Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal karena Harus Jalan Kaki saat Kontraksi

Seorang ibu hamil di India meninggal dunia setelah terpaksa berjalan kaki hampir satu kilometer saat mengalami kontraksi. Jalan rusak menjadi penyebab utama tragedi ini, yang memicu investigasi dan keprihatinan publik.

Maya Handayani
Maya Handayani
Penulis NaraCerita
-25 Juni 2026 -19:02:00 WIB
Ukuran teks
Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal karena Harus Jalan Kaki saat Kontraksi

Kisah tragis menimpa Mamta Kushwaha, seorang ibu hamil tujuh bulan di kota Jabalpur, India. Ia meninggal dunia setelah berjalan kaki hampir satu kilometer untuk mencapai transportasi karena jalan menuju rumahnya rusak parah. Saat itu, tidak ada pengemudi yang mau melewati daerah tersebut akibat kondisi jalan yang sangat buruk.

Kronologi Kejadian

Mamta sudah mengalami kontraksi persalinan sebelum berjalan kaki. Seorang petugas kesehatan mengantarnya berjalan kaki sejauh hampir satu kilometer hingga ke jalan utama. Dari sana, ia dibawa ke Elgin Hospital menggunakan becak motor sewaan. Namun, kondisinya memburuk dan ia mengalami kesulitan bernapas parah.

Dokter kemudian merujuknya ke Netaji Subhash Chandra Bose Medical College Hospital, di mana ia dirawat dengan ventilator. Sayangnya, upaya medis tidak membuahkan hasil. Mamta dan bayinya meninggal dunia selama perawatan.

Investigasi dan Temuan Awal

Kepala petugas medis Naveen Kothari mengatakan bahwa petugas seharusnya menghubungi layanan ambulans, bukan menggunakan transportasi lain. Investigasi sedang dilakukan untuk menyoroti protokol darurat. Jika terbukti ada kelalaian, tindakan lanjutan akan diambil.

Temuan awal menunjukkan Mamta telah melakukan pemeriksaan kehamilan dua kali selama bulan tersebut. Namun, pendaftaran kehamilannya tertunda hampir empat bulan karena ia menghabiskan waktu di luar kota.

Pentingnya Penanganan Kontraksi di Usia 7 Bulan

Kontraksi di usia 7 bulan bisa menjadi tanda persalinan prematur. Penanganan cepat sangat penting untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Persalinan prematur terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu dan dapat menyebabkan komplikasi seperti kesulitan bernapas atau berat badan lahir rendah.

Penanganan meliputi istirahat total, cairan intravena, dan obat-obatan untuk menunda persalinan. Jika tidak berhasil, obat diberikan untuk mematangkan paru-paru janin.

Tanda-tanda Persalinan Prematur yang Perlu Diwaspadai

  • Empat kontraksi atau lebih dalam satu jam, tidak hilang dengan perubahan posisi
  • Nyeri punggung bawah yang hilang timbul
  • Kram perut bagian bawah seperti kembung
  • Tekanan di panggul atau vagina
  • Kram seperti menstruasi yang terus-menerus
  • Peningkatan keputihan atau lendir bercampur darah
  • Keluarnya cairan dari vagina (kemungkinan ketuban)
  • Perdarahan vagina
  • Mual dan muntah
  • Penurunan gerakan janin

Jika gejala tidak hilang dalam satu jam atau terasa parah, segera periksakan diri ke dokter.

Maya Handayani
Maya Handayani

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita