Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

nutrisi anak

Berita dan Informasi nutrisi anak

15 artikel ditampilkan

Inspirasi Nasi Tim Lezat dan Bergizi untuk Si Kecil Usia 8 Bulan
Kesehatan Keluarga

Inspirasi Nasi Tim Lezat dan Bergizi untuk Si Kecil Usia 8 Bulan

Momen ketika bayi menginjak usia 8 bulan adalah fase seru dalam perjalanan MPASI-nya. Di tahap ini, Si Kecil biasanya sudah mulai bosan dengan bubur halus dan ingin mencoba makanan dengan tekstur yang lebih menantang. Nasi tim hadir sebagai jawaban — lembut tapi tidak terlalu cair, kaya nutrisi, dan mudah disesuaikan dengan kemampuan si kecil. Kenapa Nasi Tim Cocok untuk Bayi 8 Bulan? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan peningkatan konsistensi dan variasi makanan seiring bertambahnya usia bayi. Nah, di usia 8 bulan, sebagian besar bayi sudah bisa menerima makanan bertekstur lebih kental, bahkan finger food. Nasi tim menawarkan keseimbangan sempurna: teksturnya lembut namun sedikit berbutir, sehingga merangsang keterampilan mengunyah tanpa risiko tersedak yang berlebihan. Selain itu, nasi tim mudah dikreasikan dengan berbagai bahan bergizi seperti daging, hati ayam, tempe, sayuran, dan kaldu. Dengan begitu, kebutuhan kalori, protein, serta zat besi si kecil bisa terpenuhi dalam satu sajian. Resep Nasi Tim Favorit yang Mudah Dibuat Berikut ini beberapa pilihan resep nasi tim yang bisa Bunda coba. Jangan lupa sesuaikan teksturnya dengan kemampuan Si Kecil, ya! 1. Tim Saring Bayam Merah Kombinasi bayam merah dan daging sapi menciptakan rasa gurih alami yang kaya zat besi. Siapkan beras merah, santan, kaldu sapi, daging giling, daun bayam merah, tomat, dan kuning telur. Rebus beras dan daging dalam kaldu hingga menjadi bubur, lalu tambahkan bahan lain dan masak sampai matang. Setelah dingin, haluskan atau saring sesuai selera. Sajikan untuk 2 porsi. 2. Nasi Tim Ayam Kecap Menu ini memadukan nasi putih, paha ayam cincang, bawang merah, bawang putih, labu madu, kecap manis, dan minyak wijen. Tumis bawang hingga harum, masukkan labu dan ayam, lalu bumbui dengan kecap dan minyak wijen. Tambahkan sedikit air, masak hingga matang. Letakkan adonan ayam di wadah tahan panas, timpa dengan nasi, dan kukus selama 15 menit. Hasilnya, 3 porsi lezat siap disantap. 3. Nasi Tim Ayam Hainan Perpaduan jahe, bawang putih, dan minyak wijen memberikan aroma menggoda pada nasi tim ini. Tumis bawang putih dan jahe dengan minyak kelapa, lalu masukkan ayam dan beras yang sudah dicuci. Setelah ayam mengeluarkan air, tuang air dan masak hingga beras menjadi nasi dengan tekstur yang diinginkan. Tambahkan minyak wijen, aduk rata, dan bagi menjadi 3 porsi. 4. Nasi Tim Hati Ayam Hati ayam merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk mencegah anemia pada bayi. Campurkan air, beras, hati ayam, dan tempe, masak sambil diaduk hingga mengental. Masukkan labu kuning dan tomat, masak hingga matang, lalu tambahkan minyak. Setelah dingin, saring atau blender hingga halus. Sajikan sebagai menu utama. 5. Nasi Tim Tempe Kaldu Ayam Tempe kaya akan protein nabati dan serat. Rebus kaldu ayam hingga mendidih, lalu masukkan beras, tempe cincang, bawang bombay, dan daun bawang. Masak sampai air terserap, kemudian pindahkan ke panci tim dan kukus selama 30 menit hingga beras lunak. Sajikan hangat untuk 2 porsi. 6. Nasi Tim Daging Giling Menu ini menggunakan margarin untuk menumis bawang putih, lalu tambahkan daging sapi giling, wortel, garam, dan beras setengah matang. Setelah tumisan matang, campur dengan daun bayam. Bagi adonan ke dalam mangkuk aluminium, tambahkan kaldu, dan kukus selama 30 menit. Hasilnya, 2 porsi nasi tim gurih siap disajikan. 7. Nasi Tim Sayuran Untuk Bunda yang ingin menu vegetarian, coba nasi tim sayuran ini. Rebus kaldu ayam, masukkan beras, wortel, buncis, bawang putih, dan daun bawang. Masak hingga semua bahan lunak dan air menyusut. Sajikan sebagai variasi menu sehat untuk Si Kecil. Tips Sukses Membuat Nasi Tim Perhatikan tekstur: Mulailah dari yang lembut, lalu tingkatkan kekentalannya sesuai respons bayi. Gunakan kaldu alami: Kaldu ayam atau sapi buatan sendiri lebih sehat dan kaya rasa. Hindari garam berlebih: Ginjal bayi belum siap menerima banyak natrium. Cukupi rasa dengan bahan alami seperti bawang dan jahe. Simpan dengan benar: Jika tidak langsung habis, simpan sisa nasi tim di kulkas dalam wadah tertutup maksimal 24 jam. Kenalkan satu per satu: Berikan bahan baru secara bergantian untuk memantau potensi alergi. Dengan berbagai pilihan resep di atas, Bunda tidak perlu bingung lagi menyusun menu MPASI untuk Si Kecil. Selamat mencoba dan semoga si kecil semakin lahap makan!

Redaksi-08 Oktober 2026
Panduan Smart Parenting: Penuhi Nutrisi Anak dengan Cara yang Tepat dan Praktis
Keluarga

Panduan Smart Parenting: Penuhi Nutrisi Anak dengan Cara yang Tepat dan Praktis

Belakangan ini, istilah smart parenting semakin populer di kalangan orang tua. Konsep ini mengajak kita untuk lebih cerdas dalam mengambil keputusan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam memilih asupan nutrisi yang tepat. Lantas, bagaimana cara memulainya? Simak ulasan berikut. Memahami Kebutuhan Nutrisi Anak Langkah awal dalam menerapkan smart parenting adalah memahami kebutuhan nutrisi anak sesuai usia dan tahap perkembangannya. WHO menekankan bahwa tugas orang tua bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan cara pemberiannya. Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah responsive feeding, yaitu membangun kebiasaan makan tanpa paksaan dan mengenali tanda lapar atau kenyang pada anak. Pendekatan ini membantu anak mengembangkan preferensi terhadap makanan sehat dan mencegah masalah gizi seperti kekurangan gizi atau obesitas. Pentingnya Memantau Pertumbuhan Anak Nutrisi yang cukup berperan besar dalam menjaga kesehatan anak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mendukung kemampuan belajar. Untuk memastikan pertumbuhan optimal, pantau secara rutin tinggi dan berat badan anak menggunakan standar pertumbuhan WHO. Dengan pemantauan rutin, Anda dapat mendeteksi dini jika ada masalah pertumbuhan, seperti berat badan kurang atau berlebih. Memenuhi Kebutuhan Makronutrien dan Mikronutrien Dalam menyusun menu harian, pastikan keseimbangan antara makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (zat besi, kalsium, vitamin D, zinc, vitamin A, dan lainnya). Makronutrien berfungsi sebagai sumber energi dan pembangun jaringan, sedangkan mikronutrien mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, fungsi kekebalan, dan pembentukan sel darah merah. Sayangnya, asupan mikronutrien sering kurang terpenuhi, terutama zat besi dan zinc. Oleh karena itu, sajikan makanan bergizi seimbang dari sumber protein hewani dan nabati, susu, sayur, dan buah. Jika perlu, lengkapi dengan produk yang diperkaya vitamin dan mineral. Solusi Nutrisi Praktis untuk Si Kecil Memilih produk nutrisi yang tepat juga bagian dari smart parenting. Ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan, seperti: Meiji Step Rakuraku Cubes: Susu lanjutan asal Jepang ini hadir dalam bentuk kubus praktis. Setiap kubus menghasilkan sekitar 40 ml susu. Produk ini mengandung makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) serta mikronutrien lengkap seperti zat besi, kalsium, zinc, vitamin A, C, D, E, B1, B2, B6, B12, niacin, asam folat, biotin, dan asam pantotenat. Juga dilengkapi Bifidobacteria. Kepraktisannya membuatnya mudah ditakar dan disiapkan, bahkan bisa dicampur ke dalam olahan makanan. Meiji Miraful: Produk ini menawarkan rasa nikmat yang disukai anak-anak, tersedia dalam tiga varian rasa. Cocok sebagai pelengkap asupan nutrisi harian. Dengan memberikan nutrisi yang tepat dan praktis, Anda dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ingatlah bahwa setiap anak unik, jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya. Semoga bermanfaat!

Redaksi-14 September 2026
Menyusui Bisa Mengubah Gen Bayi, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kesehatan Keluarga

Menyusui Bisa Mengubah Gen Bayi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bunda, setiap tetes ASI yang diberikan kepada si kecil ternyata menyimpan keajaiban yang luar biasa. Selain sebagai sumber makanan utama, menyusui juga diketahui mampu meninggalkan jejak biologis yang bertahan lama pada tubuh bayi. Temuan ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi para ibu yang sedang atau telah menjalani perjalanan menyusui.Apa yang Ditemukan Para Ilmuwan?Sebuah penelitian global yang melibatkan ribuan anak berhasil mengungkap bahwa menyusui dapat meninggalkan tanda pada gen bayi. Para peneliti dari University of Exeter di Devon, Inggris, menemukan adanya jejak darah pada anak-anak yang pernah disusui secara eksklusif, dan jejak ini masih terdeteksi bahkan bertahun-tahun setelah masa menyusui berakhir.Penelitian yang dipimpin oleh Barcelona Institute for Global Health dan University of Bristol ini melibatkan hampir 3.500 anak dari 11 negara, termasuk AS, Afrika Selatan, dan Spanyol. Anak-anak tersebut dipantau sejak lahir hingga usia 12 tahun. Hasilnya, mereka menemukan perbedaan yang signifikan pada anak-anak yang disusui secara eksklusif dibandingkan dengan yang tidak.Jejak Epigenetik pada Gen BayiDr. Doretta Caramaschi, penulis bersama penelitian ini, menjelaskan bahwa menyusui terkait dengan perubahan epigenetik. Epigenetik adalah proses yang memengaruhi perilaku gen tanpa mengubah urutan DNA itu sendiri. Artinya, ASI dapat 'menghidupkan' atau 'mematikan' gen tertentu yang berperan dalam perkembangan kesehatan anak, terutama terkait sistem kekebalan tubuh."Kami berhasil mengidentifikasi perbedaan pada anak-anak yang hanya disusui secara eksklusif, bahkan bertahun-tahun setelah pengalaman menyusui," ujar Dr. Caramaschi. Ia menambahkan bahwa temuan ini memberikan bukti lebih kuat bahwa menyusui memang memiliki manfaat biologis yang membantu perkembangan sehat anak.Manfaat Menyusui Lebih dari Sekadar NutrisiTemuan ini tentu saja menambah daftar panjang manfaat menyusui. Selain memberikan nutrisi lengkap, menyusui juga membantu perkembangan otak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan melindungi bayi dari berbagai penyakit. Jejak epigenetik yang ditinggalkan oleh ASI ini menjadi bukti bahwa keajaiban menyusui sungguh nyata.Bagi para ibu yang berhasil menyusui, temuan ini menjadi penyemangat tersendiri. Seperti yang dialami oleh Rebecca Bates, seorang ibu dari tiga anak di Honiton, yang merasa sangat beruntung bisa menyusui semua anaknya. "Saya melihat teman-teman yang tidak mampu, atau pernah kesulitan, jadi saya sangat beruntung karena semuanya berhasil bagi saya," tuturnya.Menyusui Tidak Selalu MudahMeski menyusui adalah proses alami, tidak semua ibu mengalaminya dengan mudah. Tantangan seperti ASI tidak lancar, puting lecet, atau bayi yang sulit menyusu sering kali menjadi penghalang. Menurut data Unicef, hanya sekitar 17 persen perempuan di Inggris yang masih menyusui pada usia bayi tiga bulan. Angka ini memang naik dari sebelumnya 13 persen, namun masih termasuk rendah dibandingkan negara lain.Banyak faktor yang memengaruhi keputusan seorang ibu untuk terus menyusui, mulai dari dukungan keluarga, kondisi kesehatan, hingga pilihan pribadi. Para peneliti pun menekankan bahwa menyusui bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan anak. Ada banyak cara lain untuk mendukung tumbuh kembang si kecil, seperti memberikan makanan bergizi, imunisasi, dan kasih sayang yang cukup.Pesan untuk Para BundaJika Bunda sedang berjuang dalam proses menyusui, tetaplah semangat. Setiap tetes ASI yang berhasil diberikan adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk si kecil. Namun, jika Bunda mengalami kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan dari konselor laktasi atau tenaga kesehatan. Ingatlah, ada banyak cara untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak, dan setiap usaha Bunda sangat berarti.Penelitian ini memang memberikan kabar baik, tetapi juga mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan menyusui itu unik. Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi buah hati, apa pun kondisinya. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah semangat Bunda dalam mengASIhi si kecil!

Redaksi-01 September 2026
Inspirasi Asmirandah dalam Menjaga Nutrisi Anak agar Tumbuh Optimal
Kesehatan Keluarga

Inspirasi Asmirandah dalam Menjaga Nutrisi Anak agar Tumbuh Optimal

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk dalam hal asupan nutrisi. Namun, tidak jarang kita merasa kewalahan memastikan si kecil mendapatkan makanan bergizi seimbang di tengah kesibukan sehari-hari. Hal ini juga dirasakan oleh artis sekaligus ibu satu anak, Asmirandah.Di sela-sela acara perayaan ulang tahun PT Sarihusada Generasi Mahardhika yang ke-72 di Raja Susu Flagship Store PIK, Jakarta, Asmirandah berbagi pengalamannya sebagai orang tua. Menurutnya, memberikan makanan yang mengenyangkan saja tidak cukup. Anak-anak membutuhkan nutrisi lengkap yang mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan kemampuan belajar mereka.Perjuangan Asmirandah Penuhi Nutrisi Harian ChloeAsmirandah mengaku selalu berusaha menyajikan menu makanan yang bervariasi untuk Chloe setiap harinya. Namun, ia juga menyadari bahwa menyediakan asupan lengkap secara konsisten bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, untuk melengkapi kebutuhan gizinya, Asmirandah memilih memberikan susu fortifikasi SGM Eksplor yang sudah dipercayainya sejak Chloe berusia satu tahun hingga sekarang."Saya selalu berusaha menyiapkan menu harian yang beragam, tapi saya juga paham bahwa memenuhi kebutuhan nutrisi anak setiap hari itu nggak selalu gampang. Makanya, saya lengkapi asupan harian Chloe dengan susu fortifikasi SGM Eksplor," ujar Asmirandah dengan ramah.Bagi Asmirandah, kunci utama adalah memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan lengkap agar ia siap menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. "Yang terpenting, anak harus dapat nutrisi lengkap supaya siap belajar, bermain, dan mengeksplorasi hal-hal baru setiap hari," tambahnya.Perayaan 72 Tahun Sarihusada: Komitmen untuk Gizi Anak IndonesiaKehadiran Asmirandah dalam acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan panjang Sarihusada dalam mendampingi keluarga Indonesia. Bersama Raja Susu, Sarihusada menggelar berbagai kegiatan edukasi nutrisi dan aktivitas keluarga yang tersebar di 17 titik wilayah Jabodetabek. Mulai dari edukasi bersama pakar kesehatan, permainan interaktif untuk ibu dan anak, hingga sesi minum susu bersama secara serentak.General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, menegaskan bahwa selama lebih dari tujuh dekade, Sarihusada berkomitmen meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. "Sejak 1954, tujuan kami tetap sama. Kami telah membantu menutrisi lebih dari 75 juta anak. Kepercayaan sebagai No.1 Pilihan Bunda memotivasi kami untuk terus berinovasi," jelasnya.Agung juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam menentukan pilihan nutrisi keluarga. Menurutnya, ketika ibu semakin percaya diri mengambil keputusan terkait gizi anak, hal itu turut berkontribusi dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik.Edukasi Zat Besi: Kunci Tumbuh Kembang AnakAcara ini juga menghadirkan edukasi dari Dokter Spesialis Anak, dr. Ria Yoanita, Sp.A, MARS, MM, CIMI, CBS, AIFO-K. Beliau menjelaskan pentingnya zat besi bagi tumbuh kembang anak. Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak."Kecukupan zat besi sangat memengaruhi aktivitas, kemampuan belajar, dan perkembangan anak sesuai usianya," terang dr. Ria. Ia pun menyarankan orang tua untuk menerapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi daging merah, ikan, telur, dan sayuran hijau. Selain itu, orang tua juga perlu cermat membaca label nutrisi pada produk kemasan agar sesuai dengan kebutuhan anak.Kolaborasi untuk Jangkauan Edukasi yang Lebih LuasKolaborasi dengan Raja Susu dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi nutrisi ini. Sales Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Rizki Imam Ardhi, berpendapat bahwa pemenuhan nutrisi anak membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar informasi yang tepat semakin mudah dijangkau keluarga. Sementara itu, Owner Raja Susu, Yohanes David Setiawan, menyebut Raja Susu saat ini telah memiliki lebih dari 174 cabang dan terus berupaya menjadi mitra keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, mulai dari masa kehamilan, menyusui, hingga masa pertumbuhan anak.Lewat perayaan 72 tahun ini, Sarihusada kembali menegaskan komitmennya untuk mendampingi keluarga Indonesia melalui inovasi nutrisi berbasis sains, edukasi, dan kolaborasi. Bagi Asmirandah, perjalanan menjadi ibu terus diisi dengan upaya sederhana namun konsisten untuk memastikan Chloe mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan agar bisa tumbuh dan belajar dengan optimal.

Redaksi-30 Agustus 2026
Moms, Hindari Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Punya Hubungan Buruk dengan Makanan
Kesehatan Keluarga

Moms, Hindari Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Punya Hubungan Buruk dengan Makanan

Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati, termasuk dalam hal makanan. Namun, tanpa sadar, beberapa komentar atau perilaku kita justru bisa membentuk hubungan yang negatif antara anak dan makanannya. Fenomena yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, yaitu 'almond mom', menjadi pengingat penting bagi kita semua.Apa Itu 'Almond Mom'?Istilah ini merujuk pada orang tua yang terlalu fokus pada berat badan dan membatasi asupan makanan anak secara berlebihan. Komentar-komentar seperti 'kamu sudah makan banyak, lho' atau 'jangan terlalu banyak makan nanti gemuk' mungkin terdengar sepele, tapi bisa meninggalkan luka batin yang dalam.Fenomena ini viral setelah potongan video seorang model terkenal yang menyarankan putrinya yang sedang merasa lemas untuk cukup makan beberapa butir almond. Meski terkesan sederhana, saran seperti ini justru mengajarkan anak untuk mengabaikan sinyal lapar dari tubuhnya sendiri.Kebiasaan yang Perlu DiwaspadaiPara ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa pola asuh seperti ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental anak. Anak yang terus-menerus dikomentari soal berat badannya cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah dan berisiko mengalami gangguan makan di kemudian hari.Budaya diet yang ditanamkan sejak dini juga bisa membuat anak merasa bersalah saat menikmati makanan. Padahal, makanan seharusnya menjadi sumber energi dan kenikmatan, bukan sumber kecemasan.Tips Menanamkan Kebiasaan Makan SehatLalu, bagaimana cara yang tepat untuk membangun kebiasaan makan sehat pada anak tanpa membuatnya stres? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:Hindari Label Baik-Buruk pada Makanan: Daripada menyebut sayuran itu 'baik' dan kue itu 'buruk', cobalah menjelaskan fungsinya dengan cara yang positif. Misalnya, 'Wortel mengandung vitamin yang membuat tubuhmu kuat melawan kuman' atau 'Kue ini manis dan enak, tapi kita nikmati saat acara spesial ya'.Ajak Anak Berbelanja dan Memasak: Libatkan si kecil dalam memilih bahan makanan dan menyiapkannya. Anak yang ikut memasak biasanya lebih antusias untuk mencoba makanan baru karena merasa memiliki 'hasil karya' sendiri.Jadilah Teladan yang Baik: Anak adalah peniru ulung. Jika kita ingin mereka makan sayur dan buah, kita juga harus menunjukkan kebiasaan yang sama. Tunjukkan sikap moderat dalam menikmati camilan dan makanan manis.Perlu diingat, setiap anak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Alih-alih membandingkan berat badan anak dengan anak lain, fokuslah pada pertumbuhan dan perkembangannya secara keseluruhan. Jika ada kekhawatiran tentang berat badan atau kebiasaan makan anak, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi.Membangun hubungan yang sehat dengan makanan adalah salah satu hadiah terbesar yang bisa kita berikan kepada anak. Dengan menciptakan lingkungan makan yang positif, kita membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki gaya hidup sehat di masa depan.

Redaksi-30 Agustus 2026
Menu MPASI Berkuah yang Bikin Bayi Gemuk dan Sehat
Kesehatan Keluarga

Menu MPASI Berkuah yang Bikin Bayi Gemuk dan Sehat

Di usia 10 bulan, bayi biasanya sudah mulai pandai memegang makanan sendiri. Ini saat yang tepat untuk mengenalkan tekstur baru yang lebih padat namun tetap lembut. Selain itu, kebutuhan gizinya pun meningkat, Bunda. Jangan khawatir, ada banyak pilihan menu berkuah yang bisa menambah berat badan si kecil tanpa bikin pusing.Kenapa MPASI Berkuah Penting?Makanan berkuah seperti sup bukan cuma menghangatkan tubuh, tapi juga membantu memenuhi kebutuhan cairan harian bayi. Terlebih jika si kecil sedang kurang minum atau sedang tidak enak badan. Kuah yang hangat juga bisa merangsang nafsu makan, lho. Yuk, simak resep-resep berikut yang simpel tapi kaya nutrisi!Resep MPASI Berkuah untuk Bayi 10 Bulan1. Sup Oyong Misoa dengan Telur PuyuhOyong atau gambas kaya serat dan mudah dicerna. Dipadukan dengan misoa yang lembut dan telur puyuh, menu ini dijamin disukai si kecil.Bahan:1 buah oyong, kupas dan potong50 gram misoa, seduh air panas40 gram udang kupas, cincang halus5 butir telur puyuh, rebus dan kupas2 sdm minyak untuk menumis1 siung bawang putih, haluskanCara membuat:Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum.Masukkan udang, masak sampai berubah warna.Tambahkan air secukupnya, masukkan oyong, masak hingga empuk.Masukkan misoa dan telur puyuh, aduk sebentar.Angkat dan sajikan hangat.2. Bakso Ikan Tenggiri Kuah TomatIkan tenggiri kaya protein dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Dibuat bakso yang lembut, si kecil pasti suka.Bahan:7 sdm ikan tenggiri giling2 sdm tepung sagu1 butir putih telur100 ml air es2 sdt bawang putih bubuk1/2 sdt lada putih bubukGaram secukupnya1 sdm ghee atau minyak goreng2 siung bawang putih, cincang300 ml air matang1 buah tomat, potong daduKuning telur dari sisa putih telurCara membuat:Blender ikan tenggiri, tepung sagu, putih telur, bawang putih bubuk, lada, dan garam dengan air es hingga halus.Tumis bawang putih cincang dengan ghee hingga harum.Tuang air, masukkan kuning telur, aduk cepat hingga matang.Bentuk adonan ikan menjadi bulatan-bulatan kecil, masukkan ke dalam kuah.Tunggu hingga bakso mengapung, tambahkan tomat, koreksi rasa.Sajikan hangat.3. Opor Ayam KampungOpor ayam dengan kuah santan yang gurih pasti disukai bayi. Ayam kampung lebih berprotein dan rendah lemak.Bahan:5 potong paha bawah ayam kampung1 buah tomat, potong dadu3 sdm minyak kelapa3 sdm santan kental500 ml air1 batang serai, memarkan2 lembar daun jeruk2 lembar daun salam5 butir bawang merah2 siung bawang putih1/2 buah bawang bombai1 sdt ketumbar bubuk1/2 sdt kapulaga bubuk1/4 sdt pala bubukCara membuat:Rebus ayam dengan daun salam dan daun jeruk hingga empuk.Haluskan bawang merah, bawang putih, bawang bombai, ketumbar, kapulaga, dan pala.Tumis bumbu halus dengan minyak kelapa hingga harum, masukkan serai.Masukkan ayam rebus, aduk rata, tambahkan air rebusan.Tuang santan, masak hingga mendidih.Masukkan tomat, angkat, sajikan.4. Bubur Sup Daging Kacang MerahKacang merah kaya zat besi dan protein nabati. Dikombinasikan dengan daging ayam, menu ini sangat baik untuk menambah berat badan.Bahan:50 gram nasi30 gram daging ayam cincang1 butir telur ayam, kocok lepas10 gram buncis, iris halus10 gram wortel, parut10 gram kacang merah, rendam dan rebus empuk1 batang bawang daun, iris1 batang seledri, iris300 ml kaldu ayam2,5 gram minyak untuk menumis2 siung bawang merah2 siung bawang putihCara membuat:Didihkan kaldu, masukkan kacang merah hingga empuk.Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan daging ayam, masak hingga berubah warna.Masukkan tumisan ke dalam kaldu, tambahkan nasi, buncis, dan wortel.Tuang telur kocok sambil diaduk, masak hingga matang.Taburi bawang daun dan seledri, sajikan.5. Belut Kuah Santan KuningBelut kaya protein dan lemak baik yang membantu penambahan berat badan. Diolah dengan kuah santan kuning, rasanya gurih dan menggugah selera.Bahan:2 ekor belut, potong, marinasi dengan jeruk nipis1 buah tomat, potong500 ml air65 ml santan kental2 lembar daun jeruk1 batang serai3 butir bawang merah2 siung bawang putih1 ruas kunyit1/2 sdt ketumbarGaram secukupnyaCara membuat:Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, dan ketumbar.Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum, masukkan serai dan daun jeruk.Masukkan belut, aduk hingga berubah warna.Tuang air dan santan, masak hingga mendidih dan belut matang.Tambahkan tomat, koreksi rasa, angkat.Dengan variasi menu di atas, dijamin si kecil tidak akan bosan dan berat badannya pun naik optimal. Selamat mencoba, Bunda!

Redaksi-30 Agustus 2026
Menu MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Dicoba
Kesehatan Keluarga

Menu MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Dicoba

Melihat kurva pertumbuhan bayi yang datar atau bahkan menurun memang bisa bikin hati deg-degan. Padahal, berat badan adalah salah satu indikator penting tumbuh kembang optimal. Sebelum panik, pastikan dulu tidak ada masalah medis yang mendasarinya. Jika sudah aman, saatnya fokus pada menu MPASI yang kaya lemak sehat dan kalori.Kenapa Lemak Itu Penting untuk Bayi?Banyak orang tua yang justru menghindari lemak karena takut bikin gemuk. Padahal, untuk bayi, lemak adalah sumber energi utama. Ahli gizi Jill Castle, RD, mengingatkan bahwa komposisi ASI dan susu formula saja hampir separuhnya berasal dari lemak. Bayi dan balita memang butuh lemak lebih banyak untuk mendukung perkembangan otak, sistem saraf, dan penyerapan vitamin A, D, E, serta K.Jadi, jangan ragu untuk menambahkan lemak sehat ke dalam menu harian Si Kecil. Tapi ingat, tetap konsultasikan dengan dokter anak sebelum melakukan perubahan besar pada pola makannya, ya.Rekomendasi Makanan Penambah Berat Badan BayiSetelah bayi memasuki fase MPASI, pastikan setiap suapan mengandung nutrisi padat. Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa membantu menaikkan berat badan bayi secara bertahap:1. Minyak ZaitunSatu gram lemak menyediakan 9 kalori, jauh lebih tinggi daripada protein atau karbohidrat yang hanya 4 kalori. Menambahkan satu sendok teh minyak zaitun ke dalam puree sayuran bisa meningkatkan kalori secara signifikan tanpa mengubah rasa terlalu banyak.2. Selai KacangKacang-kacangan, seperti selai kacang tanah, almond, atau mede, kaya lemak sehat dan protein. Perkenalkan secara bertahap setelah bayi terbiasa dengan makanan lain. Campurkan sedikit selai kacang ke dalam bubur sereal atau puree buah untuk menambah cita rasa dan kalori.3. Susu dan Produk OlahannyaSebelum usia 1 tahun, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama. Setelah itu, susu sapi full cream bisa diperkenalkan. Untuk bayi di bawah 1 tahun, keju dan yogurt bisa menjadi pilihan produk olahan susu yang aman dan bernutrisi.4. AlpukatTeksturnya yang lembut dan rasanya yang netral membuat alpukat mudah diterima bayi. Haluskan alpukat dan campur dengan ASI atau bubur untuk meningkatkan kalori dan lemak sehat.5. PisangDibandingkan buah lain seperti semangka atau apel, pisang memiliki kalori lebih tinggi. Pisang juga kaya kalium dan serat, baik untuk pencernaan bayi. Haluskan pisang dan campur dengan sereal atau bubur.6. KejuTaburan keju parut di atas puree atau bubur bisa menambah rasa gurih sekaligus kalori. Keju mengandung lemak sehat, protein, zinc, vitamin B12, kalsium, dan fosfor yang mendukung pertumbuhan tulang dan otak.7. OatmealOatmeal tidak hanya mengenyangkan, tapi juga kaya zat besi dan zinc. Campurkan oatmeal dengan ASI, susu formula, atau puree buah untuk sarapan yang padat energi.8. PirBuah pir, terutama yang matang, mengandung kalori lebih tinggi daripada beberapa buah lainnya. Kukus pir hingga lunak, lalu haluskan dengan garpu. Bisa juga dicampur dengan yogurt atau sereal.9. YogurtPilih yogurt full-fat tanpa tambahan gula. Yogurt bisa dicampur dengan buah atau sereal untuk camilan kaya protein dan lemak. Pastikan teksturnya sesuai dengan usia bayi.10. TelurTelur orak-arik atau telur rebus yang dihaluskan adalah sumber DHA, salah satu asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak. Mulai perkenalkan telur setelah bayi berusia 6 bulan dan pastikan matang sempurna.Kapan Harus Khawatir?Jika dokter anak sudah memeriksa dan tidak ada masalah medis, mungkin Anda tidak perlu terlalu khawatir. Setiap bayi punya ritme pertumbuhan yang berbeda, terutama bayi prematur. Namun, tetaplah rutin memantau berat badan dan konsultasikan ke dokter jika ada hal yang mengganjal. Catat semua perkembangan Si Kecil, termasuk pola makan dan frekuensi menyusu, agar dokter bisa memberikan saran yang tepat.Ingat, kunci utama adalah kesabaran dan konsistensi. Dengan menu yang tepat dan cinta dari mama, Si Kecil pasti akan mencapai berat badan idealnya. Semangat, ya!

Redaksi-07 Agustus 2026
Sinbiotik: Rahasia Jaga Imunitas Si Kecil Sejak Dini
Gaya Hidup

Sinbiotik: Rahasia Jaga Imunitas Si Kecil Sejak Dini

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) memang jadi momen paling krusial untuk tumbuh kembang anak. Di fase inilah fondasi kesehatan jangka panjangnya dibangun, dan salah satu kuncinya ternyata ada di saluran cerna. Bukan cuma tempat mencerna makanan, usus juga berhubungan erat dengan sistem imunitas si kecil. Mengapa Kesehatan Usus Penting Banget? Di dalam saluran cerna kita hidup sekitar 100 triliun mikrobiota yang punya tugas penting menjaga keseimbangan tubuh. Mikrobiota ini membantu pencernaan dan juga memperkuat daya tahan tubuh. Jadi, menjaga komposisi bakteri baik di usus sejak awal kehidupan itu sangat penting untuk kesehatan anak secara keseluruhan. Dalam sebuah diskusi media di Jakarta, Prof. Yvan Vandenplas, pakar gastroenterologi anak dari University Hospital Brussels, Belgia, menjelaskan bahwa masa awal kehidupan adalah waktu kritis pembentukan mikrobiota usus. Ia menegaskan bahwa biotik, seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik, bisa mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. “Kesehatan saluran cerna adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal dan kesehatan holistik anak,” ujarnya. Apa Itu Sinbiotik? Sinbiotik adalah kombinasi antara prebiotik dan probiotik yang bekerja sama menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Prebiotik sendiri adalah makanan untuk bakteri baik, yang bisa ditemukan di makanan kaya serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Sementara probiotik adalah bakteri baik yang langsung memberikan manfaat bagi tubuh. Kombinasi ini semakin relevan untuk anak-anak yang lahir lewat operasi caesar. Penelitian menunjukkan, bayi yang lahir caesar punya komposisi mikrobiota usus yang berbeda dibanding bayi lahir normal. Hal ini bisa memicu ketidakseimbangan mikrobiota atau disbiosis, yang berdampak pada kesehatan pencernaan dan imunitas anak. Inovasi Nutrisi untuk Dukung Imunitas Anak Menyadari pentingnya hal ini, perusahaan nutrisi seperti Danone terus mengembangkan inovasi berbasis penelitian ilmiah. Melalui Nutricia Research, mereka mengembangkan prebiotik FOS:GOS dengan rasio 1:9 yang telah teruji melalui berbagai studi klinis internasional. Selain itu, kombinasi sinbiotik FOS:GOS 1:9 dengan Bifidobacterium breve M16-V juga telah diuji secara klinis dan terbukti membantu memulihkan bakteri baik pada anak yang lahir caesar. Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan komunitas ilmiah. Tujuannya jelas, menghadirkan solusi nutrisi berbasis bukti ilmiah yang bisa mendukung kesehatan pencernaan dan imunitas anak-anak Indonesia. Tips Praktis untuk Moms Selain memberikan nutrisi yang tepat, Moms juga bisa mendukung kesehatan usus si kecil dengan cara-cara sederhana sehari-hari: Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, karena ASI mengandung prebiotik alami yang baik untuk usus bayi. Perkenalkan makanan padat bergizi seimbang yang kaya serat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian. Pastikan asupan cairan tercukupi agar pencernaan tetap lancar. Ajak si kecil bermain dan beraktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter anak untuk pilihan nutrisi tambahan yang tepat, terutama jika si kecil lahir secara caesar. Dengan memahami pentingnya kesehatan saluran cerna sejak dini, Moms sudah selangkah lebih maju dalam mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal. Yuk, mulai perhatikan asupan nutrisi dan jaga kesehatan ususnya dari sekarang!

Redaksi-07 Agustus 2026
Variasi MPASI Jagung yang Lezat dan Bergizi untuk Si Kecil
Kesehatan Keluarga

Variasi MPASI Jagung yang Lezat dan Bergizi untuk Si Kecil

Jagung merupakan salah satu bahan makanan yang sangat baik untuk MPASI karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Selain mengandung vitamin B, jagung juga kaya akan zinc, magnesium, zat besi, dan antioksidan yang mendukung kesehatan mata si kecil. Namun, penting untuk menyajikan jagung dengan tekstur yang tepat agar bayi tidak tersedak. Untuk bayi usia 6 bulan, jagung harus dihaluskan hingga lembut, baru kemudian dicampur dengan bahan lain atau disajikan sebagai puree tunggal.Tips Menyajikan Jagung untuk BayiSebelum memperkenalkan jagung, pastikan teksturnya sudah benar-benar halus. Hindari memberikan biji jagung utuh hingga bayi berusia sekitar 12-18 bulan, tergantung kemampuan mengunyahnya. Anda bisa merebus jagung terlebih dahulu, lalu menghaluskannya dengan blender atau saringan. Jika terlalu kental, tambahkan ASI, susu formula, atau air matang untuk mendapatkan kekentalan yang pas.Resep MPASI Jagung PilihanBerikut beberapa resep MPASI jagung yang bisa Anda coba di rumah. Semua resep ini mudah dibuat dan kaya nutrisi.1. Puree Jagung Manis, Telur, dan TahuBahan-bahan: 30 gram jagung manis pipil, 20 gram tahu putih, 40 gram telur ayam kampung, 150 ml ASI/susu formula, 100 ml air.Cara membuat: Rebus telur hingga matang, kupas dan potong kecil. Masak jagung dan tahu dalam air hingga matang. Masukkan semua bahan ke blender bersama ASI/susu formula, haluskan, lalu saring. Sajikan hangat.2. Bubur Jagung Manis, Brokoli, dan AyamBahan-bahan: 40 gram jagung manis pipil, 30 gram brokoli, 30 gram daging ayam cincang, 20 gram tahu, 10 gram susu formula bubuk, 150 ml air.Cara membuat: Rebus jagung, brokoli, ayam, dan tahu dalam air hingga matang. Blender semua bahan hingga halus, lalu campur dengan susu formula bubuk. Aduk rata dan sajikan.3. Puree Jagung, Bayam, dan TahuBahan-bahan: 30 gram jagung manis pipil, 20 gram bayam, 40 gram tahu, 200 ml air.Cara membuat: Masukkan jagung, bayam, dan tahu ke dalam panci, tambahkan air. Masak hingga matang, lalu blender dan saring. Tuang ke mangkuk dan sajikan.4. Bubur Jagung, Daging, dan OatBahan-bahan: 30 gram nasi putih, 30 gram oatmeal, 30 gram daging giling, daun seledri secukupnya.Cara membuat: Kukus jagung dan daging hingga matang. Campur dengan oatmeal dan seledri, blender dengan sedikit air matang hingga halus. Sajikan selagi hangat.5. Puree Jagung PisangBahan-bahan: 80 gram jagung muda, 60 gram pisang matang.Cara membuat: Serut jagung muda, lalu kukus hingga empuk. Potong pisang dadu. Blender jagung dan pisang hingga halus, tambahkan air jika perlu. Sajikan segera.6. Bubur Melon Jagung ManisBahan-bahan: 70 gram daging melon, 20 gram jagung manis pipil, 6 sdm ASI/air matang.Cara membuat: Rebus jagung dalam 50 ml air hingga empuk. Blender semua bahan hingga lembut, saring, dan berikan pada bayi.7. Bubur Kanju Rumbi Ayam dan UdangBahan-bahan (3 porsi): 60 gram nasi putih, 30 gram daging ayam, 20 gram udang, 15 gram wortel, 15 gram jagung pipil, 15 ml santan, 350 ml kaldu ayam, 2 lembar daun pandan, bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kapulaga, ketumbar, kayu manis, cengkeh, merica, jintan, pekak, pala), 50 gram pepaya.Cara membuat: Rebus ayam setengah matang, potong dadu. Rebus udang hingga berubah warna, buang kulit, potong. Tumis bumbu halus dengan daun pandan, tambahkan kaldu, masak nasi hingga lunak. Masukkan ayam, udang, wortel, jagung, masak hingga matang. Saring sesuai tekstur, sajikan dengan pepaya.Semua resep di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan usia bayi. Pastikan tekstur makanan sesuai tahap perkembangan si kecil, dan jangan lupa untuk memperkenalkan satu bahan baru dalam satu waktu untuk memantau alergi.

Redaksi-05 Juli 2026
Sarapan Pagi Rahasia Anak Fokus dan Berprestasi di Sekolah
Kesehatan Keluarga

Sarapan Pagi Rahasia Anak Fokus dan Berprestasi di Sekolah

Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai rapor, tapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh optimal. Di era belajar yang makin dinamis, anak dituntut untuk berpikir kritis dan aktif berdiskusi. Nah, untuk bisa mengikuti proses ini, kesiapan sejak pagi hari jadi faktor penting. Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar adalah sarapan sehat bergizi lengkap.Kenapa Sarapan Itu Penting?Sarapan memberi energi awal yang dibutuhkan otak dan tubuh anak. Tanpa sarapan, anak bisa merasa lemas, sulit konsentrasi, dan kurang bersemangat belajar. Sebaliknya, dengan sarapan bernutrisi, anak lebih siap menerima pelajaran, aktif bertanya, dan percaya diri berinteraksi di kelas. Bunda, ini bukan sekadar mitos, ya—banyak penelitian mendukung pentingnya sarapan untuk performa akademik dan kesehatan mental anak.Solusi Praktis untuk Orang Tua SibukMembangun kebiasaan sarapan konsisten memang tantangan, apalagi di pagi yang super sibuk. Tapi tenang, ada solusi praktis yang bisa membantu. Energen hadir sebagai pilihan sarapan sehat yang lengkap: mengandung susu, karbohidrat, sereal, serat, protein, plus 10 vitamin dan mineral. Variannya pun beragam, dari cokelat, kacang hijau, vanilla, jahe, kurma, hingga yang seru seperti Energen Topping Beng Beng Balls dan Roma Malkist. Jadi, anak tetap semangat sarapan tanpa drama!Inspirasi dari Kabupaten BandungBaru-baru ini, Energen bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar kampanye Anak Energen Anak Berprestasi. Acara ini dihadiri ribuan peserta dari 301 sekolah, lengkap dengan sarapan bersama, talkshow interaktif, dan penyerahan hadiah. Ibu Iis, salah satu peserta, mengaku makin sadar bahwa kebiasaan kecil seperti sarapan bisa berdampak besar pada konsentrasi anak. “Saya selalu pastikan anak sarapan bergizi sebelum sekolah. Hasilnya, dia lebih fokus dan semangat belajar,” ujarnya.Ibu Hilda, seorang guru, juga menambahkan bahwa anak yang datang dengan perut terisi cenderung lebih aktif dan percaya diri di kelas. “Kebiasaan di rumah sangat memengaruhi kesiapan belajar anak,” katanya. Dukungan dari orang tua dan sekolah memang saling melengkapi, dan sarapan adalah langkah awal yang sederhana tapi kuat.Tips Membangun Rutinitas SarapanLibatkan anak memilih menu sarapan favorit agar mereka antusias.Siapkan bahan sarapan malam sebelumnya untuk menghemat waktu.Jadikan momen sarapan sebagai quality time keluarga tanpa gadget.Kombinasikan Energen dengan buah atau roti gandum untuk variasi.Ingat, Bunda, membangun kebiasaan butuh konsistensi. Tapi hasilnya sepadan: anak lebih siap belajar, fokus, dan berprestasi. Yuk, mulai dari pagi ini!

Redaksi-29 Juni 2026
Ciptakan Kenangan Indah Bersama Anak dengan Nutrisi dan Kehadiran Penuh Orang Tua
Kesehatan Keluarga

Ciptakan Kenangan Indah Bersama Anak dengan Nutrisi dan Kehadiran Penuh Orang Tua

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, tak jarang kita terjebak pada anggapan bahwa kebahagiaan anak identik dengan mainan baru atau barang-barang mahal. Padahal, yang paling membekas dalam ingatan anak adalah momen kebersamaan dan kehangatan yang tercipta bersama orang tua.Pentingnya Kehadiran Fisik dan EmosionalPsikolog keluarga Rayna Winata menegaskan bahwa anak akan tumbuh optimal saat mereka merasa aman, nyaman, dan ditemani. Kehadiran orang tua secara fisik dan emosional di setiap tahap perkembangan anak menjadi fondasi penting untuk membentuk kenangan indah.“Anak-anak akan berkembang dengan baik ketika mereka dipeluk, ditemani, dan dipahami,” ujar Rayna dalam sebuah acara talkshow interaktif yang digelar baru-baru ini.Nutrisi sebagai Fondasi Tumbuh KembangSelain kehadiran, nutrisi juga memegang peran vital. Asupan gizi yang cukup membantu anak lebih berani bereksplorasi, menjaga mood tetap baik, dan siap belajar hal-hal baru. Nutrisi yang tepat menjadi fondasi agar anak bisa berkembang secara optimal.Tips Menciptakan Momen BerkualitasRayna menyarankan para orang tua untuk melakukan special time bersama anak, yaitu waktu khusus selama 15-30 menit, sekitar tiga kali dalam seminggu. Waktu ini bisa diisi dengan aktivitas sederhana seperti bermain, membaca buku, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan gadget.Seorang ibu dan momfluencer Venny Alawiyah berbagi pengalaman tentang pentingnya kualitas waktu. “Tantangan terbesar adalah waktu. Kita hadir di depan anak, tapi justru sibuk dengan gadget. Yang perlu kita berikan adalah waktu yang berkualitas,” katanya.Venny rutin melibatkan putrinya, Verecia, saat membuat bekal pagi hari. Kegiatan sederhana ini ternyata mempererat hubungan mereka sekaligus mengajarkan anak tentang makanan sehat.Mengatasi Anak Picky EaterBagi anak yang pilih-pilih makanan, kreativitas orang tua sangat dibutuhkan. Venny menggabungkan makanan yang disukai anak dengan bahan bernutrisi agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.Dengan kehadiran penuh dan nutrisi yang tepat, setiap langkah kecil bersama anak akan menjadi kenangan indah yang dikenang sepanjang masa.

Redaksi-27 Juni 2026
Seru dan Edukatif, Frisian Flag Ajak Ibu Surabaya Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Keluarga

Seru dan Edukatif, Frisian Flag Ajak Ibu Surabaya Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Setiap orang tua pasti mendambakan anak yang cerdas, aktif, dan mampu meraih potensi terbaiknya. Namun, kecerdasan anak tidak datang begitu saja. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari asupan nutrisi sejak dini hingga stimulasi yang tepat. Pemberian makanan bergizi seimbang dan aktivitas yang merangsang otak menjadi kunci utama untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.Frisian Flag Temani Langkah Anak di SurabayaBerangkat dari kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, Frisian Flag Indonesia menggelar acara bertajuk 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti'. Setelah sukses di Jakarta, acara ini hadir di Atrium Mall Tunjungan Plaza 6, Surabaya, pada 19-21 Juni 2026. Acara ini dirancang untuk mengedukasi para orang tua tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi dalam mendukung perkembangan optimal si kecil.Talkshow: Nutrisi dan Stimulasi, Kunci Kecerdasan AnakPada hari kedua, Sabtu (20/6/26), digelar talkshow bertema 'Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Asupan Tepat'. Acara ini menghadirkan dr. Nurita Alami Sp.A, CIMI, Sp.A, Ph.D., seorang dokter spesialis anak, serta Momfluencer Sherly Lembono bersama putranya, Jason.Dokter Nurita menjelaskan bahwa nutrisi adalah fondasi utama tumbuh kembang anak. “Nutrisi yang tepat dapat menjaga daya tahan tubuh, sehingga anak tidak mudah sakit. Jika jarang sakit, berat badan naik optimal dan perkembangan otak terstimulasi dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan nutrisi anak terdiri dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (kalsium, vitamin D, magnesium, omega-3, omega-6, DHA). Khusus untuk perkembangan otak, zat besi, omega-3, omega-6, dan DHA sangat penting untuk membentuk struktur dan volume otak yang optimal. Jika anak susah makan (picky eater), orang tua bisa memilih susu yang diperkaya nutrisi tersebut.Selain nutrisi, stimulasi juga tidak kalah penting. Dokter Nurita menekankan bahwa quality time bersama anak, meski hanya 30 menit sehari, dapat menjadi stimulasi yang efektif. “Anak-anak senang bermain, jadi berikan stimulasi melalui aktivitas bermain yang menyenangkan,” sarannya.Sherly Lembono, seorang ibu dua anak, setuju bahwa kombinasi nutrisi dan stimulasi sangat penting. Ia rutin memberikan susu yang mengandung omega-3, omega-6, dan DHA untuk melengkapi asupan harian anak-anaknya. “Jason dan Claretta punya preferensi makan berbeda. Jason suka karbohidrat, Claretta suka buah dan protein. Saya imbangi dengan susu agar nutrisinya seimbang,” cerita Sherly. Untuk Jason yang aktif basket dan banyak les, Sherly selalu membawakan bekal susu.Jelajah Empat Station EdukatifAcara Frisian Flag tidak hanya talkshow, tetapi juga menghadirkan empat station interaktif yang seru dan edukatif. Setiap station dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sambil bermain bagi anak-anak. Mulai dari station yang mengajarkan tentang pentingnya nutrisi, hingga aktivitas fisik yang menyenangkan. Semua station ini menjadi cara asyik untuk menemani perjalanan tumbuh kembang si kecil.Dengan acara seperti ini, Frisian Flag ingin mengajak para orang tua untuk lebih peduli pada nutrisi dan stimulasi anak. Karena setiap langkah kecil hari ini akan membawa mereka menuju masa depan yang lebih cerah.

Redaksi-26 Juni 2026
7 Sumber Zat Besi Terbaik untuk MPASI Si Kecil
Kesehatan Keluarga

7 Sumber Zat Besi Terbaik untuk MPASI Si Kecil

Zat besi adalah nutrisi kunci untuk membentuk sel darah merah yang sehat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sayangnya, banyak balita yang mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Kondisi ini bisa menyebabkan si kecil cepat lelah, pusing, dan kehilangan nafsu makan. Untungnya, dengan memberikan makanan yang tepat, kebutuhan zat besi harian anak bisa terpenuhi.Menurut panduan kesehatan, kebutuhan zat besi anak berbeda-beda sesuai usia:Usia 0–6 bulan: 0,27 mg per hariUsia 6–12 bulan: 11 mg per hariUsia 1–3 tahun: 7 mg per hariUsia 4–8 tahun: 10 mg per hariNah, berikut 7 makanan tinggi zat besi yang cocok untuk MPASI dan menu harian anak:1. Hati Ayam dan SapiHati adalah salah satu sumber zat besi heme yang paling mudah diserap tubuh. Hati ayam mengandung sekitar 9,8 mg zat besi per 3 ons, sementara hati sapi sekitar 5,2–6,5 mg per porsi. Hati domba bahkan lebih tinggi, hingga 10–15 mg per 100 gram. Namun, pastikan untuk memberikannya dalam jumlah wajar dan dimasak matang sempurna.2. Daging Tanpa LemakDaging sapi, domba, dan ayam bagian gelap kaya akan zat besi heme. Dalam 100 gram daging sapi, terkandung sekitar 2,1–3,5 mg zat besi. Daging ini juga mudah diolah menjadi bubur atau pure untuk MPASI.3. Sayuran Hijau GelapBrokoli, bayam, dan kale adalah pilihan sayuran dengan zat besi tinggi. Setengah cangkir bayam rebus mengandung sekitar 3 mg zat besi. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam nasi tim atau sup.4. TelurTelur rebus mengandung 1 mg zat besi per butir. Selain itu, telur juga kaya protein dan vitamin. Jangan khawatir soal kolesterol—penelitian terbaru menunjukkan telur aman dikonsumsi anak dalam jumlah wajar.5. Ikan dan Makanan LautSarden, tuna, salmon, dan makarel kaya akan zat besi heme dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Ikan bisa dihaluskan atau dijadikan nugget homemade.6. Tahu dan TempeSetengah cangkir tahu mengandung 3 mg zat besi. Tempe juga sumber zat besi nabati yang baik—100 gram tempe menyediakan sekitar 11% kebutuhan harian. Agar penyerapannya optimal, padukan dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau stroberi.7. Kismis dan Buah KeringKismis, kurma, aprikot kering, dan plum adalah camilan manis yang mengandung zat besi. Seperempat cangkir kismis mengandung sekitar 1 mg zat besi. Cocok sebagai topping bubur atau camilan tangan.Tips agar Zat Besi Terserap MaksimalBerikan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi hingga usia 2 tahun.Variasi menu dengan protein hewani dan nabati setiap hari.Sertakan buah dan sayur kaya vitamin C (jeruk, stroberi, tomat, brokoli) untuk membantu penyerapan zat besi.Dengan mengenalkan beragam makanan ini sejak dini, kebutuhan zat besi si kecil bisa terpenuhi dan tumbuh kembangnya optimal.

Redaksi-25 Juni 2026
7 Langkah Optimalkan Tinggi Badan Anak, Bukan Cuma Soal Makanan
Kesehatan Keluarga

7 Langkah Optimalkan Tinggi Badan Anak, Bukan Cuma Soal Makanan

Melihat anak tumbuh tinggi dan aktif adalah impian semua ibu. Selain asupan nutrisi yang seimbang, ada beberapa kebiasaan yang bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan anak secara optimal. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh langkah yang bisa kamu coba.1. Pastikan Tidur yang CukupTidur bukan sekadar istirahat, melainkan waktu krusial bagi tubuh anak untuk melepaskan hormon pertumbuhan (HGH). Anak usia sekolah disarankan tidur 8–10 jam setiap malam. Kurang tidur secara terus-menerus bisa menghambat produksi HGH, sehingga pertumbuhan tinggi badan pun terhambat.2. Biasakan Postur Tubuh yang BaikPostur membungkuk bisa memberi tekanan pada tulang belakang dan mengganggu pertumbuhan. Ajari anak untuk duduk dan berdiri tegak. Latihan sederhana seperti berdiri dengan punggung menempel dinding bisa membantu membentuk postur yang benar.3. Jemur di Bawah Sinar Matahari PagiVitamin D dari sinar matahari membantu penyerapan kalsium dan memperkuat tulang. Ajak anak bermain di luar sebelum pukul 09.00 atau setelah pukul 15.00. Selain itu, beri asupan ikan berlemak, jamur, dan kuning telur sebagai sumber vitamin D lainnya.4. Latihan Peregangan RutinPeregangan membantu memanjangkan tulang belakang dan memperbaiki postur. Contoh gerakan: anak berdiri di ujung jari kaki sambil meraih ke atas, atau duduk dengan kaki terbuka lebar lalu meraih ujung kaki. Lakukan secara rutin setiap hari.5. Bergelantungan dan Pull-upBergelantungan di palang atau melakukan pull-up dapat meregangkan tulang belakang dan memperkuat otot lengan serta punggung. Aktivitas ini sudah lama direkomendasikan untuk mendukung tinggi badan anak.6. Lompat Tali dan BerlariLompat tali melatih seluruh tubuh dan mendorong pertumbuhan vertikal. Berlari juga memperkuat tulang kaki serta meningkatkan hormon pertumbuhan. Jadikan aktivitas ini menyenangkan, misalnya dengan berlomba atau bermain bersama.7. Berenang dan BersepedaBerenang melatih semua otot dan meregangkan tulang belakang. Sementara bersepeda memperkuat tulang kaki melalui gerakan mengayuh. Keduanya adalah olahraga yang disukai anak dan efektif untuk pertumbuhan.Ingat, konsistensi adalah kuncinya. Kombinasikan kebiasaan di atas dengan pola makan bergizi seimbang, dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan serta semangat pada si kecil. Dengan begitu, potensi tinggi badannya bisa optimal sesuai genetikanya.

Redaksi-25 Juni 2026
AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya
Kesehatan Keluarga

AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya

Di tengah derasnya pilihan produk nutrisi anak, banyak ibu Indonesia yang mulai sadar pentingnya memahami apa yang terkandung dalam susu formula. Bukan hanya soal merek, tetapi juga bahan baku, proses produksi, dan transparansi informasi. Masalah kesehatan seperti stunting, karies gigi, dan obesitas pada anak masih menjadi kekhawatiran, sehingga memilih nutrisi yang tepat menjadi semakin krusial.AceKid: Jawaban untuk Nutrisi yang Lebih TransparanFEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid di Indonesia. Produk ini mengusung konsep baru: menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama, yang sumbernya dapat dilacak hingga ke peternakan. Dengan sistem pemrosesan one-step fresh, kualitas susu tetap terjaga hingga sampai ke tangan si kecil.Yang membedakan AceKid dari produk lain adalah komitmennya pada kesederhanaan. Susu formula ini bebas dari tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Jadi, ibu tak perlu khawatir dengan gula tersembunyi yang bisa memicu masalah gigi atau berat badan.Dukungan Riset dan AhliAceKid tidak hanya mengandalkan klaim, tetapi juga didukung oleh riset ekstensif. FEIHE Research Institute telah menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, memiliki 847 paten, dan bekerja sama dengan institusi seperti Harvard Medical School dan Peking University. Hasilnya, produk ini dikembangkan berdasarkan data dan uji klinis.Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak UI, menekankan pentingnya membaca label. “Sering kali orang tua fokus pada tambahan seperti AHA dan DHA, padahal komposisi utama adalah kunci. Perhatikan sumber bahan, proses produksi, dan ada tidaknya gula tambahan,” ujarnya.Penghargaan dan Brand AmbassadorPada peluncurannya, AceKid meraih Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori inovasi susu formula dari susu segar dengan sumber terlacak. Penghargaan ini menilai kebaruan ide, keunikan, dan manfaat nyata bagi pasar.AceKid juga menggandeng Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador. Keduanya dipilih karena merupakan figur ayah yang peduli pada nutrisi anak, sehingga pesan tentang pentingnya peran orang tua dalam memilih nutrisi bisa tersampaikan dengan lebih dekat.Dengan hadirnya AceKid, para ibu kini punya pilihan susu formula yang lebih transparan dan berkualitas. Tentu, ASI tetap menjadi yang terbaik, namun jika diperlukan, AceKid siap mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita