Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

tips hamil

Berita dan Informasi tips hamil

2 artikel ditampilkan

Kisah Audy Item Hamil di Usia 43, Diet Jadi Kunci Kehamilan Ketiga
Kesehatan Keluarga

Kisah Audy Item Hamil di Usia 43, Diet Jadi Kunci Kehamilan Ketiga

Kabar gembira menyelimuti keluarga Audy Item dan Iko Uwais. Setelah dikaruniai dua putri, kini mereka kembali mendapat titipan buah hati ketiga. Melalui unggahan di Instagram, Audy membagikan momen bahagia sambil memegang hasil USG bersama suami dan kedua putrinya.“Kami pikir keluarga kami sudah lengkap. Lalu Tuhan mengingatkan kami kalau cinta akan selalu memiliki ruang untuk terus tumbuh,” tulis Audy dalam caption videonya. Kehamilan ini juga menjadi kado istimewa di hari ulang tahun pernikahan ke-14 yang mereka rayakan pada 25 Juni lalu.Perjalanan Diet yang Membawa BerkahSebelum kabar bahagia ini terkuak, Audy sempat membagikan perjalanan dietnya di media sosial. Ia didampingi oleh dokter diet ternama, dr. Cissie Nugraha. Selama sebulan terakhir, pelantun lagu “Menangis Semalam” ini fokus menurunkan berat badan dan tampak lebih langsing.Dr. Cissie pun turut bersuka cita. Dalam unggahannya, ia menulis, “Awalnya datang ke klinik mau langsing… eh dapat bonus dede bayi. Syukurlaaah ya Audy setelah penantian panjang. Gusti Allah Mahaaa Baikkk…”Audy pun membalas, “Alhamdulillah terima kasih dokter karena tubuh ky disehatin jadi diberi titipan lagi dari Tuhan.” Menurut dr. Cissie, banyak pasien yang justru mendapat momongan setelah menjalani program penurunan berat badan karena metabolisme tubuh membaik.Hubungan Berat Badan dan KesuburanKisah Audy membuktikan bahwa berat badan ideal berperan penting dalam kesuburan. Menurut ahli endokrinologi reproduksi, Annette Lee, MD, perempuan dengan obesitas cenderung memiliki kemungkinan implantasi embrio lebih rendah dan risiko keguguran lebih tinggi. Sebaliknya, berat badan terlalu rendah bisa mengganggu ovulasi bahkan menghentikan siklus haid.Dr. Sheila Ramgopal, spesialis kandungan, menambahkan, “Berat badan memengaruhi cara hormon dilepaskan dan diatur di semua tingkat tubuh, mulai dari otak hingga organ reproduksi.”Untuk mencapai berat badan ideal, pola makan bergizi seimbang sangat dianjurkan, terdiri dari karbohidrat, sayuran, kacang-kacangan, buah, dan protein. Selain itu, aktivitas fisik seperti jalan kaki, naik turun tangga, atau latihan beban juga penting. Audy sendiri rutin berolahraga di gym, bahkan bersama sang suami.Tips untuk Bunda yang Sedang PromilKonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk program diet yang sesuai.Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.Lakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur.Jaga berat badan agar tetap ideal, tidak terlalu kurus atau gemuk.Jangan ragu untuk meminta dukungan pasangan dalam menjalani pola hidup sehat.Semoga kisah Audy Item bisa menjadi inspirasi bagi Bunda yang sedang menanti kehadiran buah hati. Dengan menjaga kesehatan dan berat badan ideal, keajaiban bisa datang kapan saja.

Redaksi-29 Juni 2026
Hati-Hati, Sering Membungkuk saat Hamil Muda Bisa Berbahaya
Kesehatan Keluarga

Hati-Hati, Sering Membungkuk saat Hamil Muda Bisa Berbahaya

Selama hamil, banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk posisi tubuh saat beraktivitas. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menemukan bahwa kebiasaan membungkuk, terutama di tempat kerja, bisa meningkatkan risiko keguguran. Studi ini melibatkan lebih dari 800.000 kehamilan di Denmark dan menganalisis data dari tahun 2004 hingga 2018.Bagaimana Studi Ini Dilakukan?Peneliti dari Bispebjerg Hospital dan University of Copenhagen menggunakan alat pelacak aktivitas serta penilaian ahli untuk mengukur waktu yang dihabiskan ibu hamil untuk berdiri, berjalan, dan membungkuk dengan sudut 30 derajat atau lebih. Hasilnya? Setiap jam tambahan membungkuk ke depan dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran hingga 36 persen. Sementara itu, berjalan dan berdiri juga meningkatkan risiko, masing-masing sebesar 18 persen dan 3 persen.Apa Kata Ahli?Meski temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Profesor Asma Khalil dari City St George's, University of London, menekankan bahwa gerakan biasa seperti membungkuk tidak selalu berbahaya. Namun, ia setuju bahwa ada pola peningkatan risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.“Mekanisme pastinya belum jelas, tapi mungkin terkait dengan gangguan sirkulasi darah ke plasenta atau perubahan hormonal,” ujar tim peneliti. Mereka juga menambahkan bahwa faktor lain seperti merokok atau pekerjaan fisik berat belum bisa dikesampingkan.Tips Aman Membungkuk saat HamilSebenarnya, membungkuk saat hamil tidak dilarang total. Kuncinya adalah melakukannya dengan benar. The US National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyarankan untuk membungkuk dari sendi pinggul, bukan dari tulang belakang. Berikut panduan berdasarkan trimester:Trimester pertama: Janin masih kecil, jadi membungkuk umumnya aman. Namun, jika ada komplikasi, sebaiknya kurangi frekuensinya.Trimester kedua: Masih boleh, tapi mungkin terasa tidak nyaman. Dengarkan tubuh Bunda.Trimester ketiga: Perut besar menggeser pusat gravitasi, sehingga risiko jatuh lebih tinggi. Hindari membungkuk jika tidak perlu.Selain itu, pastikan Bunda tidak mengangkat beban berat saat membungkuk. Jika pekerjaan menuntut banyak gerakan membungkuk, coba atur ulang area kerja atau minta bantuan rekan kerja.Studi ini memang belum menjadi pedoman mutlak, tapi setidaknya jadi pengingat untuk lebih memperhatikan postur tubuh selama kehamilan. Yang terpenting, jangan panik dan selalu konsultasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran.

Redaksi-26 Juni 2026
NaraCerita