Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

sarwendah

Berita dan Informasi sarwendah

8 artikel ditampilkan

Klarifikasi Sarwendah: Surat Bank Jadi Bukti Rencana Lelang Rumah
Keluarga

Klarifikasi Sarwendah: Surat Bank Jadi Bukti Rencana Lelang Rumah

Belakangan ini, publik dihebohkan dengan kabar bahwa rumah yang ditempati Sarwendah akan dilelang oleh bank. Banyak yang menduga isu ini hanyalah tekanan dari pihak tertentu. Namun, kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus, membantah anggapan tersebut dengan menunjukkan bukti surat peringatan ketiga (SP3) dari Bank BCA.Dalam pertemuan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Mark memperlihatkan surat yang ditujukan kepada Sarwendah dan Ruben Onsu. Ia menegaskan bahwa surat ini menjadi dasar kuat bahwa rencana lelang memang benar adanya, bukan sekadar kabar angin.Surat Resmi dari BankMenurut Mark, SP3 yang diterbitkan oleh Bank BCA ini merupakan dokumen resmi yang dikirim langsung ke rumah BDN. Surat tersebut ditujukan kepada dua pihak, yaitu Sarwendah dan Ruben Onsu, yang selama ini dikenal sebagai pasangan suami istri. Keberadaan surat ini, kata Mark, adalah bukti bahwa proses lelang sudah masuk tahap peringatan.“Ini adalah salah satu surat peringatan ketiga (SP3) dari Bank BCA yang ditujukan kepada klien dan RO yang kami terima di rumah BDN. Di sini bisa dilihat, mungkin bisa di-zoom ya,” ujar Mark saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).Mark menambahkan, surat ini sengaja ditunjukkan agar publik bisa melihat langsung rujukan tertulis dari bank. Dengan begitu, tidak ada lagi keraguan bahwa rencana lelang ini bukan sekadar isu atau tekanan.Isi SP3 dan KonsekuensinyaDalam surat tersebut, Mark menjelaskan bahwa bank telah memberikan batas waktu pelunasan utang. Apabila kewajiban tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang ditentukan, maka bank akan menggunakan hak-hak hukumnya, termasuk melakukan eksekusi lelang.“Apabila dalam waktu yang telah ditentukan tersebut debitur tidak melakukan pelunasan utang, maka kami akan menggunakan hak-hak hukum kami termasuk melaksanakan eksekusi lelang,” jelas Mark. Ini menunjukkan bahwa proses yang ditempuh bank sudah sesuai prosedur, dan langkah lelang adalah salah satu opsi yang tercantum jelas dalam surat peringatan.Sikap Sarwendah: Proaktif dan SantunMenanggapi pertanyaan publik, Mark menyebut bahwa langkah Sarwendah menanyakan rencana lelang kepada Ruben Onsu adalah bentuk sikap proaktif. Sebagai istri dan ibu, Sarwendah ingin memastikan kejelasan status rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga.“Jadi apakah upaya klien kami untuk menanyakan terkait dengan adanya rencana lelang dari pihak bank itu merupakan upaya penekanan atau mengada-ada? Kami rasa bukan,” tegas Mark. Ia juga mengungkapkan bahwa surat dari bank diterima pada bulan Oktober, berdekatan dengan momen percakapan tentang tiket konser yang sempat menjadi perhatian publik.“Lelang itu nyata, ada rencananya, ada suratnya. Kemudian klien kami juga dengan sopan menanyakan: ‘Maaf, apakah rumah ini mau dilelang?’,” ucap Mark menirukan pertanyaan Sarwendah. Sikap ini, menurut Mark, menunjukkan bahwa Sarwendah berusaha mencari kepastian dengan cara yang santun dan tidak mencari masalah.Dengan menunjukkan bukti tertulis ini, pihak Sarwendah berharap masyarakat bisa melihat persoalan ini secara lebih jernih. Mereka menegaskan bahwa semua informasi yang disampaikan berdasarkan dokumen dan fakta hukum yang bisa dipertanggungjawabkan.“Silakan publik yang menilai apakah klien kami mengada-ada atau tidak,” pungkas Mark Adrianus. Kini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari pihak bank dan Ruben Onsu. Akankah masalah ini menemukan titik terang? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Redaksi-07 Agustus 2026
Kuasa Hukum Ruben Onsu Buka Suara soal Isu Anak Di-Bully
Keluarga

Kuasa Hukum Ruben Onsu Buka Suara soal Isu Anak Di-Bully

Kabar mengenai anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah yang disebut menjadi korban bullying memancing reaksi dari berbagai pihak. Kini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, buka suara menanggapi pernyataan Sarwendah yang sempat mengungkapkan hal tersebut.Menurut Minola, tuduhan bahwa Ruben menjadi pemicu utama perundungan terhadap anak-anaknya dirasa kurang tepat. Ia mempertanyakan mengapa sorotan publik selalu tertuju pada Ruben, padahal permasalahan ini memiliki banyak sisi yang perlu dilihat lebih jernih."Kalau memang anak-anaknya di-bully, seharusnya itu sudah terjadi sejak awal ketika mereka menggelar konferensi pers yang menyebut Ruben tidak memberikan nafkah. Kami justru tidak banyak bicara," ujar Minola saat ditemui di kantornya, Kamis (30/7).Minola juga menyoroti kemungkinan adanya faktor lain yang memicu perundungan tersebut. Ia menilai publik terlalu fokus pada pihak Ruben, sementara aspek lain dalam persoalan ini luput dari perhatian."Kenapa hanya kami yang selalu disorot? Anak-anak itu juga melihat hal-hal lain di sekitar mereka, bukan hanya dari kami. Ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri," tambahnya.Dalam kesempatan yang sama, Minola menegaskan kembali keinginan Ruben untuk bisa menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya tanpa pengawasan dari siapa pun, termasuk dari ibunya sendiri."Seperti yang sudah disampaikan Ruben, biarkan anak-anak itu bersama dia secara bebas tanpa pengawasan. Dia kan ayahnya, jadi tidak ada alasan untuk melarang," tegas Minola.Minola menduga ada kekhawatiran dari pihak Sarwendah jika anak-anak bertemu Ruben tanpa pendamping. Menurutnya, kekhawatiran itu mungkin muncul karena anak-anak bisa saja spontan menyampaikan sesuatu kepada ayahnya."Mungkin ada kekhawatiran kalau anak-anak ini tanpa pengawasan akan keceplosan bicara. Mungkin itu yang dijaga atau ditakutkan. Makanya berat sekali untuk melepas anak-anak ini," tuturnya.Minola juga menyinggung pengalaman Ruben saat melayat ke rumah duka orang tua Sarwendah. Keesokan harinya, ketika Ruben mengantar anak-anak ke sekolah, salah satu anaknya bertanya tentang kehadirannya di acara melayat tersebut."Ruben sempat bercerita bahwa saat melayat, lalu besoknya bertemu anak-anak di sekolah, ada yang bertanya, 'Kemarin ayah datang pencitraan ya?'," ungkap Minola.Dari kejadian itu, Minola menduga pihak Sarwendah khawatir akan muncul percakapan serupa jika anak-anak bertemu Ruben tanpa pendampingan."Jadi mungkin ini salah satu kekhawatiran kalau anak-anak bertemu tanpa kehadiran dia atau orang-orang yang dia percaya. Anak-anak bisa saja ceplas-ceplos dan bertanya langsung ke Ruben. Akhirnya mungkin takut. Mungkin saja," pungkasnya.Hingga berita ini diturunkan, pihak Sarwendah belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Minola Sebayang tersebut.

Redaksi-31 Juli 2026
Kuasa Hukum Ruben Onsu Bongkar Motif Sarwendah soal Isu Lelang Rumah
Keluarga

Kuasa Hukum Ruben Onsu Bongkar Motif Sarwendah soal Isu Lelang Rumah

Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan setelah isu rumah yang disebut akan dilelang mencuat. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membongkar isi percakapan kliennya dengan mantan istri tersebut yang terjadi pada akhir 2025. Menurut Minola, pembicaraan itu awalnya tidak ada hubungannya dengan urusan properti.Bermula dari Tiket Konser BlackpinkMinola menjelaskan bahwa percakapan antara Ruben dan Sarwendah berawal dari keinginan anak-anak mereka untuk menonton konser grup K-Pop Blackpink. Ruben, yang saat itu sedang menjalankan ibadah umrah, memberikan tiga tiket untuk kedua putrinya dan satu pendamping. "Posisi Ruben saat itu sudah tidak terikat pernikahan dengan Sarwendah, tapi dia tetap peduli pada anak-anak," ujar Minola.Namun, masalah muncul ketika Sarwendah meminta tambahan satu tiket lagi dengan posisi duduk di baris yang sama. Permintaan ini dinilai sulit dipenuhi karena keterbatasan kursi. "Minta ada tambahan satu tiket lagi yang satu row. Kan nggak gampang ngambil tiket yang satu row. Akhirnya tiket itu dianggap hangus," kata Minola.Dari Tiket ke Isu Lelang RumahSetelah tiket batal digunakan, Ruben berusaha mencari solusi. Namun, di tengah pembicaraan, Sarwendah tiba-tiba mengalihkan topik ke persoalan rumah. "Di tanggal 30 Oktober 2025, Sarwendah bertanya, 'Maaf ya, ini rumah mau dilelang?' gitu," jelas Minola sambil menunjukkan percakapan. Ia menduga pertanyaan itu sengaja dilontarkan untuk memberi tekanan pada Ruben.Minola mempertanyakan logika isu lelang tersebut. Jika benar rumah akan dilelang sejak Oktober 2025, seharusnya prosesnya sudah dimulai. "Tapi faktanya tidak. Jadi jangan pakai isu itu untuk memojokkan Ruben," tegasnya.Pelajaran dari Kasus IniKasus ini mengingatkan kita bahwa komunikasi pasca-perceraian seringkali rumit, apalagi jika melibatkan anak dan harta. Penting bagi pasangan yang sudah bercerai untuk tetap fokus pada kepentingan anak dan menghindari isu yang bisa memicu konflik. Ruben sendiri memilih untuk tidak memperpanjang masalah dan tetap menjalankan perannya sebagai ayah.Semoga ke depannya, Ruben dan Sarwendah bisa menyelesaikan perbedaan dengan kepala dingin demi kebaikan anak-anak mereka.

Redaksi-30 Juli 2026
Pertemuan Damai Batal, Ruben Onsu Siap Tempuh Jalur Hukum
Keluarga

Pertemuan Damai Batal, Ruben Onsu Siap Tempuh Jalur Hukum

Rencana pertemuan antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang batal. Pihak Sarwendah membatalkan pertemuan setelah Ruben mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Tanggapan Kuasa Hukum RubenMenanggapi hal tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. Menurutnya, pembatalan bukan berasal dari pihak Ruben sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk merasa kecewa.“Yang batalkan kan mereka. Yang batalkan kan bukan dari pihak Ruben Onsu, bukan dari pihak abang yang batalkan. Jadi kenapa kecewa?” ujar Minola Sebayang saat ditemui di Jakarta melalui wawancara virtual, Jumat (3/7/2026).Proses Hukum dan Upaya Damai Bisa Berjalan BersamaanMinola menjelaskan, gugatan hak asuh anak seharusnya tidak menjadi alasan untuk membatalkan pertemuan yang sebelumnya telah direncanakan. Menurutnya, proses hukum dan upaya penyelesaian secara kekeluargaan tetap bisa berjalan beriringan.“Jadi seharusnya nggak apa-apa pertemuan tanggal 11 itu silakan saja. Kan masing-masing pihak itu kan bebas ya untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam rangka untuk mempertahankan hak asuhnya,” kata Minola.Ia juga mempertanyakan alasan di balik keputusan pihak Sarwendah yang memilih membatalkan pertemuan tersebut. Menurutnya, apabila pertemuan itu memang dimaksudkan sebagai upaya mencari jalan keluar, seharusnya agenda tersebut tetap dapat dilaksanakan meski proses hukum telah berjalan.“Kalau memang misalnya mereka menganggap bahwa join meeting itu adalah sebagai salah satu cara untuk bisa menyelesaikan masalah ini silakan saja. Kenapa mesti langsung mundur gitu loh,” tuturnya.Harapan Damai yang PupusBagi Ruben Onsu, pertemuan di luar pengadilan semula diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mencapai kesepakatan damai. Namun, karena pihak Sarwendah memilih menyerahkan pembahasan kepada proses mediasi di pengadilan, pihak Ruben menyatakan akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.“Hanya gara-gara ada gugatan hak asuh anak gitu loh. Dan yang batalkan juga mereka. Kita tetap mengatakan komitmen untuk menjalankan pertemuan di tanggal 11 itu,” tegas Minola.Keputusan ini tentu menjadi babak baru dalam proses hukum yang sedang berjalan. Publik pun menanti bagaimana kelanjutan dari perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Redaksi-04 Juli 2026
Sikap Legawa Sarwendah Hadapi Gugatan Hak Asuh dari Ruben Onsu
Keluarga

Sikap Legawa Sarwendah Hadapi Gugatan Hak Asuh dari Ruben Onsu

Perseteruan rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru. Ruben resmi melayangkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kini, pihak Sarwendah akhirnya memberikan tanggapan resmi.Melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, Sarwendah menanggapi langkah hukum tersebut dengan kepala dingin. Ia memilih untuk bersikap legawa dan positif, serta berharap proses hukum berjalan tanpa kegaduhan yang tidak perlu.Menjaga Ruang Digital yang SehatAbraham Simon menegaskan bahwa kliennya sangat menghargai keputusan Ruben untuk membawa masalah ini ke pengadilan. Menurutnya, ini jauh lebih baik daripada saling serang di media sosial yang hanya akan memperkeruh suasana.“Kami menanggapi hal tersebut dengan positif. Kami menghimbau untuk mari kita sama-sama menjaga ruang digital yang kondusif. Demi siapa? Demi anak-anak,” ujar Abraham Simon saat ditemui di Jakarta Selatan.Anak-anak Jadi Prioritas UtamaMenurut Abraham, prioritas utama Sarwendah saat ini adalah menjaga kesehatan mental anak-anak mereka. Kegaduhan di dunia maya hanya akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis buah hati. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk menyelesaikan segala tuntutan hukum di forum yang tepat, bukan dengan gembar-gembor di media.“Apabila memang ada hak Ruben untuk menggugat, silakan diajukan kepada pengadilan, kepada forum yang tepat. Bukan dengan gembar-gembor di media yang kemudian dampaknya akan kepada anak-anak. Maka dengan masuknya gugatan ini, kami menanggapi positif,” tambahnya.Menariknya, gugatan Ruben disebut-sebut mencantumkan nama ketiga anak mereka, termasuk Betrand Peto. Saat ditanya mengenai detail poin gugatan tersebut, Abraham Simon memilih untuk irit bicara dan menghormati proses persidangan yang akan berlangsung.“Iya, itu nanti kita bahas di persidangan lah, pokok perkara lah,” pungkasnya singkat.Semoga proses hukum ini membawa kebaikan bagi semua pihak, terutama untuk masa depan anak-anak.

Redaksi-04 Juli 2026
Sarwendah Buka Suara: Siap Ungkap Fakta di Balik Rumah Tangganya
Keluarga

Sarwendah Buka Suara: Siap Ungkap Fakta di Balik Rumah Tangganya

Rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu memang tak lepas dari sorotan. Kini, setelah Ruben menggugat hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sarwendah justru menyambut positif langkah tersebut. Baginya, inilah momen yang tepat untuk meluruskan semua hal yang selama ini simpang siur.Tak Mau Berdebat di MediaKuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin lagi terlibat dalam adu argumen di media massa. Mereka lebih memilih untuk fokus pada proses persidangan yang lebih objektif.“Prinsipnya kita nggak mau berbalas pantun di media. Sekali lagi saya mohon maaf kepada rekan-rekan, kami akan irit bicara. Tetapi prinsipnya kami senang permasalahan ini ada jalurnya (hukum),” ujar Abraham saat ditemui awak media.Momen yang DinantiMenariknya, Sarwendah justru mengaku sudah menunggu momen ini. Lewat sidang pengadilan, ia berniat mengungkap semua hal yang belum pernah disampaikan ke publik sebelumnya. Bukan sekadar opini, melainkan fakta autentik tentang perjalanan rumah tangganya.“Kami memang menunggu momen ini. Kenapa? Karena dengan gugatan di pengadilan, maka kami juga akan membuka semua hal yang belum pernah kami sampaikan di media,” tegas Abraham.Fakta dari Awal hingga AkhirSarwendah bertekad untuk blak-blakan demi kejelasan status dan masa depan anak-anak mereka. Ia siap membeberkan dinamika pernikahan dari awal hingga akhir.“Akan kami sampaikan yang mana yang kami sampaikan adalah fakta, dari awal pernikahan sampai dengan akhir pernikahan,” tambahnya.Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi publik yang penasaran dengan kisah di balik kandang rumah tangga mereka. Semoga jalur hukum bisa memberikan keadilan dan kedamaian bagi semua pihak, terutama untuk sang buah hati.

Redaksi-04 Juli 2026
Pihak Sarwendah Santai Menanggapi Unggahan Betrand Peto, Begini Sikapnya
Keluarga

Pihak Sarwendah Santai Menanggapi Unggahan Betrand Peto, Begini Sikapnya

Publik kembali dihebohkan dengan unggahan media sosial yang dilakukan oleh Betrand Peto Putra Onsu, atau yang akrab disapa Onyo. Di tengah proses hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah, remaja berusia 21 tahun itu membagikan sesuatu di Instagram Story yang langsung menuai spekulasi warganet. Namun, pihak Sarwendah justru merespons dengan santai.Sikap Tenang dari Kuasa Hukum SarwendahKuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan tanggapan saat ditemui usai mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (25/6). Menurut Chris, unggahan tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Ia menganggap wajar jika seorang anak muda seperti Betrand mengekspresikan perasaannya di media sosial.“Kami tidak melihat ada yang perlu diperdebatkan. Biarkan saja, itu bagian dari ekspresi pribadi,” ujar Chris dengan tenang. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan memperbesar masalah ini dan lebih fokus pada proses hukum yang sedang berjalan.Menghindari Drama di Depan PublikSikap ini menunjukkan kedewasaan Sarwendah dan timnya dalam menghadapi situasi yang sensitif. Di tengah sorotan publik yang tajam, mereka memilih untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga privasi keluarga. Hal ini patut diapresiasi, apalagi mengingat Betrand adalah anak yang masih dalam masa pertumbuhan.Warganet pun beragam komentarnya, ada yang mendukung sikap tenang Sarwendah, namun tak sedikit yang justru semakin penasaran dengan isi unggahan tersebut. Meski begitu, pihak Sarwendah tetap pada pendiriannya untuk tidak memperkeruh suasana.Keluarga adalah prioritas utama, dan langkah untuk tidak memperpanjang masalah ini bisa menjadi contoh bagi kita semua. Kadang, diam adalah respons terbaik untuk menjaga keharmonisan, terutama saat ada anak-anak yang terlibat.

Redaksi-26 Juni 2026
Sarwendah Datangi Komnas Perempuan: Konsultasi, Bukan Laporan Resmi
Cerita Ibu

Sarwendah Datangi Komnas Perempuan: Konsultasi, Bukan Laporan Resmi

Belum lama ini, publik dihebohkan dengan langkah Sarwendah yang mendatangi kantor Komnas Perempuan. Banyak yang menduga bahwa ibu tiga anak tersebut telah mengajukan laporan resmi terkait permasalahan rumah tangganya. Namun, kenyataannya berbeda.Komisioner Komnas Perempuan, Irwan Setiawan, memberikan klarifikasi bahwa pertemuan dengan Sarwendah baru pada tahap konsultasi. Artinya, belum ada aduan resmi yang masuk dan diproses oleh pihak Komnas Perempuan.Nah, yang kemarin itu kan belum sampai tahap pengaduan. Hanya konsultasi saja, belum sampai ke pengaduan. Kalau misalkan sampai ke pengaduan, itu prosesnya baru akan dimulai, jelas Irwan Setiawan saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).Langkah konsultasi ini menunjukkan bahwa Sarwendah sedang mencari informasi dan arahan terkait langkah hukum yang bisa ditempuh. Ini adalah langkah bijak sebelum mengambil keputusan besar. Semoga ke depannya, apa pun yang dipilih Sarwendah bisa membawa kebaikan untuk dirinya dan keluarga.

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita