Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

ramah lingkungan

Berita dan Informasi ramah lingkungan

2 artikel ditampilkan

Waspadai Bahaya Tersembunyi Wadah Plastik untuk MPASI Si Kecil
Kesehatan Keluarga

Waspadai Bahaya Tersembunyi Wadah Plastik untuk MPASI Si Kecil

Wadah plastik memang praktis dan murah, tetapi ada beberapa kekurangan yang perlu ibu ketahui, terutama saat digunakan untuk menyimpan makanan bayi. Mulai dari risiko kesehatan hingga dampak lingkungan, berikut poin-poin pentingnya. 1. Risiko BPA dan Mikroplastik Beberapa wadah plastik, terutama yang sudah lama, masih mengandung BPA, zat kimia yang bisa larut ke dalam makanan saat terkena panas. Selain itu, mikroplastik juga bisa masuk ke makanan dan dikaitkan dengan gangguan hormon serta peradangan. Untuk mengurangi risiko, gantilah wadah yang sudah retak atau mengelupas, dan hindari memanaskan makanan dalam plastik. 2. Mengubah Rasa dan Aroma Makanan Plastik dapat menyerap aroma dan rasa makanan, terutama makanan berlemak atau beraroma kuat seperti kari dan bawang. Akibatnya, rasa asli MPASI bisa berkurang dan wadah bekasnya pun bisa mempengaruhi makanan lain. Cucilah wadah segera setelah digunakan dan pisahkan untuk makanan yang aromanya berbeda. 3. Mudah Meleleh dan Berubah Bentuk Tidak semua plastik tahan panas. Beberapa jenis, seperti polystyrene, bisa melunak pada suhu rendah dan tidak aman untuk microwave. Jika terkena panas berlebih, wadah bisa berubah bentuk dan melepaskan zat berbahaya ke makanan. Selalu periksa label 'microwave safe' sebelum digunakan. 4. Sulit Didaur Ulang Meski banyak plastik berlabel daur ulang, kenyataannya hanya sekitar 9% sampah plastik dunia yang benar-benar didaur ulang. Sisanya menumpuk di TPA atau mencemari lingkungan. Dengan memilih wadah yang bisa dipakai berulang kali dalam jangka panjang, kita bisa mengurangi sampah plastik dari dapur. 5. Menyumbang Emisi Karbon Produksi plastik juga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Pada tahun 2019, produksi plastik global menghasilkan sekitar 1,8 miliar ton emisi, setara 3,4% dari total emisi dunia. Bahan bakunya yang berasal dari minyak bumi membuat plastik tidak ramah lingkungan. Nah, itu dia beberapa kekurangan wadah plastik yang perlu ibu waspadai. Mulailah beralih ke wadah kaca, stainless steel, atau bambu untuk menyimpan MPASI si kecil. Selain lebih aman, juga lebih ramah lingkungan!

Redaksi-16 September 2026
Cara Jitu Hemat Air di Rumah untuk Keluarga Ramah Lingkungan
Keluarga

Cara Jitu Hemat Air di Rumah untuk Keluarga Ramah Lingkungan

Air adalah sumber kehidupan yang tak ternilai. Sayangnya, tanpa sadar kita sering boros menggunakannya. Dengan beberapa perubahan sederhana, kita bisa menghemat air sekaligus mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Berikut ini tips praktis yang bisa langsung dicoba di rumah.1. Matikan Keran Saat Tidak DigunakanJangan biarkan air keran mengalir percuma saat sedang menggosok gigi, mencuci tangan, atau menyabuni piring. Kebiasaan kecil ini bisa menghemat literan air setiap hari. Ajak si kecil untuk ikut mematikan keran agar mereka terbiasa hemat air sejak dini.2. Cuci Sayur dan Buah dengan WadahDaripada mencuci langsung di bawah keran mengalir, isi baskom dengan air secukupnya. Selain lebih hemat, air bekas cucian sayur atau buah masih bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Tambahkan sedikit cuka ke air cucian untuk membantu mengurangi residu pestisida.3. Mandi Pakai Shower Lebih HematMandi dengan shower terbukti lebih hemat air dibandingkan menggunakan gayung atau berendam di bathtub. Pilih shower dengan debit aliran rendah agar tetap nyaman namun efisien. Dengan cara ini, kita bisa menghemat hingga 60% air setiap mandi.4. Kurangi Volume Air di ToiletJika memungkinkan, gunakan kloset dengan sistem penyiraman ganda (dual flush). Alternatif sederhana: masukkan botol berisi air ke dalam tangki toilet. Cara ini mengurangi volume air yang terpakai setiap kali menyiram, tanpa mengganggu fungsinya.5. Bijak Mencuci PakaianTunggu hingga tumpukan pakaian cukup banyak sebelum menyalakan mesin cuci. Gunakan mesin cuci hemat air dan pilih siklus air dingin untuk pakaian sehari-hari. Selain menghemat air, cara ini juga lebih ramah lingkungan dan membuat pakaian lebih awet.6. Rebus Air SecukupnyaSaat menggunakan ketel listrik, isi sesuai kebutuhan saja. Jangan penuhi ketel jika hanya ingin secangkir teh. Air rebusan yang tidak terpakai bisa didinginkan dan digunakan untuk menyiram tanaman, jadi tidak ada yang terbuang.7. Periksa Kebocoran Secara RutinKeran atau pipa bocor bisa membuang ratusan liter air setiap bulan. Luangkan waktu untuk memeriksa instalasi air di rumah. Jika ada tetesan kecil, segera perbaiki. Ini langkah sederhana yang berdampak besar.Menghemat air bukan hanya soal mengurangi tagihan, tapi juga bentuk cinta kita pada lingkungan. Dengan membiasakan diri dan anak-anak melakukan kebiasaan ini, kita ikut menjaga ketersediaan air untuk generasi mendatang. Mulai dari hal kecil, yuk!

Redaksi-29 Juli 2026
NaraCerita