Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Berita

Cerita Shireen Sungkar soal Perjuangan Shafiyyah, Terapi Intensif dan Menu Spesial

Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu terus berjuang mendampingi tumbuh kembang anak bungsu mereka, Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih. Setelah didiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD), Shafiyyah menjalani terapi rutin dan menu makanan yang disesuaikan.

Anisa Wahyuni
Anisa Wahyuni
Penulis NaraCerita
-29 Juli 2026 -19:12:00 WIB
Ukuran teks
Cerita Shireen Sungkar soal Perjuangan Shafiyyah, Terapi Intensif dan Menu Spesial

Pasangan selebriti Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini bukan karena gosip atau drama, melainkan perjuangan mereka dalam mendampingi putri bungsu, Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih, yang didiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD).

Shireen membagikan kondisi terbaru Shafiyyah dengan nada penuh syukur. Ia mengungkapkan bahwa si kecil menjalani terapi secara intensif, tepatnya lima kali dalam seminggu. "Ya terapi aja, seminggu lima kali terapinya ya. Dijalani aja, Allah tahu yang terbaik," ujar Shireen saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

Perkembangan Positif yang Membanggakan

Tak hanya sekadar menjalani rutinitas, Shireen menceritakan bahwa perkembangan Shafiyyah semakin baik dari waktu ke waktu. "Insya Allah perkembangannya banyak banget, aku bersyukur sama Allah juga banyak banget perkembangannya makin bagus. Mohon doanya aja mudah-mudahan bermanfaat," katanya dengan penuh harap.

Komitmen pada jadwal terapi yang konsisten menjadi kunci utama. Shireen dan Teuku Wisnu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati mereka, meski harus melewati hari-hari yang penuh tantangan.

Picky Eater, Menu Harian yang Berbeda

Selain terapi, Shireen juga harus pintar-pintar menyiasati kebiasaan makan Shafiyyah yang picky eater. Berbeda dengan kedua kakaknya, Adam dan Hawa, Shafiyyah sangat selektif soal makanan. "Adam sama Hawa itu kalau Shafiyyah kan emang picky eater banget ya. Kalau Adam sama Hawa itu lebih kayak nyerahin ke aku sih. Paling kadang-kadang request, 'Mami aku mau ini, aku mau ikan ya'," jelas Shireen.

Ia menambahkan, "Tapi kalau bumbunya aku mau dipilihin apa terserah Maminya. Shafiyyah yang picky eater, makannya beda sendiri dia. Jadi dia nggak bisa lunch box kayak kakak-kakaknya, karena kan dia picky eater banget, bumbunya harus yang kering, beda-beda sedikit."

Karena itu, Shireen harus menyiapkan menu khusus untuk Shafiyyah setiap hari. Meski repot, ia menganggapnya sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab seorang ibu. "Mencoba untuk kasih yang terbaik aja, karena setiap Ibu pasti tahu yang terbaik buat anaknya. Dan semuanya nggak bisa dikomparasi, pasti semuanya yang terbaik buat anaknya," pungkasnya.

Kisah perjuangan Shireen Sungkar ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Dengan kesabaran, cinta, dan dukungan penuh, setiap anak bisa tumbuh optimal sesuai kemampuannya.

Anisa Wahyuni
Anisa Wahyuni

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita