Penyanyi berbakat Nadin Amizah baru saja merilis album ketiganya yang berjudul Laika, Yang Ditinggalkan. Judul ini mungkin terasa asing, tapi di baliknya tersimpan kisah yang sangat mengharukan. Siapa sebenarnya Laika? Bagi yang belum tahu, Laika adalah seekor anjing betina yang dikirim oleh Uni Soviet ke luar angkasa pada misi satu arah. Sayangnya, ia tidak pernah kembali karena meninggal di hari keempat akibat kepanasan dan stres yang luar biasa.
Nadin mengaku bahwa kisah Laika sangat menginspirasinya. Dalam album ini, ia menggambarkan sosok Laika sebagai makhluk yang haus akan kasih sayang, selalu mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, dan pada akhirnya berubah menjadi amarah. “Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah,” tuturnya.
Mengangkat Realitas Kehidupan
Album ini sebenarnya berbicara tentang perasaan kesepian yang dialami oleh anak-anak yang ditinggalkan ayahnya. Ada kerinduan mendalam untuk memiliki tempat berlindung, yang menjadi benang merah di seluruh lagu. Nadin memang dikenal dekat dengan peristiwa nyata dalam berkarya. Ia selalu memproses realitas di sekitarnya menjadi musik yang menyentuh.
“Karya-karyaku selalu berasal dari pemrosesan diriku sendiri, terutama dalam melihat sesuatu,” ungkapnya. Salah satu lagu yang berjudul Ditemukan Sebuah Bangkai bahkan lahir dari kejadian nyata saat banjir Jakarta pada awal 2020. Saat itu, ada sesosok mayat yang mengapung di sungai dan tidak ada yang mengenalinya. “Bayangin, gak ada sanak keluarga atau siapa pun yang mencarinya. Gila gak?” katanya dengan nada prihatin.
Eksplorasi Musik yang Lebih Luas
Untuk album ini, Nadin sengaja keluar dari zona nyaman dengan menggandeng sepuluh produser berbeda untuk sebelas lagu. Beberapa nama seperti Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri turut ambil bagian. Hal ini menunjukkan keinginannya untuk terus bereksplorasi sebagai seniman.
“Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya. Termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal,” jelas Nadin. Ia pun berharap suatu hari bisa memproduksi lagunya sendiri. “Yang belum kesampaian, produce laguku sendiri. Semoga segera ya,” tambahnya penuh harap.
Momen Spesial Bersama Penggemar
Sebelum album ini resmi dirilis, Nadin mengadakan sesi dengar eksklusif bersama penggemar setianya yang disebut “Kesayangan Nadin”. Acara ini berlangsung di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Sebanyak 885 pendengar hadir dan menjadi saksi pertama keindahan album ini sebelum dinikmati publik luas.
Momen ini menjadi bukti kedekatan Nadin dengan para penggemarnya. Ia ingin berbagi cerita secara langsung sebelum karya besarnya dirilis. Tentu saja, respons positif langsung mengalir dari mereka yang hadir.
Album Laika, Yang Ditinggalkan bukan sekadar musik, melainkan refleksi tentang kehidupan, kehilangan, dan harapan. Nadin berhasil mengemas kisah pilu menjadi karya yang indah dan menggugah. Bagi kamu yang sedang merasa sendiri atau kehilangan, album ini mungkin bisa menjadi teman yang mengerti perasaanmu.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
