Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

album baru

Berita dan Informasi album baru

3 artikel ditampilkan

Fatin Shidqia Siapkan Karya Baru, Angkat Tema Kerinduan Masa Kecil
Gaya Hidup

Fatin Shidqia Siapkan Karya Baru, Angkat Tema Kerinduan Masa Kecil

Fatin Shidqia Lubis kembali menjadi sorotan setelah beberapa waktu lalu terlihat di studio rekaman. Momen ini langsung memicu spekulasi bahwa pelantun 'Aku Memilih Setia' itu tengah menggarap karya anyar. Meski belum ada pengumuman resmi, kehadirannya di studio menjadi sinyal kuat bahwa perjalanan musiknya akan memasuki babak baru.Diskusi dengan Sony MusicMenurut Head of A&R Sony Music Indonesia, Kananta Kandria, pihak label sudah berdiskusi santai dengan Fatin mengenai langkah selanjutnya setelah album Cerita Kita. Diskusi tersebut ternyata berjalan seru karena Fatin datang dengan segudang referensi dan ide segar.“Kita ngobrol santai tentang apa yang ingin dilakukan Fatin ke depan. Dia sudah punya bayangan kuat soal arah musik yang ingin diambil, dan itu sangat menarik,” ujar Kananta.Konsep yang Lebih Dewasa dan PersonalYang membuat tim label antusias adalah Fatin sudah memiliki gambaran jelas mengenai konsep besar yang ingin diusung. Bukan sekadar lagu cinta, ia ingin menuangkan pengalaman hidupnya sebagai perempuan yang terus bertumbuh. Tema besar yang diangkat adalah kerinduan terhadap masa kecil—sebuah fase sederhana yang jauh dari tekanan dan keresahan orang dewasa.“Dia paham bahwa dirinya semakin dewasa, dan dari pendewasaan itu muncul realita baru: pengalaman, hal-hal baru, keresahan, kebingungan. Semua itu ingin ia tuangkan ke dalam karya berikutnya,” jelas Kananta.Konsep ini diprediksi akan menghadirkan warna berbeda dalam katalog musik Fatin. Jika sebelumnya ia identik dengan balada romantis, proyek baru ini kemungkinan akan lebih personal dan introspektif.Penantian Panjang PenggemarSejak memenangkan X Factor Indonesia pada 2013, Fatin telah melahirkan sejumlah hits seperti 'Dia Dia Dia', 'Kaulah Kamuku', dan 'Jingga'. Album Cerita Kita menjadi bukti kedewasaan artistiknya, dengan lagu 'Red Flag' yang menunjukkan eksplorasi pop modern tanpa kehilangan ciri khas vokal emosionalnya.Kini, publik menanti seperti apa karya baru Fatin. Meski judul lagu dan jadwal rilis belum diumumkan, kehadirannya di studio menjadi pertanda bahwa penantian panjang akan segera berakhir.

Redaksi-29 Juli 2026
Bernadya Curhat soal Rasa Cemas di Balik Album 'Semoga Hanya di Mimpi'
Cerita Ibu

Bernadya Curhat soal Rasa Cemas di Balik Album 'Semoga Hanya di Mimpi'

Bernadya akhirnya melepas album studio keduanya yang berjudul Semoga Hanya di Mimpi. Bukan sekadar kumpulan lagu, album ini menjadi ruang curhat bagi perasaan-perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat.Inspirasi dari KegalauanJudul album ini diambil dari sepenggal lirik lagu pertama. Menurut Bernadya, kalimat itu paling pas menggambarkan isi hati seluruh album. "Itu adalah harapanku. Lagu-lagu lainnya adalah ketakutanku, yang kuharap cuma ada di mimpi," ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.Pelantun Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan ini mengaku sering cemas saat hidupnya terasa terlalu tenang. Bukannya lega, ketenangan justru membuatnya khawatir akan datangnya hal buruk. Perasaan itulah yang menjadi inspirasi utama dalam menulis lagu-lagu di album ini.Harapan yang Tertuang dalam LirikBernadya berharap semua ketakutan yang ia tulis hanya menjadi bunga tidur, bukan kenyataan. "Mudah-mudahan nggak beneran. Takut ini bentar lagi ada bencana besar. Semoga hanya di mimpi ketakutanku," katanya dengan nada harap-harap cemas.Babak Baru dalam BermusikAlbum ini juga menjadi penanda babak baru dalam perjalanan musik Bernadya. Lewat 10 lagu di dalamnya, ia berusaha lebih jujur mengekspresikan sisi rapuh dan kegelisahan yang selama ini ia rasakan. Ia berharap pendengar bisa ikut menyelami dunia yang ia bangun dan menemukan ruang untuk memahami ketakutan mereka sendiri."Semua berangkat dari lagu ini. Kayak, 'Oh ya udah aku tulis lagu-lagu tentang apa yang aku takutin aja,'" pungkas Bernadya.

Redaksi-02 Juli 2026
26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album Paling Personal 'Sehidup Semusik'
Gaya Hidup

26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album Paling Personal 'Sehidup Semusik'

Andien resmi merilis album studio kesembilannya, Sehidup Semusik, pada 26 Juni 2026 di berbagai platform musik digital. Album yang berisi 13 lagu ini menjadi penanda perjalanan panjang kariernya selama 26 tahun di industri musik Indonesia. Lebih dari sekadar karya, album ini merupakan refleksi atas perjalanan bermusik yang memadukan nuansa nostalgia dengan eksplorasi berbagai warna musik.Proses Kreatif yang Lebih PersonalProses pengerjaan album ini berlangsung selama kurang lebih dua tahun dan menjadi salah satu karya yang paling personal bagi Andien. Ia terlibat lebih besar dalam setiap tahap produksi, mulai dari konsep hingga detail teknis. Bagi Andien, Sehidup Semusik bukan sekadar judul album, melainkan representasi hubungan yang telah terjalin erat antara musik dan kehidupannya. Album ini terinspirasi dari budaya mixtape, yang menjadi fondasi proses kreatifnya dalam merangkum berbagai jenis musik yang ia sukai.Kolaborasi dengan Sembilan Produser BerbedaUntuk mewujudkan konsep tersebut, Andien menggandeng sembilan produser musik dengan karakter musikal yang berbeda. Kolaborator lama seperti Laleilmanino, Nikita Dompas, Ali Akbar Sugiri, Lafa Pratomo, Swugafunk, Abenk Alter, Mohammed Kamga, Kevin Queency, Iqbal Siregar, dan Dipha Barus kembali bergabung. Album ini juga menghadirkan wajah-wajah baru seperti Kenny Gabriel, tim S/EEK, dan Kareem Soenharjo. Setiap lagu memiliki karakter berbeda, namun tetap menyatu dalam identitas musikal yang selama ini melekat pada dirinya.13 Lagu yang Merekam Perjalanan HidupAlbum Sehidup Semusik menghadirkan 13 lagu, termasuk "Intro", "Naksir", "Cosmic Romantic", "Jatuh Pelan", "Mata Ketiga", "Nonchalant", "Sentil Kalau Nakal", "Manusia Favorit", "Merona Rasa", "Ujung-Ujungnya Kamu", "Jika Nanti Kita Lupa", dan "Sehidup Semusik". Beberapa lagu terasa semakin personal karena melibatkan anggota keluarga Andien, yakni kedua putranya, Kawa dan Tabi, serta sang suami, Irfan Wahyudi. Melalui keseluruhan lagu tersebut, Andien ingin menghadirkan karya yang merekam perjalanan hidup sekaligus perkembangan musikalnya selama lebih dari dua dekade.Makna di Balik 'Sehidup Semusik'Bagi Andien, Sehidup Semusik memiliki makna tentang kesamaan frekuensi yang terjalin melalui musik. Menurutnya, musik menjadi bahasa yang menyatukan irama, kata-kata, rasa, dan cara berkomunikasi, sehingga mampu menghubungkan dirinya dengan keluarga, sahabat, maupun para pendengar yang telah mengikuti perjalanan kariernya. Andien juga menyebut album ini sebagai karya yang paling banyak melibatkan pikiran, hati, dan jiwanya dibandingkan album-album sebelumnya. Meski diproduksi bersama banyak produser dengan beragam karakter musik, ia memastikan identitas musikalnya tetap terasa di setiap lagu.Dengan Sehidup Semusik, Andien tidak hanya merayakan 26 tahun perjalanan musiknya, tetapi juga mengajak pendengar untuk merasakan kedekatan yang lebih intim melalui lagu-lagu yang lahir dari pengalaman pribadi dan refleksi kehidupan.

Redaksi-01 Juli 2026
NaraCerita