Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

keguguran

Berita dan Informasi keguguran

3 artikel ditampilkan

Bahaya Tersembunyi di Kantor untuk Ibu Hamil, Waspada!
Kesehatan Keluarga

Bahaya Tersembunyi di Kantor untuk Ibu Hamil, Waspada!

Kabar ini penting banget buat Bunda yang masih sibuk bekerja saat hamil. Sebuah penelitian besar dari Denmark menemukan bahwa aktivitas fisik tertentu di tempat kerja, seperti membungkuk ke depan, berdiri terlalu lama, dan berjalan terus-menerus, bisa meningkatkan risiko keguguran. Tapi tenang, bukan berarti Bunda harus berhenti bergerak sama sekali, ya.Aktivitas Kerja yang BerisikoPeneliti menganalisis lebih dari 800 ribu kehamilan di Denmark selama 14 tahun. Hasilnya, mereka menemukan bahwa setiap tambahan satu jam membungkuk ke depan meningkatkan risiko keguguran hingga 36 persen. Sementara itu, berjalan terlalu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko 18 persen, dan berdiri dalam waktu lama sekitar 3 persen.Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Occupational & Environmental Medicine. Para ahli menduga bahwa aktivitas-aktivitas tersebut bisa mengganggu aliran darah ke plasenta atau memengaruhi hormon yang penting untuk menjaga kehamilan.Jangan Panik Dulu, Ini BedanyaMeskipun temuan ini cukup mengkhawatirkan, para ahli mengingatkan bahwa ini bukan berarti gerakan sehari-hari berbahaya. Profesor Asma Khalil dari City St George's, University of London, menegaskan bahwa studi ini fokus pada pola kerja yang berulang dan berkepanjangan, bukan aktivitas biasa seperti mengambil barang atau jalan santai.“Studi ini berkaitan dengan paparan pekerjaan, khususnya membungkuk ke depan yang berkepanjangan atau berulang, bukan aktivitas sehari-hari,” jelasnya. Artinya, Bunda tetap boleh bergerak seperti biasa, asal tidak dilakukan terus-menerus tanpa jeda.Tips Aman untuk Ibu Hamil yang BekerjaMeski penelitian ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut, ada baiknya Bunda mulai lebih memperhatikan postur dan durasi aktivitas di kantor. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:Hindari membungkuk terlalu lama. Jika harus mengambil barang, coba jongkok atau minta bantuan rekan kerja.Jangan berdiri atau berjalan tanpa istirahat. Usahakan duduk setiap 30-60 menit untuk mengistirahatkan tubuh.Gunakan kursi yang ergonomis dan atur posisi meja agar tidak perlu membungkuk saat bekerja.Konsultasikan dengan dokter kandungan jika pekerjaan Anda menuntut banyak aktivitas fisik. Mungkin ada penyesuaian yang bisa dilakukan.Faktor Risiko Lain yang Perlu DiwaspadaiPerlu diingat, keguguran bisa dipicu oleh banyak faktor, seperti usia ibu, kebiasaan merokok, kerja shift malam, atau paparan polusi. Jadi, menjaga kesehatan secara keseluruhan tetap menjadi prioritas utama.Penelitian ini hanya bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati, kan? Yang terpenting, Bunda tetap aktif, sehat, dan bahagia selama kehamilan.

Redaksi-29 Juni 2026
Kisah Pilu Mantan Koki Kylie Jenner: Keguguran Usai Lembur 12 Jam Saat Hamil
Gaya Hidup

Kisah Pilu Mantan Koki Kylie Jenner: Keguguran Usai Lembur 12 Jam Saat Hamil

Kisah tragis datang dari mantan koki pribadi Kylie Jenner yang melayangkan gugatan terhadap keluarga Kardashian. Dalam dokumen pengadilan yang dilaporkan Los Angeles Times, perempuan tersebut mengklaim bahwa ia dipaksa bekerja 11 hingga 12 jam per hari, lima hari seminggu, saat sedang hamil. Ia menuduh beban kerja yang berat itu menjadi penyebab dirinya mengalami keguguran.Insiden di Pesta Ulang TahunSalah satu insiden yang disorot dalam gugatan terjadi pada Februari lalu. Saat itu, ia diminta menangani katering pesta ulang tahun keluarga di Palm Springs, California, dan tengah mengandung lima bulan. Ia mengaku tidak mendapatkan perhatian atau dukungan yang memadai selama acara. Meski sudah meminta bantuan kepada atasan, permintaannya diabaikan.Akibat kelelahan dan tekanan fisik yang luar biasa, ia mengalami gangguan emosional hingga menangis di kamar mandi. Pada malam harinya, ia merasakan kelelahan ekstrem dan tubuhnya terasa sangat berat. Keesokan harinya, ia mengalami pendarahan hebat dan membawa dirinya sendiri ke rumah sakit, namun sayangnya ia kehilangan janinnya.Depresi dan Respons Tak ManusiawiSetelah peristiwa itu, ia mengaku mengalami depresi. Namun, menurut gugatan, salah seorang atasan justru berkata, "Berhentilah, hentikan saja. Kamu membuat Kylie sedih. Kamu membuatnya depresi." Pernyataan tersebut semakin menambah beban psikologis yang ia alami.Kuasa hukum sang koki menegaskan bahwa status selebritas tidak membebaskan siapapun dari kewajiban mematuhi undang-undang ketenagakerjaan California. "Kami menantikan kesempatan untuk menghadirkan bukti di pengadilan dan membiarkan fakta berbicara dengan sendirinya," ujar tim kuasa hukum.Bukan Gugatan PertamaKasus ini bukan pertama kalinya Kylie Jenner menghadapi gugatan dari mantan karyawan. Pada Mei lalu, mantan asisten rumah tangga bernama Juana Delgado Soto mengajukan gugatan serupa dengan tuduhan diskriminasi rasial, perlakuan diskriminatif, dan pelecehan. Sebelumnya, mantan karyawan lain, Angelica Vasquez, juga menggugat Jenner dengan tuduhan diskriminasi dan pelecehan saat bekerja untuk keluarga Kardashian.Hingga berita ini diturunkan, Kylie Jenner belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap kehidupan selebritas, ada kisah pilu yang kerap terabaikan.

Redaksi-27 Juni 2026
Hati-Hati, Sering Membungkuk saat Hamil Muda Bisa Berbahaya
Kesehatan Keluarga

Hati-Hati, Sering Membungkuk saat Hamil Muda Bisa Berbahaya

Selama hamil, banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk posisi tubuh saat beraktivitas. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menemukan bahwa kebiasaan membungkuk, terutama di tempat kerja, bisa meningkatkan risiko keguguran. Studi ini melibatkan lebih dari 800.000 kehamilan di Denmark dan menganalisis data dari tahun 2004 hingga 2018.Bagaimana Studi Ini Dilakukan?Peneliti dari Bispebjerg Hospital dan University of Copenhagen menggunakan alat pelacak aktivitas serta penilaian ahli untuk mengukur waktu yang dihabiskan ibu hamil untuk berdiri, berjalan, dan membungkuk dengan sudut 30 derajat atau lebih. Hasilnya? Setiap jam tambahan membungkuk ke depan dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran hingga 36 persen. Sementara itu, berjalan dan berdiri juga meningkatkan risiko, masing-masing sebesar 18 persen dan 3 persen.Apa Kata Ahli?Meski temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Profesor Asma Khalil dari City St George's, University of London, menekankan bahwa gerakan biasa seperti membungkuk tidak selalu berbahaya. Namun, ia setuju bahwa ada pola peningkatan risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.“Mekanisme pastinya belum jelas, tapi mungkin terkait dengan gangguan sirkulasi darah ke plasenta atau perubahan hormonal,” ujar tim peneliti. Mereka juga menambahkan bahwa faktor lain seperti merokok atau pekerjaan fisik berat belum bisa dikesampingkan.Tips Aman Membungkuk saat HamilSebenarnya, membungkuk saat hamil tidak dilarang total. Kuncinya adalah melakukannya dengan benar. The US National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyarankan untuk membungkuk dari sendi pinggul, bukan dari tulang belakang. Berikut panduan berdasarkan trimester:Trimester pertama: Janin masih kecil, jadi membungkuk umumnya aman. Namun, jika ada komplikasi, sebaiknya kurangi frekuensinya.Trimester kedua: Masih boleh, tapi mungkin terasa tidak nyaman. Dengarkan tubuh Bunda.Trimester ketiga: Perut besar menggeser pusat gravitasi, sehingga risiko jatuh lebih tinggi. Hindari membungkuk jika tidak perlu.Selain itu, pastikan Bunda tidak mengangkat beban berat saat membungkuk. Jika pekerjaan menuntut banyak gerakan membungkuk, coba atur ulang area kerja atau minta bantuan rekan kerja.Studi ini memang belum menjadi pedoman mutlak, tapi setidaknya jadi pengingat untuk lebih memperhatikan postur tubuh selama kehamilan. Yang terpenting, jangan panik dan selalu konsultasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran.

Redaksi-26 Juni 2026
NaraCerita