Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

kulit kering

Berita dan Informasi kulit kering

2 artikel ditampilkan

Rahasia Merawat Kulit Bayi yang Kering dan Sensitif
Kesehatan Keluarga

Rahasia Merawat Kulit Bayi yang Kering dan Sensitif

Moms, pernahkah Anda melihat kulit si kecil terkelupas atau terasa kasar? Jangan panik dulu. Kondisi ini sebenarnya wajar dialami bayi baru lahir. Kulit mereka masih dalam proses pematangan, butuh waktu sekitar satu tahun untuk benar-benar siap. Lapisan terluarnya tipis dan kelenjar minyak belum bekerja optimal, sehingga kelembapan mudah hilang.Kenapa Kulit Bayi Mudah Kering?Ada beberapa faktor yang membuat kulit bayi rentan kering. Mulai dari udara ruangan yang kering, kebiasaan mandi terlalu sering dengan air hangat, hingga perubahan suhu drastis. Faktor genetik juga berperan, terutama jika ada riwayat eksim atau alergi dalam keluarga. Bahkan, makanan yang Moms konsumsi saat menyusui bisa memengaruhi kondisi kulit bayi, lho.Langkah Jitu Mengatasi Kulit Kering pada BayiJangan bingung, berikut beberapa cara yang bisa Moms lakukan di rumah:Pilih produk bebas pewangi. Krim atau minyak bayi yang lembut dan tanpa fragrance lebih aman untuk kulit sensitif.Mandi singkat dengan air hangat. Hindari air panas dan berendam lama. Cukup beberapa menit saja, dan jangan gunakan sabun setiap saat.Segera pakai pelembap setelah mandi. Tepuk-tepuk tubuh bayi hingga kering, lalu oleskan pelembap saat kulit masih lembap untuk mengunci kelembapan.Jaga kelembapan ruangan. Gunakan humidifier atau letakkan wadah air di dekat sumber panas.Pakaikan bahan lembut dan menyerap keringat. Katun atau bambu jauh lebih baik daripada wol atau sintetis.Hindari bayi kepanasan. Suhu terlalu panas justru menghilangkan kelembapan kulit. Periksa leher belakang, jika berkeringat berarti ia kepanasan.Sederhanakan rutinitas. Cukup satu krim dan satu sabun lembut. Terlalu banyak produk bisa mengganggu keseimbangan kulit.Perhatikan tanda tidak nyaman. Jika bayi sering menggaruk, rewel saat ganti popok, atau tidur gelisah, kulitnya butuh perhatian ekstra.Cermati asupan Moms. Saat menyusui, makanan yang Moms makan bisa memicu reaksi kulit bayi. Konsultasikan ke dokter jika ragu.Pencegahan Sehari-hari agar Kulit Bayi Tetap LembapMencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut kebiasaan sederhana yang bisa Moms terapkan:Gunakan air hangat kuku saat mandi, bukan air panas. Pilih sabun bebas pewangi dan soap-free.Keringkan tubuh bayi dengan cara ditepuk, jangan digosok. Mandi setiap hari atau dua hari sekali, lalu langsung oleskan krim.Oleskan pelembap kental (krim atau salep) segera setelah mandi, ulangi 1-2 kali sehari. Pilih yang hipoalergenik dan bebas pewangi.Pastikan bayi cukup cairan dari ASI atau susu formula. Jangan beri air putih sebelum usia 6 bulan atau tanpa izin dokter.Atur suhu ruangan sekitar 20 derajat Celsius dan gunakan humidifier jika perlu.Lindungi bayi saat cuaca dingin dengan pakaian berlapis, topi, sarung tangan, dan oleskan balm di pipi serta bibir.Dengan perawatan yang tepat, kulit bayi akan kembali lembut dan nyaman. Selalu konsultasikan ke dokter anak jika kondisi kulit si kecil tidak membaik atau muncul tanda infeksi.

Redaksi-08 Oktober 2026
Jangan Keliru, Ini Bedanya Kulit Dehidrasi dan Kulit Kering
Kesehatan Keluarga

Jangan Keliru, Ini Bedanya Kulit Dehidrasi dan Kulit Kering

Pernah merasa kulit wajah terasa kencang, kusam, atau muncul garis halus padahal sudah rajin pakai pelembap? Mungkin kamu salah mengira kondisi kulitmu. Banyak orang menganggap kulit dehidrasi dan kulit kering itu sama, padahal keduanya punya akar masalah yang berbeda. Salah diagnosis bisa membuat usaha perawatanmu sia-sia, bahkan memperparah kondisi kulit.Kulit Kering vs Kulit Dehidrasi: Apa Bedanya?Secara sederhana, kulit kering adalah tipe kulit bawaan yang ditentukan oleh produksi minyak alami (sebum). Orang dengan kulit kering akan mengalaminya seumur hidup, meski bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Sementara itu, kulit dehidrasi adalah kondisi sementara karena kekurangan air di lapisan kulit. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk pemilik kulit berminyak, akibat faktor eksternal seperti cuaca panas, paparan AC, atau kurang minum.Perbedaan mendasar ini penting dipahami karena penanganannya pun berbeda. Kulit kering membutuhkan pelembap yang kaya lipid untuk menggantikan minyak alami, sedangkan kulit dehidrasi harus diatasi dengan menambah asupan air dan produk yang mengandung humektan.Ciri-Ciri Kulit Dehidrasi yang Sering DisalahpahamiKulit dehidrasi sering disangka kulit kering karena gejalanya mirip. Namun, ada beberapa tanda khas yang bisa kamu kenali:Kulit tampak kusam dan kurang bercahaya.Terasa kencang atau tertarik, terutama setelah cuci muka.Garis halus lebih terlihat, tapi membaik setelah pakai produk hidrasi.Elastisitas menurun, kulit terasa kurang kenyal.Beberapa area wajah tampak berminyak, tapi tetap terasa kering.Karena sifatnya sementara, kulit dehidrasi bisa diperbaiki dengan rutinitas yang tepat dan gaya hidup sehat, seperti memperbanyak minum air putih dan menggunakan produk dengan kandungan hyaluronic acid.Ciri-Ciri Kulit Kering sebagai Tipe Kulit BawaanBerbeda dengan dehidrasi, kulit kering cenderung menetap dan bisa memengaruhi area tubuh lain seperti lengan, kaki, hingga kulit kepala. Kondisi ini terjadi karena kelenjar minyak tidak memproduksi sebum cukup untuk menjaga kelembapan alami kulit. Ciri-cirinya antara lain:Tekstur kulit terasa kasar dan bersisik.Muncul serpihan atau flek putih, terutama di area T-zone.Kemerahan dan rasa gatal yang lebih sering muncul.Kulit terasa kencang sepanjang hari, bukan hanya setelah cuci muka.Karena termasuk tipe kulit permanen, kulit kering membutuhkan perawatan rutin yang stabil. Gunakan pembersih yang lembut, pelembap dengan kandungan ceramide atau shea butter, dan hindari eksfoliasi berlebihan agar skin barrier tetap terjaga.Mengapa Hidrasi Saja Tidak Cukup?Banyak produk skincare mengklaim bisa menghidrasi, tapi tahukah kamu bahwa hidrasi tanpa pengunci itu percuma? Humektan seperti hyaluronic acid memang menarik air dari lingkungan, tapi jika tidak diimbangi dengan emolien dan oklusif, air tersebut justru bisa menguap dan membuat kulit makin kering.Emolien berfungsi mengisi celah antar sel kulit sehingga permukaan terasa halus, sedangkan oklusif membentuk lapisan pelindung untuk mencegah penguapan air. Contoh emolien yang bagus adalah squalane dan minyak nabati, sementara oklusif bisa ditemukan pada shea butter atau wax.Jadi, pastikan pelembapmu mengandung kombinasi humektan, emolien, dan oklusif agar hidrasi benar-benar terkunci di dalam kulit.Teknik Skin Flooding untuk Kulit Dehidrasi dan KeringBagi kamu yang ingin mengatasi kulit kering sekaligus dehidrasi, teknik skin flooding bisa jadi andalan. Metode ini populer di kalangan pecinta K-Beauty karena cara kerjanya yang efektif. Prinsipnya adalah melapisi produk dari tekstur paling cair ke paling kental di atas kulit yang masih lembap.Berikut langkah-langkahnya:Setelah cuci muka, semprotkan wajah dengan toner atau essence yang mengandung humektan seperti hyaluronic acid saat kulit masih basah.Lanjutkan dengan serum atau essence yang mengandung ceramide dan panthenol untuk memperkuat skin barrier.Tutup dengan krim pelembap yang kaya emolien dan oklusif seperti squalane, shea butter, atau ceramide sebagai lapisan akhir.Kuncinya adalah mengaplikasikan produk pada kulit yang lembap, bukan kering. Dengan begitu, bahan humektan bisa menarik air dari lingkungan, bukan hanya dari lapisan kulit yang lebih dalam. Teknik ini sangat membantu, terutama jika kamu tinggal di daerah beriklim kering atau sering berada di ruangan ber-AC.Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bedanya? Jangan sampai salah lagi ya. Mulai perhatikan kebutuhan kulitmu dan pilih produk yang tepat agar wajah tetap sehat dan glowing!

Redaksi-31 Agustus 2026
NaraCerita