Keluarga
Menjadi orang tua setelah bercerai memang penuh tantangan, tapi Hamish Daud membuktikan bahwa cinta untuk anak tidak pernah pudar. Aktor berdarah Australia-Indonesia ini baru-baru ini membuka suara tentang kehidupannya pasca berpisah dari Raisa, sekaligus menceritakan perkembangan putrinya yang kini berusia tujuh tahun.Zalina Paham dengan Kondisi Orang TuanyaHamish mengaku bahwa Zalina sudah mengerti tentang perpisahan kedua orang tuanya. Ia dan Raisa sama-sama berkomunikasi dengan terbuka kepada sang putri, tanpa menutup-nutupi apa pun. Menurut Hamish, kemampuan komunikasi Raisa sangat baik, dan ia pun melakukan hal serupa agar Zalina merasa aman dan tahu apa yang sebenarnya terjadi.“Dia mengerti. Raisa juga pandai berkomunikasi, saya juga bicara langsung ke Zalina, jadi dia tahu semuanya,” ungkap Hamish. Ia menekankan pentingnya kehadiran fisik dan emosional untuk sang buah hati, “Makanya aku harus selalu ada di sini. Aku ingin menunjukkan bahwa aku ada untuk dia.”Hidup Zalina Kini Lebih SeruMeski orang tuanya bercerai, Zalina justru menikmati hidup yang semakin berwarna. Hamish bercerita bahwa putrinya punya kamar baru di apartemen, suka jalan-jalan, dan punya banyak aktivitas seru bersama kedua orang tuanya. “Dia ikut sound check sama mamanya, ikut juga sama bapaknya. Jadi dia nggak pernah kesepian atau bingung bertanya, ‘Ibu dan Bapak aku di mana?’ Kita selalu ada buat dia,” jelas Hamish.Co-Parenting yang Solid untuk ZalinaHamish dan Raisa berkomitmen untuk tetap menjalin hubungan baik demi anak. Menurut Hamish, semua keputusan yang diambil kini semata-mata untuk kepentingan Zalina. “Ini bukan tentang kita lagi, tapi tentang Zalina. Dia tidak bisa memilih untuk dilahirkan, jadi kita yang bertanggung jawab memastikan semuanya baik untuknya,” tuturnya. Ia bersyukur komunikasi dengan Raisa tetap lancar dan Zalina selalu ceria.Quality Time ala Hamish dan ZalinaHamish punya cara khusus untuk menghabiskan waktu bersama putrinya. Salah satunya dengan membuat aturan bahwa Zalina harus belajar hal baru setiap hari. Hal ini membuat Zalina semakin aktif bertanya dan mengeksplorasi dunianya.Menariknya, ikatan Hamish dan Zalina memang berbeda dengan hubungan Zalina bersama Raisa. Jika dengan ibunya sangat dekat dan mesra, dengan Hamish ada nuansa petualangan dan kepercayaan. Salah satu contohnya saat mereka belajar berkuda. Awalnya Zalina ketakutan melihat kuda yang besar, tapi Hamish terus meyakinkannya. “Aku bilang, ‘Ada aku di sini.’ Jadi ada trust dengan bapaknya, ada rasa aman. Itu yang ingin aku jaga,” kenang Hamish.Selain berkuda, Hamish juga sering mengajak Zalina bermain di pantai dan menikmati alam. Momen membonceng motor pun jadi favorit Zalina. Ia selalu ceria saat dijemput ayahnya dengan motor, dan itu jadi quality time sederhana yang berharga.Kisah Hamish dan Zalina mengajarkan bahwa perceraian bukan akhir dari kebahagiaan sebuah keluarga. Dengan co-parenting yang baik, anak tetap bisa tumbuh bahagia dan merasa dicintai kedua orang tuanya.
Redaksi-30 Agustus 2026