Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Cerita Ibu

Bernadya dan Ketakutan yang Ia Harap Hanya Mimpi

Pernah merasa cemas justru saat hidup terasa tenang? Bernadya menuangkan kegelisahan itu ke dalam album terbarunya, 'Semoga Hanya di Mimpi'. Lewat 10 lagu, ia mengajak pendengar menyelami ketakutan terdalam yang semoga tak pernah jadi nyata.

Fadila Utami
Fadila Utami
Penulis NaraCerita
-02 Juli 2026 -01:05:00 WIB
Ukuran teks
Bernadya dan Ketakutan yang Ia Harap Hanya Mimpi

Penyanyi Bernadya resmi meluncurkan album studio keduanya yang bertajuk Semoga Hanya di Mimpi. Bukan sekadar kumpulan lagu, album ini adalah cerminan perasaan personal yang ia alami dalam beberapa waktu terakhir. Bernadya mengaku bahwa banyak ketakutan yang selama ini ia pendam, dan ia menuangkannya ke dalam lirik-lirik yang jujur dan menyentuh.

Ketika Ketenangan Membawa Kekhawatiran

Bernadya mengungkapkan bahwa ia sering merasa cemas ketika hidupnya berjalan terlalu tenang. Baginya, ketenangan justru memunculkan kekhawatiran akan datangnya sesuatu yang buruk. Perasaan inilah yang menjadi inspirasi utama dalam penulisan lagu-lagu di album ini. Ia berharap segala ketakutan yang ia tulis hanya menjadi bunga tidur dan tidak benar-benar terjadi di kehidupan nyata.

Judul album diambil dari salah satu penggalan lirik di lagu pembuka. Menurut Bernadya, kalimat itu paling mampu merepresentasikan benang merah dari seluruh lagu. “Karena itu ada di salah satu lirik di track 1. Dan itu adalah harapanku. Track-track-nya adalah isi ketakutanku, yang aku harap itu cuman ada di mimpi,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Babak Baru dalam Perjalanan Musik

Album ini juga menandai babak baru dalam perjalanan bermusik Bernadya. Lewat karya keduanya, ia berusaha tampil lebih jujur dalam mengekspresikan sisi rapuh dan kegelisahan yang selama ini ia rasakan. Pendengar diajak untuk menyelami dunia yang ia bangun, sekaligus menemukan ruang untuk memahami ketakutan mereka sendiri.

Bernadya berharap album ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasa cemas atau takut. “Aku tulis lagu-lagu tentang apa yang aku takutin aja. Akhirnya dipilihlah jadi focus track dari single pertama di albumnya ini,” pungkasnya.

Dengan aransemen musik yang intim dan lirik yang personal, Semoga Hanya di Mimpi siap menemani perjalanan emosional para pendengarnya. Apakah kamu siap menghadapi ketakutanmu sendiri?

Fadila Utami
Fadila Utami

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita