Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

perempuan indonesia

Berita dan Informasi perempuan indonesia

4 artikel ditampilkan

Asa Dara: Gerakan Perempuan untuk Melawan Stigma dan Merawat Kesehatan Hormon
Gaya Hidup

Asa Dara: Gerakan Perempuan untuk Melawan Stigma dan Merawat Kesehatan Hormon

Kesehatan hormonal seringkali menjadi topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Padahal, banyak perempuan yang berjuang melawan gangguan seperti PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) tanpa mendapat dukungan yang layak. Melihat situasi ini, sekelompok mahasiswa dari konsentrasi Marketing Communication LSPR Institute of Communication & Business tergerak untuk membuat perubahan lewat program Community Development bertajuk Daraloka.Puncak acara Daraloka, yang diberi nama Asa Dara, sukses digelar di Tamananda Lifestyle Park, Cilandak, pada akhir Juli lalu. Dengan mengusung tema Beyond the Stigma: How Indonesian Culture Shapes Women's Wounds, acara ini bertujuan mengajak masyarakat luas untuk lebih memahami kesehatan hormonal perempuan dan menantang stigma sosial yang melekat.Membuka Ruang Diskusi yang SehatAsa Dara dibuka dengan sesi PMOS Yoga yang menenangkan, dilanjutkan dengan konferensi pers bersama dosen pembimbing, founder Komunitas Kata Nona, dan media partner. Momen ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kampanye Daraloka secara lebih mendalam kepada publik.Kehadiran para tokoh penting ini mempertegas bahwa isu PMOS bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem yang suportif bagi para penyintas.Dara Bersuara: Ruang Ekspresi dan EmpatiSalah satu daya tarik utama Asa Dara adalah pameran interaktif bertajuk "Dara Bersuara". Pameran ini menyajikan kisah-kisah nyata tentang stigma, tekanan sosial, dan perjalanan para pejuang PMOS melalui instalasi visual dan pengalaman audio yang menggugah.Kolaborasi dengan lebih dari sepuluh seniman lokal membuat pameran ini semakin hidup. Mereka bersama-sama membangun kesadaran, menumbuhkan empati, dan menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk berbagi dan saling mendukung.Talkshow Menggugah: Menjadi PerempuanSesi talkshow bertajuk "Menjadi Perempuan" menjadi puncak diskusi yang dinanti. Para pembicara hebat seperti dr. Mahatmasara Adhiwasa, Sp.OG, psikolog RA Oriza Sativa, dan aktivis Prily Soetiman serta Aya Canina berbagi pandangan tentang pengaruh budaya dan ekspektasi sosial terhadap perempuan, terutama mereka yang hidup dengan PMOS.Diskusi ini membuka mata banyak peserta bahwa banyak perempuan yang diam-diam berjuang tanpa dukungan yang memadai. Stigma yang berakar dari budaya seringkali membuat mereka merasa sendirian dan tidak dipahami.Workshop Reflektif: Merawat Diri dan HubunganTak hanya mendengarkan, peserta juga diajak untuk berefleksi melalui dua workshop menarik. Workshop pertama, "Rangkai Rupa Diri: Bracelet Charm", mengajak peserta membuat gelang sebagai simbol dukungan dari orang-orang terdekat. Sementara workshop kedua, "Rangkai Rupa Diri: Flower Arrangement", mengajak peserta merangkai bunga sebagai bentuk self-love dan penerimaan diri.Kegiatan ini memberikan ruang bagi perempuan untuk merawat diri mereka sendiri dan menghargai proses penyembuhan yang mereka jalani.Menutup dengan KebahagiaanAcara ditutup dengan sesi Karaoke Night bertema "No Sad Songs" yang penuh keceriaan. Peserta saling bertukar kartu bertuliskan "You Made Someone's Night Better" sebagai bentuk apresiasi dan dukungan satu sama lain.Melvin Bonardo Simanjuntak, dosen pengampu mata kuliah Community Development, menyatakan bahwa Daraloka adalah bukti nyata bagaimana teori dan konsep dapat dipraktikkan menjadi aksi nyata. "Kami berharap acara ini mampu membentuk pemahaman yang lebih baik bagi audiens tentang isu PMOS, kesetaraan, dan inklusivitas," ujarnya.Sementara itu, Aya Canina dari Komunitas Kata Nona menambahkan, "Membicarakan PMOS secara terbuka adalah bentuk keberpihakan pada perempuan. Kami ingin mengakui ketubuhan dan tantangan psikososial mereka, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas lain."Melalui rangkaian kegiatan Asa Dara, Daraloka berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatan hormonal perempuan. Dengan memahami PMOS dan melawan stigma, kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan bebas dari penghakiman.Bagi kamu yang ingin berbagi cerita atau mencari dukungan seputar isu ini, jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas yang peduli. Karena setiap perempuan berhak untuk didengar dan didukung.

Redaksi-07 Agustus 2026
Sambutan Hangat untuk Perempuan Inspiratif: Welcoming Dinner FimelaXclusive Batch 4
Cerita Ibu

Sambutan Hangat untuk Perempuan Inspiratif: Welcoming Dinner FimelaXclusive Batch 4

Fimela kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan Indonesia dengan menyambut anggota baru FimelaXclusive Batch 4 melalui sebuah welcoming dinner yang hangat dan intim. Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Hotel Park 5 Simatupang, Jakarta, ini menjadi momen pertama bagi para member untuk merasakan atmosfer komunitas yang suportif dan inspiratif.Malam Penuh Keakraban dan KegembiraanSejak awal, suasana akrab langsung terasa. Para peserta tidak hanya berkesempatan bertemu dengan tim Fimela, tetapi juga berinteraksi dengan sesama anggota yang datang dari berbagai latar belakang dan profesi. Mereka saling berbagi cerita, pengalaman, dan harapan untuk perjalanan ke depan.Acara semakin meriah dengan adanya games interaktif yang mengundang tawa dan semangat kebersamaan. Berbagai hadiah menarik juga dibagikan, menambah keseruan malam itu. Selain itu, para member diperkenalkan dengan program-program eksklusif yang telah disiapkan, seperti beauty experience, wellness class, dan aktivitas menarik lainnya yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman berbeda.Inspirasi dari Senior, Semangat untuk Masa DepanTak hanya sambutan dari tim, para anggota baru juga mendapatkan inspirasi langsung dari Yohana Damanik, member FimelaXclusive Batch 1. Ia berbagi pengalaman berharganya selama bergabung dengan komunitas ini. “Bergabung dengan FimelaXclusive menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan. Saya bisa bertemu banyak perempuan inspiratif yang saling mendukung. Setiap acara memberikan pengalaman baru, mulai dari belajar, networking, hingga quality time yang menyenangkan,” ujarnya.Yohana berharap anggota Batch 4 juga dapat menikmati perjalanan serupa dan menemukan banyak kesempatan untuk berkembang. Ke depannya, FimelaXclusive akan terus menghadirkan kegiatan yang memadukan dunia beauty, wellness, lifestyle, dan community engagement, sehingga setiap member bisa memperluas wawasan, membangun koneksi bermakna, dan tumbuh bersama.Dukungan dari Berbagai PartnerKesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai partner yang memiliki visi sama dalam mendukung perempuan berkembang. Fimela mengucapkan terima kasih kepada Mirukaku, Nature Republic, Dear Me Beauty, Tanskin, Somethinc, Scarlett, Deorex, KAIE, EMRA Clinic, Blaze Studio, Maiimi Home, dan Zycle Studio yang telah berkolaborasi menghadirkan pengalaman serta manfaat eksklusif bagi para member. Apresiasi juga diberikan kepada Hotel Park 5 Simatupang sebagai venue partner.Bagi yang ingin mengikuti perkembangan terbaru FimelaXclusive dan program inspiratif lainnya, informasi selengkapnya dapat diakses melalui Fimela.com dan Instagram @fimeladotcom.

Redaksi-01 Juli 2026
Pomelo dan Cinta Laura Ajak Perempuan Berdaya Lewat Fashion Berkelanjutan
Gaya Hidup

Pomelo dan Cinta Laura Ajak Perempuan Berdaya Lewat Fashion Berkelanjutan

Fashion kini bukan hanya soal penampilan, tapi juga tentang nilai dan dampak bagi sesama serta bumi. Hal inilah yang diusung Pomelo melalui peragaan busana bertajuk '9 to Verse' yang digelar di gerai mereka, Central Park. Acara ini menjadi ruang bagi perempuan urban untuk merayakan berbagai peran mereka sehari-hari, sekaligus mengadopsi gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.Koleksi Fleksibel untuk Perempuan MultitalentaPomelo memperkenalkan koleksi Verse by Pomelo yang dirancang khusus untuk menemani aktivitas perempuan masa kini. Dari rapat kantor, ngopi bareng teman, hingga acara malam, setiap busana dibuat agar nyaman dipakai dalam berbagai suasana. Konsep ini divisualisasikan lewat delapan karakter perempuan dengan latar belakang profesi berbeda, menunjukkan bagaimana koleksi tersebut mampu bertransisi dengan mulus mengikuti ritme kehidupan mereka.Michelle Mangindaan, Head of Pomelo Indonesia, menegaskan bahwa acara ini lebih dari sekadar pameran busana. “9 to Verse adalah cara kami menunjukkan bahwa Pomelo hadir dalam kehidupan nyata perempuan Indonesia. Apapun peran mereka, kami ingin koleksi ini mengalir bersama cerita mereka,” ujarnya.Cinta Laura: Ubah Kebiasaan Kecil, Dampak BesarAktris dan aktivis lingkungan Cinta Laura turut hadir memberikan inspirasi. Ia mengajak para perempuan untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana yang bisa memperpanjang umur pakaian dan mengurangi limbah tekstil. “Belanja bijak, rawat pakaian dengan baik, daur ulang, atau donasikan pakaian yang sudah tak terpakai. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tuturnya.Cinta juga berharap fashion bisa menjadi medium untuk perempuan menjadi versi terbaik diri mereka. “Semoga fashion bisa menginspirasi kalian untuk menjadi perempuan yang kalian inginkan,” tambahnya. Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa mode bukan hanya soal tren, tapi juga tentang pilihan yang berdampak positif bagi lingkungan.Fashion dengan Hati dan Masa DepanMelalui '9 to Verse', Pomelo ingin menunjukkan bahwa fashion bisa menjadi sarana bercerita, berekspresi, dan menyebarkan nilai-nilai baik. Perpaduan koleksi yang relevan dengan gaya hidup modern dan kampanye keberlanjutan menjadi bukti bahwa industri mode kini bergerak lebih bertanggung jawab.Dengan pengalaman imersif ini, Pomelo berharap perempuan Indonesia semakin percaya diri menjalani setiap peran, tanpa melupakan pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Redaksi-26 Juni 2026
Mimpinya Jadi Sopir Bus di Jepang, Perempuan Indonesia Ini Berhasil Wujudkan
Gaya Hidup

Mimpinya Jadi Sopir Bus di Jepang, Perempuan Indonesia Ini Berhasil Wujudkan

Nama Mahatmi Rismartanti mungkin belum begitu familiar di telinga kita, tapi kisahnya layak menjadi inspirasi. Perempuan berusia 27 tahun ini berhasil menorehkan sejarah sebagai pengemudi bus perempuan asal Indonesia pertama di Jepang. Sebuah pencapaian yang tidak mudah, mengingat profesi ini didominasi oleh laki-laki dan memerlukan adaptasi budaya serta bahasa yang tinggi.Berawal dari Mimpi Masa KecilSejak kecil, Mahatmi sudah bercita-cita menjadi sopir bus. Ketertarikannya pada kendaraan besar dan keinginan untuk menjelajahi jalanan membuatnya terus memupuk impian itu. Saat melihat lowongan pengemudi bus di Jepang, ia tidak ragu untuk mengambil kesempatan tersebut. “Saya sangat senang. Ini adalah impian saya sejak kecil. Ketika melihat iklan itu, saya berpikir, ‘Ini untuk saya’,” ujarnya penuh semangat.Proses Panjang Menuju DebutMahatmi tiba di Jepang pada September 2025. Tantangan terbesarnya bukan hanya mengemudi, tetapi juga menguasai bahasa Jepang. Ia harus menghafal buku panduan mengemudi dan berlatih komunikasi setiap hari. Setelah enam bulan pelatihan intensif, ia akhirnya resmi menjadi pengemudi bus pada Maret 2026. Ia direkrut oleh Tokyo Bus, salah satu operator bus terbesar di Jepang, bersama dua orang Indonesia lainnya dengan visa Pekerja Berketerampilan Khusus.Mengatasi Kekurangan Tenaga PengemudiKisah Mahatmi juga menarik perhatian karena Jepang saat ini mengalami kekurangan pengemudi bus. Banyak perusahaan terpaksa mengurangi rute dan frekuensi operasional. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Jepang membuka peluang bagi tenaga kerja asing melalui visa khusus. Mahatmi adalah salah satu yang berhasil memanfaatkan peluang tersebut.Perjalanan Mahatmi membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas. Dengan tekad dan kerja keras, perempuan Indonesia bisa bersaing di kancah internasional. Semoga kisahnya menginspirasi banyak wanita untuk berani mengejar impian, apa pun profesinya.

Redaksi-26 Juni 2026
NaraCerita