Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

7 Sumber Zat Besi Terbaik untuk MPASI Si Kecil

Zat besi sangat penting untuk pertumbuhan anak, terutama saat memasuki fase MPASI. Kekurangan zat besi bisa bikin anak lemas, pusing, dan kurang nafsu makan. Yuk, kenali makanan-makanan kaya zat besi yang mudah diolah untuk si kecil!

Mutiara Salimah
Mutiara Salimah
Penulis NaraCerita
-25 Juni 2026 -19:33:00 WIB
Ukuran teks
7 Sumber Zat Besi Terbaik untuk MPASI Si Kecil

Zat besi adalah nutrisi kunci untuk membentuk sel darah merah yang sehat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sayangnya, banyak balita yang mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Kondisi ini bisa menyebabkan si kecil cepat lelah, pusing, dan kehilangan nafsu makan. Untungnya, dengan memberikan makanan yang tepat, kebutuhan zat besi harian anak bisa terpenuhi.

Menurut panduan kesehatan, kebutuhan zat besi anak berbeda-beda sesuai usia:

  • Usia 0–6 bulan: 0,27 mg per hari
  • Usia 6–12 bulan: 11 mg per hari
  • Usia 1–3 tahun: 7 mg per hari
  • Usia 4–8 tahun: 10 mg per hari

Nah, berikut 7 makanan tinggi zat besi yang cocok untuk MPASI dan menu harian anak:

1. Hati Ayam dan Sapi

Hati adalah salah satu sumber zat besi heme yang paling mudah diserap tubuh. Hati ayam mengandung sekitar 9,8 mg zat besi per 3 ons, sementara hati sapi sekitar 5,2–6,5 mg per porsi. Hati domba bahkan lebih tinggi, hingga 10–15 mg per 100 gram. Namun, pastikan untuk memberikannya dalam jumlah wajar dan dimasak matang sempurna.

2. Daging Tanpa Lemak

Daging sapi, domba, dan ayam bagian gelap kaya akan zat besi heme. Dalam 100 gram daging sapi, terkandung sekitar 2,1–3,5 mg zat besi. Daging ini juga mudah diolah menjadi bubur atau pure untuk MPASI.

3. Sayuran Hijau Gelap

Brokoli, bayam, dan kale adalah pilihan sayuran dengan zat besi tinggi. Setengah cangkir bayam rebus mengandung sekitar 3 mg zat besi. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam nasi tim atau sup.

4. Telur

Telur rebus mengandung 1 mg zat besi per butir. Selain itu, telur juga kaya protein dan vitamin. Jangan khawatir soal kolesterol—penelitian terbaru menunjukkan telur aman dikonsumsi anak dalam jumlah wajar.

5. Ikan dan Makanan Laut

Sarden, tuna, salmon, dan makarel kaya akan zat besi heme dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Ikan bisa dihaluskan atau dijadikan nugget homemade.

6. Tahu dan Tempe

Setengah cangkir tahu mengandung 3 mg zat besi. Tempe juga sumber zat besi nabati yang baik—100 gram tempe menyediakan sekitar 11% kebutuhan harian. Agar penyerapannya optimal, padukan dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau stroberi.

7. Kismis dan Buah Kering

Kismis, kurma, aprikot kering, dan plum adalah camilan manis yang mengandung zat besi. Seperempat cangkir kismis mengandung sekitar 1 mg zat besi. Cocok sebagai topping bubur atau camilan tangan.

Tips agar Zat Besi Terserap Maksimal

  • Berikan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi hingga usia 2 tahun.
  • Variasi menu dengan protein hewani dan nabati setiap hari.
  • Sertakan buah dan sayur kaya vitamin C (jeruk, stroberi, tomat, brokoli) untuk membantu penyerapan zat besi.

Dengan mengenalkan beragam makanan ini sejak dini, kebutuhan zat besi si kecil bisa terpenuhi dan tumbuh kembangnya optimal.

Mutiara Salimah
Mutiara Salimah

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita