Sebelas tahun lalu, sebuah kedai kopi kecil membuka pintunya di Cipete Raya. Siapa sangka, dari satu gerai itu kini tumbuh menjadi 80 toko yang tersebar di 11 kota, bahkan hingga ke Amsterdam. Tapi yang lebih istimewa, pertumbuhan ini tidak hanya diukur dari jumlah gerai, melainkan dari kemampuan untuk tetap dekat dengan para pelanggan, yang mereka sebut tetangga.
Setiap hari, lebih dari 85.000 cangkir kopi dinikmati oleh para tetangga di berbagai kota. Di balik setiap cangkir, ada 1.096 barista, cook, helper, dan crew yang bekerja dengan hati, menjaga kualitas dan kehangatan. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa kopi bisa menjadi jembatan untuk merajut kebersamaan.
Tantangan di Balik Kesuksesan
Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Tahun lalu, bencana di Aceh Tengah merusak kawasan perkebunan kopi yang menjadi sumber kehidupan banyak keluarga. Kejadian ini mengingatkan bahwa secangkir kopi adalah hasil kerja keras banyak orang, penuh cerita dan harapan. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan cuaca yang mempengaruhi karakter biji kopi, merek ini tetap mencatatkan kinerja positif. Pendapatan naik 44 persen, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 68 persen. Lebih dari sekadar angka, ini adalah bukti ketahanan dan kolaborasi yang kuat.
Komitmen pada Keberlanjutan
Kesadaran akan lingkungan juga menjadi perhatian. Melalui program reforestasi, lebih dari 13.000 pohon ditanam di Garut dan Kapuas Hulu. Kolaborasi dengan Waste4Change dan DUITIN berhasil mengelola lebih dari 1.124 ton sampah operasional. Bahkan, limbah kemasan kopi dan krimer diolah menjadi tas oleh 40 perempuan pengrajin UMKM di Gunung Sindur, membuka peluang pendapatan baru.
Perayaan yang Menghangatkan Hati
Puncak dari semua ini adalah acara tahunan Kumpul Tetangga yang mengusung tema Sewelas Asih. Sebelas orang dari berbagai latar belakang—petani, barista, mitra UMKM—dihadirkan sebagai representasi ekosistem yang tumbuh bersama. CEO dan pendiri, Andanu Prasetyo, mengungkapkan rasa syukur: “TUKU bukan hanya tentang kopi, tetapi tentang berbagi cerita, berbagi hari, dan berbagi hidup. Perayaan ini adalah milik kita semua.”
Semangat Sewelas Asih mengajak kita untuk terus peduli dan saling hadir. Bahwa pertumbuhan sejati adalah ketika kita bisa membawa kebaikan bagi lebih banyak orang, dimulai dari lingkungan terkecil: tetangga kita sendiri.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
