karena terikat pada kenangan. Ini menunjukkan ketidakmampuan untuk move on dan menghadapi perubahan.

Redaksi-30 Juli 2026
Teman yang Menguras Energi? Waspadai 9 Tanda Ini
Kesehatan Keluarga

Teman yang Menguras Energi? Waspadai 9 Tanda Ini

Setiap ibu pasti butuh teman, bukan hanya keluarga. Teman bisa jadi tempat berbagi, tertawa, dan saling menguatkan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang baik bisa memperpanjang umur dan menurunkan risiko depresi serta tekanan darah tinggi. Tapi, tidak semua pertemanan memberi dampak positif. Ada kalanya kita justru merasa terkuras, tidak nyaman, atau bahkan direndahkan. Itulah tanda pertemanan yang tidak sehat.Apa Saja Ciri-Ciri Pertemanan yang Tidak Sehat?Berikut beberapa tanda yang perlu Anda waspadai. Jika ini sering terjadi, mungkin sudah saatnya Anda menjauh untuk menjaga diri sendiri.Menyebarkan rahasia Anda — Anda curhat soal masalah pribadi, tapi keesokan harinya semua orang tahu. Teman yang toksik tidak bisa dipercaya menjaga rahasia.Selalu ada persaingan — Seolah Anda dan dia berlomba dalam segala hal. Padahal, teman seharusnya satu tim, bukan lawan.Hanya ada saat senang — Ia datang saat butuh bantuan atau ingin bersenang-senang, tapi menghilang saat Anda kesulitan. Curhatnya panjang, tapi saat giliran Anda, ia cepat-cepat mengalihkan topik.Suka merendahkan — Bercanda boleh, tapi kalau setiap interaksi membuat Anda merasa kecil atau bodoh, itu tidak sehat. Apalagi jika candaannya selalu menyakitkan.Membuat Anda gelisah — Setiap kali akan bertemu, Anda merasa cemas atau tidak nyaman. Setelah berpisah, Anda justru lega. Itu pertanda jelas bahwa hubungan ini tidak memberi energi positif.Suka membandingkan — “Rumahmu lebih kecil dari si A,” atau “Kenapa nggak berdandan seperti si B?” Teman baik tidak akan membuat Anda merasa kurang dibanding orang lain.Mencoba mengubah Anda — Ia selalu mengkritik kepribadian atau pilihan Anda, dan mendorong Anda menjadi versi yang ia inginkan. Teman sejati menerima Anda apa adanya.Minta maaf tidak tulus — Saat Anda marah, ia berkata “Maaf deh” dengan nada acuh, atau menambahkan “tapi…” yang defensif. Itu artinya ia tidak benar-benar peduli dengan perasaan Anda.Anda malas melihat namanya di ponsel — Jika notifikasi dari teman justru membuat Anda enggan membuka pesan, itu tanda besar bahwa hubungan ini sudah tidak sehat.Apa yang Harus Dilakukan?Menyadari bahwa Anda berada dalam pertemanan tidak sehat adalah langkah pertama. Selanjutnya, Anda bisa mulai membatasi interaksi, atau jika perlu, menjauh sepenuhnya. Ingat, Anda berhak dikelilingi orang-orang yang membuat Anda merasa dihargai dan didukung. Jangan takut kehilangan teman yang justru menguras energi Anda. Kesehatan mental Anda jauh lebih berharga.Semoga informasi ini membantu Anda lebih waspada dan bijak dalam memilih lingkaran pertemanan, ya, Bunda.

Redaksi-28 Juli 2026
NaraCerita