Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Keluarga

Menkes Angkat Bicara soal Dokter dan Nakes yang Tak Punya Empati pada Pasien

Belakangan ini, jagat maya dihebohkan dengan ulah sebagian tenaga kesehatan yang terkesan tidak ramah pada pasien BPJS. Bahkan, ada yang sampai melontarkan komentar menyakitkan hingga memicu perdebatan. Menteri Kesehatan pun angkat bicara dan menyayangkan kejadian ini.

Sania Putri
Sania Putri
Penulis NaraCerita
-07 Agustus 2026 -17:08:00 WIB
Ukuran teks
Menkes Angkat Bicara soal Dokter dan Nakes yang Tak Punya Empati pada Pasien

Bunda, beberapa hari terakhir ini media sosial ramai membahas sikap dingin sebagian dokter dan perawat terhadap pasien pengguna BPJS. Semuanya berawal dari cerita seorang pasien yang mengaku harus antre sangat lama di rumah sakit. Alih-alih mendapat simpati, ia malah menerima komentar pedas dari para tenaga kesehatan yang membuat hatinya semakin terluka.

Kabar yang lebih memilukan, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Orang-orang terdekatnya mengungkapkan bahwa perundungan di media sosial membuat kondisi kesehatan dan mentalnya semakin memburuk. Tentu saja ini menjadi perhatian serius banyak pihak, termasuk pemerintah.

Reaksi Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengaku sangat sedih dengan kejadian ini. Beliau menekankan bahwa empati adalah hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja melayani masyarakat, termasuk tenaga kesehatan.

"Saya sedih sekali melihat tenaga kesehatan dan profesi lainnya yang melayani masyarakat harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kita kalau kita tidak punya empati seperti itu," ujar Menkes saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis lalu.

Langkah Tegas untuk Tenaga Kesehatan

Menanggapi pertanyaan tentang sanksi bagi para pelaku perundungan, Menkes mengatakan akan memeriksa status kepegawaian mereka. Apakah yang bersangkutan berstatus pegawai tetap, honorer, atau masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

"Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," jelasnya.

Sementara itu, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) telah mencatat setidaknya ada 10 nama dokter hingga perawat yang terlibat dalam komentar tidak menyenangkan terhadap pasien BPJS di media sosial Threads. Namun, jumlah ini bisa bertambah setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita bisa tahu semua di media sosial kan. PNS ada, swasta ada. Dokter gigi ada," ungkap Pimpinan KKI, Muhammad Syahril, saat ditemui di Jakarta Selatan.

Sebagai pasien, kita tentu berharap pelayanan kesehatan di Indonesia semakin baik dan ramah. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama para tenaga kesehatan, untuk selalu mengedepankan empati dalam melayani pasien.

Bunda, jika mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berobat, jangan ragu untuk menyampaikan keluhan melalui kanal resmi. Dengan begitu, kita turut berkontribusi dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan di tanah air.

Sania Putri
Sania Putri

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita