Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

karies gigi

Berita dan Informasi karies gigi

1 artikel ditampilkan

Kesehatan Gigi Anak Menyusui: Mitos atau Fakta?
Kesehatan Keluarga

Kesehatan Gigi Anak Menyusui: Mitos atau Fakta?

Sebagai ibu, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil, termasuk dalam hal menyusui. Air Susu Ibu (ASI) memang dikenal kaya manfaat, mulai dari nutrisi hingga daya tahan tubuh. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan gigi? Banyak yang bertanya-tanya, apakah anak yang menyusu ASI otomatis punya gigi lebih kuat dan bebas lubang? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu, Bunda.Fakta di Balik ASI dan Kesehatan GigiSebuah tinjauan sistematis yang dimuat di Medscape mengungkapkan bahwa pada tahun pertama kehidupan, bayi yang mendapat ASI eksklusif cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena karies gigi atau yang dikenal dengan Early Childhood Caries (ECC). ASI memberikan semacam perlindungan alami pada gigi selama 12 bulan pertama. Bahkan, pemberian ASI yang dilanjutkan hingga usia 24 bulan juga tidak menunjukkan dampak buruk yang signifikan terhadap risiko gigi berlubang.Namun, ceritanya bisa berubah ketika Si Kecil menginjak usia di atas 2 tahun. Jika Bunda masih menyusui setelah usia tersebut, risiko karies gigi justru bisa meningkat. Mengapa demikian? Ada beberapa faktor yang berperan, Bunda.Perubahan pola makan: Di usia 2 tahun, anak mulai mengenal berbagai makanan pendamping, termasuk camilan manis yang bisa memicu kerusakan gigi.Kandungan mineral ASI: Seiring bertambahnya usia anak dan durasi menyusui, kadar mineral pelindung gigi dalam ASI secara alami menurun.Kebiasaan menyusu malam hari: Frekuensi menyusu di malam hari saat anak tidur bisa meningkatkan risiko karies karena produksi air liur yang berfungsi melindungi gigi berkurang drastis saat tidur.Bagaimana ASI Mempengaruhi Gigi Berlubang?Karies gigi terjadi ketika bakteri dalam plak memetabolisme karbohidrat dan menghasilkan asam. Asam ini kemudian mengikis mineral pada email gigi, sehingga lama-kelamaan terbentuk lubang. Karena ASI mengandung laktosa, yaitu gula alami, muncul pertanyaan apakah laktosa bisa menyebabkan gigi berlubang.Kabar baiknya, laktosa memiliki potensi menyebabkan karies yang lebih rendah dibandingkan sukrosa (gula tebu). Selain itu, komponen dalam susu dan produk olahannya ternyata memiliki efek yang mendukung kesehatan gigi. Sebuah scoping review pada anak-anak dan remaja menemukan bahwa susu serta produk susu tanpa tambahan gula bersifat non-kariogenik, artinya tidak menyebabkan gigi berlubang, bahkan berpotensi membantu melindungi gigi.Apa saja yang membuat susu begitu istimewa untuk gigi? Berikut beberapa faktornya:Kalsium dan fosfat membantu remineralisasi: Kedua mineral ini penting untuk membangun dan memelihara struktur gigi. Mereka membantu mengembalikan mineral ke permukaan gigi yang telah hilang akibat asam.Kasein membentuk lapisan pelindung: Protein utama dalam susu ini dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan gigi, sehingga email gigi lebih tahan terhadap serangan asam.Air liur menetralkan asam: Air liur berperan membersihkan mulut, menetralkan asam, dan menyediakan mineral untuk remineralisasi. Namun, efek perlindungan ini berkurang saat tidur, sehingga pola makan atau minum di malam hari perlu diperhatikan.Kesimpulan: Sehat atau Tidak, Semua Kembali ke PerawatanJadi, apakah anak yang menyusu ASI punya gigi lebih sehat? Jawabannya tidak bisa dipukul rata. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa menyusui di awal kehidupan tidak meningkatkan risiko karies dan bahkan bisa melindungi gigi. Namun, jika menyusui berlanjut terlalu lama (lebih dari 24 bulan) dan disertai kebiasaan menyusu malam hari, risiko karies bisa naik.Alih-alih menyimpulkan bahwa ASI otomatis membuat gigi sehat, lebih tepat jika kita mengatakan bahwa menyusui bukanlah penyebab kerusakan gigi. Kesehatan gigi anak sangat dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, seperti kebersihan gigi, konsumsi gula, frekuensi makan-minum, penggunaan fluorida, dan kondisi gigi itu sendiri.Yang terpenting, Bunda tetap harus rajin menyikat gigi Si Kecil setiap hari dengan pasta gigi berfluorida, apa pun jenis susu yang ia konsumsi. Dengan begitu, senyum cerah Si Kecil akan selalu terjaga. Semoga informasi ini bermanfaat, ya Bunda!

Redaksi-30 Agustus 2026
NaraCerita