Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

kekerasan pada perempuan

Berita dan Informasi kekerasan pada perempuan

1 artikel ditampilkan

Kisah Pilu di Balik Tindak Kekerasan: Ayah Akui Manja Anak karena Lebih Tampan
Gaya Hidup

Kisah Pilu di Balik Tindak Kekerasan: Ayah Akui Manja Anak karena Lebih Tampan

Nama Taufik Hidayat mendadak viral setelah aksi kejinya terhadap YTR terbongkar. Pria berusia 30 tahun itu dituduh menyekap dan menganiaya kekasihnya hingga korban mengalami cacat permanen. Setelah buron selama beberapa waktu, Taufik akhirnya ditangkap di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/26) malam. Kini ia tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jawa Barat.Pengakuan Ayah yang MengejutkanTak lama setelah penangkapan, keluarga Taufik angkat bicara. Sang ayah, Tata, mengungkapkan bahwa Taufik adalah anak kesayangannya. Alasannya? Taufik dianggap lebih tampan dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.“Benar (paling) disayang. Ganteng gitu lah, beda dari yang (saudara) lain,” kata Tata dalam podcast bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.Tata juga mengakui bahwa ia sering membela Taufik saat berkelahi dengan orang lain. Sikap memanjakan ini ternyata berlangsung sejak kecil. Dedi Mulyadi pun berkomentar, “Kalau sampai orang tua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orang tuanya memaafkan, itu cermin anak dimanja.”Kekerasan pada Ayah SendiriPerilaku kekerasan Taufik ternyata bukan hanya pada kekasihnya. Saat masih tinggal bersama ayahnya, Taufik pernah memukul kepala Tata dengan kayu hanya karena lapar dan tidak ada ikan untuk dimakan. Saat itu, ibunya sudah meninggal dunia.“Dia datang ke sawah, langsung pukul. Untung saya ada teman dua orang, jadi ditolong. Habis itu dia kabur mungkin selama satu minggu, lalu kembali dan minta maaf sambil nangis,” ungkap Tata.Alasan di Balik PenyekapanSetelah ditangkap, Taufik mengakui semua perbuatannya. Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan menyatakan bahwa Taufik melakukan aksi tersebut di bawah pengaruh alkohol. “Setiap hari konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu,” ujar Rudi.Selama pelarian, Taufik sempat bersembunyi di Tangerang, namun merasa tidak aman dan kembali ke Jawa Barat hingga akhirnya tertangkap. Polisi melacaknya melalui aktivitas transaksi. Hasil tes urine menunjukkan Taufik negatif narkotika.Kondisi Korban dan Harapan KeluargaKorban YTR hingga kini masih dirawat di rumah sakit. Kondisinya berangsur membaik, namun keluarga masih menjaga mentalnya. Bibi YTR, Erni, mengungkapkan bahwa YTR sudah bisa diajak berkomunikasi dan mulai bersemangat. Namun, ia menegaskan bahwa masa depan keponakannya suram karena cacat permanen akibat penganiayaan.“Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Masa depan (korban) masih panjang, dia baru 29 tahun. Keponakan saya sudah cacat. Kondisinya mengkhawatirkan,” ungkap Erni.Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang dampak pola asuh yang salah dan pentingnya keadilan bagi korban kekerasan.

Redaksi-27 Juni 2026
NaraCerita