Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

tips menanam

Berita dan Informasi tips menanam

1 artikel ditampilkan

Panduan Praktis Menanam Kimpul di Pekarangan Rumah
Keluarga

Panduan Praktis Menanam Kimpul di Pekarangan Rumah

Bunda, pernah kepikiran untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah dengan tanaman yang bermanfaat? Kimpul atau talas putih (Xanthosoma sagittifolium) bisa jadi pilihan tepat. Selain mudah dirawat, umbinya mengandung sekitar 70 persen karbohidrat dan bisa diolah jadi getuk, keripik, hingga perkedel. Namun, ingat ya, kimpul tidak boleh dimakan mentah karena bisa bikin gatal di tenggorokan.Mengenal Lebih Dekat Si KimpulTanaman yang masih satu keluarga dengan talas ini punya daun lebar berbentuk hati yang cantik. Tingginya bisa mencapai dua meter, lho. Umbinya tumbuh di dalam tanah dan menjadi bagian yang paling dinantikan. Kimpul sebenarnya tanaman tropis yang butuh kehangatan, jadi cocok banget ditanam di Indonesia.Langkah-Langkah Menanam Kimpul untuk PemulaBerikut panduan lengkap yang bisa Bunda ikuti di rumah:Pilih Bibit Unggul: Mulai dari umbi utuh atau anakannya (cormel). Pastikan bibit tidak busuk, tidak berlendir, dan bebas penyakit. Bagian pucuk umbi utama juga bisa dipakai untuk bibit baru.Siapkan Media Tanam yang Subur: Kimpul doyan tanah gembur yang kaya bahan organik. Campurkan kompos atau pupuk kandang supaya nutrisinya cukup. Jangan lupa pastikan drainase baik, karena kalau terlalu becek umbinya bisa busuk.Pilih Lokasi yang Tepat: Cari tempat yang terkena sinar matahari langsung sekitar 4-6 jam sehari. Kalau menanam di dalam pot, letakkan di dekat jendela yang terang. Area luar rumah dengan sinar matahari cukup lebih ideal untuk pertumbuhan jangka panjang.Siram dengan Bijak: Siram secara rutin, tapi jangan berlebihan. Cukup 2-3 kali seminggu, atau sesuaikan dengan cuaca. Lebih baik siram sedikit lebih banyak sekaligus daripada sering-sering tapi sedikit. Tujuannya supaya air mencapai akar dalam-dalam.Jaga Suhu dan Kelembapan: Kimpul suka suasana hangat dengan suhu 20-30 derajat Celsius. Kelembapan udara 60-85 persen juga bikin daunnya tetap segar. Lindungi dari angin kencang yang bisa merobek daunnya.Berikan Nutrisi Ekstra: Tanaman yang rakus nutrisi ini perlu dipupuk berkala. Gunakan pupuk organik atau NPK seimbang setiap beberapa minggu sekali. Ini penting supaya umbinya besar dan sehat.Beri Ruang Tumbuh: Jangan menanam terlalu rapat. Beri jarak antar tanaman sekitar 50-70 cm. Kalau di dalam pot, gunakan pot berukuran besar. Daunnya yang lebar butuh ruang untuk berkembang.Waspadai Hama dan Penyakit: Perhatikan tanda-tanda daun menguning atau berlubang. Kutu daun dan ulat sering jadi pengganggu. Semprot dengan pestisida organik atau buang bagian yang terserang.Panen dan Olah dengan Benar: Kimpul bisa dipanen setelah 6-8 bulan. Setelah dipanen, olah segera. Jangan lupa rebus atau kukus sampai matang untuk menghilangkan kalsium oksalat yang bikin gatal.Jauhkan dari Hewan Peliharaan: Daun dan umbi kimpul bisa beracun untuk kucing dan anjing. Pastikan tanaman ini di luar jangkauan mereka.Dengan perawatan yang tepat, Bunda bisa panen kimpul sendiri di rumah. Selain menghemat pengeluaran, kegiatan berkebun juga bisa jadi terapi yang menyenangkan. Selamat mencoba!

Redaksi-30 Agustus 2026
NaraCerita