Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Moms, Hindari Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Punya Hubungan Buruk dengan Makanan

Siapa sangka, kebiasaan kecil seperti berkomentar tentang berat badan atau porsi makan si kecil bisa berdampak besar pada kesehatan mentalnya? Yuk, kenali pola asuh yang perlu dihindari dan cara menanamkan kebiasaan makan sehat.

Salsabila Wahyudi
Salsabila Wahyudi
Penulis NaraCerita
-30 Agustus 2026 -17:01:00 WIB
Ukuran teks
Moms, Hindari Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Punya Hubungan Buruk dengan Makanan

Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati, termasuk dalam hal makanan. Namun, tanpa sadar, beberapa komentar atau perilaku kita justru bisa membentuk hubungan yang negatif antara anak dan makanannya. Fenomena yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, yaitu 'almond mom', menjadi pengingat penting bagi kita semua.

Apa Itu 'Almond Mom'?

Istilah ini merujuk pada orang tua yang terlalu fokus pada berat badan dan membatasi asupan makanan anak secara berlebihan. Komentar-komentar seperti 'kamu sudah makan banyak, lho' atau 'jangan terlalu banyak makan nanti gemuk' mungkin terdengar sepele, tapi bisa meninggalkan luka batin yang dalam.

Fenomena ini viral setelah potongan video seorang model terkenal yang menyarankan putrinya yang sedang merasa lemas untuk cukup makan beberapa butir almond. Meski terkesan sederhana, saran seperti ini justru mengajarkan anak untuk mengabaikan sinyal lapar dari tubuhnya sendiri.

Kebiasaan yang Perlu Diwaspadai

Para ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa pola asuh seperti ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental anak. Anak yang terus-menerus dikomentari soal berat badannya cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah dan berisiko mengalami gangguan makan di kemudian hari.

Budaya diet yang ditanamkan sejak dini juga bisa membuat anak merasa bersalah saat menikmati makanan. Padahal, makanan seharusnya menjadi sumber energi dan kenikmatan, bukan sumber kecemasan.

Tips Menanamkan Kebiasaan Makan Sehat

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk membangun kebiasaan makan sehat pada anak tanpa membuatnya stres? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:

  • Hindari Label Baik-Buruk pada Makanan: Daripada menyebut sayuran itu 'baik' dan kue itu 'buruk', cobalah menjelaskan fungsinya dengan cara yang positif. Misalnya, 'Wortel mengandung vitamin yang membuat tubuhmu kuat melawan kuman' atau 'Kue ini manis dan enak, tapi kita nikmati saat acara spesial ya'.
  • Ajak Anak Berbelanja dan Memasak: Libatkan si kecil dalam memilih bahan makanan dan menyiapkannya. Anak yang ikut memasak biasanya lebih antusias untuk mencoba makanan baru karena merasa memiliki 'hasil karya' sendiri.
  • Jadilah Teladan yang Baik: Anak adalah peniru ulung. Jika kita ingin mereka makan sayur dan buah, kita juga harus menunjukkan kebiasaan yang sama. Tunjukkan sikap moderat dalam menikmati camilan dan makanan manis.

Perlu diingat, setiap anak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Alih-alih membandingkan berat badan anak dengan anak lain, fokuslah pada pertumbuhan dan perkembangannya secara keseluruhan. Jika ada kekhawatiran tentang berat badan atau kebiasaan makan anak, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi.

Membangun hubungan yang sehat dengan makanan adalah salah satu hadiah terbesar yang bisa kita berikan kepada anak. Dengan menciptakan lingkungan makan yang positif, kita membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki gaya hidup sehat di masa depan.

Salsabila Wahyudi
Salsabila Wahyudi

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita