Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

nutrisi anak

Berita dan Informasi nutrisi anak

9 artikel ditampilkan

Menu MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Dicoba
Kesehatan Keluarga

Menu MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Dicoba

Melihat kurva pertumbuhan bayi yang datar atau bahkan menurun memang bisa bikin hati deg-degan. Padahal, berat badan adalah salah satu indikator penting tumbuh kembang optimal. Sebelum panik, pastikan dulu tidak ada masalah medis yang mendasarinya. Jika sudah aman, saatnya fokus pada menu MPASI yang kaya lemak sehat dan kalori.Kenapa Lemak Itu Penting untuk Bayi?Banyak orang tua yang justru menghindari lemak karena takut bikin gemuk. Padahal, untuk bayi, lemak adalah sumber energi utama. Ahli gizi Jill Castle, RD, mengingatkan bahwa komposisi ASI dan susu formula saja hampir separuhnya berasal dari lemak. Bayi dan balita memang butuh lemak lebih banyak untuk mendukung perkembangan otak, sistem saraf, dan penyerapan vitamin A, D, E, serta K.Jadi, jangan ragu untuk menambahkan lemak sehat ke dalam menu harian Si Kecil. Tapi ingat, tetap konsultasikan dengan dokter anak sebelum melakukan perubahan besar pada pola makannya, ya.Rekomendasi Makanan Penambah Berat Badan BayiSetelah bayi memasuki fase MPASI, pastikan setiap suapan mengandung nutrisi padat. Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa membantu menaikkan berat badan bayi secara bertahap:1. Minyak ZaitunSatu gram lemak menyediakan 9 kalori, jauh lebih tinggi daripada protein atau karbohidrat yang hanya 4 kalori. Menambahkan satu sendok teh minyak zaitun ke dalam puree sayuran bisa meningkatkan kalori secara signifikan tanpa mengubah rasa terlalu banyak.2. Selai KacangKacang-kacangan, seperti selai kacang tanah, almond, atau mede, kaya lemak sehat dan protein. Perkenalkan secara bertahap setelah bayi terbiasa dengan makanan lain. Campurkan sedikit selai kacang ke dalam bubur sereal atau puree buah untuk menambah cita rasa dan kalori.3. Susu dan Produk OlahannyaSebelum usia 1 tahun, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama. Setelah itu, susu sapi full cream bisa diperkenalkan. Untuk bayi di bawah 1 tahun, keju dan yogurt bisa menjadi pilihan produk olahan susu yang aman dan bernutrisi.4. AlpukatTeksturnya yang lembut dan rasanya yang netral membuat alpukat mudah diterima bayi. Haluskan alpukat dan campur dengan ASI atau bubur untuk meningkatkan kalori dan lemak sehat.5. PisangDibandingkan buah lain seperti semangka atau apel, pisang memiliki kalori lebih tinggi. Pisang juga kaya kalium dan serat, baik untuk pencernaan bayi. Haluskan pisang dan campur dengan sereal atau bubur.6. KejuTaburan keju parut di atas puree atau bubur bisa menambah rasa gurih sekaligus kalori. Keju mengandung lemak sehat, protein, zinc, vitamin B12, kalsium, dan fosfor yang mendukung pertumbuhan tulang dan otak.7. OatmealOatmeal tidak hanya mengenyangkan, tapi juga kaya zat besi dan zinc. Campurkan oatmeal dengan ASI, susu formula, atau puree buah untuk sarapan yang padat energi.8. PirBuah pir, terutama yang matang, mengandung kalori lebih tinggi daripada beberapa buah lainnya. Kukus pir hingga lunak, lalu haluskan dengan garpu. Bisa juga dicampur dengan yogurt atau sereal.9. YogurtPilih yogurt full-fat tanpa tambahan gula. Yogurt bisa dicampur dengan buah atau sereal untuk camilan kaya protein dan lemak. Pastikan teksturnya sesuai dengan usia bayi.10. TelurTelur orak-arik atau telur rebus yang dihaluskan adalah sumber DHA, salah satu asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak. Mulai perkenalkan telur setelah bayi berusia 6 bulan dan pastikan matang sempurna.Kapan Harus Khawatir?Jika dokter anak sudah memeriksa dan tidak ada masalah medis, mungkin Anda tidak perlu terlalu khawatir. Setiap bayi punya ritme pertumbuhan yang berbeda, terutama bayi prematur. Namun, tetaplah rutin memantau berat badan dan konsultasikan ke dokter jika ada hal yang mengganjal. Catat semua perkembangan Si Kecil, termasuk pola makan dan frekuensi menyusu, agar dokter bisa memberikan saran yang tepat.Ingat, kunci utama adalah kesabaran dan konsistensi. Dengan menu yang tepat dan cinta dari mama, Si Kecil pasti akan mencapai berat badan idealnya. Semangat, ya!

Redaksi-07 Agustus 2026
Sinbiotik: Rahasia Jaga Imunitas Si Kecil Sejak Dini
Gaya Hidup

Sinbiotik: Rahasia Jaga Imunitas Si Kecil Sejak Dini

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) memang jadi momen paling krusial untuk tumbuh kembang anak. Di fase inilah fondasi kesehatan jangka panjangnya dibangun, dan salah satu kuncinya ternyata ada di saluran cerna. Bukan cuma tempat mencerna makanan, usus juga berhubungan erat dengan sistem imunitas si kecil. Mengapa Kesehatan Usus Penting Banget? Di dalam saluran cerna kita hidup sekitar 100 triliun mikrobiota yang punya tugas penting menjaga keseimbangan tubuh. Mikrobiota ini membantu pencernaan dan juga memperkuat daya tahan tubuh. Jadi, menjaga komposisi bakteri baik di usus sejak awal kehidupan itu sangat penting untuk kesehatan anak secara keseluruhan. Dalam sebuah diskusi media di Jakarta, Prof. Yvan Vandenplas, pakar gastroenterologi anak dari University Hospital Brussels, Belgia, menjelaskan bahwa masa awal kehidupan adalah waktu kritis pembentukan mikrobiota usus. Ia menegaskan bahwa biotik, seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik, bisa mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. “Kesehatan saluran cerna adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal dan kesehatan holistik anak,” ujarnya. Apa Itu Sinbiotik? Sinbiotik adalah kombinasi antara prebiotik dan probiotik yang bekerja sama menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Prebiotik sendiri adalah makanan untuk bakteri baik, yang bisa ditemukan di makanan kaya serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Sementara probiotik adalah bakteri baik yang langsung memberikan manfaat bagi tubuh. Kombinasi ini semakin relevan untuk anak-anak yang lahir lewat operasi caesar. Penelitian menunjukkan, bayi yang lahir caesar punya komposisi mikrobiota usus yang berbeda dibanding bayi lahir normal. Hal ini bisa memicu ketidakseimbangan mikrobiota atau disbiosis, yang berdampak pada kesehatan pencernaan dan imunitas anak. Inovasi Nutrisi untuk Dukung Imunitas Anak Menyadari pentingnya hal ini, perusahaan nutrisi seperti Danone terus mengembangkan inovasi berbasis penelitian ilmiah. Melalui Nutricia Research, mereka mengembangkan prebiotik FOS:GOS dengan rasio 1:9 yang telah teruji melalui berbagai studi klinis internasional. Selain itu, kombinasi sinbiotik FOS:GOS 1:9 dengan Bifidobacterium breve M16-V juga telah diuji secara klinis dan terbukti membantu memulihkan bakteri baik pada anak yang lahir caesar. Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan komunitas ilmiah. Tujuannya jelas, menghadirkan solusi nutrisi berbasis bukti ilmiah yang bisa mendukung kesehatan pencernaan dan imunitas anak-anak Indonesia. Tips Praktis untuk Moms Selain memberikan nutrisi yang tepat, Moms juga bisa mendukung kesehatan usus si kecil dengan cara-cara sederhana sehari-hari: Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, karena ASI mengandung prebiotik alami yang baik untuk usus bayi. Perkenalkan makanan padat bergizi seimbang yang kaya serat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian. Pastikan asupan cairan tercukupi agar pencernaan tetap lancar. Ajak si kecil bermain dan beraktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter anak untuk pilihan nutrisi tambahan yang tepat, terutama jika si kecil lahir secara caesar. Dengan memahami pentingnya kesehatan saluran cerna sejak dini, Moms sudah selangkah lebih maju dalam mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal. Yuk, mulai perhatikan asupan nutrisi dan jaga kesehatan ususnya dari sekarang!

Redaksi-07 Agustus 2026
Variasi MPASI Jagung yang Lezat dan Bergizi untuk Si Kecil
Kesehatan Keluarga

Variasi MPASI Jagung yang Lezat dan Bergizi untuk Si Kecil

Jagung merupakan salah satu bahan makanan yang sangat baik untuk MPASI karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Selain mengandung vitamin B, jagung juga kaya akan zinc, magnesium, zat besi, dan antioksidan yang mendukung kesehatan mata si kecil. Namun, penting untuk menyajikan jagung dengan tekstur yang tepat agar bayi tidak tersedak. Untuk bayi usia 6 bulan, jagung harus dihaluskan hingga lembut, baru kemudian dicampur dengan bahan lain atau disajikan sebagai puree tunggal.Tips Menyajikan Jagung untuk BayiSebelum memperkenalkan jagung, pastikan teksturnya sudah benar-benar halus. Hindari memberikan biji jagung utuh hingga bayi berusia sekitar 12-18 bulan, tergantung kemampuan mengunyahnya. Anda bisa merebus jagung terlebih dahulu, lalu menghaluskannya dengan blender atau saringan. Jika terlalu kental, tambahkan ASI, susu formula, atau air matang untuk mendapatkan kekentalan yang pas.Resep MPASI Jagung PilihanBerikut beberapa resep MPASI jagung yang bisa Anda coba di rumah. Semua resep ini mudah dibuat dan kaya nutrisi.1. Puree Jagung Manis, Telur, dan TahuBahan-bahan: 30 gram jagung manis pipil, 20 gram tahu putih, 40 gram telur ayam kampung, 150 ml ASI/susu formula, 100 ml air.Cara membuat: Rebus telur hingga matang, kupas dan potong kecil. Masak jagung dan tahu dalam air hingga matang. Masukkan semua bahan ke blender bersama ASI/susu formula, haluskan, lalu saring. Sajikan hangat.2. Bubur Jagung Manis, Brokoli, dan AyamBahan-bahan: 40 gram jagung manis pipil, 30 gram brokoli, 30 gram daging ayam cincang, 20 gram tahu, 10 gram susu formula bubuk, 150 ml air.Cara membuat: Rebus jagung, brokoli, ayam, dan tahu dalam air hingga matang. Blender semua bahan hingga halus, lalu campur dengan susu formula bubuk. Aduk rata dan sajikan.3. Puree Jagung, Bayam, dan TahuBahan-bahan: 30 gram jagung manis pipil, 20 gram bayam, 40 gram tahu, 200 ml air.Cara membuat: Masukkan jagung, bayam, dan tahu ke dalam panci, tambahkan air. Masak hingga matang, lalu blender dan saring. Tuang ke mangkuk dan sajikan.4. Bubur Jagung, Daging, dan OatBahan-bahan: 30 gram nasi putih, 30 gram oatmeal, 30 gram daging giling, daun seledri secukupnya.Cara membuat: Kukus jagung dan daging hingga matang. Campur dengan oatmeal dan seledri, blender dengan sedikit air matang hingga halus. Sajikan selagi hangat.5. Puree Jagung PisangBahan-bahan: 80 gram jagung muda, 60 gram pisang matang.Cara membuat: Serut jagung muda, lalu kukus hingga empuk. Potong pisang dadu. Blender jagung dan pisang hingga halus, tambahkan air jika perlu. Sajikan segera.6. Bubur Melon Jagung ManisBahan-bahan: 70 gram daging melon, 20 gram jagung manis pipil, 6 sdm ASI/air matang.Cara membuat: Rebus jagung dalam 50 ml air hingga empuk. Blender semua bahan hingga lembut, saring, dan berikan pada bayi.7. Bubur Kanju Rumbi Ayam dan UdangBahan-bahan (3 porsi): 60 gram nasi putih, 30 gram daging ayam, 20 gram udang, 15 gram wortel, 15 gram jagung pipil, 15 ml santan, 350 ml kaldu ayam, 2 lembar daun pandan, bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kapulaga, ketumbar, kayu manis, cengkeh, merica, jintan, pekak, pala), 50 gram pepaya.Cara membuat: Rebus ayam setengah matang, potong dadu. Rebus udang hingga berubah warna, buang kulit, potong. Tumis bumbu halus dengan daun pandan, tambahkan kaldu, masak nasi hingga lunak. Masukkan ayam, udang, wortel, jagung, masak hingga matang. Saring sesuai tekstur, sajikan dengan pepaya.Semua resep di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan usia bayi. Pastikan tekstur makanan sesuai tahap perkembangan si kecil, dan jangan lupa untuk memperkenalkan satu bahan baru dalam satu waktu untuk memantau alergi.

Redaksi-05 Juli 2026
Sarapan Pagi Rahasia Anak Fokus dan Berprestasi di Sekolah
Kesehatan Keluarga

Sarapan Pagi Rahasia Anak Fokus dan Berprestasi di Sekolah

Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai rapor, tapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh optimal. Di era belajar yang makin dinamis, anak dituntut untuk berpikir kritis dan aktif berdiskusi. Nah, untuk bisa mengikuti proses ini, kesiapan sejak pagi hari jadi faktor penting. Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar adalah sarapan sehat bergizi lengkap.Kenapa Sarapan Itu Penting?Sarapan memberi energi awal yang dibutuhkan otak dan tubuh anak. Tanpa sarapan, anak bisa merasa lemas, sulit konsentrasi, dan kurang bersemangat belajar. Sebaliknya, dengan sarapan bernutrisi, anak lebih siap menerima pelajaran, aktif bertanya, dan percaya diri berinteraksi di kelas. Bunda, ini bukan sekadar mitos, ya—banyak penelitian mendukung pentingnya sarapan untuk performa akademik dan kesehatan mental anak.Solusi Praktis untuk Orang Tua SibukMembangun kebiasaan sarapan konsisten memang tantangan, apalagi di pagi yang super sibuk. Tapi tenang, ada solusi praktis yang bisa membantu. Energen hadir sebagai pilihan sarapan sehat yang lengkap: mengandung susu, karbohidrat, sereal, serat, protein, plus 10 vitamin dan mineral. Variannya pun beragam, dari cokelat, kacang hijau, vanilla, jahe, kurma, hingga yang seru seperti Energen Topping Beng Beng Balls dan Roma Malkist. Jadi, anak tetap semangat sarapan tanpa drama!Inspirasi dari Kabupaten BandungBaru-baru ini, Energen bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar kampanye Anak Energen Anak Berprestasi. Acara ini dihadiri ribuan peserta dari 301 sekolah, lengkap dengan sarapan bersama, talkshow interaktif, dan penyerahan hadiah. Ibu Iis, salah satu peserta, mengaku makin sadar bahwa kebiasaan kecil seperti sarapan bisa berdampak besar pada konsentrasi anak. “Saya selalu pastikan anak sarapan bergizi sebelum sekolah. Hasilnya, dia lebih fokus dan semangat belajar,” ujarnya.Ibu Hilda, seorang guru, juga menambahkan bahwa anak yang datang dengan perut terisi cenderung lebih aktif dan percaya diri di kelas. “Kebiasaan di rumah sangat memengaruhi kesiapan belajar anak,” katanya. Dukungan dari orang tua dan sekolah memang saling melengkapi, dan sarapan adalah langkah awal yang sederhana tapi kuat.Tips Membangun Rutinitas SarapanLibatkan anak memilih menu sarapan favorit agar mereka antusias.Siapkan bahan sarapan malam sebelumnya untuk menghemat waktu.Jadikan momen sarapan sebagai quality time keluarga tanpa gadget.Kombinasikan Energen dengan buah atau roti gandum untuk variasi.Ingat, Bunda, membangun kebiasaan butuh konsistensi. Tapi hasilnya sepadan: anak lebih siap belajar, fokus, dan berprestasi. Yuk, mulai dari pagi ini!

Redaksi-29 Juni 2026
Ciptakan Kenangan Indah Bersama Anak dengan Nutrisi dan Kehadiran Penuh Orang Tua
Kesehatan Keluarga

Ciptakan Kenangan Indah Bersama Anak dengan Nutrisi dan Kehadiran Penuh Orang Tua

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, tak jarang kita terjebak pada anggapan bahwa kebahagiaan anak identik dengan mainan baru atau barang-barang mahal. Padahal, yang paling membekas dalam ingatan anak adalah momen kebersamaan dan kehangatan yang tercipta bersama orang tua.Pentingnya Kehadiran Fisik dan EmosionalPsikolog keluarga Rayna Winata menegaskan bahwa anak akan tumbuh optimal saat mereka merasa aman, nyaman, dan ditemani. Kehadiran orang tua secara fisik dan emosional di setiap tahap perkembangan anak menjadi fondasi penting untuk membentuk kenangan indah.“Anak-anak akan berkembang dengan baik ketika mereka dipeluk, ditemani, dan dipahami,” ujar Rayna dalam sebuah acara talkshow interaktif yang digelar baru-baru ini.Nutrisi sebagai Fondasi Tumbuh KembangSelain kehadiran, nutrisi juga memegang peran vital. Asupan gizi yang cukup membantu anak lebih berani bereksplorasi, menjaga mood tetap baik, dan siap belajar hal-hal baru. Nutrisi yang tepat menjadi fondasi agar anak bisa berkembang secara optimal.Tips Menciptakan Momen BerkualitasRayna menyarankan para orang tua untuk melakukan special time bersama anak, yaitu waktu khusus selama 15-30 menit, sekitar tiga kali dalam seminggu. Waktu ini bisa diisi dengan aktivitas sederhana seperti bermain, membaca buku, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan gadget.Seorang ibu dan momfluencer Venny Alawiyah berbagi pengalaman tentang pentingnya kualitas waktu. “Tantangan terbesar adalah waktu. Kita hadir di depan anak, tapi justru sibuk dengan gadget. Yang perlu kita berikan adalah waktu yang berkualitas,” katanya.Venny rutin melibatkan putrinya, Verecia, saat membuat bekal pagi hari. Kegiatan sederhana ini ternyata mempererat hubungan mereka sekaligus mengajarkan anak tentang makanan sehat.Mengatasi Anak Picky EaterBagi anak yang pilih-pilih makanan, kreativitas orang tua sangat dibutuhkan. Venny menggabungkan makanan yang disukai anak dengan bahan bernutrisi agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.Dengan kehadiran penuh dan nutrisi yang tepat, setiap langkah kecil bersama anak akan menjadi kenangan indah yang dikenang sepanjang masa.

Redaksi-27 Juni 2026
Seru dan Edukatif, Frisian Flag Ajak Ibu Surabaya Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Keluarga

Seru dan Edukatif, Frisian Flag Ajak Ibu Surabaya Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Setiap orang tua pasti mendambakan anak yang cerdas, aktif, dan mampu meraih potensi terbaiknya. Namun, kecerdasan anak tidak datang begitu saja. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari asupan nutrisi sejak dini hingga stimulasi yang tepat. Pemberian makanan bergizi seimbang dan aktivitas yang merangsang otak menjadi kunci utama untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.Frisian Flag Temani Langkah Anak di SurabayaBerangkat dari kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, Frisian Flag Indonesia menggelar acara bertajuk 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti'. Setelah sukses di Jakarta, acara ini hadir di Atrium Mall Tunjungan Plaza 6, Surabaya, pada 19-21 Juni 2026. Acara ini dirancang untuk mengedukasi para orang tua tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi dalam mendukung perkembangan optimal si kecil.Talkshow: Nutrisi dan Stimulasi, Kunci Kecerdasan AnakPada hari kedua, Sabtu (20/6/26), digelar talkshow bertema 'Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Asupan Tepat'. Acara ini menghadirkan dr. Nurita Alami Sp.A, CIMI, Sp.A, Ph.D., seorang dokter spesialis anak, serta Momfluencer Sherly Lembono bersama putranya, Jason.Dokter Nurita menjelaskan bahwa nutrisi adalah fondasi utama tumbuh kembang anak. “Nutrisi yang tepat dapat menjaga daya tahan tubuh, sehingga anak tidak mudah sakit. Jika jarang sakit, berat badan naik optimal dan perkembangan otak terstimulasi dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan nutrisi anak terdiri dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (kalsium, vitamin D, magnesium, omega-3, omega-6, DHA). Khusus untuk perkembangan otak, zat besi, omega-3, omega-6, dan DHA sangat penting untuk membentuk struktur dan volume otak yang optimal. Jika anak susah makan (picky eater), orang tua bisa memilih susu yang diperkaya nutrisi tersebut.Selain nutrisi, stimulasi juga tidak kalah penting. Dokter Nurita menekankan bahwa quality time bersama anak, meski hanya 30 menit sehari, dapat menjadi stimulasi yang efektif. “Anak-anak senang bermain, jadi berikan stimulasi melalui aktivitas bermain yang menyenangkan,” sarannya.Sherly Lembono, seorang ibu dua anak, setuju bahwa kombinasi nutrisi dan stimulasi sangat penting. Ia rutin memberikan susu yang mengandung omega-3, omega-6, dan DHA untuk melengkapi asupan harian anak-anaknya. “Jason dan Claretta punya preferensi makan berbeda. Jason suka karbohidrat, Claretta suka buah dan protein. Saya imbangi dengan susu agar nutrisinya seimbang,” cerita Sherly. Untuk Jason yang aktif basket dan banyak les, Sherly selalu membawakan bekal susu.Jelajah Empat Station EdukatifAcara Frisian Flag tidak hanya talkshow, tetapi juga menghadirkan empat station interaktif yang seru dan edukatif. Setiap station dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sambil bermain bagi anak-anak. Mulai dari station yang mengajarkan tentang pentingnya nutrisi, hingga aktivitas fisik yang menyenangkan. Semua station ini menjadi cara asyik untuk menemani perjalanan tumbuh kembang si kecil.Dengan acara seperti ini, Frisian Flag ingin mengajak para orang tua untuk lebih peduli pada nutrisi dan stimulasi anak. Karena setiap langkah kecil hari ini akan membawa mereka menuju masa depan yang lebih cerah.

Redaksi-26 Juni 2026
7 Sumber Zat Besi Terbaik untuk MPASI Si Kecil
Kesehatan Keluarga

7 Sumber Zat Besi Terbaik untuk MPASI Si Kecil

Zat besi adalah nutrisi kunci untuk membentuk sel darah merah yang sehat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sayangnya, banyak balita yang mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Kondisi ini bisa menyebabkan si kecil cepat lelah, pusing, dan kehilangan nafsu makan. Untungnya, dengan memberikan makanan yang tepat, kebutuhan zat besi harian anak bisa terpenuhi.Menurut panduan kesehatan, kebutuhan zat besi anak berbeda-beda sesuai usia:Usia 0–6 bulan: 0,27 mg per hariUsia 6–12 bulan: 11 mg per hariUsia 1–3 tahun: 7 mg per hariUsia 4–8 tahun: 10 mg per hariNah, berikut 7 makanan tinggi zat besi yang cocok untuk MPASI dan menu harian anak:1. Hati Ayam dan SapiHati adalah salah satu sumber zat besi heme yang paling mudah diserap tubuh. Hati ayam mengandung sekitar 9,8 mg zat besi per 3 ons, sementara hati sapi sekitar 5,2–6,5 mg per porsi. Hati domba bahkan lebih tinggi, hingga 10–15 mg per 100 gram. Namun, pastikan untuk memberikannya dalam jumlah wajar dan dimasak matang sempurna.2. Daging Tanpa LemakDaging sapi, domba, dan ayam bagian gelap kaya akan zat besi heme. Dalam 100 gram daging sapi, terkandung sekitar 2,1–3,5 mg zat besi. Daging ini juga mudah diolah menjadi bubur atau pure untuk MPASI.3. Sayuran Hijau GelapBrokoli, bayam, dan kale adalah pilihan sayuran dengan zat besi tinggi. Setengah cangkir bayam rebus mengandung sekitar 3 mg zat besi. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam nasi tim atau sup.4. TelurTelur rebus mengandung 1 mg zat besi per butir. Selain itu, telur juga kaya protein dan vitamin. Jangan khawatir soal kolesterol—penelitian terbaru menunjukkan telur aman dikonsumsi anak dalam jumlah wajar.5. Ikan dan Makanan LautSarden, tuna, salmon, dan makarel kaya akan zat besi heme dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Ikan bisa dihaluskan atau dijadikan nugget homemade.6. Tahu dan TempeSetengah cangkir tahu mengandung 3 mg zat besi. Tempe juga sumber zat besi nabati yang baik—100 gram tempe menyediakan sekitar 11% kebutuhan harian. Agar penyerapannya optimal, padukan dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau stroberi.7. Kismis dan Buah KeringKismis, kurma, aprikot kering, dan plum adalah camilan manis yang mengandung zat besi. Seperempat cangkir kismis mengandung sekitar 1 mg zat besi. Cocok sebagai topping bubur atau camilan tangan.Tips agar Zat Besi Terserap MaksimalBerikan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi hingga usia 2 tahun.Variasi menu dengan protein hewani dan nabati setiap hari.Sertakan buah dan sayur kaya vitamin C (jeruk, stroberi, tomat, brokoli) untuk membantu penyerapan zat besi.Dengan mengenalkan beragam makanan ini sejak dini, kebutuhan zat besi si kecil bisa terpenuhi dan tumbuh kembangnya optimal.

Redaksi-25 Juni 2026
7 Langkah Optimalkan Tinggi Badan Anak, Bukan Cuma Soal Makanan
Kesehatan Keluarga

7 Langkah Optimalkan Tinggi Badan Anak, Bukan Cuma Soal Makanan

Melihat anak tumbuh tinggi dan aktif adalah impian semua ibu. Selain asupan nutrisi yang seimbang, ada beberapa kebiasaan yang bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan anak secara optimal. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh langkah yang bisa kamu coba.1. Pastikan Tidur yang CukupTidur bukan sekadar istirahat, melainkan waktu krusial bagi tubuh anak untuk melepaskan hormon pertumbuhan (HGH). Anak usia sekolah disarankan tidur 8–10 jam setiap malam. Kurang tidur secara terus-menerus bisa menghambat produksi HGH, sehingga pertumbuhan tinggi badan pun terhambat.2. Biasakan Postur Tubuh yang BaikPostur membungkuk bisa memberi tekanan pada tulang belakang dan mengganggu pertumbuhan. Ajari anak untuk duduk dan berdiri tegak. Latihan sederhana seperti berdiri dengan punggung menempel dinding bisa membantu membentuk postur yang benar.3. Jemur di Bawah Sinar Matahari PagiVitamin D dari sinar matahari membantu penyerapan kalsium dan memperkuat tulang. Ajak anak bermain di luar sebelum pukul 09.00 atau setelah pukul 15.00. Selain itu, beri asupan ikan berlemak, jamur, dan kuning telur sebagai sumber vitamin D lainnya.4. Latihan Peregangan RutinPeregangan membantu memanjangkan tulang belakang dan memperbaiki postur. Contoh gerakan: anak berdiri di ujung jari kaki sambil meraih ke atas, atau duduk dengan kaki terbuka lebar lalu meraih ujung kaki. Lakukan secara rutin setiap hari.5. Bergelantungan dan Pull-upBergelantungan di palang atau melakukan pull-up dapat meregangkan tulang belakang dan memperkuat otot lengan serta punggung. Aktivitas ini sudah lama direkomendasikan untuk mendukung tinggi badan anak.6. Lompat Tali dan BerlariLompat tali melatih seluruh tubuh dan mendorong pertumbuhan vertikal. Berlari juga memperkuat tulang kaki serta meningkatkan hormon pertumbuhan. Jadikan aktivitas ini menyenangkan, misalnya dengan berlomba atau bermain bersama.7. Berenang dan BersepedaBerenang melatih semua otot dan meregangkan tulang belakang. Sementara bersepeda memperkuat tulang kaki melalui gerakan mengayuh. Keduanya adalah olahraga yang disukai anak dan efektif untuk pertumbuhan.Ingat, konsistensi adalah kuncinya. Kombinasikan kebiasaan di atas dengan pola makan bergizi seimbang, dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan serta semangat pada si kecil. Dengan begitu, potensi tinggi badannya bisa optimal sesuai genetikanya.

Redaksi-25 Juni 2026
AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya
Kesehatan Keluarga

AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya

Di tengah derasnya pilihan produk nutrisi anak, banyak ibu Indonesia yang mulai sadar pentingnya memahami apa yang terkandung dalam susu formula. Bukan hanya soal merek, tetapi juga bahan baku, proses produksi, dan transparansi informasi. Masalah kesehatan seperti stunting, karies gigi, dan obesitas pada anak masih menjadi kekhawatiran, sehingga memilih nutrisi yang tepat menjadi semakin krusial.AceKid: Jawaban untuk Nutrisi yang Lebih TransparanFEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid di Indonesia. Produk ini mengusung konsep baru: menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama, yang sumbernya dapat dilacak hingga ke peternakan. Dengan sistem pemrosesan one-step fresh, kualitas susu tetap terjaga hingga sampai ke tangan si kecil.Yang membedakan AceKid dari produk lain adalah komitmennya pada kesederhanaan. Susu formula ini bebas dari tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Jadi, ibu tak perlu khawatir dengan gula tersembunyi yang bisa memicu masalah gigi atau berat badan.Dukungan Riset dan AhliAceKid tidak hanya mengandalkan klaim, tetapi juga didukung oleh riset ekstensif. FEIHE Research Institute telah menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, memiliki 847 paten, dan bekerja sama dengan institusi seperti Harvard Medical School dan Peking University. Hasilnya, produk ini dikembangkan berdasarkan data dan uji klinis.Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak UI, menekankan pentingnya membaca label. “Sering kali orang tua fokus pada tambahan seperti AHA dan DHA, padahal komposisi utama adalah kunci. Perhatikan sumber bahan, proses produksi, dan ada tidaknya gula tambahan,” ujarnya.Penghargaan dan Brand AmbassadorPada peluncurannya, AceKid meraih Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori inovasi susu formula dari susu segar dengan sumber terlacak. Penghargaan ini menilai kebaruan ide, keunikan, dan manfaat nyata bagi pasar.AceKid juga menggandeng Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador. Keduanya dipilih karena merupakan figur ayah yang peduli pada nutrisi anak, sehingga pesan tentang pentingnya peran orang tua dalam memilih nutrisi bisa tersampaikan dengan lebih dekat.Dengan hadirnya AceKid, para ibu kini punya pilihan susu formula yang lebih transparan dan berkualitas. Tentu, ASI tetap menjadi yang terbaik, namun jika diperlukan, AceKid siap mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita