Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

inspirasi

Berita dan Informasi inspirasi

15 artikel ditampilkan

Kisah Perempuan di Balik Meja Reparasi yang Sering Terlupakan
Cerita Ibu

Kisah Perempuan di Balik Meja Reparasi yang Sering Terlupakan

Siang itu, di sebuah toko reparasi di Celukan Bawang, Bali, seorang ibu muda terlihat sibuk menggendong anaknya sambil sesekali melayani pelanggan. Saat ditanya tentang usaha reparasi yang dijalaninya, ia menjawab singkat, “Ah, saya cuma bantu-bantu jaga toko kalau suami pergi.” Namun, di balik jawaban sederhana itu, tersimpan cerita yang jauh lebih dalam.Sosok di Balik LayarPerempuan bernama Nur itu sebenarnya bukan sekadar penjaga toko. Ia aktif membantu proses reparasi, mulai dari menerima pelanggan hingga memahami kerusakan alat. Sayangnya, pengakuan atas perannya masih minim. Hal yang sama dialami Mega, pemilik toko reparasi di Sukawati, Gianyar. Saat kami datang, pandangan langsung tertuju pada dua teknisi laki-laki yang sedang memperbaiki TV, padahal Megalah yang mengelola semua operasional toko.Fenomena ini bukan hal baru. Sosiolog Janet Finch menyebutnya sebagai incorporated wives, istri yang “terserap” ke dalam pekerjaan suami tanpa pengakuan formal. Kontribusi mereka sering dianggap biasa saja atau bahkan sengaja disembunyikan. Padahal, tanpa mereka, usaha tersebut mungkin tak akan berjalan lancar.Pembagian Peran yang TimpangSurvei Kopernik di Bali menemukan fakta menarik. Dari 22 praktisi reparasi yang disurvei, hanya empat yang perempuan. Mereka bekerja sebagai pemilik toko, penjahit, atau penerima pesanan di toko elektronik. Pembagian peran berbasis gender masih kental terlihat, di mana laki-laki lebih dominan di bagian teknis.Mega mengaku sering harus menolak pelanggan karena keterbatasan suku cadang. “Kalau TV merek lama, kami minta pelanggan pesan dulu komponennya,” ujarnya. Keputusan seperti ini butuh pemahaman mendalam, dan Mega memilikinya. Sayangnya, keahliannya jarang dianggap sebagai kapasitas teknis yang mumpuni.Mengapa Perempuan Masih Sulit Dilihat?Akademisi Inggris, Cynthia Cockburn, menjelaskan bahwa pekerjaan teknis sering dianggap maskulin. Perempuan yang menguasainya dianggap pengecualian, bukan hal lumrah. Hal ini membuat kompetensi Nur dan Mega luput dari pengakuan, meski mereka mampu mengelola usaha reparasi dengan baik.Padahal, potensi perempuan di bidang ini sangat besar. Survei Kopernik terhadap 223 rumah tangga menunjukkan 52 persen responden tertarik mengikuti lokakarya reparasi, dan 42,5 persen di antaranya adalah perempuan. Sayangnya, ekosistem reparasi belum sepenuhnya mendukung mereka.Potensi yang Belum TergarapData menunjukkan 44 persen barang rusak di Gerokgak dan Gianyar berhasil diperbaiki, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 4 persen. Namun, masih banyak barang yang berakhir di tempat sampah karena keterbatasan teknisi. Padahal, 63 persen masyarakat Indonesia lebih memilih memperbaiki daripada membeli baru, salah satu angka tertinggi di dunia.Kisah Nur dan Mega mengajarkan kita bahwa perempuan punya peran besar dalam sektor reparasi. Sudah saatnya kita membuka mata dan memberi ruang bagi mereka untuk tampil, bukan hanya sebagai pembantu, melainkan sebagai ahli yang diakui. Dengan begitu, ekosistem reparasi di Indonesia bisa tumbuh lebih kuat dan inklusif.

Redaksi-07 Agustus 2026
Suami Nikita Willy Mengaji di Masjid Kanada, Bikin Netizen Terpukau
Gaya Hidup

Suami Nikita Willy Mengaji di Masjid Kanada, Bikin Netizen Terpukau

Nama Indra Priawan kembali menghiasi linimasa media sosial. Namun, kali ini bukan karena kemesraannya dengan sang istri, Nikita Willy, melainkan karena momen religius yang terekam dalam sebuah video. Dalam rekaman yang beredar luas, Indra terlihat berdiri di belakang mimbar masjid, memegang mikrofon, dan membacakan ayat suci Al-Qur'an di hadapan jemaah. Suaranya yang tenang dan lantunan ayatnya yang merdu langsung mencuri perhatian banyak orang. Momen di Masjid Al-Ikhlas, Edmonton Peristiwa tersebut berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Islamic Centre of Edmonton, Kanada. Dalam video yang diunggah, Indra tampil sederhana dengan polo shirt lengan panjang berwarna hijau dan celana gelap. Meski pakaiannya simpel, aura percaya diri dan kekhusyukannya saat mengaji membuat banyak orang terkesima. Unggahan itu juga disertai keterangan yang berbunyi, "Udah bisa jadi khatib dan imam mas @indpriw," yang semakin memancing reaksi positif dari warganet. Pujian dan Doa dari Warganet Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipenuhi oleh ungkapan kagum. Banyak yang menilai bahwa Indra tidak hanya sukses sebagai seorang pebisnis, tetapi juga menunjukkan sisi religius yang inspiratif. Tidak sedikit pula yang menyebut bacaan Al-Qur'an Indra terdengar sangat merdu dan menenangkan hati. Beberapa warganet bahkan mendoakan agar ayah dua anak ini selalu diberikan keberkahan dan istiqamah dalam menjalankan ibadah. Menariknya, selama ini Indra dikenal sebagai sosok yang jarang menjadi pusat perhatian. Meski kerap tampil bersama Nikita Willy di media sosial, ia lebih sering membagikan momen kebersamaan keluarga dibandingkan kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, video dirinya yang tengah mengaji di atas mimbar menjadi pemandangan yang berbeda dan berhasil membuat banyak orang merasa salut atas keberaniannya. Inspirasi untuk Keluarga Muda Muslim Momen ini tentu menjadi inspirasi bagi banyak keluarga muda Muslim di Indonesia. Indra menunjukkan bahwa seorang suami dan ayah bisa tetap tampil keren dan berwibawa, tidak hanya dalam karier, tetapi juga dalam hal ibadah. Penampilannya yang percaya diri di depan umum sekaligus menjadi teladan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an adalah hal yang penting untuk terus diasah. Semoga momen seperti ini semakin sering terlihat dan bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih dekat dengan agama. Apalagi jika dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih, seperti yang dicontohkan oleh Indra Priawan.

Redaksi-07 Agustus 2026
Melangkah di Catwalk, Menembus Batas: Kisah Joanna Mengejar Mimpi di Panggung Mode Dunia
Gaya Hidup

Melangkah di Catwalk, Menembus Batas: Kisah Joanna Mengejar Mimpi di Panggung Mode Dunia

Dunia modeling kerap dipandang sebagai profesi yang gemerlap. Namun, di balik kilau lampu dan sorak penonton, ada cerita tentang kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus bermimpi. Joanna Adelaide Zhang adalah salah satu talenta muda yang percaya bahwa menjadi model lebih dari sekadar tampil cantik di depan kamera. Ketertarikan yang Berbuah Profesi Ketertarikan Joanna pada dunia fashion, fotografi, dan seni visual bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Sejak kecil, ia sudah gemar mengamati gaya visual dan estetika yang tertuang dalam sebuah karya. Dari situlah tumbuh keinginan untuk terlibat langsung dalam proses kreatif tersebut. Baginya, model adalah jembatan antara imajinasi para fotografer dan pesan yang ingin disampaikan. "Saya ingin menjadi medium untuk menyampaikan cerita di balik sebuah karya," ujarnya. Pandangan inilah yang membuatnya serius menekuni dunia modeling sejak usia muda. Menempa Diri di Setiap Langkah Untuk mengasah kemampuan, Joanna tak ragu mengikuti pelatihan modeling di Okky Walla dan John Robert Power. Lewat pengalaman tersebut, ia belajar banyak hal, mulai dari teknik berjalan di atas catwalk hingga membangun kepercayaan diri. Momen pertamanya melangkah di runway tentu tak luput dari rasa gugup. Namun, ia justru mengubah kegugupan itu menjadi energi positif. "Rasa gugup itu berubah menjadi semangat luar biasa ketika saya mulai berjalan. Saya sadar bahwa menjadi model bukan hanya soal gaya, tapi bagaimana menyampaikan jiwa dari busana yang dikenakan," kenangnya. Hobi yang Menunjang Profesi Di luar kesibukannya di dunia modeling, Joanna juga aktif menekuni berbagai hobi yang tak terduga. Mulai dari photoshoot, menunggang kuda, bermain golf, hingga mendalami musik. Menurutnya, aktivitas-aktivitas tersebut secara tidak langsung membentuk karakternya. "Menunggang kuda mengajarkan keseimbangan dan keberanian, golf melatih fokus, dan musik membantu saya mengekspresikan emosi. Semuanya berkontribusi pada rasa percaya diri yang saya miliki sekarang," jelasnya. Menghadapi Tantangan dengan Gaya Hidup Sehat Dunia modeling selalu menuntut penampilan prima dan kemampuan mengikuti tren. Joanna menyadari bahwa ekspektasi tersebut bisa menjadi tekanan tersendiri. Namun, ia memilih untuk menghadapinya dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam jangka panjang. "Konsistensi adalah kuncinya. Saya menjaga pola makan, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Bagi saya, itu bukan sekadar tuntutan profesi, tapi juga bentuk apresiasi terhadap tubuh dan karya yang kita hasilkan," paparnya. Mimpi yang Terus Membara Joanna tidak berhenti pada satu bidang saja. Ia mengaku sangat terbuka untuk mengeksplorasi dunia akting dan tarik suara. Baginya, ketiga bidang tersebut adalah medium yang sama untuk mengekspresikan seni dan karakter. "Saya terus mengasah kemampuan agar siap saat kesempatan datang. Akting dan menyanyi adalah cara lain untuk bercerita dan menghubungkan diri dengan orang lain," tuturnya. Ke depan, Joanna berharap bisa terus berkembang sebagai model profesional dan membawa nama Indonesia ke kancah fashion internasional. Ia ingin membuktikan bahwa talenta muda dari Tanah Air memiliki daya saing yang kuat di tingkat global. "Harapan terbesar saya adalah memberikan kontribusi nyata bagi industri fashion dan menginspirasi banyak orang untuk berani mengejar mimpi," pungkasnya penuh semangat.

Redaksi-07 Agustus 2026
Kisah Hijrah Dewi Sandra: Titik Balik Setelah Kehilangan
Berita

Kisah Hijrah Dewi Sandra: Titik Balik Setelah Kehilangan

Kehidupan Dewi Sandra di industri hiburan Tanah Air sudah bukan rahasia lagi. Namun, beberapa tahun terakhir, namanya lebih sering dikaitkan dengan kegiatan keagamaan daripada akting atau menyanyi. Perubahan besar ini ternyata berawal dari pertanyaan-pertanyaan mendasar yang menghantui pikirannya seiring bertambahnya usia.Pertanyaan yang Mengubah Arah HidupDewi mengaku sering merenung tentang tujuan hidupnya. Ia bertanya-tanya, apa sebenarnya yang ia kejar di dunia ini? Kekayaan, popularitas, atau kebahagiaan semu? Hingga akhirnya ia sadar, semua hal itu tidak akan menemaninya saat ajal menjemput. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mulai membuka hatinya untuk mempelajari Islam lebih dalam."Semakin dewasa, kita pasti bertanya, 'Untuk apa aku hidup? Apa tujuan akhirku? Pasti suatu saat aku mati, lalu apa yang terjadi setelah itu?' Ketika aku mulai berpikir seperti itu, aku merasa ada yang kurang selama ini," ungkapnya dalam sebuah perbincangan.Kehilangan dan Kegagalan sebagai Titik BalikDua peristiwa besar dalam hidupnya menjadi pemicu utama untuk berubah. Pertama, kepergian sang ibunda untuk selama-lamanya pada 2008. Kedua, kandasnya pernikahan keduanya dengan musisi Glenn Fredly. Kedua momen menyakitkan itu membuatnya merasa ada yang salah dalam hidupnya, meski ia tidak bisa menunjuk di mana letak kesalahannya."Saat itu aku merasa seperti disetop oleh semesta. Aku kehilangan ibu dan gagal dalam pernikahan. Aku berpikir, mungkin ini tanda bahwa aku sedang melakukan kesalahan besar. Tapi aku tidak paham apa salahnya. Hingga aku sadar, hidup ini bukan milikku. Aku hanya dititipi napas dan ruh dalam jasad ini," kenangnya.Dari situ, ia mulai mencari tahu siapa sebenarnya pemilik hidupnya. Ia mulai bertanya-tanya tentang perintah Allah, seperti salat, dan apa hikmah di baliknya.Belajar Perlahan dari NolPerjalanan hijrah Dewi tidaklah mudah. Ia tumbuh di lingkungan yang jauh dari pendidikan agama. Sang ayah seorang ateis yang kemudian mualaf, sementara ibunya seorang muslim. Ia pun bersekolah di sekolah internasional dengan gaya hidup yang sangat kebarat-baratan."Aku tidak pernah mengenyam pendidikan Islam formal. Jadi, aku mulai belajar pelan-pelan. Aku mengikuti kajian, bertemu dengan orang-orang baik, dan mendengarkan ceramah. Awalnya aku tidak mengerti banyak hal, tapi pelan-pelan hatiku mulai terbuka," tuturnya.Menemukan Kedamaian dalam IbadahSetelah mulai mendalami Islam, Dewi merasakan ketenangan yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Ia belajar bahwa salat adalah cara manusia berkomunikasi dengan Allah. Ia merasa Allah adalah tempat terbaik untuk meminta pertolongan, jauh lebih baik daripada bergantung pada manusia yang bisa mengecewakan."Aku belajar kalau salat itu sebenarnya komunikasi dengan Allah. Kita minta tolong pada-Nya, dan Dia selalu mendengar. Berbeda dengan manusia yang bisa mengkhianati atau melupakan kita. Dari situ aku semakin yakin untuk kembali ke jalan yang benar," jelasnya.Dewi juga mengaku mulai jatuh cinta pada Islam setelah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang indah. Ia merasa selama ini dirinya sangat jauh dari Allah, dan akhirnya memutuskan untuk berhijrah total.Kisah Dewi Sandra ini menjadi inspirasi bahwa hijrah bukanlah pelarian, melainkan pencarian makna hidup yang sesungguhnya. Semoga perjalanannya bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri.

Redaksi-07 Agustus 2026
Memulai Ulang Karier di Negeri Orang: Pelajaran Berharga dari Pandji
Gaya Hidup

Memulai Ulang Karier di Negeri Orang: Pelajaran Berharga dari Pandji

Kisah perjuangan karier selalu punya daya tarik tersendiri, apalagi ketika melibatkan sosok yang sudah dikenal luas. Pandji Pragiwaksono, komika yang namanya melejit di Indonesia, memilih jalan terjal untuk memulai kembali dari titik nol di Amerika Serikat. Keputusannya ini bukan sekadar pindah negara, melainkan juga ujian besar terhadap ego dan konsistensi.Dari Panggung Besar ke Open Mic KecilBayangkan, seseorang yang terbiasa menghibur puluhan ribu penonton di Indonesia, tiba-tiba harus tampil di depan segelintir orang di New York. Itulah yang dilakukan Pandji. Alih-alih langsung mengejar panggung besar, ia justru memilih open mic—panggung kecil yang kerap dianggap sebagai tempat latihan para komika pemula.Langkah ini diambilnya untuk menguji materi berbahasa Inggris dan merasakan langsung bagaimana respons penonton lokal. Baginya, ini adalah fase baru yang menuntut ritme kerja berbeda dan pemahaman mendalam tentang audiens yang belum mengenalnya sama sekali.Perbedaan Gaya Komedi: Indonesia vs New YorkPandji mengaku sempat mengira bahwa menerjemahkan materi lama sudah cukup. Ternyata, kenyataannya jauh dari itu. Penonton Indonesia, menurutnya, sangat menghargai storytelling panjang yang dibumbui beberapa punchline kecil sebelum akhirnya meledak pada lelucon utama.Berbeda dengan penonton New York yang menginginkan tempo cepat dan tawa konsisten. Ibaratnya, mereka ingin setup-punchline-setup-punchline tanpa banyak basa-basi. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa komedi tidak bisa sekadar diterjemahkan, tetapi harus diadaptasi dengan konteks budaya setempat.Belajar dari Lingkungan BaruOpen mic ternyata bukan hanya ajang mengasah materi, tetapi juga jendela untuk memahami kehidupan sosial orang Amerika. Pandji mengaku banyak belajar tentang dinamika hubungan orang tua dan anak, stereotip yang berkembang, hingga kebiasaan sehari-hari yang mungkin luput dari perhatian.Semua itu menjadi bahan mentah untuk menulis materi baru yang lebih relevan dan dekat dengan audiens setempat. Proses ini membuatnya sadar bahwa identitas komedinya sedang bertransformasi, meski harus melewati masa krisis identitas terlebih dahulu.Menemukan Keunikan di Tengah PersainganSaat pertama kali menetap di Amerika, Pandji sempat mencoba mengangkat isu-isu terkini. Namun, ia segera menyadari bahwa banyak komika lain yang menempuh jalur serupa. Untuk membedakan diri, ia justru memilih mengangkat cerita tentang Indonesia—sesuatu yang tidak dimiliki komika lokal.Menariknya, materi berbahasa Inggris yang ia bawakan cenderung lebih ringan dibandingkan saat tampil di Indonesia. Di tanah air, ia kerap mengkritik pemerintah dan mengangkat isu politik. Sementara di Amerika, ia memilih tema yang lebih universal dan menghibur.Bahkan gaya bicaranya pun berubah. Seolah-olah dua komedian yang berbeda menghuni satu tubuh. Ini menunjukkan bahwa adaptasi bukan hanya soal bahasa, tetapi juga bagaimana membawakan diri di atas panggung.Mengendalikan Ego dan Tetap FokusSalah satu tantangan terbesar dalam proses ini adalah melawan godaan untuk kembali ke zona nyaman. Pandji jujur mengaku bahwa saat mengikuti open mic, kadang muncul pikiran betapa mudahnya jika ia kembali ke Indonesia dan memulai lagi di sana.Namun, ia sadar bahwa ego semacam itu justru bisa menghambat pertumbuhan. Baginya, proses yang sedang ia jalani adalah bagian dari perjalanan panjang yang harus dilewati. Dengan mengendalikan ego dan tetap fokus pada tujuan, ia percaya bahwa kerja kerasnya akan membuahkan hasil.Kisah Pandji ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesuksesan sejati tidak pernah instan. Ia membutuhkan keberanian untuk memulai ulang, kebesaran hati untuk belajar dari kegagalan, dan keteguhan untuk tetap melangkah meski jalannya terjal.

Redaksi-31 Juli 2026
Kompaknya Nicky Tirta dan Mantan Istri Rayakan Ultah Anak, Jadi Inspirasi Co-Parenting
Keluarga

Kompaknya Nicky Tirta dan Mantan Istri Rayakan Ultah Anak, Jadi Inspirasi Co-Parenting

Menjadi orang tua setelah bercerai memang penuh tantangan, tapi bukan berarti tidak bisa harmonis. Aktor Nicky Tirta dan mantan istrinya, Liza Elly, baru-baru ini memberikan contoh nyata bagaimana co-parenting yang sehat bisa berjalan. Keduanya kompak memberikan kejutan ulang tahun untuk putri mereka, Naara Ellyana Tirta. Potret kebersamaan ini menuai pujian karena menunjukkan kedewasaan dan cinta yang tetap utuh untuk sang buah hati.Co-Parenting ala Nicky Tirta dan Liza EllySejak bercerai, Nicky Tirta menjalani peran sebagai single dad. Namun, ia dan Liza Elly sepakat untuk tidak membiarkan perbedaan masa lalu mengganggu hubungan dengan anak. Momen ulang tahun Naara menjadi bukti bahwa komunikasi dan kerja sama yang baik bisa menciptakan kenangan indah bagi si kecil. Banyak yang mengapresiasi sikap mereka yang tetap bisa tersenyum bersama demi melihat Naara bahagia.Inspirasi bagi Orang Tua yang BerceraiKisah Nicky dan Liza mengingatkan kita bahwa perceraian bukan akhir dari segalanya, terutama tanggung jawab sebagai orang tua. Dengan mengesampingkan ego, anak bisa tumbuh dengan penuh cinta dari kedua orang tuanya. Tak hanya itu, momen seperti ini juga mengajarkan anak tentang arti keluarga yang tetap solid meski tidak tinggal serumah.Selain kabar mengharukan dari Nicky Tirta, ada juga cerita lain yang menarik perhatian, seperti curhat ibu hamil yang dipecat setelah memberi tahu atasan soal kehamilannya. Kisah ini viral dan menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi ibu bekerja. Sementara itu, bagi para ibu yang masih menyusui, tak perlu khawatir soal usia. Para ahli menegaskan bahwa tidak ada batas usia maksimal untuk menyusui, asalkan ibu dalam kondisi sehat.Tak ketinggalan, rekomendasi kasur lantai lipat juga menjadi topik hangat. Kasur ini praktis untuk ruangan terbatas dan cocok untuk tamu atau kegiatan outdoor. Pilihlah yang berbahan orthopedic untuk kenyamanan maksimal.Dari sekian banyak berita, momen co-parenting Nicky Tirta dan Liza Elly menjadi yang paling menyentuh. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi banyak keluarga untuk selalu mengutamakan kebahagiaan anak di atas segalanya.

Redaksi-31 Juli 2026
18 Tahun Berjuang, Istri Gilang Dirga Akhirnya Raih Gelar Sarjana
Keluarga

18 Tahun Berjuang, Istri Gilang Dirga Akhirnya Raih Gelar Sarjana

Kabar bahagia datang dari keluarga kecil Gilang Dirga dan Adiezty Fersa. Sang istri, Adiezty, resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi setelah perjalanan panjang yang penuh lika-liku. Gilang pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap perjuangan sang istri yang luar biasa.Melalui unggahan di media sosial, Gilang menuliskan pesan penuh haru yang menyoroti kerja keras Adiezty dalam menyeimbangkan kuliah, pekerjaan, dan peran sebagai ibu rumah tangga. “Alhamdulillaah, selamat atas pencapaianmu ya sayang. Akhirnya perjuangan melanjutkan kuliah setelah 18 tahun Insya Allah mendapatkan hasil yang memuaskan. Udah gitu kuliahnya kadang di Senayan, kadang 'disonoan', jauuuh amat gedungnya. Musti bangun pagi, ngerjain tugas, ketemu dosen, belum lagi kerjaan, meeting, jadi ibu, jadi istri, wah ga kebayang jadi kamu. Hebat kamu sayangku,” tulis Gilang.Tak hanya memuji, Gilang juga mengaku terinspirasi oleh kegigihan istrinya. Ia pun bertekad untuk melanjutkan pendidikan S1 seperti yang dilakukan Adiezty. “Jangan lupa bilang makasih buat diri sendiri ya, makasih juga dari aku karena udah menginspirasiku untuk melanjutkan S1. Aku dan Gin bangga punya kamu. Welcome (otw) Adiezty Fersa, S.I.Kom!!!” lanjutnya.Dukungan Penuh Sang SuamiDalam unggahan yang sama, Gilang menyebut putra mereka, Gin, sebagai bagian dari kebanggaan keluarga atas keberhasilan ini. Unggahan tersebut menjadi penanda dukungan keluarga yang mengiringi proses akademik Adiezty hingga tuntas. Menanggapi unggahan sang suami, Adiezty menuliskan balasan penuh canda dan terima kasih. Ia berterima kasih atas dukungan yang diberikan sejak awal perkuliahan hingga kelulusan, termasuk perhatian pada momen-momen kecil di hari spesialnya.“Terima kasih sayangkuuu, buat supportnya, buat kehadirannya, buat bunga dan sweet cardnya, dan buat DANA KULIAHNYA hahahaha… ilyyy,” balas Adiezty di kolom komentar.Perjalanan Panjang dari 2008 hingga 2026Melalui unggahan terpisah, Adiezty menceritakan kronologi pendidikannya. Ia memulai kuliah pada 2008, lalu pada 2010 memilih menghentikan sementara untuk fokus membangun karier, dengan keyakinan suatu saat dapat melanjutkannya kembali. Keputusan untuk kembali ke kampus terwujud pada 2024, tepat ketika putranya, Gin, berusia dua tahun. Adiezty menyebut dorongan dari sang ibu sebagai faktor pendorong yang membuatnya kembali mengambil studi S1 Ilmu Komunikasi.Pada 2026, Adiezty menuntaskan proses akademik dengan menjalani sidang skripsi. Ia menuliskan bahwa sidang tersebut langsung diuji oleh Rektor dan Dekan, berjalan lancar, dan menyisakan revisi yang ia sebut “dikit”. “2008, I walked into this university with big dreams. 2010, I chose to press pause and pursue my career. I thought I'd continue 'someday'... dan ternyata that 'someday' took 14 YEARS. 2024, ketika Gin umur 2 tahun, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah. (Thanks to my Mama yang selalu encourage untuk menyelesaikan S1). And yesterday, in 2026, I FINALLY made it through my undergraduate thesis defense!! Langsung diuji sama Bapak Rektor dan Bapak Dekan pula dan Alhamdulillah berjalan lancar walaupun ofkors ada revisi dikiiit, hehehe,” tulis Adiezty.Keberhasilan Adiezty menyelesaikan studi setelah jeda panjang mendapat banyak ucapan selamat dari rekan sesama artis dan para pengikutnya di media sosial. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak wanita yang mungkin juga sedang berjuang mengejar impian di tengah kesibukan berumah tangga.

Redaksi-29 Juli 2026
Syafiq di D'Academy 8: Mental Baja dan 3 Standing Ovation di Panggung
Kesehatan Keluarga

Syafiq di D'Academy 8: Mental Baja dan 3 Standing Ovation di Panggung

Bagi kamu para ibu yang setia mendampingi anak-anak bermimpi, pasti paham betapa pentingnya mental yang kuat. Nah, kisah Syafiq di Dangdut Academy 8 ini bisa jadi inspirasi. Bukan hanya suara merdu, ia juga menunjukkan bahwa mental yang terlatih adalah kunci sukses di panggung.Mental yang Terbentuk Selama KarantinaSyafiq mengakui bahwa perubahan terbesar yang ia rasakan selama mengikuti kompetisi adalah pembentukan mental. “Perubahannya tentu di bagian mental pasti terbentuk alhamdulillah. Vokal dilatih untuk bisa lebih didangdutin, teknik vokal juga banyak diajarkan dan yang paling penting attitude,” ungkapnya. Masa karantina memberinya banyak pelajaran berharga, mulai dari teknik vokal hingga sikap sebagai seorang penampil.Tantangan di Babak Top 37Meskipun mentalnya sudah lebih siap, Syafiq tetap merasakan deg-degan saat tampil di babak Top 37. Ia menyebut grupnya sebagai “grup neraka” karena berisi akademia-akademia hebat. Tapi justru di situlah ia belajar mengelola rasa gugup dan tampil maksimal.Prestasi yang MembanggakanHasil latihan dan penguatan mentalnya membuahkan hasil manis. Penampilan duetnya dengan Bhita membawakan lagu “Aku Rindu Padamu” berhasil meraih tiga standing ovation dari para juri. Tak berhenti di situ, aksi solonya dengan lagu “Resesi Dunia” juga mendapatkan dua standing ovation. Kombinasi dua penampilan itu mengantarkannya melaju ke babak berikutnya.Kisah Syafiq mengingatkan kita bahwa di balik setiap kesuksesan, ada proses panjang yang melibatkan latihan, mental, dan attitude. Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua, ya, Bunda.

Redaksi-29 Juli 2026
Transformasi Hijab Ashanty Usai Haji: Penampilan Baru yang Makin Memesona
Berita

Transformasi Hijab Ashanty Usai Haji: Penampilan Baru yang Makin Memesona

Penampilan Baru Ashanty yang Makin SyahduSetelah pulang dari tanah suci, Ashanty tampil dengan hijab yang lebih konsisten. Gaya busananya kini lebih sederhana namun tetap elegan, memancarkan aura ketenangan dan kedewasaan. Banyak penggemar yang memuji perubahan ini sebagai langkah positif dalam hidupnya.Potret Kebersamaan dengan KeluargaDalam beberapa unggahan terbaru, Ashanty terlihat menghabiskan waktu bersama suami, Anang Hermansyah, dan anak-anak mereka. Momen kebersamaan ini terasa hangat dan penuh cinta. Salah satu potret memperlihatkan mereka sedang menikmati liburan di Eropa, dengan Ashanty tetap anggun berhijab.Dukungan dari Sesama ArtisBanyak rekan artis yang memberikan dukungan dan pujian atas keputusan Ashanty untuk berhijab. Mereka menganggap perubahan ini sebagai inspirasi bagi wanita lain yang ingin tampil lebih islami. Ashanty sendiri mengaku merasa lebih tenang dan bahagia dengan penampilan barunya.Inspirasi Fashion HijabAshanty juga menjadi inspirasi fashion hijab bagi banyak wanita. Ia sering memadukan hijab dengan busana modern namun tetap sopan. Gaya ini mendapat respons positif dari netizen yang merasa bahwa Ashanty tampil lebih fresh dan bersinar.Perjalanan Spiritual yang MengubahNaik haji menjadi titik balik bagi Ashanty. Ia mengaku bahwa pengalaman spiritual ini membuatnya lebih dekat dengan Tuhan dan memantapkan hatinya untuk berhijab. Keputusan ini disambut hangat oleh keluarga dan penggemar setianya.Harapan ke DepanAshanty berharap penampilan barunya ini bisa menjadi contoh positif bagi banyak orang. Ia ingin terus berkarya di dunia hiburan namun tetap menjaga nilai-nilai agama. Dukungan dari suami dan anak-anak menjadi kekuatan baginya untuk menjalani hidup yang lebih bermakna.Transformasi Ashanty ini membuktikan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik selalu mungkin terjadi. Semoga ia terus istiqomah dan menginspirasi banyak wanita Indonesia.

Redaksi-28 Juli 2026
Bukan Sekadar Kekasih Bintang: Bruna Biancardi Buka Suara soal Tuduhan 'Trophy Wife'
Gaya Hidup

Bukan Sekadar Kekasih Bintang: Bruna Biancardi Buka Suara soal Tuduhan 'Trophy Wife'

Publik mungkin mengenal Bruna Biancardi sebagai kekasih Neymar, bintang sepakbola Brasil. Namun, di balik gemerlap kehidupan sebagai pasangan atlet, Biancardi memiliki cerita sendiri yang layak diangkat. Baru-baru ini, ia angkat bicara menepis anggapan miring yang menyebutnya sebagai trophy wife—istilah untuk istri yang dianggap hanya bergantung pada kesuksesan suami.Dalam sebuah wawancara di podcast Elas Que Jogam, Biancardi mengaku sering menerima komentar miring dari warganet. Banyak yang mengira dirinya hanya berdiam diri di rumah, menikmati kemewahan tanpa bekerja. “Orang-orang pikir kami tidak punya pekerjaan, hanya di rumah jadi istri pajangan,” ujarnya.Ia pun dengan tegas membantah. “Tunggu dulu. Saya punya pekerjaan, saya membayar tim saya, saya menggaji karyawan. Saya menghasilkan uang sendiri dan membayar tagihan sendiri,” tegas Biancardi. Pernyataan ini menjadi jawaban bagi mereka yang meremehkan perannya sebagai perempuan karier.Karier dan Bisnis di Balik LayarBruna Biancardi bukanlah wajah asing di dunia digital. Dengan hampir 16 juta pengikut di Instagram, ia adalah salah satu influencer paling berpengaruh di Brasil. Selain menjadi brand ambassador berbagai produk, ia juga menjalankan beberapa bisnis yang dikelolanya secara mandiri. Ia ingin dikenal bukan karena siapa pasangannya, melainkan karena kerja keras dan pencapaiannya sendiri.Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, Biancardi juga mengumumkan kabar bahagia: ia dan Neymar tengah menantikan kelahiran anak perempuan. Ini akan menjadi anak ketiga bagi pasangan ini, dan anak kelima bagi Neymar. Unggahan di Instagramnya pun disambut antusias oleh sang kekasih. “Aku benar-benar tidak sabar. Empat putri yang cantik,” tulis Neymar.Dukungan Tanpa Henti untuk NeymarSelama Piala Dunia berlangsung, Biancardi tak pernah absen memberi dukungan. Ketika Neymar dipastikan masuk skuad, ia menulis pesan menyentuh di media sosial. “Aku juga melihat bagaimana Brasil memintamu kembali. Aku dan keluarga kita akan selalu bersamamu, dalam suka maupun duka,” tulisnya. Baginya, dukungan adalah bentuk cinta yang tak pernah pudar.Sayangnya, perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat. Tim Samba tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia. Neymar mencetak gol semata wayang melalui penalti di masa injury time—gol ke-80 dan terakhirnya untuk Timnas Brasil, dengan total 130 penampilan. Dua gol Erling Haaland menjadi penentu kekalahan tersebut.Usai pertandingan, Neymar mengumumkan pensiun dari tim nasional. “Saya sudah mencoba. Saya sudah memberikan segalanya. Semua dimulai di MetLife Stadium, dan semuanya juga berakhir di sini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Keputusan ini menutup karier gemilang sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil, dengan prestasi seperti Piala Konfederasi 2013 dan medali emas Olimpiade 2016.Kini, Neymar akan fokus pada karier klub dan keluarga. Sementara itu, Bruna Biancardi terus membangun nama sebagai perempuan mandiri. Ia ingin kisahnya menginspirasi banyak wanita: bahwa menjadi pasangan seorang selebritas bukan berarti kehilangan identitas diri. “Saya punya karier, saya punya pendapatan sendiri. Saya bukan sekadar pajangan,” pungkasnya.

Redaksi-06 Juli 2026
Perjuangan Seorang Putri untuk Membahagiakan Orang Tua di Panggung Dangdut
Kesehatan Keluarga

Perjuangan Seorang Putri untuk Membahagiakan Orang Tua di Panggung Dangdut

Pernahkah kamu membayangkan, apa yang membuat seseorang berani meninggalkan zona nyaman dan mengejar mimpi yang tampak mustahil? Bagi Anisa Syakila, jawabannya sederhana: ingin melihat kedua orang tuanya tersenyum bangga. Kontestan asal OKI ini tidak hanya bernyanyi untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mewujudkan harapan orang-orang yang selama ini tak pernah lelah mendukungnya.Mimpi yang Lahir dari Rasa SyukurBagi banyak orang, panggung D'Academy adalah ajang unjuk bakat. Namun bagi Anisa, ini adalah jembatan untuk mengubah hidup keluarganya. Dengan suara merdu dan tekad baja, ia lolos ke babak Final Audition dan langsung mencuri perhatian juri. "Aku ingin membahagiakan kedua orang tua, mengabulkan keinginan mereka, dan menjadi artis yang bisa mereka banggakan," ujarnya penuh haru.Perjalanan Anisa tidaklah mudah. Persaingan ketat, latihan keras, dan rasa rindu keluarga menjadi ujian yang harus ia lalui. Tapi setiap kali rasa lelah datang, ia mengingat kembali senyum ibunya. Itu menjadi bahan bakar yang membuatnya terus melangkah.Bersyukur di Setiap LangkahKetika ditanya tentang perasaannya setelah lolos, Anisa mengaku sangat bersyukur. "Ini baru awal, tapi aku sudah sangat bersyukur. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa, Insya Allah," katanya dengan mata berbinar. Sikap rendah hati dan semangat pantang menyerah inilah yang membuat banyak orang terharu.Menjelang babak selanjutnya, Anisa berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Ia sadar, perjalanan masih panjang, tapi cinta keluarganya adalah pendorong yang tak ternilai.Terima Kasih untuk Semua DukunganTak lupa, Anisa mengucapkan terima kasih kepada Indosiar yang telah memberinya kesempatan emas ini. "Alhamdulillah aku bisa terpilih. Terima kasih Indosiar sudah menerima aku di tahap ini," ujarnya tulus. Dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat OKI juga menjadi kekuatan tersendiri baginya.Kisah Anisa mengingatkan kita bahwa di balik setiap panggung megah, ada perjuangan pribadi yang menyentuh hati. Ia tidak hanya bernyanyi untuk dirinya sendiri, tetapi untuk semua orang yang percaya padanya. Semoga langkah Anisa semakin mantap dan mimpinya segera terwujud.Bagi para ibu di rumah, cerita Anisa bisa menjadi inspirasi bahwa dukungan orang tua adalah kunci utama bagi anak untuk meraih impian. Teruslah mendukung anak-anakmu, karena di setiap langkah mereka, ada doa dan cinta yang tak pernah padam.

Redaksi-05 Juli 2026
Sempat Gagal karena Usia, Anisa Syakila Kini Siap Bersinar di D'Academy 8
Cerita Ibu

Sempat Gagal karena Usia, Anisa Syakila Kini Siap Bersinar di D'Academy 8

Bagi Anisa Syakila, ajang D'Academy bukan sekadar kompetisi dangdut biasa. Sejak melihat perjuangan Sridevi di panggung tersebut, hatinya terpaut untuk mengikuti jejak sang idola. Namun, perjalanannya tidak langsung mulus. Pada musim lalu, ia harus gigit jari karena usianya belum mencukupi syarat pendaftaran.Kegagalan yang MematangkanAlih-alih menyerah, Anisa justru menjadikan kegagalan itu sebagai cambuk untuk terus berlatih. Sambil menunggu usia yang memenuhi syarat, ia rajin mengasah kemampuan vokal dan mentalnya. “Aku dari waktu Kak Sridevi ikut audisi, aku sudah mulai mengikuti DA. Waktu itu aku belum bisa daftar, jadi hanya bisa nonton dan berharap suatu hari bisa ikut,” kenangnya.Penantian panjang itu akhirnya terbayar. Di D'Academy 8, Anisa berhasil melaju hingga babak Final Audition. Rasa syukur tak henti terucap dari bibirnya. “Alhamdulillah aku bisa terpilih, alhamdulillah banget. Terima kasih juga buat Indosiar yang sudah menerima aku di tahap ini,” ujarnya dengan mata berbinar.Membahagiakan Orang TuaMotivasi terbesar Anisa bukanlah ketenaran semata. Ia mengaku ingin mewujudkan harapan kedua orang tuanya yang selalu mendukung mimpinya menjadi penyanyi. “Pertama, aku mau membahagiakan orang tua, mengabulkan keinginan mereka, dan juga aku ingin menjadi artis,” jelasnya.Dukungan orang tua menjadi energi positif yang membuat Anisa semakin percaya diri. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diperjuangkan dengan susah payah. Setiap momen di panggung D'Academy 8 akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik.Buktikan Diri Bisa BersaingDi tengah persaingan ketat dengan kontestan dari berbagai daerah, Anisa bertekad untuk membuktikan bahwa dirinya layak berada di panggung tersebut. “Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa, insyaallah. Walaupun masih di tahap ini, aku sangat bersyukur dan akan terus berusaha,” tuturnya penuh semangat.Kisah Anisa mengajarkan bahwa kegagalan bukan akhir segalanya. Dengan kesabaran, kerja keras, dan dukungan orang-orang terkasih, impian bisa terwujud di waktu yang tepat. Kini, giliran Anisa Syakila yang siap menghibur Indonesia lewat suara emasnya di D'Academy 8.Semoga perjuangannya menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk tidak menyerah meraih mimpi, apa pun rintangannya.

Redaksi-05 Juli 2026
Mimpi Gadis Bandung Tembus Dangdut Academy 8, Terinspirasi Dua Diva
Cerita Ibu

Mimpi Gadis Bandung Tembus Dangdut Academy 8, Terinspirasi Dua Diva

Mela Pujayanti, remaja asal Bandung, kini tengah mewujudkan mimpinya di panggung Dangdut Academy 8. Gadis 18 tahun ini berhasil menembus babak Final Audition dan siap menunjukkan bakatnya. Semua berawal dari kecintaannya pada musik sejak kecil.Inspirasi dari Lesti Kejora dan Melly LeeMela mengaku sangat mengidolakan Lesti Kejora. Perjalanan karier Lesti yang sukses membuatnya semakin yakin untuk terjun ke dunia dangdut. Namun, bukan hanya Lesti yang menjadi inspirasinya. Melly Lee juga turut mempengaruhi gaya bernyanyinya. Menurut Mela, keduanya memiliki karakter vokal yang unik dan berbeda. Ia mengagumi cengkok khas Melly Lee yang keriting dan penuh improvisasi.Awal Mula Kecintaan pada MusikSejak kelas 5 SD, Mela sudah jatuh hati pada dunia tarik suara. Awalnya, ia lebih sering menyanyikan lagu gambus dan Pop Sunda. Namun, seiring waktu, ia mulai mendalami dangdut dan merasa genre ini paling cocok dengan karakternya. Dukungan keluarga dan lingkungan membuatnya semakin percaya diri untuk mengikuti ajang pencarian bakat.Persiapan Menuju Panggung AkbarSaat ini, Mela berada di jajaran 53 besar Final Audition Dangdut Academy 8. Ia mempersiapkan diri dengan maksimal, baik dari segi vokal maupun penampilan. Keluarga dan teman-temannya memberikan dukungan penuh, yang menjadi semangat tersendiri baginya. Mela berharap langkahnya di Dangdut Academy bisa menjadi awal karier profesionalnya sebagai penyanyi dangdut.

Redaksi-04 Juli 2026
Hadiah Mobil untuk Mama, Jirayut: Ingin Ibu Sehat dan Bahagia
Kesehatan Keluarga

Hadiah Mobil untuk Mama, Jirayut: Ingin Ibu Sehat dan Bahagia

Pemandangan hangat terlihat dari unggahan Instagram Jirayut Afisan pada Jumat lalu. Artis yang juga dikenal sebagai presenter ini tampak berpose bersama keluarga di depan sebuah mobil baru yang dihiasi pita merah besar. Senyum bahagia menghiasi wajah mereka semua, terutama sang Mama yang menjadi pusat perhatian.Ungkapan Terima Kasih yang TulusDalam caption-nya, Jirayut menuliskan pesan penuh cinta. Ia mengakui bahwa hadiah ini tidak sebanding dengan perjuangan sang ibu selama membesarkan anak-anaknya. Namun, ia berjanji akan terus berusaha keras agar bisa membahagiakan Mama tercinta.“Mama ini hadiah sedikit dari anakmu ini buat mama. Walaupun ini juga tidak sebanding dengan perjuangan mama yang sudah lakukan buat anak-anak. Aku akan usahain lakuin apa pun yang aku bisa dan sanggup biar mama bahagia ya, Ma,” tulis Jirayut.Doa dan Harapan SederhanaDi balik kemewahan hadiah tersebut, Jirayut hanya memiliki satu permohonan untuk sang ibu: kesehatan. Ia berharap Mama selalu sehat dan terus mendoakan langkah hidup serta kariernya.“Yang aku harap mama sehat. Doain anakmu terus sehat, makin sukses dan selalu ingat sama keluarga. Berkah ya mama. Love you, Ma,” ungkapnya.Kalimat itu menunjukkan betapa besar arti doa seorang ibu bagi Jirayut. Baginya, dukungan keluarga adalah sumber semangat terbesar dalam bekerja.Kebahagiaan yang DibagikanMomen penyerahan mobil itu juga melibatkan anggota keluarga lain. Sang ibu tampak memegang replika kunci mobil, sementara salah satu kerabat membawa buket bunga merah sebagai pelengkap kejutan. Suasana haru dan bahagia terasa kental.Unggahan ini langsung dibanjiri komentar positif dari warganet. Banyak yang memuji Jirayut karena tetap mengutamakan keluarga di tengah kesuksesannya. Tak sedikit pula yang mendoakan agar rezekinya semakin lancar sehingga bisa terus membahagiakan orang-orang tercinta.Kisah Jirayut mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati datang dari bisa membalas budi dan membahagiakan orang tua. Semoga kita semua bisa meneladani sikap berbakti seperti ini.

Redaksi-03 Juli 2026
Refleksi Penuh Makna Agnez Mo di Usia 40 Tahun
Gaya Hidup

Refleksi Penuh Makna Agnez Mo di Usia 40 Tahun

Tanggal 1 Juli 2026 menjadi hari istimewa bagi Agnez Mo. Penyanyi yang sudah malang melintang di industri musik ini memilih merayakan ulang tahunnya yang ke-40 dengan penuh introspeksi. Alih-alih pesta meriah, ia justru mengunggah foto masa kecil dan menulis refleksi panjang tentang perjalanan hidupnya.Dalam tulisannya, Agnez mengaku bahwa momen ini terasa lebih seperti pengingat akan warisan yang ingin ia tinggalkan. Ia tidak ingin dikenang sebagai sosok yang sempurna, melainkan melalui keputusan-keputusan sulit yang ia ambil saat menghadapi masa-masa terberat.Pelajaran dari Dua Tahun TerakhirAgnez mengungkapkan bahwa tahun 2024 menjadi fase di mana ia harus merelakan kepergian orang-orang yang sangat berarti. Sementara tahun 2025, ia sempat tergoda untuk membuka pengalaman pahitnya ke publik, namun memilih untuk tidak melakukannya demi melindungi orang-orang yang pernah menyakitinya.“Aku bisa saja menceritakan semuanya dan mengubah traumaku menjadi berita utama, tapi aku memilih melindungi mereka yang sejak awal menyakitiku,” tulisnya.Menolak Menjadi KorbanDalam refleksinya, Agnez menegaskan bahwa ia tidak ingin dikenal karena luka-luka yang dialami. Ia menolak menjadi korban dalam kisah hidupnya sendiri. Baginya, rasa sakit bukanlah pusat dari perjalanan hidup, melainkan bagian dari proses pembentukan diri.“Sering kali, hal yang paling menghancurkan kita justru dipakai Tuhan untuk membangun kita kembali,” ujarnya penuh syukur.Kejutan dari AGNATIONDi hari ulang tahunnya, para penggemar setia yang tergabung dalam AGNATION memberikan kejutan spesial. Mereka memasang Jumbotron di berbagai kota, dari Jakarta hingga Manado, serta membanjiri media sosial dengan ucapan selamat.Agnez mengaku sangat tersentuh dengan perhatian tersebut. “Bukan sekadar membuatku merasa diingat, tapi benar-benar dilihat,” katanya.Menutup tulisannya, Agnez memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri, menyapa gadis kecil yang dulu terus bermimpi. “Kamu berhasil. Kamu benar-benar berhasil.”

Redaksi-02 Juli 2026
NaraCerita