Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

tips sehat

Berita dan Informasi tips sehat

2 artikel ditampilkan

Tetap Sehat Meski Bekerja di Luar Ruangan Saat Kabut Asap Melanda
Kesehatan Keluarga

Tetap Sehat Meski Bekerja di Luar Ruangan Saat Kabut Asap Melanda

Halo, Bunda! Musim kemarau seringkali membawa masalah baru, salah satunya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tapi juga bisa membahayakan kesehatan, terutama bagi Anda yang setiap hari harus beraktivitas di luar ruangan. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa jutaan warga di beberapa provinsi telah terpapar asap karhutla. Partikel halus seperti PM2,5 yang terkandung dalam asap sangat berbahaya karena bisa masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu berbagai masalah pernapasan, seperti ISPA.Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan lapangan, kurir, atau profesi lain yang menuntut berada di luar ruangan, paparan asap karhutla tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Namun, Anda tidak perlu panik. Dengan langkah-langkah perlindungan yang tepat, Anda tetap bisa bekerja dengan aman dan sehat. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan.Lindungi Diri dari Paparan AsapGunakan Masker dan Kacamata Pelindung: Ini adalah garis pertahanan pertama Anda. Masker N95 atau masker bedah yang baik dapat menyaring partikel halus, sementara kacamata pelindung akan melindungi mata dari iritasi akibat asap.Jaga Kebersihan Tangan: Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar ruangan. Hal ini membantu mencegah masuknya partikel berbahaya ke dalam tubuh.Hindari Merokok: Merokok hanya akan memperberat kerja paru-paru yang sudah harus berjuang melawan polusi udara. Ini saat yang tepat untuk berhenti atau mengurangi kebiasaan ini.Jaga Daya Tahan TubuhKonsumsi Makanan Bergizi: Perbanyak makan buah dan sayur yang kaya vitamin dan antioksidan untuk memperkuat sistem imun tubuh.Cukupi Kebutuhan Cairan: Minum air putih minimal 8 gelas sehari agar tubuh tetap terhidrasi dan membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.Istirahat yang Cukup: Tidur yang berkualitas sangat penting untuk memulihkan kondisi tubuh setelah seharian beraktivitas di lingkungan yang berpolusi.Perhatian Khusus untuk Kondisi TertentuBagi Anda yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki riwayat penyakit pernapasan, jantung, atau gangguan gizi, perlu ekstra waspada. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari aktivitas di luar ruangan. Namun, jika pekerjaan mengharuskan, lakukan perlindungan ekstra seperti yang disebutkan di atas. Jangan lupa untuk tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi ibu hamil. Untuk ibu menyusui, tetaplah memberikan ASI eksklusif kepada si kecil, karena ASI justru memberikan antibodi yang memperkuat daya tahan tubuh bayi.Langkah Tambahan untuk Tetap SehatPerhatikan Gejala: Jika Anda mengalami batuk, pilek, mata merah atau perih, atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunda, karena penanganan dini akan mencegah kondisi yang lebih serius.Ikuti Imbauan Pemerintah: Selalu pantau informasi dari pemerintah pusat dan daerah mengenai tingkat polusi udara dan rekomendasi terkait aktivitas di luar ruangan.Jaga Kebersihan Lingkungan: Tutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mencegah asap masuk. Gunakan alat pembersih udara (air purifier) di dalam rumah jika memungkinkan.Bekerja di luar ruangan saat kabut asap memang menantang, tapi bukan berarti Anda harus mengorbankan kesehatan. Dengan menerapkan tips di atas secara konsisten, Anda tetap bisa bekerja dengan aman dan produktif. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan tubuh Anda dan beristirahat jika merasa tidak nyaman. Semoga bermanfaat, Bunda!

Redaksi-31 Agustus 2026
Pipa PVC untuk Cetakan Kue Putu? Pakar Ingatkan Bahaya Ini
Gaya Hidup

Pipa PVC untuk Cetakan Kue Putu? Pakar Ingatkan Bahaya Ini

Kue putu memang jajanan tradisional yang selalu punya tempat di hati. Aroma pandan dan suara khasnya langsung membawa memori masa kecil. Tapi belakangan ini, publik dikejutkan dengan temuan bahwa sebagian pedagang mulai menggunakan pipa PVC sebagai cetakan kue putu, menggantikan bambu yang biasa dipakai.Kenapa Pipa PVC Berbahaya?Menurut Prof. Eko Hari Purnomo dari IPB University, pipa PVC sebenarnya dirancang untuk mengalirkan cairan dingin, bukan untuk terkena panas tinggi. “Pipa paralon jenis unplasticized PVC hanya bisa dipakai pada suhu di bawah 50 derajat Celsius,” jelasnya. Padahal, proses pengukusan kue putu membutuhkan uap bersuhu sekitar 100 derajat Celsius agar pati beras matang sempurna.Zat Berbahaya Bisa Pindah ke MakananSuhu tinggi tersebut bisa menyebabkan migrasi komponen plastik dari pipa PVC ke dalam kue putu. Zat tambahan dalam plastik itu berpotensi mengganggu kesehatan jika terus-menerus terkonsumsi. “Sebaiknya hindari penggunaan pipa paralon untuk makanan yang dimasak dengan uap panas,” tegas Eko.Kembali ke Bambu: Lebih Aman dan BerbudayaEko menyarankan para pedagang untuk kembali menggunakan cetakan bambu tradisional. Selain lebih aman secara pangan, bambu juga ramah lingkungan dan menjaga nilai budaya kuliner Indonesia. Jika terpaksa ingin pakai cetakan plastik, pastikan pilih yang berlabel aman untuk pangan suhu tinggi.Jadi, sebelum membeli kue putu favorit, ada baiknya kita lebih jeli memperhatikan cetakannya. Kesehatan keluarga tentu lebih utama dari sekadar kepraktisan sesaat.

Redaksi-26 Juni 2026
NaraCerita