Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

incel

Berita dan Informasi incel

1 artikel ditampilkan

Panduan Bijak Mendidik Anak Laki-Laki agar Terhindar dari Ideologi Incel
Keluarga

Panduan Bijak Mendidik Anak Laki-Laki agar Terhindar dari Ideologi Incel

Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah incel, singkatan dari involuntary celibate. Kelompok ini adalah komunitas daring yang merasa tertolak oleh perempuan dan kemudian menumbuhkan kebencian mendalam terhadap perempuan. Mereka menyalahkan perempuan atas segala kesulitan yang mereka alami, terutama dalam hal hubungan romantis.Gerakan ini semakin mendapat perhatian setelah serangkaian kasus kekerasan yang dilakukan oleh individu yang terpapar ideologi incel. Salah satunya adalah Elliot Rodger pada 2014, yang menewaskan enam orang sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Ia meninggalkan pesan balas dendam terhadap perempuan yang menolaknya. Setelah kejadian itu, namanya justru dianggap pahlawan oleh sebagian pengikut incel. Setahun kemudian, Alek Minassian, yang juga terinspirasi oleh Rodger, melakukan pembunuhan massal di Toronto dan menewaskan sepuluh orang.Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa incel bukan sekadar sikap benci terhadap perempuan. Ideologi ini bisa berujung pada femisida, pembunuhan terhadap perempuan karena gendernya. Yang lebih mencemaskan, internalisasi paham ini sering terjadi secara diam-diam pada anak dan remaja laki-laki melalui algoritma media sosial, seperti yang digambarkan dalam serial Adolescence.Lalu, bagaimana caranya agar anak laki-laki kita tidak terjebak dalam lingkaran incel? Berikut beberapa panduan yang bisa kita terapkan di rumah, seperti yang dibagikan oleh Tua Maratua dan Raya, orang tua yang juga penerima Fellowship Berbagi Beban dari Magdalene dan Wave for Equality.1. Hapus Bias Gender dalam KeseharianNorma maskulinitas yang kaku sering menjadi pintu masuk bagi incel untuk memengaruhi anak laki-laki. Masyarakat patriarkis menuntut laki-laki untuk selalu tangguh, tidak emosional, dominan, dan menghindari sifat feminin. Padahal, kepatuhan yang berlebihan pada norma ini bisa membahayakan kesehatan mental dan fisik laki-laki. Mereka jadi enggan meminta bantuan profesional saat menghadapi masalah emosional, dan malah mencari validasi di komunitas daring yang justru memperkuat norma beracun tersebut.Untuk mematahkan norma ini, Tua, seorang ayah, membebaskan anaknya untuk mengoleksi dan bermain boneka beruang. Menurutnya, bermain boneka bisa membantu anak meregulasi emosi, menjadi lebih tenang, dan melatih motorik halus. Sementara itu, Raya, seorang ibu tunggal, tidak pernah melarang anak laki-lakinya memilih pakaian berwarna pink jika anaknya merasa nyaman. Baginya, yang terpenting adalah anak merasa nyaman dengan pilihannya sendiri.2. Tanamkan Nilai Kesetaraan GenderKelompok incel meyakini bahwa perempuan tidak dapat dipercaya dan harus dikendalikan oleh laki-laki. Mereka bahkan memiliki visi untuk merampas hak-hak perempuan. Untuk menangkalnya, kita perlu mengajarkan nilai kesetaraan gender sejak dini.Tua memberikan contoh nyata dengan membagi tugas rumah tangga secara setara bersama istrinya. Ketika keduanya bekerja, sepulang kerja mereka berbagi peran. Misalnya, Tua menemani anak mengerjakan PR, lalu bergantian memasak dan mencuci. Anak pun melihat bahwa pekerjaan rumah tangga tidak terikat pada gender tertentu.Raya menambahkan bahwa anak adalah peniru ulung. Kita bisa menunjukkan kesetaraan di meja makan, misalnya dengan mendengarkan pendapat ibu sebelum mengambil keputusan keluarga. Dengan begitu, anak laki-laki belajar menghormati pendapat perempuan dan memahami bahwa keputusan diambil bersama-sama.3. Ciptakan Komunikasi Terbuka dan EmpatiAnak laki-laki perlu merasa aman untuk mengungkapkan perasaannya tanpa takut dianggap lemah. Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, termasuk tentang interaksi di media sosial. Jika mereka mengalami penolakan atau perundungan, bantu mereka memproses emosi dengan cara yang sehat. Ajarkan bahwa penolakan adalah bagian dari hidup dan tidak boleh dijadikan alasan untuk membenci orang lain.4. Batasi Paparan Konten Negatif di InternetAlgoritma media sosial bisa dengan cepat membawa anak ke konten-konten yang penuh kebencian. Awasi aktivitas daring mereka, gunakan fitur parental control, dan dampingi mereka saat mengakses internet. Diskusikan konten yang mereka tonton dan berikan pemahaman kritis tentang bahaya ideologi incel. Dengan begitu, anak lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh.Mendidik anak laki-laki agar terhindar dari ideologi incel memang bukan perkara mudah. Namun, dengan menghapus bias gender, menanamkan kesetaraan, membangun komunikasi terbuka, dan mengawasi dunia maya, kita bisa membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, empatik, dan menghargai sesama.

Redaksi-15 September 2026
NaraCerita