Setiap pasangan yang menjalani IVF pasti menginginkan hasil terbaik. Sayangnya, tidak semua siklus berakhir dengan kehamilan. Hal ini mendorong munculnya berbagai prosedur tambahan, atau yang dikenal sebagai IVF add-ons, yang dijanjikan dapat meningkatkan keberhasilan. Mulai dari akupunktur hingga tes genetik, semuanya ditawarkan dengan biaya ekstra yang tidak sedikit.
Apa Itu IVF Add-Ons?
IVF add-ons adalah prosedur, pemeriksaan, atau terapi di luar tahapan standar IVF. Tujuannya beragam: membantu implantasi embrio, mengurangi risiko keguguran, atau meningkatkan kualitas embrio. Namun, tidak semua prosedur ini didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan di The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health pada Juni 2026 mengungkap fakta mengejutkan.
Hasil Penelitian: Hanya Tiga yang Berpotensi Bermanfaat
Tim peneliti menganalisis 157 uji klinis acak tentang 10 jenis IVF add-ons. Setelah menyaring studi berkualitas rendah, mereka hanya menggunakan 85 penelitian. Hasilnya, tujuh dari sepuluh prosedur tidak terbukti efektif atau buktinya sangat terbatas. Hanya tiga prosedur yang menunjukkan potensi manfaat, meski kualitas buktinya masih lemah.
Prosedur yang Belum Terbukti Efektif
- Akupunktur: jarum tipis ditusukkan ke titik tubuh tertentu.
- Kortikosteroid: obat anti-inflamasi untuk menekan sistem imun.
- Endometrial Receptivity Array (ERA): biopsi rahim untuk mengetahui waktu optimal transfer embrio.
- Infus intralipid: cairan lemak yang diberikan melalui infus.
- Injeksi intraovarium platelet-rich plasma (PRP): PRP disuntikkan ke ovarium.
- Infus intrauterin PRP: PRP dimasukkan ke dalam rahim.
- PGT-A: tes genetik untuk memeriksa jumlah kromosom embrio.
Peneliti menekankan bahwa bukan berarti prosedur ini tidak berguna sama sekali. Namun, bukti yang ada saat ini belum cukup untuk merekomendasikannya secara rutin.
Tiga Prosedur dengan Potensi Manfaat
- EmbryoGlue: media transfer yang mengandung asam hialuronat. Studi menunjukkan kemungkinan peningkatan kehamilan dan kelahiran hidup, meski efeknya tidak besar.
- Endometrial scratching: goresan ringan pada lapisan rahim sebelum transfer. Beberapa penelitian melihat peningkatan angka kehamilan, tapi perlu studi lebih besar.
- PICSI: teknik memilih sperma berdasarkan kemampuannya berikatan dengan asam hialuronat. Dapat menurunkan risiko keguguran, namun bukti masih terbatas.
Hati-hati dengan Klaim Berlebihan
Dr. Sarah Lensen, peneliti utama dari Universitas Melbourne, mengingatkan bahwa banyak informasi tentang IVF add-ons berasal dari situs klinik atau media sosial yang melebih-lebihkan manfaatnya. Pasien seringkali tidak diberi tahu tentang keterbatasan bukti ilmiah. Akibatnya, mereka bisa terjebak dalam harapan palsu dan biaya tambahan yang tidak perlu.
“Di banyak negara, perawatan infertilitas disediakan oleh klinik swasta yang sangat mengkomersialkan IVF. Beberapa add-ons sangat mahal,” ujar Lensen. Ia juga menyoroti maraknya uji klinis yang mencurigakan dalam bidang kedokteran reproduksi.
Apa yang Harus Dilakukan Pasien?
Hasil penelitian ini bukan berarti Anda harus menolak semua add-ons. Kuncinya adalah memilih berdasarkan bukti ilmiah dan kondisi pribadi. Konsultasikan dengan dokter Anda secara mendalam, tanyakan manfaat dan risikonya, serta jangan ragu untuk mencari opini kedua. Ingat, tidak semua yang mahal dan canggih selalu efektif.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
