Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

empati

Berita dan Informasi empati

4 artikel ditampilkan

Ucapan Belasungkawa Islami yang Menyentuh Hati dan Sesuai Sunnah
Cerita Ibu

Ucapan Belasungkawa Islami yang Menyentuh Hati dan Sesuai Sunnah

Ketika ada kerabat, sahabat, atau tetangga yang sedang berduka, kehadiran dan ucapan kita bisa menjadi sumber kekuatan bagi mereka. Dalam Islam, menyampaikan belasungkawa bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk empati dan doa. Ucapan yang baik akan mengingatkan keluarga yang ditinggalkan akan kebesaran Allah dan memberikan ketenangan hati.Mengapa Ucapan Belasungkawa Penting?Ucapan belasungkawa dalam Islam memiliki nilai ibadah. Selain menghibur, kita juga mendoakan almarhum agar mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghibur keluarga yang berduka dan mendoakan kebaikan bagi yang meninggal.Contoh Ucapan untuk Almarhum (Laki-laki)Jika yang meninggal adalah laki-laki, gunakan kata 'almarhum' atau sebut namanya. Berikut beberapa contoh yang bisa Anda sampaikan:Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah mengampuni dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di surga-Nya.Turut berduka cita atas kepergian almarhum. Semoga Allah memberikan rahmat dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.Semoga almarhum husnul khatimah dan segala amal baiknya diterima oleh Allah. Keluarga diberikan kesabaran.Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan memberikan tempat terbaik.Semoga Allah merahmati almarhum dan mengumpulkannya bersama orang-orang saleh. Keluarga diberi kekuatan.Contoh Ucapan untuk Almarhumah (Perempuan)Untuk perempuan, gunakan 'almarhumah'. Berikut contohnya:Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah mengampuni dosa almarhumah dan menerima amal ibadahnya.Turut berduka cita atas wafatnya almarhumah. Semoga Allah merahmatinya dan memberikan ketabahan bagi keluarga.Semoga almarhumah mendapatkan husnul khatimah dan amal baiknya diterima Allah.Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan memberikan tempat mulia.Semoga Allah menerima amal kebaikan almarhumah dan memberikan kesabaran bagi keluarga.Ucapan Sesuai Sunnah NabiRasulullah SAW pernah mengajarkan doa saat takziah. Salah satunya ketika putrinya kehilangan anak. Beliau bersabda: Inna lillahi ma akhadza, wa lahu ma a'tha, wa kullu syai-in 'indahu bi-ajalin musamma, faltashbir wal-tahtasib. Artinya: Milik Allah apa yang Dia ambil, milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu memiliki ajal yang ditentukan. Maka bersabarlah dan harapkan pahala dari Allah.Doa lain yang bisa dibaca: Allahumma'jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantikan dengan yang lebih baik.Atau: A'zhamallahu ajraka, wa ahsana 'aza'aka, wa ghafara limayyitika. Semoga Allah memperbesar pahalamu, memperbaiki keadaanmu, dan mengampuni yang meninggal.Tips Menyampaikan Ucapan BelasungkawaSampaikan dengan tulus dan penuh empati.Gunakan bahasa yang sopan dan tidak berlebihan.Hindari kata-kata yang menyinggung perasaan.Bantu dengan doa dan tindakan nyata, seperti membawakan makanan atau membantu urusan jenazah.Jangan lupa untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran.Dengan ucapan yang tepat, kita tidak hanya menghibur, tetapi juga mengirimkan doa terbaik bagi almarhum dan keluarganya. Semoga Allah selalu memberikan kita kemampuan untuk menjadi pribadi yang peduli dan penuh kasih.

Redaksi-14 September 2026
Rahasia Kepribadian yang Membuat Seseorang Cepat Akrab dengan Orang Baru
Gaya Hidup

Rahasia Kepribadian yang Membuat Seseorang Cepat Akrab dengan Orang Baru

Moms, kemampuan cepat akrab dengan orang baru ternyata bukan sekadar bakat bawaan. Menurut para ahli psikologi, ada beberapa ciri kepribadian yang membuat seseorang lebih mudah menjalin kedekatan dengan siapa pun. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini.1. Mudah Menemukan KesamaanOrang yang cepat akrab pandai mencari titik temu dengan orang lain. Meski minatnya berbeda, mereka tahu cara memulai obrolan ringan tentang topik umum seperti film, makanan, atau hobi. Kemampuan ini membuat suasana jadi lebih cair dan membuka jalan untuk koneksi yang lebih dalam.2. Karismatik dan MenyenangkanPribadi karismatik membuat orang lain merasa dihargai. Mereka tahu kapan harus bertanya dan kapan harus mendengarkan. Menurut peneliti Georgina Guthrie, orang karismatik mampu menciptakan ruang aman sehingga orang lain merasa nyaman untuk terbuka, termasuk di lingkungan kerja.3. Empati yang TinggiEmpati menjadi kunci utama. Orang yang mudah bergaul biasanya memiliki kecerdasan emosional yang baik. Mereka mendengarkan dengan aktif dan memberikan respons yang tepat. Kebiasaan ini membuat lawan bicara merasa didengar dan dihargai, sehingga hubungan pun semakin kuat.4. Pengetahuan LuasMemiliki wawasan yang luas membuat percakapan lebih hidup. Orang yang cepat akrab sering memiliki beragam minat karena pengalaman dan interaksi dengan banyak orang. Semakin sering berinteraksi, semakin kaya pengetahuan mereka, dan ini membuat mereka lebih percaya diri saat berbicara dengan siapa pun.Itulah beberapa ciri kepribadian yang membuat seseorang mudah akrab dengan orang baru. Dengan mengembangkan ciri-ciri ini, Moms juga bisa menjadi pribadi yang lebih supel dan menyenangkan. Selamat mencoba!

Redaksi-14 September 2026
Kebiasaan Membukakan Pintu Ternyata Ungkap Sisi Menarik Kepribadianmu
Gaya Hidup

Kebiasaan Membukakan Pintu Ternyata Ungkap Sisi Menarik Kepribadianmu

Moms, mungkin kita sering melihat atau bahkan melakukan sendiri kebiasaan kecil ini: menahan pintu agar orang di belakang kita bisa lewat dengan mudah. Sekilas, ini hanya soal sopan santun. Tapi tahukah kamu, di balik gerakan sederhana itu tersimpan petunjuk tentang siapa diri kita sebenarnya? Psikolog Art Markman, Ph.D., mengungkapkan bahwa kebiasaan menahan pintu bisa jadi cerminan sifat conscientiousness—kecenderungan untuk teliti dan bertanggung jawab. "Orang yang teliti mungkin lebih sering menahan pintu untuk orang di belakangnya," ujarnya. Namun, faktor sosial dan situasi juga berperan, jadi tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Mengapa Kita Melakukannya? Menahan pintu bukan sekadar refleks. Para peneliti Joseph Santamaria dan David Rosenbaum dalam studi tahun 2011 menemukan bahwa keputusan ini berkaitan dengan upaya meminimalkan usaha bersama. Ketika seseorang menahan pintu, orang di belakang pun biasanya mempercepat langkah. Terciptalah kerja sama kecil antara dua orang yang mungkin tidak saling kenal. Ciri Kepribadian yang Menonjol Meski tidak bisa dijadikan tes kepribadian, kebiasaan ini sering dikaitkan dengan beberapa sifat positif. Berikut beberapa di antaranya: Tidak egois: Orang yang gemar menahan pintu cenderung memikirkan kenyamanan orang lain, bukan hanya dirinya sendiri. Perilaku prososial: Tindakan ini adalah bentuk sederhana dari keinginan membantu dan memberi manfaat bagi orang lain. Peka terhadap sekitar: Ia menyadari keberadaan orang di belakangnya, menunjukkan perhatian pada lingkungan. Kooperatif: Menahan pintu adalah kerja sama mini yang melibatkan penyesuaian dari kedua belah pihak. Percaya diri dan tenang: Orang yang melakukannya dengan santai sering kali memiliki ketenangan batin. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan hubungan positif antara perilaku prososial dan kesehatan mental. Meta-analisis tahun 2026 yang menganalisis 121 studi dengan total 222.866 partisipan menemukan bahwa membantu orang lain berkorelasi dengan kesehatan mental yang lebih baik, meski kekuatannya bervariasi antar budaya. Bukan Sekadar Sopan Santun Jadi, lain kali kamu menahan pintu untuk seseorang, sadarilah bahwa itu bukan hanya soal tata krama. Tindakan kecil itu mencerminkan kepedulian, kemampuan berempati, dan keinginan untuk menciptakan dunia yang sedikit lebih ramah. Mungkin itu juga alasan mengapa orang yang sering melakukannya terlihat lebih menawan di mata orang lain. Yuk, terus biasakan hal-hal kecil yang berdampak besar bagi orang di sekitar kita!

Redaksi-14 September 2026
Menkes Angkat Bicara soal Dokter dan Nakes yang Tak Punya Empati pada Pasien
Keluarga

Menkes Angkat Bicara soal Dokter dan Nakes yang Tak Punya Empati pada Pasien

Bunda, beberapa hari terakhir ini media sosial ramai membahas sikap dingin sebagian dokter dan perawat terhadap pasien pengguna BPJS. Semuanya berawal dari cerita seorang pasien yang mengaku harus antre sangat lama di rumah sakit. Alih-alih mendapat simpati, ia malah menerima komentar pedas dari para tenaga kesehatan yang membuat hatinya semakin terluka. Kabar yang lebih memilukan, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Orang-orang terdekatnya mengungkapkan bahwa perundungan di media sosial membuat kondisi kesehatan dan mentalnya semakin memburuk. Tentu saja ini menjadi perhatian serius banyak pihak, termasuk pemerintah. Reaksi Menteri Kesehatan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengaku sangat sedih dengan kejadian ini. Beliau menekankan bahwa empati adalah hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja melayani masyarakat, termasuk tenaga kesehatan. "Saya sedih sekali melihat tenaga kesehatan dan profesi lainnya yang melayani masyarakat harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kita kalau kita tidak punya empati seperti itu," ujar Menkes saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis lalu. Langkah Tegas untuk Tenaga Kesehatan Menanggapi pertanyaan tentang sanksi bagi para pelaku perundungan, Menkes mengatakan akan memeriksa status kepegawaian mereka. Apakah yang bersangkutan berstatus pegawai tetap, honorer, atau masih berstatus pelajar atau mahasiswa. "Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," jelasnya. Sementara itu, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) telah mencatat setidaknya ada 10 nama dokter hingga perawat yang terlibat dalam komentar tidak menyenangkan terhadap pasien BPJS di media sosial Threads. Namun, jumlah ini bisa bertambah setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kita bisa tahu semua di media sosial kan. PNS ada, swasta ada. Dokter gigi ada," ungkap Pimpinan KKI, Muhammad Syahril, saat ditemui di Jakarta Selatan. Sebagai pasien, kita tentu berharap pelayanan kesehatan di Indonesia semakin baik dan ramah. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama para tenaga kesehatan, untuk selalu mengedepankan empati dalam melayani pasien. Bunda, jika mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berobat, jangan ragu untuk menyampaikan keluhan melalui kanal resmi. Dengan begitu, kita turut berkontribusi dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan di tanah air.

Redaksi-07 Agustus 2026
NaraCerita