Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Menyerang Ibu Hamil Tertentu?

Diabetes gestasional menjadi momok bagi sebagian ibu hamil. Yuk, kenali faktor hormonal, genetik, dan gaya hidup yang membuat beberapa ibu lebih rentan.

Maya Handayani
Maya Handayani
Penulis NaraCerita
-25 Juni 2026 -18:32:00 WIB
Ukuran teks
Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Menyerang Ibu Hamil Tertentu?

Diabetes gestasional adalah kondisi di mana kadar gula darah meningkat selama kehamilan. Kondisi ini hanya terjadi pada sebagian ibu hamil, dan biasanya hilang setelah melahirkan. Namun, mengapa ada ibu hamil yang mengalaminya sementara yang lain tidak?

Peran Hormon Kehamilan

Selama kehamilan, plasenta melepaskan hormon yang dapat membuat sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Ini normal karena membantu menyediakan nutrisi bagi janin. Namun, pada beberapa ibu, resistensi insulin menjadi terlalu tinggi, sehingga gula darah tetap tinggi dan menyebabkan diabetes gestasional.

“Ketidakseimbangan hormon plasenta menjadi pemicu utama,” jelas seorang pakar dari University of Newcastle. Jika hormon-hormon ini tidak bekerja optimal, risiko diabetes gestasional meningkat.

Faktor Genetik

Genetik juga memainkan peran penting. Ibu hamil dengan riwayat keluarga diabetes tipe 2, terutama orang tua atau saudara kandung, memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, etnis tertentu juga lebih rentan karena variasi gen yang memengaruhi fungsi hormon insulin.

“Mutasi kecil pada gen hormon bisa membuat hormon tidak bekerja efektif,” tambah pakar tersebut.

Pengaruh Gaya Hidup

Memulai kehamilan dengan berat badan berlebih atau kenaikan berat badan yang cepat di trimester awal meningkatkan risiko diabetes gestasional. Meskipun perubahan gaya hidup seperti diet dan olahraga membantu, efektivitasnya terbatas jika berat badan sudah berlebih.

“Menjaga kesehatan tetap dianjurkan, karena dapat meminimalkan dampak pada bayi,” ujar sang pakar.

Tips Pencegahan

Langkah terbaik adalah mengoptimalkan kesehatan sebelum hamil. Setelah hamil, fokus pada manajemen kenaikan berat badan yang sehat, bukan menurunkan berat badan. Konsultasi dengan dokter untuk memantau gula darah dan menjalani pola hidup seimbang sangat disarankan.

Dengan memahami faktor-faktor ini, ibu hamil dapat lebih waspada dan mengambil langkah preventif untuk kehamilan yang sehat.

Maya Handayani
Maya Handayani

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita