Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

hak asuh anak

Berita dan Informasi hak asuh anak

3 artikel ditampilkan

Perceraian Bukan Akhir Segalanya: Audi Marissa dan Anthony Xie Kompak Jaga Anak
Keluarga

Perceraian Bukan Akhir Segalanya: Audi Marissa dan Anthony Xie Kompak Jaga Anak

Kabar perceraian memang selalu membawa duka, tapi di balik itu semua, ada pelajaran berharga tentang kedewasaan dan tanggung jawab. Audi Marissa dan Anthony Xie tengah menjalani proses perceraian, namun yang membuat publik kagum adalah kesepakatan mereka untuk tetap fokus pada pengasuhan anak. Kesepakatan Mengasuh Anak di Tengah Perceraian Menurut kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, pasangan ini sudah lama mendiskusikan pola pengasuhan anak sebelum gugatan cerai diajukan. Mereka sepakat bahwa meskipun hubungan rumah tangga tidak bisa dipertahankan, peran sebagai orang tua harus tetap berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan kedewasaan mereka dalam menyikapi situasi yang tidak mudah. "Mereka sudah membicarakan semuanya dengan baik-baik. Meskipun rumah tangga mereka tidak bisa berlanjut, mereka tetap fokus untuk parenting terhadap anaknya," ujar Rendi saat ditemui beberapa waktu lalu. Hak Asuh dan Akses Bertemu yang Tetap Terbuka Dalam kesepakatan tersebut, hak asuh anak berada di tangan Anthony Xie. Namun, bukan berarti Audi Marissa kehilangan akses untuk bertemu dan mengasuh anak mereka. Keduanya sepakat untuk tetap memberikan kasih sayang penuh kepada sang buah hati. Rendi menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang keberatan dengan keputusan ini karena semua sudah dibicarakan secara matang. "Mereka berdua paham betul bagaimana kesepakatannya. Jadi tidak ada yang kaget atau merasa dirugikan," tambahnya. Prioritas Utama: Kebahagiaan Anak Yang paling penting dalam perceraian ini adalah bagaimana anak tetap merasakan kehadiran kedua orang tuanya. Audi dan Anthony berusaha keras agar si kecil tidak merasa kehilangan sosok ayah atau ibunya. Mereka ingin anak tetap menjalani hidup seperti biasa, tanpa merasa ada yang berubah secara drastis. "Bagaimana caranya si anak tidak merasakan kehilangan ayah dan ibunya. Jadi meskipun bercerai, anak ini tetap merasakan hal yang sama seperti sebelum perceraian," pungkas Rendi. Kisah Audi dan Anthony ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya. Dengan komunikasi yang baik dan fokus pada kepentingan anak, perpisahan orang tua tidak harus meninggalkan luka yang dalam bagi buah hati. Justru, kedewasaan dalam mengelola konflik bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita.

Redaksi-03 September 2026
Sarwendah Buka Suara soal Tes Kesehatan dan Biaya Anak
Kesehatan Keluarga

Sarwendah Buka Suara soal Tes Kesehatan dan Biaya Anak

Proses persidangan lanjutan gugatan hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Usai sidang, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan keterangan yang cukup dinantikan publik.Chris menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Sarwendah bukanlah sekadar formalitas untuk bisa bertemu anak. Lebih dari itu, hal ini merupakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Setiap orang tua memang berkewajiban menjaga kesehatan anak-anaknya."Jadi sebenarnya itu bukan sebuah syarat ya, tapi sebuah kewajiban yang diatur oleh undang-undang. Undang-Undang Perlindungan Anak itu adalah kewajiban orang tua menjaga anak dari hal-hal terkait kesehatan," ujar Chris Sam Siwu saat ditemui di lokasi sidang.Pernyataan ini sekaligus menjawab tantangan yang sempat dilayangkan pihak Ruben Onsu terkait hasil tes kesehatan Sarwendah. Dengan tegas, Sarwendah pun menunjukkan hasil tes yang non-reaktif sebagai bukti bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan layak mengasuh anak-anaknya.Selain soal tes kesehatan, Sarwendah juga menegaskan bahwa ia tetap akan membiayai kebutuhan anak-anaknya sendiri. Baginya, menjadi ibu adalah tanggung jawab penuh yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun, termasuk dalam hal finansial.Keputusan ini tentu menuai apresiasi dari banyak pihak. Sebagai seorang ibu, Sarwendah dinilai menunjukkan sikap yang sangat bertanggung jawab. Ia tidak ingin anak-anaknya kekurangan hanya karena urusan orang dewasa.Kita semua tentu berharap yang terbaik untuk keluarga ini, terutama untuk anak-anak. Semoga proses hukum yang sedang berjalan bisa membawa kebaikan dan kejelasan bagi semua pihak. Yang terpenting, anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh dari kedua orang tuanya.Terlepas dari sisi hukum, kisah ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya kesehatan dan tanggung jawab orang tua dalam mengasuh buah hati. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.

Redaksi-02 September 2026
Pertemuan Damai Batal, Ruben Onsu Siap Tempuh Jalur Hukum
Keluarga

Pertemuan Damai Batal, Ruben Onsu Siap Tempuh Jalur Hukum

Rencana pertemuan antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang batal. Pihak Sarwendah membatalkan pertemuan setelah Ruben mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Tanggapan Kuasa Hukum RubenMenanggapi hal tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. Menurutnya, pembatalan bukan berasal dari pihak Ruben sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk merasa kecewa.“Yang batalkan kan mereka. Yang batalkan kan bukan dari pihak Ruben Onsu, bukan dari pihak abang yang batalkan. Jadi kenapa kecewa?” ujar Minola Sebayang saat ditemui di Jakarta melalui wawancara virtual, Jumat (3/7/2026).Proses Hukum dan Upaya Damai Bisa Berjalan BersamaanMinola menjelaskan, gugatan hak asuh anak seharusnya tidak menjadi alasan untuk membatalkan pertemuan yang sebelumnya telah direncanakan. Menurutnya, proses hukum dan upaya penyelesaian secara kekeluargaan tetap bisa berjalan beriringan.“Jadi seharusnya nggak apa-apa pertemuan tanggal 11 itu silakan saja. Kan masing-masing pihak itu kan bebas ya untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam rangka untuk mempertahankan hak asuhnya,” kata Minola.Ia juga mempertanyakan alasan di balik keputusan pihak Sarwendah yang memilih membatalkan pertemuan tersebut. Menurutnya, apabila pertemuan itu memang dimaksudkan sebagai upaya mencari jalan keluar, seharusnya agenda tersebut tetap dapat dilaksanakan meski proses hukum telah berjalan.“Kalau memang misalnya mereka menganggap bahwa join meeting itu adalah sebagai salah satu cara untuk bisa menyelesaikan masalah ini silakan saja. Kenapa mesti langsung mundur gitu loh,” tuturnya.Harapan Damai yang PupusBagi Ruben Onsu, pertemuan di luar pengadilan semula diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mencapai kesepakatan damai. Namun, karena pihak Sarwendah memilih menyerahkan pembahasan kepada proses mediasi di pengadilan, pihak Ruben menyatakan akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.“Hanya gara-gara ada gugatan hak asuh anak gitu loh. Dan yang batalkan juga mereka. Kita tetap mengatakan komitmen untuk menjalankan pertemuan di tanggal 11 itu,” tegas Minola.Keputusan ini tentu menjadi babak baru dalam proses hukum yang sedang berjalan. Publik pun menanti bagaimana kelanjutan dari perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Redaksi-04 Juli 2026
NaraCerita