Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

perempuan

Berita dan Informasi perempuan

4 artikel ditampilkan

Kisah Perempuan di Balik Meja Reparasi yang Sering Terlupakan
Cerita Ibu

Kisah Perempuan di Balik Meja Reparasi yang Sering Terlupakan

Siang itu, di sebuah toko reparasi di Celukan Bawang, Bali, seorang ibu muda terlihat sibuk menggendong anaknya sambil sesekali melayani pelanggan. Saat ditanya tentang usaha reparasi yang dijalaninya, ia menjawab singkat, “Ah, saya cuma bantu-bantu jaga toko kalau suami pergi.” Namun, di balik jawaban sederhana itu, tersimpan cerita yang jauh lebih dalam.Sosok di Balik LayarPerempuan bernama Nur itu sebenarnya bukan sekadar penjaga toko. Ia aktif membantu proses reparasi, mulai dari menerima pelanggan hingga memahami kerusakan alat. Sayangnya, pengakuan atas perannya masih minim. Hal yang sama dialami Mega, pemilik toko reparasi di Sukawati, Gianyar. Saat kami datang, pandangan langsung tertuju pada dua teknisi laki-laki yang sedang memperbaiki TV, padahal Megalah yang mengelola semua operasional toko.Fenomena ini bukan hal baru. Sosiolog Janet Finch menyebutnya sebagai incorporated wives, istri yang “terserap” ke dalam pekerjaan suami tanpa pengakuan formal. Kontribusi mereka sering dianggap biasa saja atau bahkan sengaja disembunyikan. Padahal, tanpa mereka, usaha tersebut mungkin tak akan berjalan lancar.Pembagian Peran yang TimpangSurvei Kopernik di Bali menemukan fakta menarik. Dari 22 praktisi reparasi yang disurvei, hanya empat yang perempuan. Mereka bekerja sebagai pemilik toko, penjahit, atau penerima pesanan di toko elektronik. Pembagian peran berbasis gender masih kental terlihat, di mana laki-laki lebih dominan di bagian teknis.Mega mengaku sering harus menolak pelanggan karena keterbatasan suku cadang. “Kalau TV merek lama, kami minta pelanggan pesan dulu komponennya,” ujarnya. Keputusan seperti ini butuh pemahaman mendalam, dan Mega memilikinya. Sayangnya, keahliannya jarang dianggap sebagai kapasitas teknis yang mumpuni.Mengapa Perempuan Masih Sulit Dilihat?Akademisi Inggris, Cynthia Cockburn, menjelaskan bahwa pekerjaan teknis sering dianggap maskulin. Perempuan yang menguasainya dianggap pengecualian, bukan hal lumrah. Hal ini membuat kompetensi Nur dan Mega luput dari pengakuan, meski mereka mampu mengelola usaha reparasi dengan baik.Padahal, potensi perempuan di bidang ini sangat besar. Survei Kopernik terhadap 223 rumah tangga menunjukkan 52 persen responden tertarik mengikuti lokakarya reparasi, dan 42,5 persen di antaranya adalah perempuan. Sayangnya, ekosistem reparasi belum sepenuhnya mendukung mereka.Potensi yang Belum TergarapData menunjukkan 44 persen barang rusak di Gerokgak dan Gianyar berhasil diperbaiki, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 4 persen. Namun, masih banyak barang yang berakhir di tempat sampah karena keterbatasan teknisi. Padahal, 63 persen masyarakat Indonesia lebih memilih memperbaiki daripada membeli baru, salah satu angka tertinggi di dunia.Kisah Nur dan Mega mengajarkan kita bahwa perempuan punya peran besar dalam sektor reparasi. Sudah saatnya kita membuka mata dan memberi ruang bagi mereka untuk tampil, bukan hanya sebagai pembantu, melainkan sebagai ahli yang diakui. Dengan begitu, ekosistem reparasi di Indonesia bisa tumbuh lebih kuat dan inklusif.

Redaksi-07 Agustus 2026
Atalia Praratya Kritik Lagu Bupati Purwakarta: Budaya Sunda Tak Ajar Merendahkan Perempuan
Keluarga

Atalia Praratya Kritik Lagu Bupati Purwakarta: Budaya Sunda Tak Ajar Merendahkan Perempuan

Sebuah lagu berbahasa Sunda yang viral di media belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Bukan karena melodinya yang indah, melainkan liriknya yang dinilai sangat tidak menghormati perempuan. Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk Atalia Praratya.Atalia: Saya Tidak Temukan Penghormatan pada PerempuanMelalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Atalia menyampaikan keprihatinannya. Ia membagikan cuplikan video musik lagu tersebut lengkap dengan lirik dan terjemahannya. Atalia mengaku tidak habis pikir dengan isi lagu yang menurutnya sangat merendahkan martabat perempuan.“Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” tulis Atalia.Ia mempertanyakan pilihan kata yang digunakan dalam lagu tersebut. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki banyak kosakata indah dan penuh makna, tetapi mengapa justru narasi yang merendahkan yang dipilih. “Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah… Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan… Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?” ungkapnya.Budaya Sunda Menjunjung Saling MenghargaiAtalia, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat, menegaskan bahwa budaya Sunda tidak pernah mengajarkan untuk merendahkan perempuan. Sejak dulu, budaya Sunda menjunjung tinggi nilai silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi. Nilai-nilai inilah yang seharusnya tercermin dalam setiap karya yang mengatasnamakan budaya Sunda.“Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan,” tegasnya. Ia menyoroti bahwa di tengah perjuangan kesetaraan gender, justru muncul narasi patriarkal dari seorang pejabat publik. “Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun, mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah? Bagaimana menurut kalian?” tanya Atalia.Dukungan Publik MengalirPostingan Atalia langsung mendapat dukungan luas dari netizen. Banyak yang menyayangkan lagu tersebut diciptakan oleh seorang pemimpin daerah. “Miris lihat seperti ini. Kapan mau majunya bangsa Indonesia. Padahal kita banyak pahlawan perempuan yang membuktikan kalau jasa perempuan tidak kalah dengan laki-laki,” tulis seorang netizen. “Yang kaya begini dijadiin pemimpin, Bapak lahir dari rahim perempuan loh, kok bisa-bisanya bikin lirik yang merendahkan perempuan,” tambah yang lain.Lirik Kontroversial: Singgung Anak SMP dan KeguguranLagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' menuai kritik karena liriknya yang menyebutkan anak perempuan usia SMP, keguguran, dan keterlambatan menstruasi. Berikut beberapa penggalan lirik yang menjadi sorotan:“Andai saja jadi perempuan, SMP kelas tiga, sudah keguguran tujuh kali”“Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki, tidak usah membeli bra”“Tidak usah keluyuran mencari apotek karena telat bulan”“Tidak usah melukis alis dan bulu mata”Lirik-lirik ini dinilai sangat tidak pantas dan melecehkan perempuan. Banyak yang berharap lagu ini segera ditarik dan Bupati yang bersangkutan memberikan klarifikasi.

Redaksi-03 Juli 2026
Mitos atau Fakta? Kesuburan Perempuan Ternyata Bisa Melampaui Pria
Gaya Hidup

Mitos atau Fakta? Kesuburan Perempuan Ternyata Bisa Melampaui Pria

Pernahkah kamu mendengar anggapan bahwa kesuburan laki-laki selalu lebih unggul? Alasannya karena pria dapat memproduksi sperma sepanjang hidupnya. Namun, perkembangan zaman dan data terkini dari para ahli demografi membalikkan asumsi tersebut.Penelitian Terbaru: Perempuan Unggul dalam KesuburanSebuah studi kolaboratif dari Max Planck Institute for Demographic Research (MPIDR), Divisi Populasi PBB, dan Universitas Oslo menemukan bahwa sejak tahun 2024, secara global perempuan memiliki tingkat kesuburan total yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Temuan ini mengejutkan karena sebelumnya laki-laki selalu memimpin dalam indikator ini.Peneliti menggunakan data dari World Population Prospects PBB dan metode demografi-statistik tidak langsung untuk menganalisis dampak ketidakseimbangan populasi. Hasilnya, peningkatan proporsi laki-laki dalam populasi menjadi faktor utama pergeseran ini.“Kami mengamati transisi dari tingkat kesuburan total yang lebih tinggi pada laki-laki menjadi lebih tinggi pada perempuan,” ungkap Henrik-Alexander Schubert, salah satu peneliti MPIDR. Perubahan ini didorong oleh penurunan angka kematian dan penyempitan kesenjangan harapan hidup antara perempuan dan laki-laki, yang membuat rasio jenis kelamin semakin condong ke laki-laki.Kapan Transisi Terjadi di Berbagai Wilayah?Transisi ini tidak terjadi serentak di seluruh dunia. Di negara-negara Eropa dan Amerika Utara, peralihan sudah terjadi sejak tahun 1960-an dan 1970-an. Sementara di sebagian besar Amerika Latin, perubahan baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan Oseania, Amerika Selatan, dan Asia juga mulai mengalami pergeseran ini belakangan.Perbedaan waktu ini terkait dengan transisi demografis masing-masing wilayah, termasuk tingkat urbanisasi, akses pendidikan, dan perubahan norma sosial.Dampak dan Tantangan yang MunculMeningkatnya proporsi laki-laki dalam populasi menyebabkan semakin banyak pria lajang yang tidak memiliki anak—bukan karena pilihan, melainkan karena faktor di luar kendali. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan kesehatan yang lebih buruk dan ketergantungan pada perawatan profesional di usia tua.Para peneliti menekankan perlunya kebijakan untuk mengatasi kesenjangan ini. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:Memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat untuk mencegah aborsi berbasis jenis kelamin.Meningkatkan pendidikan dan peluang kerja bagi laki-laki lajang yang belum memiliki anak.Memberikan solusi teknis seperti membentuk lingkaran pertemanan dan melegalkan teknologi reproduksi berbantuan.“Jika tantangan ini tidak diatasi, ada risiko reaksi balik budaya terhadap kesetaraan gender dan konflik sosial,” peringat tim peneliti.Jadi, anggapan lama bahwa kesuburan laki-laki selalu lebih tinggi ternyata tidak sepenuhnya benar. Data terkini membuktikan bahwa perempuan justru bisa lebih unggul dalam hal fertilitas. Informasi ini penting bagi kita semua, terutama dalam merencanakan keluarga dan memahami dinamika populasi masa depan.

Redaksi-02 Juli 2026
30 Nama Bayi Perempuan Islami Cantik & Penuh Doa Pilihan
Cerita Ibu

30 Nama Bayi Perempuan Islami Cantik & Penuh Doa Pilihan

Setiap orang tua tentu mendambakan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam pemberian nama. Dalam Islam, nama memiliki kedudukan istimewa karena akan melekat sepanjang hayat dan bahkan dipanggil di akhirat kelak. Oleh karena itu, memilih nama yang baik dan penuh makna adalah sebuah kewajiban dan investasi doa. Kami telah merangkum 30 nama bayi perempuan Islami yang tidak hanya cantik didengar, tetapi juga mengandung arti yang mendalam. Nama-nama ini dipilih karena mewakili nilai-nilai luhur seperti kebijaksanaan, kekuatan, ketaatan, dan kelembutan. Cocok untuk Bunda yang ingin memberikan nama terbaik bagi putri kecil tercinta. Nama Bayi Perempuan Islami Awalan A–Z Aaliyah – mulia, agung, dan sangat bahagia Afifah – suci, menjaga kehormatan Aminah – dapat dipercaya, setia Azizah – mulia, kuat, berharga Badriya – seperti bulan purnama, bercahaya Balqis – nama ratu yang bijaksana Basima – tersenyum, ceria Bilqis – ratu, pemimpin wanita Fariha – gembira, bahagia Hafsa – singa betina, pelindung Hana – kebahagiaan, kesenangan Hasna – cantik, baik Iffah – suci, menjaga diri Ikhlas – tulus, murni Jannah – surga, taman indah Jasmine – bunga melati, harum Khadijah – nama istri Nabi, lahir lebih awal Layla – malam, cantik seperti malam Mariam – ibu Nabi Isa, taat dan suci Nadia – harapan, pemanggil Nurul – cahaya, bercahaya Qisthi – adil, lurus Rahma – kasih sayang, rahmat Salma – selamat, damai Sarah – putri, bangsawan, bahagia Shafira – istimewa, unggul Tasnim – mata air di surga Zahra – cemerlang, putih bersih Zainab – perhiasan ayah, wangi Zulaikha – cerdas, cantik, pemimpin Setiap nama di atas memiliki bobot doa dan harapan yang indah. Bunda dapat memilih yang paling sesuai dengan hati dan keyakinan. Semoga nama ini menjadi doa yang terkabul sepanjang hayat putri kecil Bunda. Ingatlah, nama adalah doa. Pilihlah dengan penuh cinta dan pertimbangan yang matang. Selamat menyambut kehadiran buah hati, semoga menjadi anak yang salehah, cerdas, dan membanggakan.

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita