Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Keluarga

Atalia Praratya Kritik Lagu Bupati Purwakarta: Budaya Sunda Tak Ajar Merendahkan Perempuan

Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang diciptakan Bupati Purwakarta menuai kontroversi karena liriknya dinilai merendahkan perempuan. Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil, angkat bicara melalui media sosialnya, mengkritik keras pesan yang terkandung dalam lagu tersebut.

Anisa Wahyuni
Anisa Wahyuni
Penulis NaraCerita
-03 Juli 2026 -13:03:00 WIB
Ukuran teks
Atalia Praratya Kritik Lagu Bupati Purwakarta: Budaya Sunda Tak Ajar Merendahkan Perempuan

Sebuah lagu berbahasa Sunda yang viral di media belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Bukan karena melodinya yang indah, melainkan liriknya yang dinilai sangat tidak menghormati perempuan. Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk Atalia Praratya.

Atalia: Saya Tidak Temukan Penghormatan pada Perempuan

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Atalia menyampaikan keprihatinannya. Ia membagikan cuplikan video musik lagu tersebut lengkap dengan lirik dan terjemahannya. Atalia mengaku tidak habis pikir dengan isi lagu yang menurutnya sangat merendahkan martabat perempuan.

“Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” tulis Atalia.

Ia mempertanyakan pilihan kata yang digunakan dalam lagu tersebut. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki banyak kosakata indah dan penuh makna, tetapi mengapa justru narasi yang merendahkan yang dipilih. “Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah… Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan… Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?” ungkapnya.

Budaya Sunda Menjunjung Saling Menghargai

Atalia, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat, menegaskan bahwa budaya Sunda tidak pernah mengajarkan untuk merendahkan perempuan. Sejak dulu, budaya Sunda menjunjung tinggi nilai silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi. Nilai-nilai inilah yang seharusnya tercermin dalam setiap karya yang mengatasnamakan budaya Sunda.

“Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan,” tegasnya. Ia menyoroti bahwa di tengah perjuangan kesetaraan gender, justru muncul narasi patriarkal dari seorang pejabat publik. “Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun, mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah? Bagaimana menurut kalian?” tanya Atalia.

Dukungan Publik Mengalir

Postingan Atalia langsung mendapat dukungan luas dari netizen. Banyak yang menyayangkan lagu tersebut diciptakan oleh seorang pemimpin daerah. “Miris lihat seperti ini. Kapan mau majunya bangsa Indonesia. Padahal kita banyak pahlawan perempuan yang membuktikan kalau jasa perempuan tidak kalah dengan laki-laki,” tulis seorang netizen. “Yang kaya begini dijadiin pemimpin, Bapak lahir dari rahim perempuan loh, kok bisa-bisanya bikin lirik yang merendahkan perempuan,” tambah yang lain.

Lirik Kontroversial: Singgung Anak SMP dan Keguguran

Lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' menuai kritik karena liriknya yang menyebutkan anak perempuan usia SMP, keguguran, dan keterlambatan menstruasi. Berikut beberapa penggalan lirik yang menjadi sorotan:

  • “Andai saja jadi perempuan, SMP kelas tiga, sudah keguguran tujuh kali”
  • “Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki, tidak usah membeli bra”
  • “Tidak usah keluyuran mencari apotek karena telat bulan”
  • “Tidak usah melukis alis dan bulu mata”

Lirik-lirik ini dinilai sangat tidak pantas dan melecehkan perempuan. Banyak yang berharap lagu ini segera ditarik dan Bupati yang bersangkutan memberikan klarifikasi.

Anisa Wahyuni
Anisa Wahyuni

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita