Dampak Sound Horeg: Antara Kemeriahan dan Gangguan Warga
Belakangan ini, perbincangan tentang sound horeg kembali menghangat, terutama di Jawa Timur. Momen perayaan kemerdekaan RI memang menjadi panggung utama bagi karnaval dengan pengeras suara raksasa ini. Bagi para penggemar, sound horeg bukan cuma musik keras biasa, melainkan simbol kemeriahan dan kebersamaan yang bikin kampung terasa hidup.Tapi, tahukah kamu kalau tidak semua orang bisa menikmati gegap gempita ini? Di tengah dentuman bass yang menghentak, ada warga yang harus menutup telinga, menjauh dari keramaian, bahkan mengkhawatirkan keselamatan rumah mereka. Insiden di Jember pada akhir Agustus lalu menjadi contoh nyata, di mana sebuah pos kamling roboh tertabrak mobil pengangkut sound horeg, dan seorang lansia meninggal tertimpa reruntuhan bangunan tua yang diduga retak akibat getaran.Persoalan sound horeg ternyata tidak berhenti pada suara yang memekakkan telinga. Iuran untuk acara yang tidak sedikit pun menjadi beban tersendiri bagi sebagian warga. Ada yang mengeluh harus merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Belum lagi soal sampah berserakan, potensi keributan, hingga laporan konsumsi miras dalam beberapa acara.Bagi sebagian orang, sound horeg adalah hiburan rakyat yang dinanti-nanti. Namun, bagi lainnya, ini adalah gangguan yang harus ditanggung. Lantas, seberapa besar sebenarnya dampak sound horeg? Apakah hanya soal kebisingan, atau ada hal lain yang lebih serius?Sound Horeg: Populer tapi MenggangguFenomena sound horeg memang punya basis penggemar yang kuat di Jawa Timur. Sebuah survei yang melibatkan 1.250 responden pada tahun 2025 menunjukkan bahwa hampir setengah dari mereka pernah mengikuti langsung acara sound horeg atau cek sound. Ini membuktikan bahwa budaya ini sudah mengakar di masyarakat.Namun, popularitas ini berbanding lurus dengan keluhan. Dalam survei yang sama, mayoritas responden (81,5 persen) menilai sound horeg dapat mengganggu lingkungan. Artinya, meskipun banyak yang menikmati, kesadaran akan dampak negatifnya juga tinggi.Keluhan yang Paling Sering MunculSurvei tersebut juga mengungkap alasan mengapa sound horeg dianggap mengganggu. Ternyata, keluhan warga tidak hanya soal telinga. Berikut beberapa di antaranya:73,82% responden merasa terganggu karena suara bising dapat mengganggu kenyamanan orang sakit dan anak-anak.72,19% mengkhawatirkan getaran suara dapat merusak bagian rumah, seperti kaca atau genteng.67,59% khawatir akan risiko kesehatan pendengaran.49,90% mengeluhkan polusi suara.46,83% merasa lingkungan menjadi kotor karena sampah setelah acara.Dari data ini, jelas bahwa dampak sound horeg mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kenyamanan, lingkungan, hingga kesehatan.Seberapa Keras Sebenarnya Sound Horeg?Menentukan tingkat kebisingan sound horeg bukanlah perkara mudah. Hal ini bergantung pada banyak faktor, seperti jenis perangkat, volume, jarak pendengar, dan kondisi lingkungan. Setiap acara bisa menghasilkan tingkat desibel yang berbeda.Para ahli menggunakan alat ukur khusus untuk mengukur intensitas suara secara akurat. Namun, sebagai gambaran awal, aplikasi pengukur suara di smartphone pun bisa menunjukkan bahwa beberapa perangkat sound horeg menghasilkan suara di atas 100 desibel, yang sudah melebihi ambang batas aman bagi pendengaran manusia.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah memperingatkan bahwa paparan suara keras yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Risiko ini semakin besar jika seseorang berada dekat dengan sumber suara dalam waktu yang lama.Dampak yang Lebih Luas dari Sekadar TelingaSaat membicarakan sound horeg, kita sering terfokus pada efeknya terhadap pendengaran. Padahal, kebisingan yang berlebihan juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. WHO mengkategorikan musik yang diperkuat sebagai salah satu sumber kebisingan lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan tidur, stres, dan masalah kognitif.Jadi, dampak sound horeg tidak bisa dianggap remeh. Meskipun menjadi hiburan yang menyenangkan bagi sebagian orang, kita juga harus mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan orang lain. Penting untuk mencari keseimbangan agar kemeriahan tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan ketentraman bersama.