Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

kebiasaan makan

Berita dan Informasi kebiasaan makan

2 artikel ditampilkan

Menjaga Selera Kampung, Andika Kangen Band Pilih Makanan Pinggir Jalan
Kesehatan Keluarga

Menjaga Selera Kampung, Andika Kangen Band Pilih Makanan Pinggir Jalan

Andika Mahesa, vokalis Kangen Band, dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan bersahaja. Meski namanya sudah melambung di industri musik Tanah Air, ia tetap mempertahankan kebiasaan sederhana, terutama soal makanan. Ia mengaku tidak terlalu suka menyantap hidangan yang disajikan hotel tempatnya menginap. Kangen Masakan Kampung Bagi pria yang akrab disapa Andika ini, kelezatan masakan kampung halaman tidak bisa digantikan oleh menu hotel yang serba mewah. Ia merasa lidahnya lebih cocok dengan masakan rumahan yang punya rasa autentik dan kuat. Saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, ia bercerita tentang kebiasaannya mencari warung makan di setiap kota yang ia singgahi. "Aku tuh aslinya nggak suka makan di hotel, maaf-maaf. Karena orang kampung sukanya makan yang di luar. Tidak makan yang di dalam hotel, sebenarnya lebih higienis kan di hotel," ujarnya sambil tersenyum. Ia pun mengaku lebih puas jika bisa menemukan hidangan yang sesuai dengan latar belakang budayanya. "Karena aku emang dari kampung jadi cocoknya tempoyak, ikan asin, gitu. Jadi lebih-lebihan gitu," tambahnya. Pilih Telur daripada Ayam Selain soal cita rasa, Andika juga punya pantangan pribadi terhadap daging ayam. Ia hanya mau makan ayam jika dimasak dengan cara tertentu, seperti digoreng dengan tepung. Kebiasaan ini membuat pilihan makannya terbatas saat berada di luar kota. "Mentok tuh di telur, karena aku nggak doyan ayam kan. Paling makan ayam itu kalau dibungkus pakai jaket, ada tepungnya gitu," ungkapnya sambil tertawa. Kekhawatiran Istri yang Berprofesi sebagai Dokter Kebiasaan Andika yang lebih memilih mencari makanan di luar sering kali membuat sang istri, yang berprofesi sebagai dokter, khawatir soal kebersihan. Namun, Andika tetap konsisten dengan pilihannya. Ia punya alasan sendiri mengapa menghindari makanan hotel. "Sayur juga berapa kali diangetin kan nggak, nggak nanya kita," pungkasnya. Bagi Andika, kenyamanan lidah adalah hal yang utama. Meski sederhana, makanan pinggir jalan atau warung tradisional selalu berhasil membuatnya merasa seperti di rumah sendiri. Itulah cara ia menjaga kenangan dan kecintaannya pada masakan kampung.

Redaksi-30 Agustus 2026
Kebiasaan Sarapan Sama Setiap Hari? Ini Kata Psikologi tentang Kepribadianmu
Gaya Hidup

Kebiasaan Sarapan Sama Setiap Hari? Ini Kata Psikologi tentang Kepribadianmu

Bagi sebagian orang, sarapan dengan menu yang sama setiap hari adalah kenyamanan tersendiri. Roti selai, nasi goreng, atau bubur ayam yang selalu sama bisa terasa menenangkan. Namun, pernahkah kamu berpikir mengapa kebiasaan ini terasa menyenangkan dan tidak membosankan? Psikologi memiliki jawabannya.Kebiasaan makan, termasuk sarapan, ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis seperti pengalaman masa lalu, emosi, dan preferensi pribadi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa ciri kepribadian yang mungkin kamu miliki jika terbiasa sarapan dengan menu yang sama.Menyukai Stabilitas dan KepastianJika kamu termasuk orang yang selalu memilih menu sarapan yang sama, kemungkinan besar kamu adalah pribadi yang menyukai rutinitas dan hal-hal yang sudah familiar. Dalam psikologi makanan, ini berkaitan dengan konsep food neophobia, yaitu kecenderungan untuk menghindari makanan yang belum pernah dicoba. Penelitian oleh Patricia Pliner dan Karen Hobden yang dipublikasikan di jurnal Appetite pada 1992 menunjukkan bahwa sebagian orang memang lebih nyaman dengan makanan yang sudah dikenal, dan ini tercermin dalam preferensi sarapan mereka.Tidak Terlalu Mencari Pengalaman BaruKebiasaan ini juga bisa menunjukkan bahwa kamu tidak terlalu terdorong untuk mencoba hal-hal baru, terutama dalam hal makanan. Psikolog Marvin Zuckerman melalui teori sensation seeking menjelaskan bahwa setiap orang punya tingkat kebutuhan yang berbeda terhadap sensasi dan pengalaman baru. Mereka yang cenderung mencari sensasi biasanya lebih terbuka pada makanan asing, sementara kamu yang nyaman dengan menu tetap justru merasa cukup dengan apa yang sudah dikenal dan terbukti enak.Cenderung Lebih Berhati-hatiSikap hati-hati juga menjadi salah satu ciri yang menonjol. Studi yang dilakukan Patricia Pliner dan Nancy Melo pada 1997 mengungkapkan bahwa orang yang menghindari makanan baru cenderung lebih waspada secara alami. Ini mungkin merupakan warisan evolusi untuk melindungi diri dari makanan berbahaya. Di zaman modern, kewaspadaan ini muncul sebagai kebiasaan memilih menu yang aman dan sudah teruji.Menyukai Hal yang Praktis dan Minim PilihanTidak semua orang menikmati banyak pilihan. Sebagian dari kita justru merasa terbebani dengan terlalu banyak opsi. Psikolog Paul Rozin dari University of Pennsylvania, yang dikenal sebagai pakar psikologi makanan, menyebut bahwa rasa familiar sangat berperan dalam membentuk kebiasaan makan. Dengan memilih menu yang sama, kamu menghemat waktu dan mengurangi risiko penyesalan atas pilihan makanan.Merasa Nyaman dengan Hal yang FamiliarMakanan selalu terkait erat dengan emosi dan kenangan. Makanan yang sudah dikenal sering kali memberikan rasa nyaman dan aman, terutama saat kamu sedang stres atau menghadapi tekanan. Penelitian Paul Rozin menegaskan bahwa kebiasaan makan tidak hanya soal biologis, tetapi juga budaya, emosi, dan pengalaman masa lalu. Sarapan dengan menu favorit bisa menjadi pelarian yang menenangkan.Suka Mengurangi Beban Pikiran di Pagi HariMemilih menu sarapan yang sama setiap hari adalah cara cerdas untuk mengurangi keputusan yang harus diambil sejak pagi. Menurut peneliti kebiasaan Wendy Wood, sekitar 43 persen aktivitas harian kita adalah perilaku yang berulang secara otomatis dalam situasi yang sama. Dengan rutinitas sarapan yang tetap, kamu bisa menghemat energi mental untuk fokus pada hal-hal lain yang lebih penting.Jadi, jika kamu adalah seseorang yang setia pada menu sarapan yang itu-itu saja, tidak perlu khawatir. Kebiasaan ini justru menunjukkan bahwa kamu pribadi yang stabil, praktis, dan tahu cara menjaga kenyamanan diri sendiri. Selamat menikmati sarapanmu!

Redaksi-30 Agustus 2026
NaraCerita