Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

balita

Berita dan Informasi balita

2 artikel ditampilkan

Ibu-Ibu Wajib Tahu, Ada Warga Gugat Aturan Tiket Kereta untuk Balita
Keluarga

Ibu-Ibu Wajib Tahu, Ada Warga Gugat Aturan Tiket Kereta untuk Balita

Para Bunda pasti setuju kalau biaya transportasi jadi salah satu pengeluaran yang cukup besar saat bepergian, apalagi jika membawa balita. Nah, kabar ini patut disimak karena berkaitan langsung dengan hak si kecil saat naik kereta api.Apa yang Digugat?Gugatan yang diajukan oleh Jangkung Sido Sentosa tercatat dengan nomor perkara 288/PUU-XXIV/2026. Intinya, ia meminta Mahkamah Konstitusi meninjau ulang Pasal 131 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Aturan tersebut menyebutkan bahwa penyelenggara kereta api wajib memberikan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, anak di bawah lima tahun, orang sakit, dan lansia.Namun, dalam praktiknya, PT KAI selama ini hanya memberikan tiket gratis untuk anak usia 0-3 tahun. Anak usia 3-5 tahun justru dikenakan tarif penuh seperti dewasa. Menurut pemohon, hal ini bertentangan dengan semangat undang-undang yang seharusnya melindungi anak hingga usia 5 tahun.Kerugian Konstitusional yang DirasakanPemohon merasa dirugikan secara konstitusional karena harus membayar tiket penuh untuk anaknya yang masih berusia 3 tahun. Ia menilai bahwa fasilitas gratis untuk balita adalah bentuk afirmasi bagi kelompok rentan. Secara fisik dan hukum, balita belum mandiri, sehingga pemenuhan haknya tidak boleh bergantung pada kondisi ekonomi orang tua.“Bahwa pemohon mengalami kerugian konstitusional potensial akibat penafsiran sepihak dari operator perkeretaapian PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang membatasi usia anak gratis hanya sampai 3 tahun. Pembatasan ini memaksa pemohon membayar karcis penuh bagi anak usia 3 tahun, padahal teks undang-undang menjamin hak tersebut hingga usia 5 tahun,” ujar pemohon dalam dokumen gugatan.Belajar dari Inggris dan JepangDalam gugatannya, pemohon juga membandingkan dengan kebijakan di negara lain. Di Inggris, anak di bawah 5 tahun bisa naik kereta secara gratis. Sementara di Jepang, anak usia 1-6 tahun dibebaskan dari tarif kereta api. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan tiket gratis untuk balita bukanlah hal yang mustahil.Apa yang Diminta ke MK?Pemohon meminta Mahkamah Konstitusi untuk:Mengabulkan permohonan secara keseluruhan.Menyatakan bahwa Pasal 131 ayat (1) UU Perkeretaapian bertentangan dengan UUD 1945 jika tidak dimaknai bahwa 'fasilitas khusus' bagi anak di bawah 5 tahun termasuk tiket gratis, dan 'anak di bawah lima tahun' adalah anak usia 0-5 tahun penuh.Memerintahkan putusan ini dimuat dalam Berita Negara.Jika MK mengabulkan gugatan ini, bukan tidak mungkin ke depannya balita usia 3-5 tahun bisa naik kereta tanpa biaya. Tentu ini kabar gembira bagi para ibu yang sering bepergian dengan kereta api bersama buah hati.Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari sidang di Mahkamah Konstitusi. Semoga hasilnya menguntungkan para balita dan orang tua di Indonesia!

Redaksi-29 Juli 2026
Panduan Liburan Nyaman untuk Ibu Hamil yang Membawa Balita
Keluarga

Panduan Liburan Nyaman untuk Ibu Hamil yang Membawa Balita

Liburan adalah momen yang dinanti-nantikan untuk melepas penat dan mempererat ikatan keluarga. Namun, bagi Bunda yang sedang hamil dan memiliki balita, perjalanan liburan membutuhkan perencanaan ekstra. Bunda tidak hanya harus menjaga kesehatan kehamilan, tetapi juga memastikan si kecil tetap nyaman dan bahagia selama perjalanan.Pertanyaan yang sering muncul: amankah berlibur saat hamil sambil membawa balita? Jawabannya, aman, asalkan Bunda mendapat izin dari dokter kandungan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), trimester kedua (usia kehamilan 14–28 minggu) adalah waktu paling ideal untuk bepergian. Pada fase ini, rasa mual biasanya berkurang dan energi Bunda lebih stabil. Risiko keguguran spontan atau persalinan prematur juga lebih rendah.Namun, jika Bunda sudah memasuki trimester ketiga (28–40 minggu), sebaiknya tetap berada dalam radius sekitar 300 mil dari rumah untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi, seperti tekanan darah tinggi atau persalinan prematur. Perjalanan dengan pesawat pun biasanya dibatasi setelah usia kehamilan 36 minggu untuk penerbangan domestik, dan 28–35 minggu untuk penerbangan internasional. Konsultasikan selalu dengan dokter Bunda sebelum memutuskan untuk bepergian, terutama jika ada riwayat komplikasi kehamilan.Mengapa berlibur dengan balita saat hamil terasa lebih melelahkan? Perubahan fisik selama kehamilan, seperti penurunan kualitas tidur, membuat Bunda lebih mudah lelah. Sebuah penelitian di BMC Pregnancy and Childbirth menunjukkan bahwa ibu hamil cenderung tidur lebih singkat dan lebih sering terbangun. Ditambah lagi, mengurus balita yang aktif membutuhkan energi ekstra. Jadi, tak heran jika perjalanan jauh terasa lebih menguras tenaga.Tapi jangan khawatir, Bunda! Berikut adalah tips-tips praktis yang bisa membantu liburan Bunda tetap nyaman dan menyenangkan:1. Ajak Pendamping EkstraJika memungkinkan, ajak suami, orang tua, atau anggota keluarga lain untuk ikut serta. Dengan adanya pendamping, Bunda bisa bergantian mengawasi balita saat tubuh mulai lelah. Ini akan sangat membantu mengurangi beban Bunda selama perjalanan.2. Pilih Destinasi yang RamahCari tempat wisata yang menyediakan area istirahat, toilet bersih, dan fasilitas untuk anak-anak. Hindari destinasi yang mengharuskan Bunda berjalan terlalu jauh atau memiliki jadwal padat. Liburan yang menyenangkan tidak harus selalu penuh aktivitas—kadang, bersantai di hotel sambil menikmati pemandangan sudah cukup.3. Bawa Barang SecukupnyaKurangi barang bawaan yang tidak perlu. Semakin sedikit barang yang Bunda bawa, semakin mudah Bunda bergerak dan fokus pada si kecil. Gunakan koper beroda dan stroller ringan untuk membantu perjalanan. Bunda bisa membawa perlengkapan penting saja, seperti popok, tisu basah, dan baju ganti.4. Siapkan Camilan SehatBalita sering lapar di tengah perjalanan. Siapkan camilan sehat seperti buah potong, biskuit gandum, atau yoghurt untuk mencegahnya rewel. Jangan lupa juga bawa camilan untuk Bunda sendiri, misalnya kacang-kacangan atau buah kering, untuk menjaga energi dan mengatasi mual.5. Sesuaikan Jadwal dengan Rutinitas AnakAtur waktu keberangkatan agar tidak mengganggu jam tidur atau makan balita. Jika anak sudah terbiasa tidur siang, pilihlah jadwal perjalanan yang memungkinkan ia tidur di perjalanan. Dengan begitu, balita akan lebih tenang dan tidak rewel.6. Dengarkan Tubuh BundaJangan memaksakan diri untuk mengikuti semua rencana. Jika Bunda merasa lelah, pusing, atau ada kontraksi, segera istirahat. Liburan yang berkesan bukan tentang berapa banyak tempat yang dikunjungi, melainkan kualitas waktu bersama keluarga.7. Siapkan Perlengkapan MedisBawa obat-obatan yang diresepkan dokter, vitamin kehamilan, dan salinan catatan medis. Pastikan Bunda juga tahu alamat rumah sakit atau klinik terdekat di lokasi liburan. Lebih baik bersiap, daripada panik saat darurat.Dengan perencanaan yang matang, liburan bersama balita saat hamil bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selamat berlibur, Bunda!

Redaksi-01 Juli 2026
NaraCerita