Perjalanan Andika Kangen Band Kembali ke Panggung Setelah 19 Hari Melawan Kelelahan
Jakarta, Naracerita – Sorak penonton kembali menyambut aksi panggung Andika Mahesa, vokalis Kangen Band, untuk pertama kalinya sejak ia menjalani perawatan intensif. Babang Tamvan, sapaan akrabnya, mengaku momen ini terasa sangat istimewa karena ia baru saja melewati 19 hari masa penyembuhan.“Ini panggung pertama setelah sakit 19 hari. Alhamdulillah akhirnya bisa manggung lagi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui usai acara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.Kelelahan yang Berujung pada Gangguan JantungAndika menceritakan bahwa kejadian ini bermula dari rasa lelah yang luar biasa akibat jadwal manggung yang padat. Ia mengaku tidak menyangka kelelahan tersebut bisa berdampak serius pada organ jantungnya. Padahal, selama ini ia merasa biasa saja dengan rutinitas yang begitu melelahkan.“Mungkin kecapekan ya, tapi ternyata ada temuan di jantung. Saya sendiri kaget. Ini jadi pelajaran berharga,” kata pelantun “Yolanda” ini.Jadwal Padat yang Memicu Masalah KesehatanSelama ini, Kangen Band memang dikenal memiliki jadwal manggung yang sangat padat. Dalam sebulan, mereka bisa tampil di belasan kota yang tersebar di berbagai pulau. Perjalanan yang panjang dan waktu istirahat yang minim menjadi pemicu utama menurunnya kondisi fisik Andika.“Sebulan itu biasanya 15 sampai 17 titik manggung. Jarak antar kota kadang jauh, jadi tubuh benar-benar dipaksa bekerja ekstra,” jelasnya.Evaluasi dan Perubahan Gaya HidupSetelah melewati masa pemulihan, Andika kini mulai mengubah prioritas hidupnya. Ia lebih sadar untuk mendengarkan sinyal tubuh dan tidak lagi memaksakan diri. Istirahat yang cukup dan pola hidup sehat menjadi komitmen barunya.“Sekarang saya harus lebih pelan-pelan. Kalau badan sudah kasih sinyal, saya harus berhenti sejenak,” tegasnya.Momen kembali ke panggung ini juga menjadi ungkapan syukur atas dukungan keluarga, rekan band, dan penggemar yang selalu mendoakannya. Andika berharap ke depannya ia bisa terus berkarya tanpa mengorbankan kesehatan.