Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Kesehatan Keluarga

Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Pernahkah Bunda tiba-tiba merasa parfum kesayangan jadi terlalu menyengat atau malah bikin mual? Tenang, Bunda tidak sendiri. Fenomena ini sangat umum terjadi selama kehamilan dan biasanya dipicu oleh perubahan hormon.

Maya Handayani
Maya Handayani
Penulis NaraCerita
-25 Juni 2026 -19:31:00 WIB
Ukuran teks
Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk pada indra penciuman. Wangi parfum yang dulu Bunda sukai bisa tiba-tiba terasa berbeda, bahkan membuat tidak nyaman. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini?

Hormon Kehamilan yang Mempengaruhi Penciuman

Perubahan persepsi bau ini terutama terjadi di trimester pertama, saat hormon kehamilan melonjak drastis. Berikut tiga hormon utama yang berperan:

1. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)

Hormon ini adalah penanda kehamilan yang terdeteksi oleh tespek. hCG diproduksi oleh plasenta untuk mendukung perkembangan janin. Menariknya, hCG memiliki reseptor di sistem saraf pusat yang bisa memicu rasa mual. Saat mual, indra penciuman jadi lebih sensitif, sehingga aroma parfum yang dulu disukai bisa berubah menjadi pemicu rasa tidak nyaman.

2. Estrogen

Estrogen berfluktuasi selama kehamilan dan memiliki reseptor di seluruh sistem saraf, termasuk di hidung. Saat kadar estrogen naik, Bunda bisa mencium aroma lebih kuat. Sayangnya, intensitas ini kadang terasa berlebihan dan memicu mual.

3. Progesteron

Hormon ini meningkat selama kehamilan untuk menebalkan dinding rahim. Meski pengaruhnya tidak sekuat estrogen atau hCG, progesteron juga berkontribusi pada perubahan penciuman melalui efeknya pada sistem saraf pusat.

Perubahan hormon ini membuat tubuh Bunda berada dalam 'mode siaga tinggi' untuk melindungi diri dan janin. Akibatnya, indra penciuman jadi lebih tajam, terutama terhadap bau-bau yang dianggap potensial berbahaya.

Fenomena ini biasanya bersifat sementara. Seiring kehamilan berjalan, sensitivitas penciuman bisa kembali normal. Namun, jika aroma tertentu memicu mual berlebihan, tidak ada salahnya untuk menghindarinya sementara waktu.

Semoga informasi ini membantu Bunda memahami perubahan yang terjadi. Tetaplah nyaman dan nikmati setiap fase kehamilan!

Maya Handayani
Maya Handayani

Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.

Suka artikel ini?

Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.

Artikel Terkait

NaraCerita