Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Studi Baru: Konsumsi Asetaminofen saat Hamil Tidak Terkait Efek Buruk pada Bayi

Para ibu hamil mungkin sering khawatir soal keamanan minum obat pereda nyeri seperti asetaminofen. Namun, sebuah studi terbaru memberikan kabar baik: penggunaan asetaminofen selama kehamilan ternyata tidak terbukti menyebabkan dampak negatif pada usia kehamilan atau berat lahir bayi.

Sania Putri
Sania Putri
Penulis NaraCerita
-29 Juli 2026 -23:03:00 WIB
Ukuran teks
Studi Baru: Konsumsi Asetaminofen saat Hamil Tidak Terkait Efek Buruk pada Bayi

Selama ini, banyak beredar informasi yang mengaitkan konsumsi asetaminofen saat hamil dengan risiko autisme atau masalah perkembangan pada anak. Tapi, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology justru membantah klaim tersebut.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 8.900 pasangan ibu dan bayi dari program National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat ini menemukan bahwa pemakaian asetaminofen selama kehamilan tidak berhubungan dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau bayi kecil untuk usia kehamilan. Malah, studi ini menemukan kaitan antara konsumsi asetaminofen dengan kemungkinan lebih rendah bayi lahir dengan ukuran besar untuk usia kehamilannya.

Penjelasan Studi

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Rebecca Fry dari University of North Carolina menganalisis data dari program ECHO (Environmental influences on Child Health Outcomes). Sekitar 59 persen ibu dalam studi melaporkan menggunakan asetaminofen selama hamil. Setelah memperhitungkan berbagai faktor, tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan obat ini dengan hasil kelahiran yang buruk.

"Mengingat banyaknya ibu hamil yang mengonsumsi asetaminofen, temuan ini memberikan ketenangan terkait keamanannya untuk waktu kelahiran dan ukuran bayi," ujar Dr. Fry.

Aman, Tapi Tetap Bijak

Meski hasilnya melegakan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini belum meneliti dosis, durasi pemakaian, atau efek jangka panjang lainnya. Konsultasi dengan dokter tetap penting sebelum mengonsumsi obat apa pun saat hamil.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) sendiri menyatakan asetaminofen (parasetamol) aman sebagai obat lini pertama untuk demam dan nyeri selama kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 500-1000 mg per kali minum, maksimal 4 kali dalam 24 jam, dan sebaiknya dalam dosis terendah yang efektif.

"Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan parasetamol penyebab autisme. Kalau pun ada hubungan, sangat kecil," kata James Cusack, CEO Autistica.

Jadi, Bunda tidak perlu panik jika harus minum asetaminofen saat hamil. Yang terpenting, gunakan sesuai petunjuk dan jangan ragu bertanya pada dokter.

Sania Putri
Sania Putri

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita