Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

talenan plastik

Berita dan Informasi talenan plastik

1 artikel ditampilkan

Peralatan Dapur Sehari-hari yang Bisa Mengancam Kesehatan Keluarga
Kesehatan Keluarga

Peralatan Dapur Sehari-hari yang Bisa Mengancam Kesehatan Keluarga

Bunda, dapur adalah jantung rumah tempat kita menyiapkan makanan bergizi untuk keluarga. Namun, tanpa sadar, beberapa peralatan dapur yang kita andalkan ternyata bisa membawa risiko kesehatan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa spatula plastik hitam, talenan plastik, dan wajan antilengket berpotensi melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan. Yuk, simak ulasannya agar Bunda bisa lebih bijak memilih perlengkapan dapur.1. Spatula dan Peralatan Plastik HitamPeralatan masak berbahan plastik hitam, seperti spatula, sendok sayur, atau centong, memang praktis dan murah. Namun, studi menemukan bahwa banyak produk ini mengandung senyawa penghambat api beracun, seperti decabromodiphenyl ether (decaBDE). Zat ini awalnya digunakan pada perangkat elektronik, lalu limbah elektronik didaur ulang menjadi peralatan dapur. Akibatnya, bahan kimia berbahaya bisa berpindah ke makanan saat digunakan memasak.Paparan decaBDE dikaitkan dengan risiko kanker, gangguan hormon, masalah perkembangan pada anak, serta gangguan saraf dan kekebalan tubuh. Para peneliti memperkirakan rata-rata paparan harian dari peralatan dapur plastik hitam mencapai 34,7 ppm. Karena sifatnya yang menumpuk di tubuh, belum ada batas aman yang ditetapkan. Sebagai alternatif, Bunda bisa beralih ke peralatan dari stainless steel atau silikon food-grade yang lebih aman.2. Talenan PlastikTalenan plastik sering jadi pilihan karena ringan dan mudah dibersihkan. Namun, setiap kali Bunda memotong sayuran atau daging di atasnya, pisau akan mengikis permukaan plastik dan melepaskan mikroplastik. Penelitian dari University of North Dakota menunjukkan bahwa satu kali pemotongan bisa menghasilkan hingga 1.114 partikel mikroplastik. Jika terakumulasi setahun, Bunda bisa mengonsumsi sekitar 50 gram mikroplastik.Mikroplastik ini bisa masuk ke pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, kerusakan DNA, peradangan, bahkan kanker. Selain itu, mikroplastik juga mengandung bahan kimia pengganggu hormon yang bisa memicu gangguan reproduksi dan metabolisme. Solusinya, ganti talenan plastik dengan talenan kayu atau bambu yang lebih alami dan memiliki sifat antibakteri.3. Wajan AntilengketWajan antilengket memang memudahkan memasak tanpa banyak minyak. Namun, lapisan antilengketnya mengandung PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) yang dikenal sebagai 'forever chemicals' karena sulit terurai. PFAS dikaitkan dengan kerusakan hati, penyakit tiroid, obesitas, gangguan kesuburan, hingga kanker. Meski wajan modern menggunakan PTFE, para ahli menyarankan untuk tidak menggunakannya pada suhu sangat tinggi atau jika lapisannya sudah rusak.Sebelumnya, PFOA yang pernah digunakan dalam produksi wajan antilengket juga telah dilarang karena risiko kesehatan. Kini, pilihlah wajan berbahan stainless steel, besi cor, atau keramik sebagai alternatif yang lebih aman. Ingat, peralatan dapur yang baik bukan hanya soal kemudahan, tapi juga kesehatan keluarga.Bunda, dengan mengenali risiko dari peralatan dapur sehari-hari, kita bisa mengambil langkah preventif. Mulailah mengganti peralatan yang berpotensi berbahaya dengan bahan yang lebih aman. Kesehatan keluarga adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai.

Redaksi-01 Juli 2026
NaraCerita