Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

kemanusiaan

Berita dan Informasi kemanusiaan

1 artikel ditampilkan

Perempuan-perempuan Tangguh di Balik Aksi Demo: Dari Dapur Umum hingga Garis Depan
Cerita Ibu

Perempuan-perempuan Tangguh di Balik Aksi Demo: Dari Dapur Umum hingga Garis Depan

Demonstrasi selalu identik dengan teriakan, spanduk, dan kemarahan. Namun, di balik itu semua, ada denyut nadi lain yang tak kalah penting. Di tengah riuh massa, sekelompok perempuan dengan tenang melakukan tugas mereka: membagikan makanan, menyiapkan obat, bahkan memungut sampah. Mereka adalah pahlawan senyap yang memastikan setiap suara tetap terdengar, tanpa harus mengorbankan kemanusiaan.Kisah Ibu-ibu Aktivis SeniorOlivia, Tata, dan Imelda adalah tiga perempuan yang sudah malang melintang di dunia aksi sejak 1998. Dulu mereka mahasiswa, kini mereka ibu-ibu yang tetap setia menyuarakan keresahan. "Kami sudah ikut aksi dari zaman Soeharto, sekarang masih di sini. Yang didemo beda orang, tapi masalahnya sama," ujar Tata sambil tertawa getir. Mereka mengkritisi program Makan Bergizi Gratis, terutama setelah ada temuan benda diduga peluru di dagingnya. "Itu kan berarti quality control-nya nol. Kami muak," sergah Olivia.Dapur Umum dan Logistik: Sumbangsih NyataTak jauh dari kerumunan, relawan Nadi Perempuan sibuk membagikan air mineral dan makanan. Mereka baru terbentuk 24 jam sebelum aksi, tapi semangat mereka membara. Nanda, koordinator tim, menceritakan bahwa donasi mengalir dari berbagai pihak, bahkan dari warga yang hanya lewat. "Ada yang nitip roti, lontong, sampai uang tunai Rp2.187.000. Kami pakai untuk transportasi, beli obat, oksigen, dan cetak poster," jelasnya. Mereka juga menyediakan obat-obatan seperti betadine dan paracetamol, siap sedia jika ada peserta yang butuh.Menjaga Lingkungan di Tengah AksiGaluh dan Khusna memilih cara berbeda untuk berkontribusi. Mereka memunguti botol plastik dan bungkus makanan yang berserakan. "Kami ambil cuti kantor untuk ini. Bos kami juga ikut, jadi delapan perempuan semua," kata Galuh. Sebelumnya, mereka juga membagikan makanan hasil kolaborasi dengan Dapur Umum Jakarta. "Ini langkah besar buat kami. Kami nggak pernah berani demo sebelumnya, tapi sekarang kami merasa harus melakukan sesuatu. Ini yang bisa kami lakukan," tambahnya.Suara Perempuan, Kekuatan yang Tak TerbendungPerempuan memang punya banyak cara untuk berdiri. Ada yang turun ke jalan, ada yang mendukung dari rumah lewat media sosial, ada yang menyumbang logistik. Semua itu adalah bentuk keberanian yang sama. Di balik setiap aksi, selalu ada perempuan yang memastikan tidak ada yang terlupakan. Mereka adalah bukti bahwa perubahan tidak selalu datang dari teriakan, tapi juga dari kepedulian yang tulus.

Redaksi-31 Agustus 2026
NaraCerita