Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

menanam bawang merah

Berita dan Informasi menanam bawang merah

1 artikel ditampilkan

Cara Jitu Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur, Tunas Cepat Muncul!
Keluarga

Cara Jitu Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur, Tunas Cepat Muncul!

Bunda, siapa di sini yang hobinya masak tapi sering menyisakan bawang merah setengah bagian? Jangan buru-buru dibuang, ya! Sisa bawang merah yang masih memiliki pangkal ternyata bisa kita tanam kembali di rumah. Nggak perlu alat mahal, cukup manfaatkan wadah bekas atau pot kecil di dapur. Penasaran bagaimana caranya? Simak panduan lengkapnya berikut ini. 1. Pilih Bawang Merah yang Masih Segar Kunci utama sukses menanam bawang merah adalah memilih bahan yang tepat. Pastikan bagian bawah bawang (pangkal) masih utuh dan tidak terpotong. Hindari bawang yang sudah dimasak atau busuk, karena tidak akan tumbuh. Bawang sisa yang ukurannya tidak beraturan pun tak masalah, asalkan pangkalnya masih ada. Jangan memotong terlalu dalam, sisakan sedikit bagian untuk tempat akar muncul. 2. Bersihkan Bawang dari Kotoran Sebelum ditanam, bersihkan kulit luar dan kotoran yang menempel. Cukup gunakan tangan atau air mengalir. Jika bawang baru diambil dari kulkas, biarkan sejenak di suhu ruang agar tidak terlalu lembap. Periksa juga apakah ada bagian yang lembek atau berbau tidak sedap. Kalau ada, sebaiknya jangan digunakan karena bisa menghambat pertumbuhan. 3. Gunakan Wadah Bekas dengan Drainase Baik Bunda tidak perlu membeli pot baru. Manfaatkan gelas plastik bekas, kaleng, atau wadah makanan yang sudah tidak terpakai. Pastikan bagian bawahnya diberi lubang agar air tidak menggenang. Isi dengan tanah subur, tapi jangan penuh-penuh. Sisakan ruang sekitar 2 cm dari permukaan wadah. Jika menanam beberapa bawang, beri jarak agar akar bisa berkembang. 4. Tanam dengan Posisi Pangkal di Bawah Letakkan bawang dengan bagian pangkal menghadap ke bawah, lalu benamkan ke dalam tanah. Jangan menimbun seluruh umbi, biarkan bagian atasnya tetap terlihat. Setelah itu, tekan tanah perlahan agar bawang tidak goyang. Kalau posisinya bergeser setelah disiram, rapikan kembali. Akar akan tumbuh ke bawah dan tunas akan muncul ke atas. 5. Siram Secukupnya, Jangan Berlebihan Penyiraman cukup dilakukan saat permukaan tanah mulai kering. Jangan menyiram setiap hari jika tanah masih basah. Air yang berlebihan justru membuat bawang membusuk sebelum sempat bertunas. Pastikan lubang drainase di wadah berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang. 6. Letakkan di Tempat yang Terkena Sinar Matahari Bawang merah butuh cahaya matahari untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun. Letakkan wadah di teras, jendela, atau halaman yang mendapat sinar pagi. Jika di lokasi pertama kurang cahaya, Bunda bisa memindahkannya ke tempat yang lebih terang. Hindari tempat yang terlalu lembap atau gelap. 7. Rawat dengan Sabar dan Nikmati Hasilnya Setelah beberapa hari, biasanya tunas hijau akan mulai muncul. Jangan panik jika belum terlihat dalam waktu singkat. Setiap bawang punya waktu tumbuh yang berbeda. Terus rawat dengan penyiraman teratur dan pastikan tidak ada hama yang mengganggu. Dalam beberapa minggu, Bunda sudah bisa memanen daun bawang segar untuk masakan. Menanam bawang merah dari sisa dapur bukan hanya menghemat pengeluaran, tapi juga bisa jadi kegiatan seru bersama si kecil. Selain mengenalkan anak pada dunia bercocok tanam, aktivitas ini juga melatih kesabaran dan tanggung jawab. Selamat mencoba, Bunda!

Redaksi-15 September 2026
NaraCerita